
Devan membawa alea kevilanya yang jauh dari keramaian kota berada di suatu tempat didaerah pantai yang bertebing terjal yang sulit didatangi,karena ia memilih tempat yang lokasi sekelilingnya tak muda didatangi oleh orang biasa hanya ada satu jalan menuju vilanya siapapun yang datang pasti akan terlihat dari ketinggian tempat vila itu dibelakang vila hanya batu karang yang tajam terjal tebing yang tinggi.
Divila ini ada beberapa pelayan wanita dan pria,saat diperjalanan alea memperhatikan sepanjang jalan yang mendekat arah vila hanya ada hutan dan disisi jalannya lagi adalah pantai dan sepanjang pantai berbatu karang tajam tak ada yang bisa berjalan jalan dipantai seperti itu.
Begitu sampai kevila seorang gadis cantik dan sexi menyambut kedatangan mereka,yang terlihat oleh alea pandangan gadis ini begitu hangat pada Devan tidak seperti pelayan yang lainnya terlihat sangat menghormati dan agak sungkan pada Devan .
Dan ia menyapa Devan dengan mesra "Bos kau akhirnya kembali,sejak kau pergi ada beberapa penyusup yang nekad akan menghancurkan tempat ini".
"Cristalia... nanti kita bicara lagi,aku datang membawa tamu istimewa perlakukan dia dengan baik dan layani dengan baik antar dia kekamar lantai tiga disebelah kamar".
Cristalia langsung melihat kearah seorang gadis yang tidak terlalu tinggi dan tidak pendek tubuhnya langsing tidak kurus terlihat padat berisi "Tubuh yang sangat bagus" gumamnya kagum,ia mendekat dan melihat wajah gadis itu cantik yang tak biasa rambut panjang yang bergelombang dan punya tatapan yang dingin dan datar namun penuh pesona "Cih wajah pengundang petaka" dengus cristalia.
"Nona... namaku cristalia,siapa namamu" tanya cristalia.
"Alea... " jawab alea tersenyum begitu manis,alea hampir lupa cara tersenyum pada orang lain.
"Aku akan mengantarkan kekamarmu,mari..." ajak cristalia.
Sesampainya dilantai tiga depan kamar besar Cristal merasa iri ia saja yang sudah lama bersama Devan tak pernah naik dan masuk kekamar ini,walau ia sering menggoda dan bercinta dengan Devan itu hanya dikamar lantai dua atau dikamar tamu vila ini.
"Terima kasih kata alea langsung membuka pintu dengan kartu yang diberikan cristalia,walaupun cristalia ingin sekali melihat dalam kamar tersebut tapi ia menahan keinginannya,saat alea membuka lebar pintu kamar itu sudah terlihat dinding kaca yang tirainya terbuka dan langsung menghadap lautan yang ada dibalik diding kaca dan ada balkon disana,sudah kebayang betapa mewahnya kamar ini dan pasti menakjubkan melihat pemandangan dari ketinggian tebing yang berada berada dibawah vila ini.
__ADS_1
Alea masuk tanpa menoleh lagi dan pintu tertutup sendiri tepat didepan hidung cristalia, "Sialan" umpatnya.
Alea menyapu seluruh ruangan dengan pandangannya dia benar benar kagum dengan tata ruangan yang terkesan sangat memanjakan seorang wanita bak seorang putri raja,ia membuka lebih lebar tirai bewarna gold itu dan pemandangan laut saat matahari akan tenggelam seolah olah matahari akan tenggelam kedalam laut dan air laut terlihat seperti bertabur bintang emas,alea melihat ada balkon dan ia segera membuka pintunya keluar dan menopang kedua tangannya dipagar dan mengirup aroma laut yang khas datang bersama hembusan angin samar samar ia mendengar deburan ombak yang menerjang tebing.
Alea merasa tubuhnya lengket semua ia masuk kamar mandi dan melihat kamar mandi lengkap denga peralatan mandi dengan sabun cair dan oil rempah pewangi air mandi,sikat gigi yang baru,handuk baru yang sudah dicuci dan kimono yang lembut
setelah berendam diair hangat dengan aroma traphy yang menyegarkan selama setengah jam alea baru membilas tubuhnya terasa nyaman kulitnya berasa lebih lembut dan wangi.
