SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 21


__ADS_3

Alea berpikir keras bagai mana harus keluar dari situasi ini,ia tak ingin terjebak disini dan berakhir akan menikah dengan pria pria yang tak ia kenal dengan baik,ia masih ingin menjadi orang mandiri,membuktikan pada kedua saudaranya dan kedua orang tuanya kalau ia bukanlah anak yang tak berguna yang tak diharapkan.


"Cukup sudah Adrian,ku mohon antarkan aku kembali ke tempatku dimana aku beraktifitas seperti biasa,masih banyak pekerjaanku yang belum aku selesaikan jangan bermain main lagi!"


"Kau tidak akan kemana mana lagi kau sudah berakhir disini".


"Cih kau pikir aku ini wanita apa yang kau bawa kemari dan melakukan sesuka hatimu, kau ingin apa dariku ingin aku disini patuh denganmu kau pikir aku hewan peliharaan?!"


"Hahaha... kau sangat pintar membuat orang terhibur pantas saja pria pria itu menginginkanmu".


"Dengarkan aku,apapun yang ingin kau lakukan silahkan berbuat sesukamu pada wanita lain jangan denganku karena aku tidak ingin bergabung denganmu dalam permainanmu!".


"Baiklah aku sudah memutuskan kau akan tinggal disini" kata Adrian sambil beranjak akan pergi.


"Aku tidak akan menurutimu,katakan dengan jelas apa yang ingin kau menangkan dari Devan,bila kau melakukan semua ini karena ambisimu untuk menunjukkan bahwa kau yang mampu diantara mereka,maka aku akan membuatmu menjadi pecundang,dengar aku takkan asal bicara".


"Alea kau ingin apa?".


"Aku ingin pulang!!!".


"Kita sudah bicarakan itu".


"Tapi kau tak mendengarkan aku,kau tak masuk akal menahanku disini,untuk apa?... apa kurangnya wanita yang berada diluar sana,dengan sosok dirimu itu tidak ada wanita yang menolak denganmu".


"Lalu apa kau bukan wanita?".


"Aku bukanlah wanita yang bersedia bersamamu disini".


Adrian tidak bicara lagi ia segera balik badan dan pergi.


Alea lalu melihat sekitarnya terlihat beberapa orang pria tegap dengan siaga menatap kearahnya seakan siap beraksi bila alea melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan kehendak Adrian.


"Nona apa anda ingin istirahat kembali kevila atau masih ingin bersantai disini atau ingin melihat lihat sekitarnya saya akan menemani anda". seorang pria agak paruh baya berkata sopan pada alea.

__ADS_1


"Aku ingin melihat lihat sekitarnya".


Alea lalu keluar dari tempat itu ia ingin melihat lihat apa ada celah untuk pergi dari pulau ini,kalau perlu terjun kelaut dan berenang hingga ada yang menolongnya.


"Huh... rasanya membuatku gila semua ini apaan coba?!" tanpa sadar alea berkata kesal,terlihat pria yang menemani seolah olah tak mendengar ucapannya.


"Pak apa sudah lama tinggal dipulau ini?".


"Iya sudah cukup lama". jawab pria itu masih ramah.


"Apa disini sering kedatangan tamu ya pak".


"Selama dipulau ini tidak pernah ada tamu yang datang,hanya nona orang pertama yang datang kepulau ini".


"Lalu bila bapak pergi dan datang kepulau ini naik apa pak?".


"Oh biasanya diantar jemput dengan helikopter yang nona naiki itu".


"Tidak ada tranfortasi air pak?".


"Sial benar,benar siaaaaal" teriak alea sudah tak sabar.


"Maaf nona apa masih ada yang ingin ditanyakan?".


"Iya ada!...".


"Silahkan saja nona".


"Siapa yang bisa antar saya keluar dari pulau ini?!".


"Kalau itu saya juga tidak tau nona,maaf".


Alea sekali lagi ingin teriak dengan keras karena kesal sekali tapi ia tahan dan berjalan semakin jauh dari vila,tapi pria paruh baya itu tak melarang dan masih setia mengikutinya.

__ADS_1


Alea tak ingin kembali kevila itu lagi karena itu ia berjalan kearah tepi pantai ia ingin melihat apa dilaut sana ada kapal atau kapal nelayan yang bisa ia lambai atau ia kejar dengan berenang untuk ditumpangi pergi meninggalkan pulau ini.


