
Pangeran Yun lie datang setiap hari namun es di istana rembulan tetap tak berubah apa lagi mencair, ia segera mencari dua pengawal pribadi bawaan istrinya itu.
"Dimana pengawal bunga dan Laras?!" tanya pangeran Yun lie pada pengurus istana rembulan.
"Ampun yang mulia... mereka berada dikamar kediamannya" sahut pengurus.
"Antarkan aku kesana" ujar pangeran Yun lie.
"Baik yang mulia... mari hamba antarkan".
Sesampai di barak tempat tinggal para pelayan dan dayang, pangeran Yun lie ditunjukkan keberadaan kedua orang kepercayaan putri alea.
Saat membuka pintu kamar, terlihat keduanya sedang duduk bersila dengan mata terpejam tak ada tanda - tanda mereka berada didalam raganya.
Kini pangeran Yun lie mengetahui kalau kedua orang ini sedang melepas ruh nya keluar mengembara, pastinya berhubungan dengan istri tercintanya.
Setelah melihat keadaan bunga dan Laras ia mengetahui apa yang terjadi, lalu bergegas pergi dari sana, kembali keistananya dan memberi tahukan agar tidak ada orang yang boleh mengganggunya, selama ia berada diruang pribadinya.
Pangeran Yun lie ingin segera mencari keberadaan istrinya, ia yakin setelah hari ketiga istana rembulan membeku, tidak mungkin istrinya itu masih akan betah berkurung diistana beku itu.
Ia mulai duduk konsentrasi memasuki alam bawah sadar dan keluar dari raganya, ia tak sendiri, dua dari sepuluh pengawal bayangannya mengikuti dari kejauhan.
Pangeran mulai menelusuri jalan kota yang ramai, setelah setengah hari hingga menjelang malam ia belum menemukan keberadaan istrinya.
"Hm... kemana ia pergi dengan kondisi tubuh tanpa raga itu?" gumam pangeran mahkota.
Sementara itu putri alea tak bisa berkomunikasi dengan orang yang ia temui untuk bertanya bila melihat suatu tempat atau benda yang ia inginkan.
__ADS_1
Akhirnya ia memutuskan kembali untuk membawa raganya berserta dalam perjalanannya ini.
Mereka bertiga kembali keistana rembulan saat malam hari, lalu masuk keraganya, begitu pula dengan bunga dan Laras.
Setelah semua siap putri alea keluar dari istana rembulan melalui pintu yang mencair lalu membekukannya kembali, para penjaga terlihat santai di sekitar.
Bunga dan Laras juga sudah siap, mereka menuju kebagian istana yang tak ada penjagannya, kemana lagi kalau bukan ketembok tinggi bagian taman belakang yang sepi.
Ketiganya lalu melompati pagar pembatas dan berlari dengan ilmu meringankan tubuh, putri alea sudah banyak berlatih dan mempelajari ilmu kanuragan yang ia dapat dari kakek Laras juga beberapa pengalaman tanpa ia sadari karena pertemuan dengan pangeran penguasa lautan maka memberinya kekuatan magic sesuai pemikiran yang ingin ia lakukan maka akan terjadi.
Begitu juga dengan bunga yang banyak berlatih dengan Laras hingga tingkat ilmu kedikdayaannya mencapai level puncak.
Setelah berada ditengah kota yang sangat luas dan begitu ramai, putri alea melihat toko pakaian yang masih buka dimalam hari, mungkin karena berada dipusat keramaian, hingga toko masih banyak pengunjungnya.
Ketiganya memasuki toko pakaian itu, bukannya mencari pakaian wanita, putri alea malah membeli sepuluh stel setiap orang pakaian pria yang seukuran tubuh masing - masing.
Sekarang mampir dikedai makan untuk mengisi perut yang sudah berbunyi ria untuk diisi.
Saat memasuki warung walau wajahnya sudah memakai cadar hitam tapi penampilan putri alea sangat menarik perhatian pengunjung pria yang berada didalam warung makan yang besar dan cukup berkelas dikota ini.
Sepertinya karena ada tahun, bulan,hari senjata mistis yang akan berlangsung di sekte gunung awan, dan ada senjata sakti yang akan diperebutkan setiap setengah abad digunung awan yang misterius itu.
