SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 72


__ADS_3

Sementara putri alea yang dalam penyamarannya sebagai aleandro menjadi sangat termasyur karena menjadi satu - satunya penguasa ketujuh pusaka yang telah berabad - abad tak bertuan itu.


Ternyata dalam adanya adu keberuntungan untuk mendapatkan senjata pusaka ini, tidak hanya murni tujuan orang - orang ini untuk mendapatkan senjata sakti itu, tapi juga ada perwakilan beberapa kerajaan yang akan memilih jodoh untuk para putri kerajaan.


Maka beberapa orang tetua perwakilan itu mendatangi pendekar aleandro untuk meminangnya menjadi menantu raja, alea alias aleandro sangat merasa tak tau harus berbuat apa sementara pangeran Yun lie yang mengetahui perihal ini sangat merasa konyol dan gemes dengan yang telah dilakukan istrinya.


"Tuan aleandro yang sangat diberkahi, memang layak mendapat sanjungan dan kehormatan untuk memilih kerajaan mana yang layak mendapatkan kehormatan untuk didatanginya" ujar pangeran Yun lie menyela pembicaraan para tetua perwakilan beberapa kerajaan yang sedang merayu pendekar cantik ini.


Putri alea menutupi kecanggungan nya dengan sikap yang begitu santai dan sopan, karena ia bisa menebak bahwa penyamarannya telah diketahui oleh suaminya, tapi ia masih kesal dengan kejadian saat perayaan hari penyambutannya yang terjadi insiden yang tak diinginkan.


Dan ia ingin membalas pangeran Yun lie yang telah ikut campur dengan urusan ini yang seakan sedang membuatnya mengalami agar merasa tertekan dengan pinangan dari beberapa kerajaan ini.


Putri alea ingin mengerjai dan melihat raut wajah pangeran Yun lie seperti apa bila ia menerima tantangan yang tak langsung diberikan oleh suaminya itu. 'Hm... Lo jual gue beli deh!' bathin alea, sementara bunga alias buge dan Laras alias Larry juga terkejut tapi tetap bersikap tenang dan waspada.


"Baiklah para tetua aku tersanjung dengan pinangan para tetua semuanya, aku akan ikut untuk melihat seberapa pantasnya para putri yang akan aku nikahi apa memang layak untukku, bila semua layak aku akan menikahi semuanya menjadi selir kesayangan dan pendamping diriku yang suka berpetualang!". Ujar aleandro dengan mantap.


Walaupun para tetua beberapa kerajaan merasa enggan dengan keinginan aleandro yang akan menikahi beberapa putri dari beberapa kerajaan itu tapi setelah mereka pikir bila mendapat keturunan dari pendekar ini, maka kerajaan mereka akan memiliki keturunan dan titisan yang akan memiliki salah satu dari senjata pusaka langka itu, kerajaan mana yang tak inginkan hal itu.


Maka para tetua dengan sangat senang hati merasa puas dengan upaya mereka yang tak sia- sia, walau diantara tetua ada yang berpikir, sipendekar kecil cantik ini ternyata playboy juga.


Sementara pangeran Yun lie seperti kebakaran jenggot tak percaya pada pendengarannya dan melotot pada istri kecilnya yang keras kepala itu.

__ADS_1


"Hei... pendekar muda, sebaiknya anda jangan bermain - main lagi segera pulang, ayahnda dan bunda begitu cemas dengan kepergianmu yang sudah cukup lama ini, nenek begitu menguatirkanmu dan... su... eh tunanganmu pasti tak suka mendengar anda akan menyunting banyak wanita lain!" ujar pangeran Yun lie memberi alasan.


Para tetua jadi merasa kuatir dengan yang mereka dengar, bagaimana jika pendekar hebat ini tak bisa jadi anggota dari kerajaan mereka, pasti akan sangat mengecewakan raja mereka.


"Siapakah pemuda yang gagah perkasa ini dan apa hubungannya dengan tuan pendekar aleandro?" tanya semua para tetua perwakilan beberapa kerajaan itu bersamaan.


Aleandro ingin menjawab tapi keburu dijawab oleh pangeran Yun lie.


"Aku adalah saudara sepupunya yang sedang mencari dan akan membawanya pulang!".


Semua orang yang hadir disini dengan mudah mengetahui dari penampilan pangeran Yun lie yang sangat berwibawa dan berpakaian bangsawan dengan beberapa pengawal, ia terlihat jelas seperti seorang pangeran, mereka memikir berarti tuan pendekar aleandro adalah seorang bangsawan tinggi juga dan yang terpenting dia adalah orang yang terpilih, sungguh suatu yang begitu langka dan berharga, dan tak ada yang lebih penting dari keberadaannya.


