
Setiap hari Rendy datang melihat kondisi alea,ini sudah hari ketiga ia datang besuk dan alea sudah kondisi yang stabil,hingga bisa bertemu dan berbincang bincang.
"Kak Rendy, terima kasih sudah datang menjengukku".
"Sudah seharusnya aku datang untukmu, aku tak berguna tak bisa melindungi mu hingga kau terluka".
"Kak Rendy tidak usah kwatir,aku akan baik baik saja,lihat aku sudah pulih,tapi dokter masih melarang ku untuk pulang".
"Al istirahat saja dulu,karena lukamu itu tak boleh kena air dan banyak pergerakan akan terbuka lagi".
"Baiklah kak".
Mereka berbincang bincang hingga alea merasa mengantuk dan Rendy pamit pulang karena sebenarnya Rendy juga cukup sibuk, disini hanya bunga yang menunggu,karena ia memang pengawal spesial alea,sedang Dewi sibuk kerja,hanya saat pulang kerja ia menyempatkan diri datang untuk memberi waktu pada bunga pulang mandi dan istirahat sebentar.
Dan kakek hanya lewat video call untuk mengetahui kondisi alea,sedang kedua orang tuanya tak diberitahukan karena alea tak ingin merepotkan mereka dan pasti ribet kalau alysia tau Rendy sering datang besuk.
Saat Rendy akan pulang ia bertemu seorang pria tampan yang terlihat tak bersahabat menyapanya.
"Kamu setiap hari datang membesuk alea, mulai sekarang tak perlu lagi datang membesuknya".
"Kamu siapa memerintahkan aku agar tidak lagi datang menjenguk alea?!".
"Aku suami alea,yang berhak atas dirinya".
"Terus selama beberapa hari ini kenapa kamu tidak menungguinya dirumah sakit?!".
"Sudah ada yang menungguinya".
"Suami seperti apa kamu tidak bisa menjaga keselamatan alea,hingga terluka seperti itu".
"Itu pelajaran untuknya,agar ia bisa menghargai dirinya sendiri".
"Cih omong kosong pria sepertimu masih mengaku sebagai suaminya,apa kau biarkan ia tersakiti dan beralasan, kau tak pantas berada disampingnya, sebaiknya kau berhenti mengganggunya, ia sudah sejak kecil bersamaku dan ia baik baik saja sampai kau datang membawa kesialan untuknya!".ujar Rendy gusar.
"Kau adalah masa lalunya dan berhentilah bermimpi untuk selalu beralasan untuk menjaganya!".
"Kau ini punya tujuan mendekatinya dan itu akan mencelakai alea, jadi kaulah yang harus berhenti mengganggunya,kalau kau tak bisa berhenti aku akan menghentikan mu".
"Coba saja,setelah mereka mengacaukan hari hari baiknya sekarang mereka sudah membayar atas perbuatan mereka!".
"Aku akan datang lagi menjenguknya!".
Setelah mengatakan itu Rendy lalu pergi dengan perasaan yang dongkol ia hampir mengamuk terhadap pria yang mengaku suami alea.
"Cih suami konon... suami otak eror, memberi pelajaran untuk wanita yang ia bilang adalah istrinya,mimpi sana saja!" omel Rendy.
__ADS_1
Setelah kepergian Rendy,pangeran segera masuk kekamar rawat inap dan melihat alea sedang tidur pulas,sepertinya karena pengaruh obatnya.
"Kamu ini cukup loyal juga bila ada orang yang memperhatikanmu dan kau bersedia pasang badan jadi tameng,aku akan menghukum mu".
Saat sedang duduk disisi pembaringan alea dokter yang jaga datang memeriksa kondisi alea.
"Anda siapanya nona alea ini?" tanya dokter itu.
"Saya suaminya" jawab pangeran singkat.
'Suaminya tapi tak pernah lihat sejak Alea masuk ruang operasi hingga sekarang baru lihat,cuma tau tuan Rendy saja yang dekat dengannya' bathin dokter ini, karena ia dokter spesialis yang khusus merawat alea.
"Bagaimana kondisinya... apa sudah bisa dibawa pulang?".
"Tuan... nona alea butuh perawatan dengan luka dibahunya karena bekas luka itu kami rawat dengan khusus agar tidak meninggalkan bekas dan itu juga mempengaruhi mentalnya bila ia melihat ada bekas luka yang tak bagus bila salah penanganannya".
