
Devan melepaskan pelukannya pada alea.
"Alea aku akan membuatmu berpisah dari orang itu dan akan menikahimu".
"Mimpi saja" ketus alea
"Apa kau ingin orang itu membawamu hidup bersama sepuluh selirnya?" tanya Devan sinis.
"Cih apa bedanya denganmu dan selirmu yang kau pekerjakan sebagai seketarismu itu!" balas alea tak kalah sinis.
"Hahaha... kau cemburu ya... aku senang kalau kau cemburu"Devan tertawa lagi.
"Kenapa aku harus cemburu pada orang yang tidak aku kenal dan bukan pacar,berteman saja tidak" ejek alea.
"Alea aku tidak akan melepaskan mu,aku ingin hidup bersamamu menjadikan kau ibu dari anak anakku kelak" kata Devan ingin merangkulnya lagi tapi alea menghindar.
"Sebaiknya kau pilih saja wanita yang selama ini sudah melayani seperti istrimu, jangan mengabaikan dia yang tulus menyintaimu" kata alea.
"Alea aku lelaki bebas memilih tak ada wanita yang rugi bersama denganku,dan aku sudah memilih ibu dari keturunanku" tegas Devan.
"Kau tidak tahu sudah berapa banyak kau menyebar bibit keturunan pada wanita wanita yang bersamamu selama ini, dan aku tak sudi menjadi salah satu diantara mereka" kata alea kesal.
"Alea dari semua petualangan ku berakhir didirimu" kata Devan dengan lembut membujuk.
"Orang sepertimu takkan bisa berhenti disatu wanita,itu sudah tabiat dan hobimu" kata alea.
"Kalau begitu mari kita buktikan" rayu Devan tak kehabisan akal untuk membujuk alea.
"Dasar play boy cap crocodile" gumam alea sambil berjalan kearah pintu,Devan tak melarangnya dan penjaga yang berada dipintu depan melihat Devan mengangkat tangan memberi tanda agar tak menghalangi alea.
Devan tau alea keras kepala dan berniat keluar dari vila ini dengan berjalan kaki untuk meninggalkannya,dia pikir biar saja ia jalan sampai lelah baru akan menyusulnya dengan mobil dan membawanya kembali.
__ADS_1
Devan tidak tau kalau alea jago lari maraton dan sekarang ia memakai sepatu sneaker dan siap berlari pulang.
Sudah setengah jam alea berlari dan ia sudah lumayan jauh dari vila karena sekarang ia berada dijalan yang sepi dikiri kanannya hanya ada pepohonan yang rindang dan lebat tiba tiba ada motor yg melaju sepertinya keluar dari diantara pepohonan dan langsung sebelah tangan kekar menyambarnya tanpa mengurangi kecepatan motornya.
Motor melaju dengan kencang alea sekarang berada tepat dihadapan pengendara dengan posisi menghadap orang yang berada di motor ini dan ia tidak bisa melihat karena orang ini memakai helm tertutup dengan kaca hitam lagi pula motor ini begitu kencang larinya hingga membuatnya ngeri dan merasa akan jatuh bila tidak berpegangan yang kuat,alea terpaksa memeluk tubuh orang tersebut dan menyembunyikan wajahnya dibahu orang itu,angin yang kencang menerpa punggungnya menandakan mereka sangat laju belum lagi setiap tikungan ia akan sangat miring dan merasa akan jatuh dengan posisi kedua kakinya berada diatas paha orang ini sungguh posisi yang canggung.
Belum lagi alea sadar apa yang terjadi ia merasa motor berhenti dan orang itu mengendong dengan posisi diatas bahunya lalu masuk ke helikopter yang sudah siap take of.
Saat ia mulai duduk dengan tenang melihat dirinya dan orang itu berada dalam helikopter yang sudah mengudara,alea mulai tegang,waspada siapa orang yang tiba tiba menyuliknya ini.
"Siapa kamu dan mengapa membawaku pergi?" tanya alea.
Orang itu membuka helmnya dan menatapnya dengan acuh tak acuh.
