
"Selamat berjumpa dengan putri Alie" sapa selir chencheng dengan ramah diikuti semua oleh selir yang lainnya.
Sekarang alea dipanggil Alie oleh mereka.
"Wah pakaian putri Alie sungguh bagus kata selir Rosie, dia yang termuda dan lincah diatara mereka semua.
"Terimakasih adik Rosie" kata alea.
"Apa itu model pakaian negri kakak" tanya selir chencheng lagi.
"Iya benar... model gaun kami begitu banyak kau bisa melihatnya di album ini ujar alea sambil memberi album fotonya yang dikumpulkan Dewi dari ia sekolah SMP sampai kuliah.
Ada tiga album, satu album foto alea saat ia bersekolah, lalu album pernikahan dan album saat ia ketempat - tempat seperti mall, kantor, dijalan, pesta, acara - acara formal dan saat honeymoon.
Lalu satu persatu mereka melihatnya, mereka begitu kagum melihat alea yang tampil modis dengan pakaian yang sama sekali tak pernah mereka lihat.
Saat dipantai alea memakai hot pant dan atasan mini dan banyak foto alea dengan rok mini dan t shirt membuat mata mereka membesar.
Juga alea dengan dress - dress yang elegan, foto saat sekolah, foto bareng, dan pernikahan yang mewah, foto kemesraan nya dengan pangeran.
Mereka tidak pernah sebebas ini dan tak pernah melihat dunia luar, mereka tak mengerti dengan mobil, motor, dan pesawat terbang.
Sedari kecil mereka hanya didalam rumah atau dilingkungan sekolah lalu belajar menyulam, bermain kecapi atau membaca syair, dan bernyanyi tembang - tembang kuno.
Dan saat melihat gaya hidup bebas alea mereka merasa ada yang pantas dan tak pantas bagi mereka.
Mereka meminta alea menceritakan tentang kehidupan di dunianya.
Alea lalu bercerita tentang kehidupan rumah tangga dinegrinya hanya ada satu istri dan bila ada dua istri yang tidak sah itu dianggap merampas suami orang atau disebut pelakor perebut laki orang.
Perusak rumah tangga orang, hidup dengan cinta sejati, bila selingkuh maka akan berpisah tak ada penindasan, tak perlu berebut pria yang satu - satunya, akan mendatangkan penyakit kelamin, atau HIV, Aids yang mematikan.
Para selir yang mendengarnya merasa, kenyataan itu lebih masuk akal, sungguh hidup yang penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Disini juga bisa hidup dengan satu suami, tapi sangat jarang bertemu pria yang setia, dan pria yang miskin sudah tentu hanya beristri satu.
Itu adalah hidup yang jarang ditemui, hampir seluruh pejabat beristri banyak, bahkan saat seorang raja begitu setia dengan satu wanita, ia tak boleh menikahinya, karena suatu alasan, dan akan banyak diberikan wanita - wanita dari pejabat yang menuntut agar, raja bisa punya anak dari putri mereka agar bisa punya kedudukan yang tinggi.
Dan para wanita disini sudah menjadikan ini tradisi yang mereka harus jalani, walau mereka berebut dan saling menjatuhkan satu sama lainnya itu, menjadi rahasia umum yang tak akan dituntut tanggung jawabnya.
Mereka memfitnah yang tak punya kekuatan dan dukungan lalu mencelakainya, bahkan semua orang tau, tapi tak bisa menuntut balik. maka yang kuatlah yang berkuasa.
Alea bukanlah orang lemah yang tak mengenal karakter orang, bahkan jiwanya lebih sadis bila ia mau membalas dendamnya.
Ia hanya tak akan membalas pada kedua orang tuanya dan kedua kakaknya atas perlakuan mereka padanya, tapi tidak pada orang lain yang akan membuat masalah dengannya.
Orang yang paling baik padanya, adalah kakeknya, Dewi, Rendy, Adrian dan bunga, sekarang ada Laras juga, ia tau mereka orang - orang yang tulus tanpa pamrih.