Konon dalam lima puluh tahun selama tujuh hari dari kawah gunung awan yang tak berdasar akan keluar senjata sakti yang mencari tuannya, tak semudah itu mendapatkan tujuh senjata sakti itu.
Setelah berapa ratus tahun, sampai saat ini senjata itu belum bisa dimiliki oleh pendekar manapun dari berbagai penjuru negri yang ada didunia bagian negara asal pangeran Yun lie ini.
Ada tujuh senjata yang akan keluar setiap hari selama tujuh hari pada abad itu dan itu tinggal lima hari dari sekarang, untuk mencapai sekte gunung awan diperlukan waktu tiga hari perjalan dan satu hari pendakian kepuncak gunung awan dimana keberadaan area senjata sakti itu berada.
__ADS_1
Diwarung makan ini terlihat banyak pendekar yang bersiap melakukan perjalanan menuju sekte gunung awan dan diantaranya ada saja yang punya pikiran mesum saat melihat wanita cantik.
Putri alea sudah memesan makanan, lalu makan dengan santai dan menikmati semua hidangan yang mereka pesan, teh wangi yang sangat nikmat diwarung ini juga mereka cicipi.
Terlihat dua orang pria dari meja sebelah menyapa dan menggoda mereka.
"Nona - nona yang cantik ini, apakah datang dari jauh untuk pergi kegunung awan juga... sebaiknya kita pergi bersama saja, karena perjalanan jauh dan penuh bahaya, kami berdua bersedia menjaga nona - nona yang cantik, mari tidur bersama agar selalu berada dalam penjagaan kami" ujar seorang pria yang sudah tidak terlihat muda itu.
Putri alea, bunga dan Laras tidak menanggapi celoteh mesum pria itu, hingga membuat, orang itu kesal dan datang ingin meraih pinggang putri alea, bunga dan Laras sudah akan bereaksi, tapi putri alea memberi kode agar tidak melakukan pergerakan yang memancing keributan.
"Gadis cantik, aku bicara padamu, kalian makanlah dan minum sepuasnya biar aku yang bayar" ujarnya lalu ingin memeluk pinggang putri alea.
Sebelum tangannya sampai, putri alea bergeser sambil berkata.
"Tuan apa kau sedang ingin melakukan perjalanan kegunung awan?... sebaiknya kau lebih fokus dengan tujuanmu, agar tidak sia - sia perjalananmu!".
Tapi pria itu tidak menghiraukan perkataan putri alea ia tetap menjulurkan tangannya, bersamaan dengan seseorang yang melemparkan tulang ikan menancap dipunggung tangannya, Laras sudah menyentil tangan itu hingga orang itu terhuyung.
"Siapa yang melakukan tindakan menyerang orang dengan diam - diam seperti pengecut" teriak pria itu sambil mencabut tulang ikan yang menancap dalam dipunggung tangannya, ia juga melotot kepada Laras yang sudah menyentil tangannya.
"Huh... orang sepertimu yang tak punya sopan santun dan tak menghargai wanita, untuk apa, pakai basa - basi segala, sebaiknya kau langsung diberantas saja!" seseorang yang duduk dimeja sisi lain nyeletuk dengan tanpa ekspresi.
"Jangan ikut campur dengan urusan orang!" bentak orang itu marah.
"Tentu saja urusanmu mengganggu ketentraman orang lain, menjadi urusan ku bahkan yang lain merasa kau sudah keterlaluan tak memberi orang martabat baik, seperti martabatmu yang hancur itu!" ujar pria tampan itu lagi.
Orang pengganggu itu sudah akan menyerang pria tampan yang terlihat santai itu, tapi temannya cepat mencegahnya lalu mengajaknya segera membayar makanan dan ingin pergi secepatnya,tepat saat orang itu akan keluar pintu, tampak air meluncur dan luruh membasahi wajahnya, bunga dan Laras tertawa.
__ADS_1
Semua melihat itu perbuatan bunga, putri alea mengeleng - gelengkan kepalanya, orang itu sangat marah dan ingin masuk kembali mendatangi bunga, tapi temannya sudah menyeretnya dengan paksa.