SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 60


__ADS_3

Hari kedua mulai dengan pertunjukan lomba berkuda, kali ini tamu dari negara - negara tetangga, selain para penunggang kuda, para pangeran yang ingin unjuk kebolehan dipersilahkan ikut.


Bahkan mereka meminta pangeran mahkota negri ini ikut unjuk kebolehannya, tidak ada alasan untuk menolak ikut serta.


"Yayang mulia, stamina anda ready kan?" tanya putri alea cemas.


"Apa kau pikir cuma sekali tempur denganmu tadi malam membuatku tidak ready, nanti malam lagi ya sayang" bisik pangeran Yun lie membuat wajah putri alea memerah, dan ia senang melihat wajah istrinya yang tersipu malu, tapi pura - pura tidak ada yang membuatnya jengah.


Diantara peserta juga ada dari wanita yang biasa dipasukan berkuda ada juga beberapa orang putri dari negri ini, salah satu diantaranya adalah putri Karla, ia adalah anak dari sepupu raja, dari kecil sudah selalu bersama pangeran mahkota saat belajar disekolah bangsawan.


Ia menaruh hati pada pangeran Yun lie, dan pangeran mahkota dulu juga sangat menyukainya, tapi pada akhirnya perasaan pangeran berubah seiring dewasanya dirinya ia menganggap itu hanya cinta monyet.


Ternyata tidak dengan putri Karla, walau ia sudah dijodohkan dengan pangeran negara timur yang juga tampan dan jendral perang, ia tak menyukainya, bahkan ia berterus terang bila ia suka dengan pangeran mahkota.


Tapi ratu tak pernah memilihnya menjadi selir putra mahkota karena ia terpilih dijodohkan dengan pangeran negara timur untuk kepentingan politik.


Bahkan sebelum pangeran Yun lie bertemu dengan putri alea dia sudah menawarkan dirinya dengan pangeran, tapi ditolak pangeran, dan sampai saat ini dia masih berharap dan tak putus asa.


Sebelum pertandingan dimulai, semua peserta harus berkumpul, dibangsal khusus para peserta, termasuk pangeran Yun lie.


Saat ini pangeran mengecek kuda kesayangannya yang bernama matahari, karena bulunya bewarna keemasan berkilau diterpa sinar matahari dan larinya kencang seperti busur panah melesat.


Setelah melakukan pengecekan, ia pergi ke toilet, tempatnya sepi karena ia juga ingin mebersihkan tangannya dan membasuh wajahnya.


Tak disangka bertemu dengan putri karla yang ternyata diam - diam mengikutinya dan mencari waktu yang tepat untuk bertemu.


"Kakak Yun lie... aku merindukanmu" ujar putri Karla sambil memeluk pangeran dengan erat.

__ADS_1


"Mengapa kau kemari, dan tidak perlu seperti ini bila ingin berjumpa denganku" kata pangeran sambil berusaha melepaskan pelukan yang erat ini.


"Kak Yun lie... aku mencintaimu, aku tak bisa berpisah denganmu, aku selalu ingin bersamamu, kita sudah lama tak bertemu, aku ingin kau menemui, setelah perlombaan ini".


"Karla... kau akan menikah , dan jangan membuat keributan yang akan mendatangkan masalah untuk negara kita?".


"Iya kak... aku tau, kau pun menikah karena terpaksa, untuk ramalan itukan, dan kau hanya ingin menjalankan perintah raja dan ibu suri, untuk memenuhi ramalan leluhur, kau tak mencintai wanita itu, kau hanya membuatnya melahirkan pewaris hebat negara kita, percayalah kak, aku rela menunggumu".


"Kau... mengapa tak ingin menerima kenyataan, aku sudah lama melupakan hubungan kita saat kecil, aku mencintai istriku".


"Kak... tak usah membohongiku untuk membuatku meniru kepasrahanmu, aku tau perasaanmu padaku masih sama, aku tak mengapa bila kau bersamanya, aku bisa menerimanya, aku rela demi untukmu".


"Cukup... apa yang kukatakan adalah yang sebenarnya, aku mencintai istriku, aku hanya menginginkan dia seorang, kau ikutilah takdirmu jangan membuat masalah, sekarang pergi bersiaplah dengan pertandinganmu" ujar pangeran Yun lie berlalu dari tempat itu.