Orang yang hidup untuk kekuasaan yang menghalalkan segala cara, apalagi akan menyakiti perasaannya, dia pasti membuat perhitungan, maka ia tak akan sungkan membuatnya menyesali sudah mengusiknya.
Dia titisan Dewi murka Angkara, yang akan melahirkan orang - orang yang jadi pemimpin kebajikan.
Maka perjalanan hidup membuat para penindas baru dimulai.
Dia berpikir orang seperti alea tidak punya keahlian untuk ditampilkan saat mereka merayakan hari penyambutan dan mengabarkan pernikahan putra mahkota negara bahari ini.
Setelah para selir pergi, alea memanggil bunga dan Laras, untuk menyelidiki, selir mana saja yang berhati baik, untuk dijadikan teman dalam membangun mahligai kediaman pangeran mahkota.
Bunga dan Laras masih akan memperhatikan perilaku mereka selama beberapa waktu kedepannya.
Alea mulai keluar dari istana rembulan ini berjalan jalan disekitar taman istana ini, halaman begitu luas, tak bisa dijelajahi hanya dalam sehari.
Ia meminta bunga dan Laras melaporkan keadaan sekitar bangunan kediamannya, ia juga meminta bunga memesan alat musik untuknya, seperti gitar dan biola, ia menggambarnya lalu meminta bunga pergi keluar istana untuk mencari pengrajin alat musik dinegri ini.
Saat malam sang suami datang menemuinya, ia sudah tertidur dengan lelapnya.
Suaminya tak ingin membangunkannya, ia hanya tidur dan memeluk tubuh alea dengan rasa sayang.
__ADS_1
Saat menjelang dini hari ia terbangun dengan merasakan ada dekapan yang hangat ditubuhnya, ia sudah terbiasa dengan rasa itu adalah suaminya.
Alea bangun lebih pagi, meminta pelayan menyiapkan air mandi juga sarapan pagi untuknya dan pangeran, ia tak ingin suaminya lebih dahulu bangun darinya lalu pergi diam - diam karena ia masih terlelap.
Saat ia kembali kekamarnya, pangeran sudah bangun.
"Sayangku dari mana, sepagi ini sudah keluar kamar?".
"Hanya keluar sebentar".
"Kemari lah... aku ingin memelukmu lagi".
Alea menurut, dan berbaring lagi, hari memang masih begitu pagi.
Sang suami memeluk dan menciumnya seolah sudah lama tak berjumpa, dia begitu bergairah, maka pagi ini mereka lalui dengan senam kesegaran jasmani ala sepasang suami istri ini.
"Yayang sudah pagi, mandi dulu ya, kan mau pergi pertemuan kerja".
"Ia, kita mandi bersama" ujar suaminya lalu menggendong tubuh polosnya menuju kebak mandi air hangat yang sudah disiapkan.
Sambil menggosok dan menyabuni seluruh tubuh alea ia juga menikmati perasaan yang begitu bahagia bisa memiliki seutuhnya tubuh dari wanita yang ada dihadapannya ini.
"Sayang apa kau suka dengan kehidupan yang sekarang ini?".
"Tentu saja suka, aku akan memulai untuk menjadi pemimpin yang sabar dan baik bagi kesepuluh wanitamu, yang beragam sikapnya itu"
"Atur saja mereka sesukamu sayang, apapun yang sayangku perbuat aku percaya semua adalah demi kebaikan kita".
"Yayang begitu perhatian pada mereka ya?".
"Sayangku... kau sangat tau, untuk menemui mu saja aku sangat terbatas waktu, diwaktu kau sudah tertidur lelap, baru bisa datang, bagai mana mungkin, bisa begitu perhatian dengan mereka?".
"Baiklah priaku begitu sibuk, untunglah dia begitu sibuk kalau tidak, maka para wanita itu akan menyibukkan dia".
__ADS_1
"Jangan menguji kesetiaan ku padamu, aku hanya memikirkanmu, hanya kau yang aku inginkan".
Mandi sudah selesai dan sekarang sarapan pagi bersama.