SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 47


__ADS_3

Suasana sekitar pantai dekat restauran ini ternyata pada malam hari begitu ramai karena ada cafe tepi pantai, berjejer yang buka lapak pada malam hari.


Ada yang jual jagung bakar,gorengan, burger, kebab, dan aneka cemilan lainnya semua menawarkan jajanan malam yang menggugah selera.


"Yang... kita pesan jagung bakar dan nongkrong bentar ditepi pantai yuk" ajak alea.


"Terserah sayangku saja" jawab suaminya.


Alea memesan tiga jagung bakar dan tiga kopi late, dua untuk ia dan suami yang satu untuk sang kameramen yang setia jadi bayangan mereka.


Sang penjual menunjukan meja kursi untuk pengunjung lapaknya meminta dengan ramah alea dan suami menunggu untuk menu yang alea pesan.


Mereka duduk diatas kursi yang ada meja diatas pasir putih ini, suasana tepi laut begitu terang benderang karena lampu - lampu yang dipasang para penglapak, dan angin pantai malam ini tidak begitu kencang itu terlihat dari air laut yang terlihat tenang.


Pesanan mereka datang,jagung bakar dengan rasa pedas manis,alea sudah ingin menggigit jagung bakarnya yang wangi tapi masih panas,ia hanya menyeruput kopi latenya dulu.


"Yayang biasa makan jagung begini?".


"Makan jagung pernah tapi tidak rasa seperti ini".


"Kalo yang ini enak gak?".


"Enak aja sih".


"Kalau dengan minumnya bagaimana?".


"Baru pernah minum yang seperti ini, rasanya lumayan".


"Kalau dengan suasana begini bagaimana menurut yayang?".


"Yah... kalau hanya untuk senang - senang sesaat tidak masalah,cukup menyenangkan apa lagi bila bersamamu".


Setelah selesai bersantai mereka kembali kevila pantai,malam sebelum tidur alea berkemas,prepare.


Akhirnya naik peraduan,sang suami sudah menunggunya dengan sabar,alea memakai lingerie warna hitam bukan maksudnya menggoda suami tapi memang pakaian tidurnya terbatas hanya lingerie yang belum terpakai,bekal dari Dewi.


"Sayang kamu sungguh mempesona, kamu..." alea cepat - cepat meletakan jari telunjuknya kebibir suaminya agar tak melanjutkan pujian mautnya.


"Sekarang tidur,istirahat yang cukup untuk perjalanan selanjutnya key...".


Alea segera masuk dalam selimut dan memejamkan matanya,sang suami menatapnya yang hanya tinggal kepala dengan semua tubuh didalam selimut.


"Sayang... apa tidak gerah dengan selimutan seperti ini".


"Tidak sama sekali hoamh".jawab alea sambil menguap.

__ADS_1


Suaminya masih ingin melihatnya dengan balutan lingerie itu,perlahan membuka selimutnya,alea diam saja,ia memang belum mengantuk apalagi setelah meminum kopi late, tidak ngantuk sedikitpun tapi tubuhnya lumayan lelah karena aktivitas mereka seharian ini tadi.


Merasa ada tangan yang mengerayanginya, ia tetap tak bergeming, sekarang ada bibir yang menempel seperti cap stempel didahinya,pipi kiri,pipi kanan dan bibirnya.


Lalu lehernya, 'beruntung tak meninggalkan stempel merah dileher' pikir alea.


lanjut area dada dari balik lingerie ini terasa sentuhan bibir yang hangat,menggigit lembut dan sebelah lagi dibelai sambil ada remasan lembut.


Sentuhan ini benar - benar mengobarkan perasaan yang tak perlu selimut lagi,alea bahkan menggeser selimut yang masih menutupi pahanya ia mengangkat kakinya melepas selimut itu hingga terjatuh kelantai.


Sekarang pusarnya terasa ser - ser karena ada hembusan napas hangat dan ciuman lembut dibagian perut lalu turun dan lingerie disibak keatas.


Terasa segi tiga pengaman sudah diloloskan dan ada ciuman hangat disana, terasa lidah yang menari nari dibelahan ********,membuat alea mendesis berbisik,mendesah.


Kakinya tanpa sengaja ia rentangkan dengan mata yang merem melek kadang melotot,semua mimik wajahnya tak lepas dari pandangan suaminya.


