SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 22


__ADS_3

Mereka masih ngobrol hingga larut malam


sambil minum susu dan makanan ringan yang disiapkan pelayannya Adrian.


"Alea ingatlah saat kau kembali dan bercerai aku akan melamar mu".


"Kau ini bicara apa".


"Aku serius".


"Serius saja tidak berguna,kalau kau hanya ingin melindungi ku sebaiknya lupakan,kau ini ingin bersamaku untuk apa?... kau sama saja dengan Devan dan yang lainnya cih"


Adrian mendekatinya dan memegang dagunya menatap bola matanya yang bening dan begitu indah,alea balas menatapnya dengan dingin.


"Alea ... sejak melihatmu aku langsung menyukaimu hal yang tidak pernah aku rasakan pada wanita manapun sebelum ini, ketika kau direbutkan oleh Devan dan pangeran Halid,aku berusaha masa bodoh tapi aku tak bisa melupakanmu begitu saja, aku selalu ingin melihatmu,ingin dekat denganmu ingin dengar suaramu,hal itu membuatku tak bisa berpikiran realistis lagi,aku selalu gelisah dan saat melihatmu begitu dekat aku bahagia".


"Hahaha... ternyata kau pandai berpujangga juga ckckck.... dengan penampilanmu Yang super cuek dan dingin,aku pikir kau beda".


"Alea aku sudah mengatakan apa yang kurasakan untukmu,dan aku tidak akan berubah kau akan menjadi wanitaku".


"Aku katakan padamu berhentilah terobsesi denganku,sebaiknya cari wanita yang lebih baik yang sesuai denganmu diusiamu saat ini memang sudah waktunya berumah tangga atau kau akan tua saat punya bayi dan terlihat seperti seorang kakek dan cucunya saat menimang bayimu".


"Aku belum setua itu,dan kau jadi ibu dari bayiku".


"Dengar aku ini masih ingin melanjutkan sekolahku diluar negri dalam waktu dekat ini dan menjadi istrimu tidak mungkin,aku seorang pengusaha yang sibuk hidup dikeramaian kota sedang kau tinggal dipulau terpencil ini,dan kau seorang yang berbahaya,yang cocok jadi istrimu harus wanita hebat dan akan patuh padamu ikut denganmu kesini,tapi aku tidak termasuk kriteria itu,jadi lupakan".


"Siapa bilang harus seperti yang kau katakan kau terlalu pandai bersilat lidah,saat ini bila aku menikahimu dan bulan madu disini,menurutmu bagai mana?"


"Dasar manusia bar bar!" alea sadar kalau ia telah memprovokasi Adrian karena itu ia tak ingin bicara lagi,ia takut Adrian benar benar berubah pikiran telah bersedia mengantarnya pulang besok hari.


"Sebaiknya aku menikahimu saja besok,kita ijab kabul dulu disini lalu mengurus akta nikah dicatatan sipil" setelah berkata begitu Adrian memeluknya,alea bingung harus diam atau berontak,Adrian yang merasa alea tak merespon jadi semangat ia mendekatkan wajahnya dan alea hanya membelalakkan matanya ia melotot melihat kewaja Adrian "Hei... kenapa wajah mu terlihat menyeramkan begitu,kau sudah seperti mahluk buas yang akan memangsa"

__ADS_1


kata Adrian sambil menjauhkan wajahnya dari alea.


"Ingat mengantarkan ku pulang besok, sekarang aku merasa lelah dan ingin istirahat lebih cepat" kata alea merebahkan diri lalu tarik selimut menutupi seluruh tubuhnya lalu melengkung mengkeret memunggungi Adrian.


Adrian membungkuk mendekatkan bibirnya ditelinga alea "Besok aku menikahimu dulu lalu mengantarkan mu pulang dan tinggal bersamamu dikediamanku ucap Adrian sambil mencium pipi alea.


