SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 57


__ADS_3

Setelah melayani sang suaminya sarapan, dia bersiap untuk pergi.


"Sayang kemarilah" kata suami.


Alea datang langsung meloncat kedalam gendongan pangeran ia mengaitkan kedua kakinya dipinggang dan tangannya dileher suaminya, sang suami tersenyum senang dengan ulah istrinya ini, yang ia tau kalo dia berinisiatip begini pasti ada maunya.


Alea mendekatkan menempelkan wajahnya kewajah sang suami, dan dibalas suaminya juga memeluk tubuh yang indah menggairah kan ini.


"Apa boleh saat pesta penyambutan nanti bila disuruh menampilkan keahlian aku akan bernyanyi" tanya alea.


"Tentu saja kau harus memberi penampilan terbaikmu untuk mereka, karena ini adalah tradisi yang akan selalu ada setiap perayaan".


"Ada lagi, setelah perayaan apa boleh aku berjalan - jalan diluar istana untuk melihat lihat keramaian kota".


"Baiklah... tapi bersamaku, aku akan menemanimu".


"Ya baiklah, terimakasih suamiku sayang".


"Oh pujaan jiwaku, aku mencintaimu" ujar pangeran menciumi alea.


Kemesraan mereka, membuat pengawal dan dayang - dayang yang berada diluar ruangan tak ada yang berani bernapas kencang, seakan takut mengganggu kedua orang penting ini.


Setelah beberapa hari alat musik yang dipesan alea datang bunga menghadap untuk mengatakan pesanan putri untuk alat musiknya sudah jadi berupa gitar dan biola, alea segera mencoba alat musik itu satu persatu.


Ia perlu berlatih untuk beberapa hari kedepan sampai saat perayaan penyambutan tiba.


Hari ini, sang suami datang disiang hari, ia lalu mengajak alea keistananya yang sangat megah itu, belum pernah ada wanita yang pernah menginjakkan kakinya kekediaman pangeran mahkota, apa lagi sampai ketempat tidurnya.


Alea mengagumi ruang dalam istana pangeran ini, begitu tertata rapi dan sangat bersih banyak perhiasan dinding dari ukiran emas dan perak.


Dikamar tidur ada ada banyak benda terbuat dari kayu - kayu wangi berharga bahkan meja rendah ini dari kayu gaharu hitam yang wangi, lemari pakaian dari Cendana tua, tempat tidur juga dari kayu gaharu.

__ADS_1


Sejak datang pangeran belum pernah sempat tidur diperaduan ya ini, karena selalu datang keistana rembulan, tempat alea.


Sekali tak datang karena ia sedang berada diluar kota, dan malam ini ia ingin menghabiskan malam bersama wanita dambaannya ini.


Sementara kediaman selir Riana, mendapat kabar kalau pangeran menjemput alea untuk dibawa ke kediamannya.


Ia sangat cemburu, mengapa ia yang sudah bertahun disini tidak sekalipun pernah dijemput pengawal untuk melayani pangeran, ia berniat akan memberitahukan pada ayahnya yang perdana Mentri tinggi itu untuk membuat pangeran mengunjunginya.


Dia berharap walau bukan permaisuri tapi menjadi ibu dari anak pangeran dan akan menjadi selir terhormat yang begitu diagungkan diistana ini.


Ia sangat sombong dan tinggi hati, ia merasa ayahnya begitu berjasa pada sang raja jadi ia ingin meminta pengaruh raja untuk dirinya.


Selir Riana sangat ingin membuat alea dipermalukan saat perjamuan nanti ia ingin tampil lebih baik dari semua yang hadir, karena itu ia sudah merencanakan niat buruknya itu.


Saat ini ia membayangkan betapa senangnya alea berada dalam dekapan pangeran tampan itu, hingga ia semalaman tak bisa memejamkan matanya.


Sementara alea, sedang memainkan biola barunya untuk menghibur suaminya, saat ia memainkan biolanya mengalunkan irama merdu yang mempengaruhi jiwa untuk terlarut dalam alunan musik ini.


Sebenarnya ia mengalunkan lagu she's gone yang menceritakan perasaan bersalah dengan pasangan yang sudah dikhianati.


