
Setelah mandi,mereka cek out dari penginapan dan pergi sarapan kedai pangsit kuah yang cukup terkenal dan ramai pengunjungnya.
Saat masuk semua pengunjung melihat pada keempat pemuda tampan dan cantik ini, wajah rupawan mereka sangat kontras dengan sikap dingin mereka.
Namun diantaranya satu yang terlihat bercahaya walau ekspresi wajahnya yang dingin tapi bila menatapnya akan membuat mata terasa kagum.
Saat ini didalam kedai ada beberapa kelompok rombongan yang datang dari beberapa wilayah luar daerah dan dari negara lain.
Diantara rombongan ada pangeran Seiya yang bertemu putri alea saat akan berobat sebelum putri alea pergi kegunung awan dan saat ini pangeran Seiya sudah pulih dari racun yang melumpuhkan kakinya.
Sejak putri alea yang berpakaian pria sebagai aleandro memasuki kedai, ia sudah melihatnya dan menduga kalau pria tampan yang sekarang bersamanya dan dua pengawal itu, adalah suami yang dikatakan waktu itu.
Mengetahui hal ini perasaannya kecewa tak bisa mendapatkan wanita yang ia sukai, ia juga tak ingin membuat masalah dengan pria yang terlihat tak biasa itu, ia pikir pasti pria itu adalah seseorang yang begitu penting dan hebat, jika tidak bagaimana mungkin bisa bersama dengan wanita liar biasa itu.
Beberapa pengunjung kedai mengenali sosok aleandro yang telah mendapatkan ketujuh benda pusaka itu.
"Lihat pemuda cantik itu adalah pendekar aleandro satu - satunya orang yang mendapatkan ketujuh senjata pusaka itu" ujar seseorang yang jadi pengunjung kedai ini.
"Kau benar dia orang beruntung itu" kata orang yang disebelahnya.
"Dia adalah orang terpilih untuk mendapatkan benda pusaka itu, dia bukan hanya hebat tapi dia orang bisa melahirkan tujuh pemimpin dunia yang hebat dimasa mendatang".
"Tapi dia seorang pria yang sangat rupawan dan bukan seorang wanita yang bisa melahirkan!" kata pengunjung lainnya.
"Dia bisa membuat wanita yang menikah dengannya melahirkan anak - anak yang akan menjadi orang hebat" timpal orang tadi.
"Kalau begitu pasti ia pasti akan jadi incaran para raja yang memiliki putri - putri yang cantik" ujar pengunjung lainnya.
__ADS_1
"Takutnya ia akan dipaksa oleh penguasa yang begitu kuat untuk menikahi putrinya" sahut yang lainnya.
"HM.. itu tak seperti yang kalian sangkakan dia tak akan binasa dengan mudah, bahkan saat ia tertidur seseorang yang akan mencelakakannya tidak akan berhasil, saat ini ketujuh pusaka itu memberi kekebalan khusus ketubuhnya" ujar seorang pria lanjut usia yang terlihat tak biasa itu.
"Sebegitu hebatnya kah diri orang yang mendapatkan pusaka itu" tanya seseorang.
"Ya... bahkan bila ia dibakar hidup - hidup ia akan hidup lagi"jelas orang tua itu.
Semua yang mendengar pembicaraan ini merasa kagum dan takjub, ada yang seperti ini didunia ini memang langka, tapi ini akan memiliki sembilan nyawa.
Pangeran Seiya tersenyum mendengarkan pembicaraan ini, dia tak menyangka wanita ini adalah benar - benar wanita terhebat yang pernah mengganggunya didalam kereta saat ia mengalami kelumpuhan setengah tubuhnya.
Pangeran Seiya masih mengingat jelas wajah cantik itu begitu dekat menatapnya seolah ia tak menganggap dirinya bisa melihat wajah rupawan itu.
Bagi pangeran Seiya itu adalah saat - saat yang paling berkesan dan begitu indah dihidupnya, ia merasa tak bisa jatuh cinta lagi kepada wanita lainnya, hatinya sudah tertawan oleh wanita ini yang belakangan ia ketahui sendiri bila ia bernama alea dan aleandro nama penyamarannya.
Saat melihat alea sudah selesai makan ia berniat menghapirinya, maka pangeran Seiya dengan sopan menyapanya.