Alea tak bergeming sedikitpun ia memejamkan matanya seolah olah sudah tidur,padahal dalam hatinya ingin teriak sekuatnya karena benar benar merasa jengkel tapi ia tak berdaya atau ia akan membuat Adrian bertindak tak masuk akal.


"Selamat malam calon istriku,tidurlah dengan nyenyak mimpi indah" Adrian lalu beranjak keluar kamar dan menutup rapat pintu kamar alea.


"Phuih... dasar psikopat,maniak,mesum, serigala,harimau,ular berbisa" maki alea sambil gigit selimut.


Sementara kediaman Rendy beberapa hari sebelumnya,ia sudah menemui Dewi dan mencari tau keberadaan tapi tak menemui sedikitpun info tentang alea ia bahkan pergi menemui Devan dan dapat kabar kalau alea sudah tidak berada ditempat Devan,Rendy sangat gusar bahkan ia meninju wajah Devan,karena Devan juga merasa bersalah ia tak merespon pukulan Rendy.


Kemudian Rendy menemui kakek alea dan ia dapat kabar kalau alea sudah menikah dengan bangsawan dari pulau misterius yang hanya diketahui kalangan tertentu saja Rendy tak percaya tapi kakek menunjukkan foto yang diberikan pangeran Yun lie ,dan Rendy hanya bisa bengong mengetahui kenyataan ini "Tapi kek kalau alea tak bersama bangsawan itu lalu ia kemana?"


"Kakek juga tidak tahu,kami sudah melaporkan kehilangan alea dan sudah ditangani pihak yang berwajib,sudah mengirim beberapa Intel untuk mencari tau keberadaannya"


Sementara Dewi juga sudah berusaha mencari tahu keberadaan alea yang bagai hilang ditelan bumi,ia sudah tau dari Devan kalau ada yang membawa alea, dan dari cerita bunga ia juga tau kalau alea sudah dinikahi pangeran dari pulau kuno yang misterius itu,tapi ia juga tau dari kakek alea kalau alea tidak bersama pangeran itu.


Pangeran Halid juga sudah menghubungi Dewi dan bunga dan tau tentang hilangnya alea iapun sudah mengerahkan orang orangnya untuk mengetahui keberadaan alea dan ia lebih berpengetahuan dan mencurigai Adrian yang membawa alea karena sebagai seorang lelaki ia tahu perasaan seseorang pria setelah melihat sosok alea yang penuh magnet mempesona pria dewasa dan alea tak punya musuh orang lebih hebat selain orang orang yang berada diperjalanan kapal pesiar.


Sayang info tentang Adrian tidak ada dia adalah pengusaha yang juga berada digerakkan bawah tanah semua info tentangnya tidak ada dan ini membuat pangeran Halid yakin Adrian berada dibalik menghilangnya alea.


Sementara itu dipulau pribadi Adrian ia benar benar mendatangkan seorang penghulu untuk melakukan nikah siri dan membawa juru rias yang profesional yang sudah menyiapkan kebaya pengantin dan fotografer, Adrian sudah menyiapkan semuanya yang diperlukan.


Saat terbangun alea melihat sudah jam sembilan "Hah... mengapa aku kesiangan" alea buru buru kekamar mandi tapi ia ingat kata Adrian mereka sore hari baru bisa mengantar alea karena orang orang Devan juga,orang dari bangsawan serta orang pangeran Halid dan orang Rendy semua telah mengintai setiap bagian kota untuk mencari tau keberadaan alea.


Seseorang mengetuk pintu dan masuk alea kaget "Mau apa kalian".


"Nona kami akan membantu anda melakukan perawatan kecantikan sebelum mandi".

