
Alea membuka matanya dan mendapati dirinya dalam dekapan Adrian,ia memundurkan wajahnya dan menatap wajah Adrian yang sedang pulas tidur ' Hm... wajah ini begitu tampan putih halus dan bersih,hidung mancung,bibir tipis,alis tebal, bulu mata lentik tapi garis bibir selalu datar hanya saat melengkung keatas dia tampak sempurna seperti dewa asmara' bisik alea dalam hati.
"Apa sudah puas memandangi wajahku yang polos tanpa dosa ini?" suara serak khas bangun tidur Adrian tiba tiba terdengar.
Alea langsung menutup matanya seolah masih tidur 'Aish... perasaan dari tadi memandang wajahnya,matanya tertutup rapat gak ada tanda tanda sudah bangun, lha... terus dia tau dari mana kalau sedang kupandangi,apa ada mata lain yang tak terlihat olehku' bathin alea bingung.
"Sayangku masih tidur?" Adrian mengeratkan pelukannya dan menciumi alea .
Karena merasa malu ketahuan memandangi diam diam wajah Adrian saat tidur alea hanya diam.
Andrian terus menciuminya sekarang beralih keleher jenjang alea tiba tiba sekali tarik baju tidur dan bra alea sudah terlepas dan Adrian mencium, mengisap dada yang lembut itu "Achh... a...apa yang kau lakukan ahh..." desis alea merasa sensasi baru yang berbeda.
Tapi Adrian segera menghentikan aktivitas nya dan memeluk erat tubuh alea,napasnya memburu tak beraturan 'Sial aku hampir lupa diri' katanya dalam hati.
"Maaf sayangku,biarkan aku memelukmu lebih lama lagi pagi ini" kata Adrian sambil memejamkan matanya, dan akhirnya mereka berdua tertidur lagi,karena Adrian baru kembali kekamar tidur setelah jam empat dini hari.
Saat terbangun matahari sudah bersinar hangat menembuskan cahayanya disela sela tirai pintu kaca yang lebar,alea menggeliatkan tubuhnya terasa berat,ternyata kaki dan tangan Adrian diatas tubuhnya,ia menurunkan perlahan tangan lalu kaki Adrian dan bergeser kesamping tempat tidur lalu duduk "Mengapa terasa dingin sih? eh..."ujarnya sambil memeluk dadanya tersadar ternyata bajunya sudah melorot, "Hhemmmgh" alea menggeram sambil melotot kearah Adrian yang masih tidur.
Bergegas ia kekamar mandi,seseorang ditempat tidur sedang tersenyum dibalik selimutnya.
Didalam kamar mandi ada cermin alea melihat tubuh polosnya dan ia melihat didadanya ada tanda merah "Arrgh" geramnya tak berdaya.
Saat ia keluar kamar mandi, Adrian berdiri didepan kamar mandi tubuhnya yang kekar dan bagus itu hanya dililit handuk sepinggang itupun hampir melorot lepas.
"E... eh mengapa berdiri disini mengaggetkan saja!" ketus alea cemas melihat handuk yang melilit di pinggang Adrian akan terjatuh.
"Mengapa tidak membangunkan ku, kita mandi bersama"
"Cih siapa yang ingin mandi bersama" ujar alea dengan wajah menggelap karena melihat handuk yang dipinggang Adrian benar benar terlepas melorot kelantai, sementara Adrian dengan santainya masuk kekamar mandi dan tidak memperdulikan handuknya yang terjatuh dilantai.
"Busyet nih orang bar bar banget,dasar orang utan eh orang pulau terpencil tak sopan sama sekali" omel alea.
Adrian masih mendengarnya dan tertawa geli dikamar mandi,ia memang sengaja menggoda alea,dan benar gadis itu sangat menggemaskan.
__ADS_1
Saat sarapan selesai Adrian mengajak alea berjalan jalan disekitar vilanya.
"Hari ini cuaca disekitar pulau lumayan membaik,lewat tengah hari sepertinya bisa mengudara,bisa kembali kekota"kata Adrian.
"Baguslah aku sudah bisa kembali,sudah tak sabar ingin berjumpa Dewi,apa dia cemas selama ini karena aku".
"Kembalilah dulu kevila,ada urusan yang ingin kuselesaikan,sebelum pergi kekota denganmu".
"Oke,kau sibuklah sana".
Adrian menjumpai orang orangnya dan memilih beberapa pengawalnya yang akan diajak kekota,ia juga menugaskan penjagaan dan pelatihan harus berjalan seperti biasanya,walau ia tak berada dipulau ini.
Ia juga kekamp pelatihan para wanita,disini dipimpin oleh Frisca,gadis gadis ini terlihat tegas dan tangkas,Adrian memberikan arahan dengan tatapan tegas,dingin dan datar,membuat semua gadis yang ada disini merasa segan dan hormat padanya.