Melihat alea yang begitu menikmati perlakuannya,ia pun merangkak naik dan melepas semua yang ia pakai lalu menyatukan diri.


Semangat cinta bergelora diantara mereka yang menuntaskan hentak - hentakkan perasaan yang tersalurkan dengan sempurna.


Alea akhirnya bisa tidur dengan lelap dalam dekapan suami yang sangat mendambakannya.


Kedua insan yang sedang honeymoon ini benar - benar puas dan kelelahan siang malam beraktivitas dan tidur dengan mimpi indahnya.


***


"Sayang sudah Bagun ya".


"Hm... yayang sudah Bagun dulua ya".


"Barusan,saat sayangku bergerak,aku jadi terbangun".


"Aku mau mandi dulu".


"Ayo mandi bersama".


"Oh... jangan lagi deh".


"Hei... ini hanya mandi saat mandi ya mandi bersama biar aku bantu membersihkan tubuh,jadi tak perlu,sayangku repot sendiri membersihkan diri".


"Begitulah?!".


"Ya begitulah".


"Kenapa bila mandi bersama dengan yayang aku menjadi lelah,bukannya segar bugar ya orang habis mandi?".

__ADS_1


"Hehehe olah raga sehat sayang".


"Aish... maunya, modus".


Tanpa menunggu alea berkomen panjang lebar lagi ia segera menggendong alea kekamar mandi,dengan tubuh polos mereka tak perlu berpakaian dulu langsung masuk kebak mandi yang dialiri air hangat.


Mandi terasa nyaman berendam diair hangat yang diberi essential oil body soap favorit alea.


Saat berendam alea merebahkan dirinya dengan santai menutup matanya dengan bibir sedikit terbuka tubuh montoknya terekspos dari dalam air bening yang belum keruh ini.


Pemandangan ini membuat suaminya gagal fokus dengan mandinya, ia mengusap tubuh alea dengan sabut mandi yang telah ia beri sabun cair.


Lalu menyatukan tubuhnya dengan alea dan suasana romantis pengantin baru pun berlanjut dengan irama push up ala - ala bak mandi alea dan suami.


"Hmmh..." alea turut menikmati.


"Push up begini juga sehat sayangku".


"Lanjut!" desah alea.


Suami semangat dengan semangat tempur tingkat super extra Joss,biasalah pengantin baru, biasa juga tujuh kali sehari lama - lama tujuh hari sekali,kalo sudah manula nanti. (wkwkwk)


Setelah selesai kegiatan mandi dan berpakaian rapi,breakfast direstauran, lalu langsung cek out.


Menuju bandara velana untuk melanjutkan perjalanan ke Selandia baru.


***


Setelah melalui perjalanan panjang,akhirnya tiba dikota swiss, saat ini katanya dari musim panas berganti kemusim dingin, tapi belum turun salju mungkin besok dapat info begitu.


Langsung naik kereta kekota interlaken disini cek in dulu di hotelnya, hotelnya nyaman banget didalam kamarnya mewah,ambil kamar paling atas,lantai tujuh, kamar yang sangat bagus dan diluar ada teras dan meja kursinya,bisa melihat kebawah kesemua tempat yang indah.


Saat akan pergi makan, setelahnya keluar sebentar melihat salju yang mulai turun, main -main salju sebentar,lalu kembali kekamar,karena besok lanjut mendaki untuk main ski.


Setelah istirahat semalam,Bagun pagi,breakfast,lalu mendaki kegunung naik kereta,sesampainya diatas gunung, menyewa peralat ski, kali ingin coba papan seluncur dengan duduk aja meluncurnya.


Semua perlengkapan sepatu,baju water proof,kaca mata,sarung tangan,topi yang tebal siap,lalu menyewa slitts papan luncur.


Mendaki dulu diketinggian gunung,setelah sampai diketinggian tertentu,mulai siap meluncur.


"Yang kita siap - siap meluncur, halo kameramen apa kau siap?!... go".


"Siap sayangku" jawab Sang suami.


"Siap mem" jawab sang juru kamera juga.

__ADS_1


Dan mereka duduk diatas papan seluncur dan mulai meluncur dijalan yang menurun.


__ADS_2