SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 15


__ADS_3

"Dengar semuanya ini adalah hari pernikahanku jangan membuat keributan silahkan semua tenang dan mengikuti apa yang disarankan para pelayan" kata pangeran Yun lie seperti hipnotis membuat semua tak bersuara lagi termasuk Devan,pangeran Halid dan bunga, lalu menyelesaikan ritual selanjutnya.


Setelah selesai acara pangeran mengajak alea ke istana yang akan menjadi tempat tinggal alea.


"Yang mulia biar kami yang mengantar kakak keistananya yang mulia istirahatlah".


"Siapa kalian? dan mau apa?".


"Kami adalah selir yang mulia,kami akan membantu kakak".


"Selir?... para selir semua ini selir pangeran Yun lie?... satu,dua,tiga,empat,lima,enam, tujuh,delapan,sembilan,sepuluh,... ada sepuluh selir,hehehe... yang benar saja woi... sudah banyak selir masih mau menikah lagi cih siapa yang mau jadi istrimu walau hanya dalam drama pendek ini aku tidak Sudi!!!".


Para selir jadi kaget dengan perkataan alea sementara pangeran hanya diam menatapnya dingin.


Alea memutar badan sambil menarik tudung kepalanya dan melemparnya dilantai lalu bergegas meninggalkan tempat ini, ia masih ingat jalan untuk kembali,para selir mengikutinya hingga ia bertemu dengan bunga dan yang lainya.


"Nona alea... syukurlah anda baik baik saja" kata bunga.


"Al... apa yang terjadi?" tanya pangeran Halid.


"Alea mari pergi dari tempat ini" ajak Devan langsung menarik tangan alea.


"Berhenti!.." salah satu selir membentak Devan dan alea.


"Eh siapa kau?!" tanya Devan tak kalah galak.


"Aku selir senior pangeran mahkota dan mereka semua selirnya akan membawa tuan putri alea keistananya".

__ADS_1


"Selir senior dan para selir ya?... hahaha... zaman apa ini masih ada kerajaan dan selir selirnya, hei nona kami tidak tertarik menonton pertunjukan kalian!" ucap Devan langsung menarik alea pergi.


Para selir berlari cepat menghalangi jalan Devan dan sudah membuat pagar badan menghalangi Devan.


"Tuan anda silahkan pergi tapi tuan putri tinggalkan!" kata selir senior pantang menyerah.


Devan tak perduli ia maju sambil mendorong kasar para wanita yang memblokir jalannya dan wanita yang kena dorong langsung terjengkang jatuh kelantai,diikuti pangeran Halid,bunga dan Adrian para selir menjerit menerjang kearah Devan dan alea,tapi bunga langsung menyerang dengan pukulan dan tendang kearah kaki mereka hingga mereka terjungkal.


"Danu hubungi helikopter segera" perintah Devan.


"Usman hubungi jet pribadiku sekarang" kata pangeran Halid.


"Siap pangeran" segera melaksanakan perintah menghubungi dengan mengeluarkan alat alat telpon satelit yang canggih.


Mereka semua bergegas keluar dari hotel istana pualam,sekarang sudah berada dalam bis,pangeran Halid memerintahkan armada tempur udara kepulau ini segera.


Kapten dan kru awak kapal tak mau melaksanakan perintah Devan, tapi anak buah Devan mengarahkan pestol kearah kepala kapten kapal.


Sudah tiga jam berada diatas kapal dan mesin kapal belum dihidupkan dan mereka dikagetkan dengan pemandangan dari atas bukit ada pergerakan yang sangat besar ternyata ada pasukan bersenjata pedang lengkap dengan zirah perang mereka kalau dilihat ada ribuan prajurit perang yang sedang menuju kearah pelabuhan.


Adrian yang sejak tadi hanya berdiam langsung menyeret sang kapten untuk memberi komando menghidupkan mesin dan akan bertolak segera.


Tapi ini adalah kapal pesiar besar tidak semudah kapal feri untuk bertolak lepas jangkar butuh satu sampai dua jam untuk bergerak dari pelabuhan sementara pasukan tempur yang diperkirakan adalah pasukan milik pangeran Yun lie sudah mulai mendekat mereka masih bisa menaiki kapal pesiar.