"Sayang kau tidak akan meninggalkanku kan hanya karena salah paham dengan pandangan mu" kata pangeran.


"Tergantung seberapa kuatnya aku menahan rasa kecewaku".


Pangeran langsung merangkulnya, menciumi nya, memeluk erat dirinya seolah takkan melepaskannya lagi, apapun yang terjadi.


Alea sampai susah bernapas, tapi ia merasa kasih sayang sang pangeran begitu tulus, tapi tak berdaya dengan keadaan, bagi alea itu bukan ketegasan, tapi karena tertekan dengan kekuasaan.


Tapi sekarang nikmati saja hidup yang berjalan, keserakahan jiwa yang tak pernah puas akan kekuasaan akan membinasakan jiwa.


Baik yang pria maupun wanitanya, hidup adalah perjalanan, perjuangan, ambisi, ego menguasai atau dikuasai.

__ADS_1


Akhirnya hari perjamuan penyambutan menantu kerajaan bahari dan pengumuman pernikahan pangeran mahkota tiba.


Banyak tamu negara yang datang dari negara yang jauh sebagai sebagai teman atau musuh, mereka akan menjadikan momen ini adalah kesempatan baik untuk mengetahui, kekuatan kedudukan lawan atau teman.


Mereka juga penasaran dengan wanita yang berasal dari negara luar zaman mereka saat ini, konon wanita ini bakal melahirkan raja - raja yang hebat.


Dizamannya akan ada kerja sama dari kerajaan luar negara yang jauh dibelahan dunia ini yang akan datang dan bekerja sama untuk teknologi dan pembangunan kesejahteraan negara.


Raja yang masih sangat muda, dan para pangeran negara lain sudah berdatangan, sehari sebelum acara berlangsung dan menginap di penginapan istana yang sangat besar dan megah itu.


Para pangeran muda dari negri ini sendiri belum pernah melihat istri dari saudara mereka, yang konon adalah wanita spesial.


Selama dua pekan ini selain, alea berlatih bermain biola dia juga bermain gitar, serta piano electone, organ elektronik yang berisi berbagai suara musik dan efek secara otomatis, yang ia bawa dari negrinya.


Alea juga selama sejak datang sudah melakukan perawatan hingga aroma tubuhnya mengeluarkan aroma wangi dan kulit tubuhnya bertambah halus, lembut, putih.


Sehingga penampilannya hari ini benar - benar memukau mata siapapun yang memandangnya.


Ia meminta bunga dan Laras mengatur semua persiapan yang ia minta untuk permintaan pertunjukan kemampuan dirinya dibidang apa sebagai istri yang cakap.


Dia pun tak ingin dipermalukan dan memalukan perjamuan yang untuk dia dan suami bahkan untuk negri suaminya ini.


Saat semua sudah berkumpul, bahkan para selir dari semua, raja dan pangeran, para putri bahkan selir suaminya juga menghadiri perjamuan ini.


Alea mengenakan dress yang ia rancang sendiri dan dihiasi permata berlian juga mahkota kecil yang tampak seperti hiasan rambut yang disanggul apik dikepala ya.


Ia tampil elegan, anggun cantik memukau, saat pengawal mengabarkan kedatangannya, semua mata tertuju padanya.


Sang suami yang sudah lebih dulu hadir diruang perjamuan ini karena menerima tamu - tamu agung, juga melihat kearahnya alea yang seperti bidadari turun kebumi saat ini.


Para pangeran negara ini yang baru pertama melihat dirinya begitu sangat surprise, dengan gaya berbusana yang beda dengan wanita - wanita dinegara ini.

__ADS_1


Begitu juga tamu undangan para raja, pangeran dan selir mereka, begitu kagum dengan penampilan alea.


Alea memberikan senyum ramah terbaiknya untuk mereka semua yang hadir disini, para perdana Mentri yang menjadi mertua - mertua pangeran mahkota juga ikut mengakui kalau wanita ini penuh kharismatik dan pesona luar biasa, bahkan mereka yakin wanita ini bisa menghancurkan banyak negara, karena menginginkan dirinya.


__ADS_2