
"Hm... sepertinya kau tak seperti apa yang kau nyatakan padaku, kau tak bisa membantuku kan gadis cantik" ujar alea menatap wajah gadis itu.
"Aku tidak tau kalau mengenai hal itu, tapi hal lain aku bisa membantumu kakak" ujar gadis itu agak gugup.
"Baiklah aku tidak memerlukan pelayanan mu lagi" kata putri alea sambil pergi meninggalkan gadis itu.
Tinggal sehari ini waktu tersisa hingga tiba hari mistis untuk senjata itu keluar mencari tuannya.
Puncak gunung awan sudah didatangi begitu banyak para pendekar, putri alea dan kedua orang kepercayaannya juga bergabung diaula yang luas, hari ini wakil dari ketua sekte gunung awan memberi arahan untuk para pemburu senjata sakral yang seperti hidup dan pemilih itu.
Ia menjelaskan bahwa senjata magic itu juga bisa melukai peminatnya, bahkan mencelakai mereka hingga jatuh kekawah tak berdasar itu.
Setelah beberapa pesan - pesan disampaikan wakil ketua undur diri, dan puncak gunung awan membuka warung setiap Adan event yang berlangsung dan banyak pengunjung dari berbagai negara dan orang - orang hebat.
Karena hanya orang - orang hebat yang mampu menembus puncak gunung awan jadi para pendatang ini rata - rata berilmu tinggi.
Putri alea duduk santai dikedai teh yang buka mulai pagi hingga malam hari ini, banyak jenis teh yang bagus dijual di kedai ini dan kue - kue yang enak.
Ada sekitar sepuluh kedai teh yang buka untuk melayani para pendatang kegunung awan ini.
Terlihat ada kelompok dua orang gadis dan tiga pemuda yang datang, melihat pakaian mereka berasal dari negara yang jauh dan sepertinya mereka kaum bangsawan, mereka terlihat sangat berhati - hati dan menjaga sikap.
Yang menarik untuk dilihat adalah seorang gadis yang cantik terlihat lebih ramah dari yang satu lagi.
Dia selalu menatap kearah putri alea yang hari ini memakai pakaian pria yang sangat elegan dengan kipas yang kadang dia kipas - kipaskan ketubuhnya yang memakai pakaian tebal bagian dalam.
Sepertinya ia mengagumi wajah tampan putri alea yang tanpa riasan terlihat kening rapi hitam dan tebal, hidung kecil mancung, bibir tipis bewarna merah muda seperti bibir wanita cantik.
Alea yang merasa dipandangi secara diam - diam mengangkat wajahnya, dan menatap kearah gadis itu merasa tersipu karena tatapan memikat alea
Bahkan ketiga pemuda itu ikut menatap kearah alea, bagi mereka alea bila berpakaian wanita dan sedikit memoles wajahnya pastilah cantik sekali, takkan ada yang tau kalo dia adalah seorang pria, itu yang mereka pikir, padahal yang sebenarnya dia adalah seorang wanita.
Tiba - tiba seorang gadis muda mendatangi alea, mereka terlihat seperti tiga pria tampan dikedai teh ini, dan yang paling tampan tak tertandingi adalah alea.
__ADS_1
"Maaf karena sudah mengganggu, apa boleh aku berkenalan denganmu"ujar gadis itu tanpa basa - basi, ia mengenalkan diri benama meisy dari perguruan tapak baja negara selatan.
Sepertinya ia putri seorang pejabat tinggi, terlihat dari dua pengawalnya dan dua orang yang bersamanya adalah saudara perburuannya.
Dan ia menunjukkan rasa sukanya tanpa sungkan terhadap alea.
"Tidak masalah... nona, aku juga suka berkenan denganmu" ujar alea memakai suara tenggorokan hingga terdengar berat tapi lebih **** dan merdu terdengar.
"Siapa namamu tuan, dan kedua tuan ini juga sepertinya orangmu" ujar gadis itu riang.
"Namaku aleandro dan kedua temanku bernama buge dan larry" jelas alea dengan elengan.
Membuat gadis itu bertambah suka, ia memperkenalkan kedua saudara perguruannya adalah Tio dan Wely, dan ia banyak bicara tentang negaranya, dan bertanya kota asal aleandro.
Sementara gadis yang lebih dulu menatap alea dengan harapan bisa bertegur sapa dengannya itu terlihat muram, karena wanita yang lebih berinisiatif mendekati aleandro yang menawan hati para gadis ini.
