
Saat tiba divilanya devan langsung mengurus pekerjaannya yang telah ia tinggal selama beberapa hari ini jarak dari vila kekantornya sekitar dua jam perjalanan karena itu dia tidak bisa setiap hari berangkat dan pulang kerja ke vila nya.
Devan datang kevila hanya bila ingin ketenangan atau tiga bulan sekali datang untuk merilekskan diri jadi vila karang ombak begitulah nama vila ini, hanya aset pribadi untuk kepentingan pribadinya.
Dikota Devan punya mansion induk tempat keluarga nya,ada kakeknya yang masih memimpin perusahaan farmasi dan ayahnya dengan istri mudanya yang punya dua anak laki dan perempuan yang sifatnya pemalas, boros dan hanya suka berfoya foya, istri muda ayahnya ini dulu baby sister ibunya untuk adiknya Devan tapi dia jadi pelakor dan penyebab kematian ibu dan adiknya.
Devan punya apartemen yang megah ditengah kota dan disinilah ia berdiam selama ini,berangkat kerja setiap hari jarak kantor dan apartemennya hanya butuh dua puluh lima menit,dan ia sudah dua hari meninggalkan alea divilanya ia ingin menyelesaikan semua pekerjaannya dan pertemuan pertemuan bisnisnya karena setelah ini ia berniat datang kembali kepulau dewa bahari untuk mengurus pembatalan pernikahan alea, ia sudah dapat kabar kalau pernikahan alea dan pangeran Yun lie terdaftar dicatatan sipil, ia bertekad menghapus catatan atau mengganti status pernikahan itu jadi perceraian.
Sementara di vila karang ombak alea merasa sangat marah ia merasa ada hak apa Devan mengurungnya divilanya, "Sialan sidevan ini,mengurungku disini apa dia pikir dia itu ayahku barang kali ya!" omelnya sendiri.
Alea keluar dari kamarnya ini hari ketiga ia berada disini dan ia tidak bisa menghubungi Devan karena ponselnya dibawa Devan dan ia sudah mencoba meminjam ponsel pelayan untuk menghubungi Devan tapi tak bisa tersambung ia coba menghubungi Dewi dan bunga tapi tidak bisa,ia tidak tau kalau semua panggilan keluar dari vila ini terdeteksi dimonitor laptop Devan.
"Sabar alea sayang... aku akan mengurus semuanya untukmu,bila kau kembali ke rumahmu aku yakin si pangeran Yun lie akan menculikmu" kata Devan saat melihat panggilan alea.
Sementara bunga yang sudah kembali bertemu dengan dewi menceritakan semua kejadian yang dialami alea.
"Devan telah membawa alea dikediamannya yang kita tidak ketahui apa perlu lapor polisi?"tanya Dewi.
"Tidak perlu, aku sudah tau kantornya coba akan kita datangi saja disana"jawab bunga.
"Baik,sekarang kita kesana" ajak Dewi.
Mereka sudah tiba dikantor Devan yang super megah itu dan meminta bertemu tapi ditolak karena belum buat janji tapi mereka mengatakan mereka orangnya alea yang berteman dengan Devan,tapi tetap tidak bisa.
"Nona bisa kembali besok,sekarang buat janji dulu" kata petugas satpam.
"Pak tolong katakan pada resepsionisnya untuk menghubungi tuan Devan saya bunga asisten alea ingin bertemu tolong pak" bunga memohon dengan batas kesabaran yang terakhir.
"Tidak bisa nona ini peraturan" tegas satpam itu.
__ADS_1
"Oh peraturan ya biar aku tunjukkan peraturan yang sebenarnya" kata bunga sambil memberi kode kedewi untuk mengikutinya menerobos masuk kedalam gedung itu.
"Eh nona berhenti atau saya bertindak tegas" teriak petugas itu marah
Tapi bunga dan Dewi tidak menghiraukan peringatan itu,dan berjalan terus hingga petugas itu dan rekannya berlari mencegat jalan bunga dan Dewi,namun saat mereka akan menangkap tangan Dewi,bunga menepis tangan kedua orang itu bersamaan darinya dan Dewi ia mengait kaki salah seorang dan menendang kaki petugas yang satu lagi hingga kedua petugas ini terjatuh tak menduga bunga bisa bela diri.
"Mau main kasar ya?!... sekalian buat keributan biar presdir Devan keluar panggil sekalian wartawan biar kami jelaskan apa tujuan kami kemari" kata Dewi dengan kesal.