"Hm... aku tidak ingin kembali dalam waktu dekat ini, karena tunanganku, sudah tak memberi rasa nyaman padaku lagi!" ujar aleandro tanpa melihat kearah pangeran Yun lie.


"Cih... aku tak ingin melihat wajah orang itu dalam waktu dekat ini, biarkan aku mengikuti para tetua ini untuk melihat dan bersenang - senang dengan para putri yang cantik - cantik itu!" kata aleandro dengan wajah datarnya.


Para tetua kerajaan sangat puas dengan sikap pendekar kecil yang mengesankan ini, tapi juga kuatir dengan sikap saudara sepupunya yang terlihat tegas, dingin dan tak kompromi itu.


Aura pangeran Yun lie sudah terlihat mengerikan saat semua orang yang berada disini merasakan ketegasan yang tak terbantahkan itu.


Pangeran Yun lie sendiri berpikir, bagaimana bisa istri kecilnya itu, bersenang - senang dengan para wanita bangsawan itu, akan menjadi masalah baginya bila memberi harapan palsu dan ia tak ingin istrinya bercengrama dengan orang lain layaknya pria mesum walau juga dengan sesama wanita.

__ADS_1


Pikirannya menjadi campur aduk dengan ketidak pedulian wanita yang ia dambakan itu, sepertinya benar - benar masih marah kepadanya dan ia harus bisa membuatnya senang dulu, tapi tidak dengan membebaskan perbuatannya sekehendak hatinya.


"Mari pulang segera... dan para tetua perwakilan beberapa kerajaan, mohon pengertiannya agar tidak menginginkan orang kami, karena kami tak akan membiarkannya mengikuti siapapun demi kebaikan kita semua" ujar pangeran Yun lie terdengar seperti ancaman secara tidak langsung.


Para perwakilan tak ada yang bisa berkata - kata lagi, kalaupun mereka ingin memaksa kehendak mereka akan terlihat tak bermartabat dan juga melihat situasi pangeran sepupu yang begitu tegas dengan aura yang begitu terlihat kuat, mereka tak bisa menganggap remeh orang yang bisa memerintah dengan tegas pada pendekar kecil yang cantik dengan keterpilihannya menjadi tuan senjata pusaka yang sangat mengagumkan itu.


Dengan rasa berat hati dan keengganannya mereka pergi meninggalkan mimpi mereka yang tak tercapai, sebagai orang yang berpengalaman lebih memilih jalan aman dari pada melawan, akhirnya tetap tak berhasil juga dan akan menderita bahkan mungkin tak bisa kembali dengan selamat.


"Hahaha... pertunjukan yang menarik, berakhir dengan cepat, sudah tak menyenangkan lagi" kata putri alea dengan hambar.


"Rupanya tuan aleandro sudah bersiap akan pergi, kalau boleh tau, tuan akan pergi kemana?" tanya seorang gadis yang ternyata adalah meysi.


"Oh nona yang waktu itu bertemu lagi, aku akan pergi kesuatu tempat untuk suatu tujuan" jawab aleandro sambil mengeluarkan kipasnya dan mengibas - ngibaskan kearah wajahnya yang rupawan itu.


"Tuan... namaku meysi apakah tuan sudah lupa, tuan apa boleh kita berjalan bersama kearah yang sama" ujar gadis ini tak rela namanya sudah dilupakan oleh aleandro.


"Ck..ck..ck... anda memang seorang petualang, jangan lupakan tunanganmu yang sudah tak sabar menunggumu dan jangan memberi harapan palsu lagi" sindir pangeran Yun lie yang kesal melihat gadis itu seolah merengek menggodanya, 'Cih... dia itu wanita sama sepertimu dasar perempuan idiot' membathin pangeran Yun lie.


Gadis itu tak perduli mendengar ucapan pangeran Yun lie, dia merasa harus bisa mendapatkan pendekar yang sudah ia incar, bahkan sebelum ia mendapatkan senjata itu sudah ia inginkan, apa lagi sekarang ia jadi tuan dari ketujuh benda pusaka itu, bisa dikatakan sungguh suatu keberuntungan bila bisa berdampingan dengannya.


Dan ada yang cemburu dengan wanitanya, melihat ada wanita lain yang menginginkannya.

__ADS_1


"Heh... aku sudah mulai gila sekarang!" gerutu pangeran Yun lie.


__ADS_2