"Kabar baik..." jawab aleandro sambil mengingat - ngingat seperti familiar dengan sosok yang sedang menyapanya ini.
Lalu pangeran Seiya menyapa pangeran yun lie juga dengan sopan, tapi pangeran Yun lie begitu kaku dan berekspresi acuh tak acuh, karena ia tau dari tatapan mata, pangeran Seiya begitu suka pada istrinya.
"Tuan aleandro selamat atas keberhasilan anda mendapatkan pusaka yang langka, anda memang yang terbaik"ujar pangeran Seiya lagi.
"Terimakasih... anda sangat pandai menyanjung" kata aleandro dengan wajah datar.
"Apa kita bisa berjumpa lagi, dilain waktu saat aku kembali kemari lagi aku akan mencari anda tuan aleandro" ujar pangeran Seiya dengan tatapan yang sangat mengagumi diri putri alea, bukan sebagai aleandro dimatanya.
__ADS_1
"Ya... tentu saja" jawab aleandro dengan senyuman yang sangat sedikit tersunging dibibir yang sangat bagus itu.
Alea tau suaminya akan bertanya kenapa Seiya seperti begitu mengenalnya dan seperti mengenalnya bukan seperti seorang pria.
"Baiklah tuan aleandro, sampai berjumpa lagi" ucapnya sambil pergi berlalu.
Baru saja pangeran Seiya pergi, tiba - tiba seorang gadis yang begitu cantik mendatanginya dan terlihat begitu polos menyapa aleandro.
"Kakak... apa boleh kita berkenalan, namaku liani... aku berasal dari kota ini, ayahku adalah gubernur, aku sangat mengagumimu dan ingin mengundangmu kekediaman kami untuk bisa lebih akrab, karena aku ingin meminta beberapa petunjuk mu untuk berlatih ilmu bela diri" kata gadis itu dengan manja, sementara para pelayan dan pengawalnya menunggu tak jauh dari mereka.
"Oh... nona liani putri gubernur kota bahari yang sangat termasyur dengan keindahan dan orang - orang hebat didalamnya, aku sangat senang berkenalan denganmu nona cantik" ujar aleandro dengan ramah.
"Kakak kau sangat ramah aku sangat senang, bagaimana kalau kita segera kekediaman kami, biar kami menjamu anda sebagai ucapan terimakasih karena anda telah bersedia menerima perkenalanku" kata gadis ini dengan percaya diri langsung menggandeng tangan aleandro.
"Oh... nona yang baik hati, saat ini aku belum bisa menerima undangan anda, karena aku sedang dalam perjalanan kesuatu daerah untuk tujuan tertentu, jadi mungkin lain waktu baru bisa menerima kasus baik nona liani".
"Kakak... sebentar saja, sebentar saja datanglah kerumah, ayah pasti sangat gembira melihatku berteman dengan anda, ayolah hanya sebentar" ujar liani memaksa.
'Hm... gadis ini cukup keras kepala dan so kenal so dekat, buat bete banget sih' bathin alea, ia sudah ingin secepatnya bisa bebas berlarian dijalan dikota kuno yang penuh dengan barang antik yang langka ini.
Sementara pangeran Seiya yang belum pergi jauh dari tempatnya tadi bicara dengan alea, merasa putri gubernur ini sangat konyol karena tergila - gila dengan alea yang seorang gadis juga.
Dan pangeran Yun lie sudah mulai tak sabar ia melirik keluar kedai untuk melihat pengawal bayangannya, ingin memberi perintah untuk menangani gadis manja yang tak mementingkan reputasi baiknya hanya karena terpesona dengan rupawan pria yang jelas - jelas bukan pria ini.
Pengawal bayangan yang selalu siaga memahami pandangan atasannya dia segera mengirimi serangan melumpuhkan saraf dari jarak jauh kepada gadis cerewet ini, hingga tubuhnya tiba - tiba terkulai akan jatuh.
Segera para pelayan dan pengawalnya memapah tubuh majikan mereka yang seperti tertidur itu dan memohon segera kembali kekediaman gubernur.
__ADS_1
Semua orang yang ada dikedai hanya melihat dan tak ada yang ingin ikut mencampuri urusan orang lain demi kebaikan masing - masing.
Karena sudah tak ada lagi hal yang membuat mereka tetap disini, maka alea segera mengajak pangeran Yun lie dan kedua orangnya pergi