Setelah dirasa cukup memberi arahan dan pesan,Adrian pergi meninggalkan kamp.
"Tuan tunggu" Frisca yang mengejarnya.
"Tuan akan kekota,tidak mengajakku kah?..."
"Frisca kau pimpinan dikamp pelatihan wanita ini,jadi tugasmu bertanggung jawab selama aku pergi".
"Tapi apa tuan akan pergi lama,kali ini".
"Itu tak mempengaruhi keadaan disini,jika ada yang berani berbuat ulah disini,sudah jelas hukumannya!".
"Tuan aku ingin ikut bersamamu, melayaniku disana" kata Frisca sambil mendekat dan memegang tangan Adrian, segera melepaskan tangannya.
"Dengar saat ini kau lebih dibutuhkan disini".
"Tapi tuan...".
"Sudahlah aku tidak suka mengulang kata kataku,kalian adalah orang orang pintar yang paham dengan karakterku,laksanakan tugasmu seperti biasa". ujar adrian tegas dan pergi.
__ADS_1
Frisca terlihat sangat kesal,ia tak bisa terima kalau alea bisa bersama Adrian, karena ia merasa sudah sejak lama bersama Adrian,tidak ada wanita lain yang boleh memiliki Adrian selain dirinya,ia sangat percaya diri kalau Adrian bisa ia taklukan,tapi kenyataannya sekarang Adrian tertarik pada alea membawanya kepulau ini dan menjadikannya istri.
"Huh... lihat saja nanti,aku akan mengambil kembali apa yang sudah kurasa menjadi milikku,Adrian milikku seorang,selalu akan seperti itu!".
Biasanya Frisca selalu datang kevila untuk mencari Adrian bila Adrian berada dipulau ini, dan Adrian tak pernah menolaknya walau hanya mengobrol atau diskusi masalah kamp.
Dan para pelayan vila sudah tau dengan sikap Frisca pada tuan mereka,dia ingin mendekatkan dirinya dan mencari perhatian tuan Adrian,namun sikap tuan Adrian biasa saja terhadap Frisca.
Para pelayan divila merasa beda saat tuan mereka terhadap alea,tuan Adrian terlihat tak seperti tuan Adrian yang sebenarnya ia biasanya selalu datar dan dingin,tapi dengan alea,tuan Adrian selalu bicara,lembut, perhatian,tersenyum bahkan tertawa adalah hal yang tak pernah mereka lihat selama bekerja dengan tuannya.
Walau begitu,sikap Adrian tak pernah menindas para pelayan maupun anggotanya yang lain.
Alea yang sudah kembali kevila melihat lihat dalam vila yang luas ini, "Nyonya alea,apa ingin sesuatu akan saya sediakan" seorang pelayan menghampiri alea.
"Aku tidak menginginkan apa apa,hanya ingin melihat lihat ruangan dalam vila ini".
"Oh kepala pelayan Rudi dan saya akan menemani nyonya alea" kata pelayan muda ini dan segera memanggil pelayan pria yang menjadi kepala pelayan pria yang bernama Rudi,ternyata pelayan pria yang waktu menemani alea berjalan dari vila ini hingga kepantai.
"Nyonya alea,ada yang bisa kami bantu?" tanya pria paruh baya ini.
"Saya hanya ingin berkeliling dalam vila ini".
"Baiklah nyonya alea,silahkan melihat lihat".
"Vila ini ada tiga lantai dan bagian belakang ada lima lantai Karen tingkat tanah yang rendah,dan bagian teratas adalah tempat pemantauan seluruh keadaan sekitar dalam pulau.
Saat masuk ruang depan luas dan ada beberapa sofa dan ada kolam kecil diruangan depan ini,dan bagian tengah dibagi menjadi beberapa ruangan,keluarga dan ruang metting,lalu ruangan bagian belakang ada bar dan ada ruang teater.
Bagian lainnya adalah dapur dan ada kamar kamar para pelayan,dibagian halaman belakang terdapat kebun,dengan jenis tanaman,cabe,tomat,serai,Laos,kunyit, kencur dan lain lainnya yang termasuk sayur mayur.
Dilantai kedua ada,kamar utama dan beberapa kamar serta bagian belakang adalah ruang koleksi yang pernah didatangi alea.
Lantai ketiga ada ruang fitnes yang lengkap dan balkon ada ditiap sisi empat ruang atas ini dan semua sangat megah,vila seluas satu hektar ini membuat alea lelah mengitarinya,dan akhirnya ia kembali kelantai dua duduk diterasnya bersantai menikmati pemandangan sekitar,pelayan yang menunggunya dan menyediakan jus jeruk dan cemilan,ia suruh pergi saja karena ia tak ingin membuat pelayan itu berdiri selama ia bersantai.
__ADS_1