"Kau ... ad... Adrian!" teriak alea tak habis pikir kenapa bisa orang ini membawanya dengan motor lalu beralih kehelikopter, kenapa belum sampai bukannya dari vila Devan kebandara hanya tiga puluh menit akan sampai,ia lalu melihat kebawah terlihat pemandangan laut yang luas seolah tak bertepi,karena melihat pria itu hanya diam alea bertanya lagi.
"Mau kau bawa kemana aku?!"
Alea terus melihat kearah bawah dan melihat diatas laut ada pulau yang seperti tak berpenghuni dan helikopter sepertinya akan landing disana.
Dan benar saja ditengah pulau ini ada tanah lapang yg luas dan tanahnya bergeser membuka ada ruangan dibawah tanah yang sangat besar dan disana helikopter mendarat,dan Adrian segera menarik tubuh alea untuk digendong keluar heli sambil membungkuk karena baling baling heli masih berputar putar diatas heli.
"Hei... aku bisa turun dan jalan sendiri!" kata alea.
Adrian berhenti dan menurunkan alea lalu berkata "Kalau jalan hati hati banyak ular diarea ini" sambil menunjuk kearah samping dan depan jalan ada ular sawah yang ukuran besar besar bahkan ada yang panjang empat meter kalau alea menebaknya.
Karuan saja alea langsung kembali dan melompat kepelukan Adrian dengan kedua kakinya berada di pinggang Adrian dan tangan melingkar dileher,ia baru pertama kali melihat langsung ular yang begitu besar dengan jarak yang begitu dekat.
Adrian tersenyum licik melihat ketakutan alea,tanpa berkata kata ia balas memeluk pinggang alea dan berjalan lagi,sang pilot hanya mengangkat kedua bahunya melihat adengan ini.
Setelah berjalan setengah jam mereka sampai kegarasi mobil dan masuk mobil segera jalan. "Kita ini ada dimana?" tanya alea.
__ADS_1
Adrian hanya diam terlihat acuh,alea sangat kesal ia merasa lepas dari mulut buaya pindah ke mulut harimau.
Tak lama mereka sudah sampai divila yang sangat besar dan megah bangunan ini menyatu dengan tebing gunung yang ada dibelakang bangunan dan didepan ada pantai sekilas tak terlihat dari udara ada bangunan yang besar dan megah dipulau ini tempatnya agak tersembunyi.
"Selamat datang divila pulau pribadiku" kata Adrian.
"Untuk apa membawaku kemari,apa kalian pikir aku tak punya keluarga yang akan mencariku"geram alea.
"Pergilah kekamar yang telah disiapkan mandi dan berganti pakaian lalu makan dulu, semua keperluan mu tersedia dikamar itu" jelas Adrian.
"Cih siapa tau dikamar itu ada ularnya"kata alea merinding ingat penampakan ular yang sangat besar itu.
"Tenanglah ular ular disini sangat jinak dan mereka baru diberi makan dan akan berdiam diri selama seminggu" Adrian memberi tahu.
"Apa!!!...aku merasa tidak aman disini,tolong antar aku pulang saja lagian aku sudah lama meninggalkan kerjaanku,please... please" alea memohon sambil menggoyang goyangkan tangan Adrian dengan tak sadar.
"Percayalah disini tempat teraman untukmu Al" kata Adrian.
Alea seperti menahan tangis karena ketakutan,ia lebih takut dan jijik pada ular dari pada manusia yang satu ini.
"Pergilah kekamarmu,apa kamu tidak capek setelah berlari dari vila karang ombak selama setengah jam dan belum memakan apapun dan minum".
"Baiklah bila setelah ini aku bisa pulang,tapi temani aku lihat dikamar apa benar tak ada binatang apapun" mengingat ia berada dipulau terpencil ini.
Adrian mengantarnya kekamar,alea mengikuti dibelakangnya,setelah masuk ia memegang tangan Adrian untuk memeriksa kolong ranjang,almari pakaian dan kamar mandi.
"Sudah diperiksa semua,aman,bersih" kata Adrian.
"Lalu kapan aku akan bisa pulang?!" tanya alea.
"..."
__ADS_1