Alea sudah berjam jam jalan dipantai pulau ini ia sudah merasa lelah dan tenggorokan kering,anehnya pria yang mengikutinya ini hanya diam dan mengikutinya tanpa protes dan bertanya,melihat hal ini,alea berpikir apa orang ini sengaja membuatnya tau bahwa tidak ada jalan untuk keluar dari pulau ini.


Lagi lagi ia ingin teriak keras keras sekali tapi ia merasa sudah tak punya kekuatan untuk melakukannya bahkan ia sudah sampai dihujung pulau ini ditebing bebatuan karang yang tinggi dan tak ada jalan lagi untuk mengitari pulau ini,akhirnya ia hanya bisa jatuh terduduk diujung pasir putih pantai ini.


Entah sudah berapa lama ia terduduk bahkan tertidur atau pingsan dipantai ini ia tak tau,karena begitu tersadar ia sudah berada diatas tempat tidur yang ia kenali saat pertama ia tiba ditempat ini "Oh sial" gumamnya tak punya keinginan teriak lagi.


"Kau sudah bangun ya?" tanya Adrian.


"Kau... dengarkan aku,antar aku pulang!" kata alea.


"Hei kau baru saja bangun,ini sudah larut malam".


"Besok aku ingin pulang"


"Kau ini keras kepala ya,apa kau tau bila kau pulang maka bangsawan itu akan segera membawamu kekota kuno asalnya dan tempat misterius itu kau takkan bisa kembali lagi selamanya,hidup dengan selir selirnya apa kau sudah siap hidup diharem akan banyak persaingan apa kau sudah kuat menghadapi semua kemungkinan yang akan terjadi disana" jelas Adrian.


"Apa bedanya bila aku disini,memangnya siapa dirimu,apa kau bisa dipercaya,aku ini apa bagimu hingga kau berkeras menahanku,tidak ada hubungannya denganmu bila terjadi sesuatu denganku,apa kau tau dari kecil aku tinggal di keluargaku tapi aku tak lebih dari orang luar yang lebih rendah dari pelayan,aku hidup hanya tau pelayan dirumah orang tuaku itu adalah yang menganggapku keluarga dan kakekku hanya beliau keluarga yang menyayangiku dan lingkungan ku bersekolah tak ada yang baik terhadapku itu sudah biasa,hal buruk apa lagi yang tidak akan aku jalani" kata alea memberitahu fakta hidupnya selama ini.


"Itu beda,mereka tetaplah keluargamu"


"Kau tau apa tentang kisah hidupku,dari kecil kedua saudaraku memperlakukanku seperti seperti pencuri yang harus dipukuli setiap waktu,ibuku membenci kelahiran ku hingga tak perduli aku ini masih hidup atau hilang dari bumi ini,ayahku bahkan lupa siapa namaku,dibully dan dijauhi sudah makanan sehari hari bagiku,aku masih bisa hidup sampai saat ini"kata alea datar.


"..."


Adrian hampir tak percaya dengan pengalaman hidup yang barusan dibeberkan alea,ia memandang lekat wajah cantik itu, mungkinkah sebegitu nya ia tertindas oleh keluarganya sendiri,sungguh tak bisa dipercaya kalau saja orang yang bicara ia tak percaya tapi alea tidak mungkin menjelek jelekan keluarganya sendiri,untuk apa karena ia tau alea seorang pengusaha muda sukses sebanding dengan pengusaha pengusaha sukses tanah air.


"Jadi ku mohon biarkan aku kembali,aku akan menjaga diri" kata alea lagi dengan penuh harap.


"Baiklah bila itu yang kau inginkan kebebasan aku tidak akan menahanmu lagi, tapi kuperingatkan Devan akan berusaha mendapatkanmu apapun caranya dan diantara bangsawan itu siapa yang lebih cepat bergerak,aku akan menyuruh orang orangku menjagamu ,sekarang istirahatlah besok kita siapkan kepulanganmu dan kamu belum makan malam aku akan menyuruh pelayan membawa makanan kesini"


"Terima kasih... tapi aku tidak lapar,jadi jangan menyiapkan makanan selarut ini".

__ADS_1


"Tapi kau harus makan karena perutmu kosong dan kau pingsan karena kelelahan,setidaknya minum susu hangat dan makan roti".


"Terserah kau saja,aku juga tidak mengantuk lagi".


__ADS_2