Ia baru sadar kalau ia tak membawa selembar baju pun semua yang ia bawa dibawa oleh bunga ia lalu melihat almari pakaian yang besar dikamar ini.
"Jangan bilang jika lemari ini kosong melompong ya"gumamnya sambil mebuka lemari itu dan ia kaget lemari pakaian itu penuh dengan pakaian yang bagus bagus dan sepertinya sangat mahal mahal,ia melihat satu persatu lalu memilih dress yang simple dan santai berwarna pink selutut, lalu melihat lemari yang lain berisi tas,sandal dan sepatu juga asesories lengkap ada perhiasan emas permata,jam tangan dan kaca mata.
Ia kemudian kemeja rias diatas meja ada peralatan make up lengkap dan parfum mewah,setelah memakai dress dan memoles tipis makeup diwajahnya ia kembali kebalkon menatap laut lepas saat matahari sudah tenggelam masih menyisakan cahaya merah keemasannya.
"Dibalkon saja" kata alea,karena dibalkon yang luas ada meja kursi untuk menikmati makanan dan ada kursi santainya juga.
Kedua pelayan mendorong rak makanan lalu mulai menata dimeja yang berada diujung pas didekat pagar samping karena mejanya lebih besar,setelah semua ditata.
"Nona silakan dan selamat menikmati"
"Makanan sebanyak ini aku mana bisa memakannya semua walaupun hanya mencicipi satu persatu semua menu ini... kalian berdua,ayo kita makan bersama" ajak nada
__ADS_1
"Terima kasih nona... kami disini hanya melayani nona saja".
"Ayolah jangan sungkan,tak ada siapa siapa yang melihat disini,coba lihat didepan sana hanya ada lautan yang luas membentang sejauh mata memandang"
Kedua pelayan itu saling memandang mereka baru sadar dikamar yang tak pernah mereka datangi ini begitu mewah dan sangat bagus untuk melihat pemandangan laut lepas dan sekitarnya dari ketinggian ini, mereka takjub,kamar ini hanya kepala pelayan yang mengurusnya dan sekarang mereka disini sungguh merasa beruntung.
"Kami tidak berani makan bersama nona ini tidak pantas".
"Hei... hei...mengapa tidak pantas kalian itu manusia sama sepertiku,kalau mau jaga batasan silahkan saja,tapi aku ingin kalian menemaniku makan" kata nada sambil mendorong dan mendudukkan paksa kedua orang ini sampai mereka terduduk dikursi dan buru buru ingin berdiri,tapi nada menahan bahu mereka.
"Nona kami ingin melayani anda" kata mereka bersamaan.
"Sudahlah duduk yang tenang,lihatlah meja makan ini bisa bergerak berjalan memutar pada bagian tempat menunya,jadi tinggal menggerakkannya makanan yang jauhpun bisa bergerak kehadapan kita,aku bukannya orang sakit yang harus dilayani".
Kedua pelayan ini tidak membantah lagi dan hanya menurut ketika alea menyuruh makan dan mengambil makanan yang mereka suka sepuasnya,mereka hanya mengangguk dan mengucap terima kasih terus.
Setelah selesai alea tak menyuruh lagi pada mereka dan keduanya meletakan kembali peralatan makan dan semua sisa makanan dibawa pergi diwadahnya tadi hanya meninggalkan buah buahan segar dan pisau buahnya.
Alea merasa heran mengapa Devan tak ingin makan bersamanya dan menyuruh pelayan yang mengantarkan makanan kekamarnya,padahal ia ingin bicara mengapa Devan membawanya kemari,apa yang dia inginkan padahal Alea sudah menikah,alea merasa tak sabar bangun dari tidurnya agar tak bermimpi lagi,tapi kenyataannya memang dia tak sedang bermimpi.
____________
__ADS_1
Mohon dukungannya pembaca yang budiman beri like,vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal 🥰