"Rawat sekarang dengan baik,karena setelah ini aku akan membawanya pulang segera".
"Apa?!... mau membawanya pulang, ini masih tidak bisa,luka sobek yang begitu dalam dengan banyak jahitan didalam dagingnya akan infeksi bila tak diganti perban setiap hari dan harus steril".
"Aku tidak akan memerintahkan dua kali, jadi lakukan segera!" perintah pangeran Yun lie dengan datar tapi seperti petir yang menyambar dikuping dokter itu.
Karena pengaruh obat alea terus tidur tak terusik saat dokter itu membuka perban dan membersihkan luka lalu merawatnya memberi obat dan memperbannya kembali.
Dokter itu ternyata memberi perawatan khusus pada luka alea agar tidak meninggalkan bekas luka.
"Sebenarnya kami masih harus mengecek lukanya setiap hari hingga benar benar pulih"
"Tak perlu kwatir,luka ini hanya luka kecil".
'Huh dasar orang so tau dan keras kepala' omel dokter itu hanya dalam hati.
Bunga heran melihat para perawat menyiapkan ranjang dorong dan memindahkan alea keatasnya dan akan membawanya keluar kamar.
" Maaf... apa nonaku akan pindah kamar atau pindah kerumah sakit lain?" tanya bunga.
"Suami nona alea akan membawanya pulang dengan paksa".
"Apa ini tidak boleh kalau perawatannya masih belum selesai".
"Bunga jangan ribut lagi,sudah kuputuskan akan membawanya pulang".
"Baik... bila pangeran akan membawa nona pulang, harus kerumah kakeknya".
"Terserah saja" jawab pangeran datar.
__ADS_1
Bunga segera mengabari kakek kalau alea segera pulang kerumah kakek, lalu menelpon Dewi, begitu diberi tahukan bunga, Dewi segera menuju rumah sakit.
Semua adminitrasi rumah sakit sudah diselesai orang pangeran.
Dewi yang baru datang segera mencari dokter yang khusus merawat alea,ia bertanya situasinya kondisi alea.
Dokter sudah menjelaskan karena itu kemauan suaminya.
Dewi segera berbicara kepada pangeran Yun lie, tapi sama seperti bunga tidak direspon oleh pangeran.
Dewi sudah emosi tingkat internasional tapi tak berdaya melawan manusia zaman bar bar itu.
Akhirnya hanya mengikuti mobil ambulance yang membawa alea pulang.
Sesampainya dirumah kakek sudah menyiapkan kamar untuk alea dan untuk kamar bunga,karena kakek sudah tau bunga pengawal juga asisten pribadi alea.
"Bagai mana kondisinya?" tanya kakek.
"Dia baik baik saja" jawab pangeran Yun lie.
"Dia akan baik baik saja jika lukanya setelah ini tidak ada masalah,karena kejadian hari ini" kata Dewi tak senang.
"Ehem.. biarkan alea istirahat dulu,karena perjalanan ini pasti ia tak enak badan" kata kakek.
"Iya kek, nanti bunga yang mengurus keperluan alea,kalau perlu minta perawat untuk merawat lukanya" kata Dewi.
"Tidak perlu perawat,aku yang akan merawat lukanya" kata pangeran.
Dewi masih ingin bicara lagi,tapi bunga sudah menariknya untuk melihat keadaan alea lebih dekat lagi.
"Pangeran... saya ingin bicara padamu" kata kakek lalu segera pergi keruang keluarga.
Setelah kakek dan pangeran duduk santai.
"Kek saya juga ingin bicara dengan kakek".
"Silahkan pangeran yang duluan bicara".
"Baiklah... kek setelah alea sembuh, saya akan membawa alea keistana bahari dan akan tinggal disana,kakek boleh ikut tinggal disana,atau hanya akan jalan jalan,bisa datang kapan saja sesuka yang kakek inginkan".
"Mengapa pangeran tidak tinggal dikota ini saja?... karena alea ada perusahaan disini dan semua ini begitu berarti bagi alea".
"Selama ayahnda masih memimpin,saya boleh kemana saja,tapi bila ayah tidak ingin lagi memimpin maka saya harus disana selama hidup ini".
"Kalau begitu biar alea yang memutuskan, dan bila alea bersedia kau harus menikahi secara agama baru sah sebagai suami alea".
__ADS_1
"Baik,terserah kakek dan alea ingin melakukan pernikahan yang mewah akan saya turuti".