"Busyet... dia jatuh hati pada putri kita" bisik bunga pada Laras, sementara Laras hanya melengkungkan bibirnya.
Sampai akhirnya alea berpamitan untuk pergi istirahat karena waktu sudah menjelang sore.
"Iya tuan aleandro... sampai besok" jawabnya berharap akan bertemu lagi untuk lebih dekat.
Alea pergi dengan santai meninggalkan sorot mata beberapa orang yang kagum padanya, dan mata para pria yang ikut terpesona dengan tampang kece nya.
Mata gadis yang lain dimeja sebelah mengiringi kepergian alea dengan rasa penasaran karena tak ada kesempatan berbicara padanya.
"Adik... apa kau tertarik dengan pria cantik itu, dia terlihat banyak pengagum tapi ia sepertinya tak tertarik dengan gadis cantik, kalau menurut pandanganku dia adalah wanita yang menyamar jadi pria, karena dia terlihat begitu cantik dan lembut, tidak ada pria tulen yang begitu harus mengalahi gadis - gadis" kata gadis yang diam - diam ternyata mengawasi alea.
"Kakak... kau memang kurang berminat dengan pria yang begitu mempesona makanya terpikir olehmu begitu" ujar gadis yang suka pada alea itu.
"Ya...ya... terserah padamu saja dik" akhirnya ia menyerah seperti sebelum - sebelumnya pada adik seperguruannya ini
Sementara alea dikamarnya sudah mandi dan makan malam, ia semedi hingga pukul sepuluh malam untuk pemulihan stamina dan pematangan kemampuan bela dirinya.
__ADS_1
"Kali ini kau tidur saja duluan Laras" ujar bunga.
"Baiklah..." jawab Laras yang memang tak pernah membantah bunga yang ia anggap senior darinya.
Malam sangat mencekam dipuncak gunung awan ini, tak ada lagi terlihat manusia yang berkeliaran, karena saat bulan purnama bersinar terang tak mampu cahayanya menembus kabut embun yang sangat dingin , membuat orang malas berjalan.
Kabut embun embun sama seperti air hujan membasahi pakaian saat berjalan didalamnya, karena itu, tak ada orang yang terlihat berjalan lagi.
Tapi dalam kabut tebal embun ini, masih ada orang yang berlarian diatap bangunan untuk mengawasi intaiannya dan ingin mengetahui situasinya.
Pagi menjelang pada hari, bulan, tahun dimana hari mistis untuk keluarnya senjata pusaka sakti tersebut.
Setelah mandi dan sarapan, dengan berpakaian rapi yang sangat bersih dan tampang elegan alea keluar didampingi bunga dan Laras.
Sejenak alea seperti melihat seorang yang familiar membuat jantungnya berdebaran, dan ia lebih baik menghindar, untuk orang tersebut juga pergi kearah yang lain.
Alea melihat gadis yang dimeja sebelah kemarin yang dikedai teh, sepertinya, ia memang ingin bertemu dengan alea dan benar saja ia menyapa alea.
"Tuan... selamat pagi, senang bertemu denganmu, bisa berkenalan, agar tidak penasaran menjadi sesama meramaikan ajang senjata hebat ini" sapa gadis ini sopan.
"Iya... namaku aleandro" ujar alea tak ingin basa basi to the points.
"Namaku Camila...dan kakakku Naisyla, yang kedua pria itu, Frans dan Anthony kami dari wilayah Utara" jelasnya.
"Oh... ya, ini kedua temanku buge dan larry" kata alea memperkenalkan mereka berdua.
"Tuan aleandro... ternyata anda disini, apa sudah sarapan,aku ingin mengajakmu sarapan bersama" tiba - tiba gadis yang bernama meisy datang dan tidak memperdulikan, keberadaan Camila didekat aleandro, ia segera mendekat.
"Nona meisy... aku sudah sarapan dikamar tadi"kata alea dengan lembut.
"Aish... kita janjian untuk makan siang ini saja ya" kata meisy tak berputus asa untuk lebih dekat dengan aleandro dan bermaksud menjauhkan gadis lain, yang coba mendekati aleandro.
"Maaf nona meisy... kami harus mengajak tuan aleandro segera pergi" kata buge segera mengarahkan jalan alea.
__ADS_1
"Sampai jumpa nona meisy, juga nona Camila" pamit aleandro.
"..." meisy dan Camila.