"Kak... aku takkan melepaskanmu!" jerit putri Karla.


"Tidak ada urusannya dengan pangeran ye lan" ujar putri Karla.


"Tidak apa - apa, berusahalah untuk mendapatkan cinta sejatimu" kata pangeran ye lan.


Putri Karla segera pergi dari tempat itu, ia tak ingin bicara banyak dengan pangeran ye lan yang juga berambisi dengan kekuasaan, ibu pangeran ini adalah selir kesayangan raja.


Sehingga ia selalu dimanja oleh raja seperti ibunya, dan ia sudah tertarik dengan putri alea, sebenarnya ia mencari cara agar bisa menjatuhkan kakak pertamanya itu dan mengambil istrinya.


Melihat keteguhan Karla untuk merebut perhatian kakak pertamanya, ia merasa dapat peluang untuk menjalankan rencananya.


Pertandingan sedang berlangsung seru, saat ini sudah waktu pangeran mahkota yang masuk arena pertandingan, dia dengan gagah menunggangi kudanya yang tinggi dan besar itu.

__ADS_1


Pangeran mahkota melihat ketempat duduk istrinya,dia melihat putri alea melambaikan tangannya dan memberi ciuman jauh, yang membuatnya bersemangat.


Terlihat dari arena pertandingan sini dengan jelas putri alea memancarkan aura terang disekitar tubuhnya, padahal saat ini sudah terang tapi cahaya yang berpendar disekitarnya lebih terang.


Semua peserta yang turun diregu ini adalah para pangeran dan raja - raja muda dari negri tetangga, mereka juga melihat cahaya terang dari tubuh putri alea, membuat mereka bertekat akan mendapatkan dirinya.


Raja Hayden dari selatan ini benar - benar sudah tidak akan perduli lagi bila saatnya tiba ia akan menjemput paksa putri alea, karena dalam ramalan leluhurnya dia juga akan mendapatkan istri yang melahirkan anak yang hebat sebagai penerus.


"Putri alea... apa anda akan tetap menonton dari sini saja?" tanya Laras.


"Ya aku disini saja, karena aku tak ingin pangeran kwatir saat tak melihatku disini" jawab putri alea.


Karena saat para peserta sudah memulai pacuan kuda mereka, terlihat kuda pangeran Yun lie,sejajar dengan raja Hayden dan diikuti pangeran dari kerajaan barat dan Utara, persaingan sangat ketat.


Raja Hayden dari selatan yang masih muda dan tampan luar biasa ini, memiliki kuda hitam ya gagah dan kuat, ia memberi nama kudanya si angin malam.


Sekarang keduanya msih sejajar, mereka berdua sudah memacu kudanya dengan sekuat tenaga, tampaknya kedua kuda ini sama - sama punya tenaga yang unggul.


Kuda keduanya lari bagaikan anak panah melesat dan penunggang kedua kuda itu terlihat gagah perkasa, keempat pesohor negara masing - masing berjarak yang tak jauh, ini menandakan kekuatan putra para pewaris memang negara yang kuat tak bisa dianggap enteng.


Dimenit - menit terakhir kuda keduanya masih sejajar bahkan saat mencapai garis finis kaki depan kedua kuda itu menghentakkan kaki bersamaan digaris yang sama.


Diiringi kuda dari negara timur, Utara dan barat, tim grup elite ini sudah menyelesaikan pertandingan mereka dengan sangat cepat dan pemenangnya adalah pangeran mahkota negara bahari dan raja Hayden dari negara selatan.


Terlihat putri alea tersenyum manis pada pangeran Yun lie yang memandang kepadanya, ia mengangkat tangannya tanda ia melihat kemenangannya.


Walau kemenangan itu tidak mutlak ia menangkan sendiri, tapi ia sudah membuktikan ia hebat dan kudanya adalah yang terbaik dan seluruh peserta adalah orang - orang yang cukup hebat juga.

__ADS_1


Yang terpenting istrinya hanya melihat kearahnya dan selalu membuatnya bahagia.


__ADS_2