__ADS_1


"Tidak perlu,aku tidak ingin perawatan"


"Tapi orang orang ini tak perduli segera memegang melepas pakaian alea dan menganti dengan kemben mandi lalu melakukan luluran seluruh tubuh,setelah sepuluh menit lanjut merendam alea diair rempah bunga dan butuh sepuluh menit sambil Meratus rambutnya setelahnya membilas tubuh alea dan acara mandi selesai tak berhenti disitu mereka lanjut mengeringkan tubuh alea juga rambutnya dikeringkan dan mulai merias wajah dan ada yang menyanggul rambutnya.


"Kalian ini mau apa?... dan kenapa merias menyanggul rambutku" tanya alea merasa ada yang tak beres,ia jadi ingat saat dipulau wisata bahari ia juga diperlakukan seperti ini.


"Maaf nona kami hanya menjalankan tugas kami" jawab mereka tak menghentikan kegiatan ini


Sekarang sudah memakaikan kebaya dan rok panjang berbahan batik sutra, penampilan alea benar benar seperti pengantin wanita yang begitu cantik, bahkan para penata rias yang mendandaninya sangat terpukau melihat penampilan alea dan Meraka buru buru memotret untuk kepentingan promosi usaha kecantikan mereka.


"Kalian sedang apa,untuk apa memotret ku apa kalian pikir aku biarkan untuk mengambil gambarku".


"Aduh nona kami akan membuat mu ambasador brand terkenal,percayalah".


Setelah semua selesai mereka segera membawa alea keruang yang telah ditata dan dihiasi indah dan para pelayan serta pengawal sekitar tiga puluh lima orang dan lebih banyak pria berkumpul diruang ini tidak terkecuali Adrian dan penghulu yang sudah menunggu kedatangan alea dan semua yang hadir disini menunjukkan ekspresi yang tak biasa mereka seperti tersihir melihat seorang wanita yang begitu anggun,cantik auranya memancar begitu mempesona tapi sayang matanya melotot seperti seorang ratu yang akan membinasakan orang.


"Gluk..." semua yang hadir disini merasa terintimidasi oleh tatapan mata alea dan wajah cantik yang dingin seakan menebarkan suasana permusuhan, sang fotografer sampai tak berani bergerak mengambil gambar yang bagus.


"Adrian apa maksud semua ini?!" tanya alea melengking.


"Aku sudah memberitahumu semalam tentang semua inikan".


"Apa kau tau ini hal yang tak benar... karena aku sudah men..." tapi kalimat alea tidak bisa ia teruskan karena dua orang wanita pengawal yang hebat ilmu bela diri sudah memegang pundaknya dan ada hawa dingin yang tidak biasa mengalir kebahu alea lidahnya terasa kelu tak bisa bicara dan seorang wanita itu berbisik padanya "Nona alea patuhlah dengan prosesi ini,tuan Adrian akan menjadi pelindungmu".


Maka proses ijab kabul ini berlangsung dengan khidmat dan lancar Adrian memasukan cincin pasangan pernikahan Kejari manis alea dan pernikahan mereka sah secara agama dan keyakinan mereka, sang fotografer sudah mendokumenterkan proses akad nikah mereka baik untuk foto maupun videonya.


Setelah semua selesai dan perjamuan makan yang serba makanan laut segar terhidang dan para hadirin menikmati lalu memberi ucapan selamat pada pasangan pengantin yang membuat Adrian merasa begitu bahagia,setelahnya langsung mengantar semua yang mengurus pernikahan ini kembali kekota.


Saat akan berangkat mengantar alea pergi dari pulau ini tiba tiba langit gelap kilat menyambar angin kencang menderu menerpa menerbangkan material yang ada disekitar membuat pemandangan tertutup,terpaksa menunggu cuaca yang ektrem tiba tiba untuk reda,tapi bukannya reda sekarang malah disertai hujan deras dan angin kencang dan hari semakin malam akhirnya mereka kembali kevila ditengah pulau.


"Sayangku kita tidak bisa berangkat sekarang" kata Adrian lembut.

__ADS_1


"..." gubrak alea hampir pingsan karena melihat situasi yang tidak diinginkannya.


__ADS_2