Semua orang berlari masuk kedalam kapal dan kapal sudah menghidupkan mesin tapi belum ada pergerakan sama sekali,sementara sekitar dua ratus prajurit sudah mulai maju dengan tameng dan pedang ditangan.


Devan mengeluarkan pistolnya dan mulai mengarahkan kepada seseorang yang berpakaian perang dengan penampilan yang tak sama dengan prajurit kebanyakan, ia menunggang kuda dan terlihat sangar menyeramkan dia pasti pimpin atau jendral perang pikir Devan.

__ADS_1


Begitu beberapa prajurit sudah mencapai kapal,Devan segera melepaskan tembakannya tepat dikepala jendral dan ia terjatuh dari kudanya tapi helm bajanya tak tembus peluru hanya benturan kuat peluru dihelm bajanya membuatnya semaput dan cedera dikepala.


Para prajurit menjadi beringas dan langsung menyerbu mereka kearah kapal orang orang yang berada diatas kapal hanya bisa berdoa agar tidak jadi korban para prajurit yang tak sedikit itu.


Bertepatan dengan semakin dekat mereka akan naik kekapal pesawat tempur yang datang lansung menembakan peluru hampa dan gas air mata kearah pasukan itu, sepertinya mereka belum menyadari apa yang segera menimpa mereka tapi segera mereka para pasukan ini menjadi kocar kacir.


Setelah melihat situasinya yang tidak menguntungkan jendral panglima perang segera menyuruh semua pasukan nya mundur tak ada korban jiwa tapi sebagian mengalami cidera berat akibat terinjak injak karena terkena gas air mata mereka panik hingga tak menghiraukan satu sama lain lagi .


Prajurit yang tak bisa berjalan karena patah tulang kaki tangan bahkan punggung karena terinjak injak segera mendapat pertolongan mereka dikalahkan telak dengan pasukan armada pangeran Halid.


Devan segera membawa alea menaiki helikopternya yang sudah tiba diatas dek kapal pesiar yang luas ini dan segera take out.


Karena sibuk pangeran Halid tak menyadari keberadaan alea yang sudah tak diatas kapal lagi sementara bunga sudah dilumpuhkan sementara, oleh anak buah Devan,hanya Adrian yang menjadi penonton drama menegangkan ini dengan acuh tak acuh dan ia segera menolong bunga yang panik dengan kepergian alea,bunga segera mencari pangeran Halid untuk memberi tahu tentang alea.


"Sialan... si Devan mengambil kesempatan saat aku lengah" pangeran Halid segera mengintruksikan pencarian keberadaan Devan dan alea".


"Sementara bunga tak tau ingin berbuat apa lagi ia hanya bisa bersabar hingga kapal sampai kedermaga kota berikutnya untuk turun dan mencari penerbangan kembali kekota,ia coba menelpon Dewi tapi karena berada diatas kapal yang berlayar di lautan maka tak ada sinyal.


Sementara pangeran Halid sudah take of dengan jet pribadinya karena diatas kapal megah ini ada landasan pacu pesawat yang tersedia dilantai dasar tingkat yang sama dengan haluan kapal.


Adrian terlihat santai penampilannya yang dingin dan begitu cuek tak terlihat ada emosi sedikitpun diwajahnya tapi ia merasa kesenangannya terusik oleh Devan,ia punya rencana sendiri setelah perjalanan ini karena diam diam ia juga tertarik dengan alea ia telah mencari tau tentang alea dengan peralatan komunikasi canggih yang ada padanya dengan mudah mendapat informasi tentang alea.


"Hei... gadis aku memilihmu karena panggilan jiwaku dan bangkitnya perasaan yang tak pernah aku rasakan pada wanita lainnya,kau memang pantas diperjuangkan!" kata Adrian tersenyum menyeringai.


_________


Mohon dukungannya pembaca yang baik berikan like,vote dan komen, terima kasih dan salam kenal.

__ADS_1


__ADS_2