"Nona kalian sudah berbuat onar ditempat ini maka kami tidak sungkan lagi mengusir kalian" kata scurity itu mulai menghubungi beberapa temannya karena tidak mau ambil resiko pada dua wanita ini apa lagi yang bernama bunga, ia ingat tadi ia mengatakan pengawal nona alea, 'Jadi dia seorang pengawal,memang kenapa kalau pengawal,aku tidak takut' pikir scurity yang sempat merasa tendangan bunga tadi.
"Cepat tangkap kedua orang ini dan usir keluar" kata scurity itu tak sabar.
Ada empat orang scurity sudah menerjang kearah bunga dan Dewi,bunga langsung bergerak menepis,memukul menendang dan memberi tendangan kerasnya pada scurity yang terakhir dan bruukkk... seperti buah nangka besar terjatuh dari pohonnya suara terjatuh lantai semen yang keras dan disertai suara teriakan kesakitan.
Bunga tak memberi hati pada orang yang yang tak ingin sedikitpun berbaik hati membantu orang,seperti scurity ini hanya memberitahu resepsionis untuk bertanya atau memberitahu keberadaan mereka, malah berbuat kasar dengan seenaknya.
Mendengar ada keributan diluar halaman gedung segera beberapa karyawan keluar dan mereka kaget melihat penjaga pos depan dan scurity dilobi sudah tergeletak meringis menahan sakit dan berusaha bangun.
"Jadi begini cara kalian menerima tamu" tanya Dewi mengejek.
"Nona... para petugas hanya menjalankan tugasnya"kata karyawan itu.
"Sudahlah cepat katakan pada sidevan untuk kami temui atau kami akan pakai cara yang lebih extreme lagi!"kata Dewi tak sabar.
"Kalian ini siapa dan maunya apa?!" tanya karyawan itu lagi.
"Heiii... dari tadi kami sudah mengatakan ingin bertemu dengan Devan... kami orangnya alea,cepat beri tahu atau biarkan kami menerobos masuk kedalam"
Melihat kedua orang ini tak sabaran dan melihat cara mereka menghajar para scurity dan menyebut nama presdir mereka dengan tanpa sungkan mau tidak mau lansung menyuruh resepsionis menelpon asistennya Presdir dan memberitahu apa yang terjadi dihalaman Devan.
__ADS_1
Segera Devan diberitahukan oleh asistennya yang baru mendengar ada keributan dilantai dasar.
"Tuan dibawah depan ada dua wanita ingin bertemu anda katanya orangnya alea".
"Cepat bawa mereka kemari" perintah Devan tanpa bertanya lagi.
Asistennya merasa aneh kenapa bosnya tidak banyak bertanya langsung menyuruh menemuinya,seperti sudah mengenal mereka saja.
Tak lama keduanya sudah bertemu dengan Devan, "Halo bunga apa kabar?...dan ini pasti Dewi ya?" tanya Devan yang sudah mencari tau tentang alea dan siapa saja orang yang dekat dengan alea.
"Maaf tuan Devan kami tak bisa bersabar dengan penolakan scurity anda" kata Dewi yang lebih banyak bicara ketimbang bunga yang lebih senang langsung ringan tangan.
"Oh maafkan atas penyambutan yang tak biasa ini" ucap Devan datar.
"Tuan Devan saya mewakili keluarga nona alea ingin bertanya tentang keberadaannya apa saat ini nona alea baik baik saja dan dimana ia sekarang dan atas dasar apa anda menahannya?" tanya Dewi lebih pada mengintrogasi dari sekedar bertanya biasa.
"Saat ini alea baik baik saja,jangan kwatir ia senang ditempatku yang penuh ketenangan itu" jawab Devan santai.
"Alea tak akan baik baik dan senang ditempat anda,saya sangat tau itu karena anda bukan siapa siapa dia dan baru kenal dengan anda, dan kenapa ponselnya tidak aktif" kata Dewi.
Devan terdiam sesaat "Baiklah akan saya jelaskan mengapa saya menyembunyikan alea ditempat saya,itu karena alea dalam bahaya yang setiap waktu mengancam jiwanya juga mungkin akan diculik" jelas Devan.
"Apa... tapi alea lebih baik kembali dulu" kata Dewi.
"Apa kalian bisa menghadapi orang sangat kuat dan punya kekuatan magic untuk membawa alea pergi?" tanya Devan.
"..."
___________
__ADS_1
Mohon dukungannya pembaca yang baik bisa berikan like,vote dan komennya, terima kasih dan salam kenal.