
Saat di apartemennya alea mengurus segala sesuatunya, ia punya teman kuliah yang hidup serba pas - pasan dari desa yang jauh dia gadis yang baik, Lusi namanya, alea ingin membantunya, maka ia memintanya bekerja di perusahaan alea dan tinggal di apartemen ini,Lusi juga punya seorang adik laki - laki yang baru masuk perguruan tinggi dikota ini, jadi alea percaya mereka kelak bisa membantunya dan Dewi untuk menjalankan perusahaannya.
Setelah menghubungi Lusi dan elu adiknya datang ke apartemen menemui alea menceritakan kepergiannya, ia berharap Lusi bisa memegang kepercayaan nya untuk membantunya juga adiknya bisa bekerja sambil kuliah.
"Alea kau baik sekali,aku pasti tak menyia - nyiakan kepercayaan mu ini, aku dan adik akan bekerja dengan baik membantu Dewi".
"Terimakasih Lusi,elu ... tinggallah di apartemen ini jaga dan rawat seperti rumah sendiri, kau tak perlu ngekos lagi, mobil hadiah dari mamaku juga bisa kau pakai untuk pergi bekerja tak perlu ikut bis lagi".
"Mana aku berani menggunakan mobil mewah hadiah dari mamamu itu".
"Tidak apa - apa dari pada menganggur".
"Aku tak bisa alea, maaf".
"Baiklah biar Dewi yang pakainya dan kau bisa pakai mobil yang biasa Dewi gunakan selama ini,masih ada mobilku yang biasa kugunakan selama ini biar dipakai elu, kau tak bisa menolak karena kau orang kepercayaan ku semua aset ku akan kalian jalankan dengan baik".
Setelah berdiskusi dengan Lusi dan elu besok mereka akan tinggal di apartemen ini.
Sementara pangeran masih setia menunggu alea yang berkeliling seharian ke rumah makan dan restorannya.
Alea mengabari kakek kalau malam ini ia takkan pulang kerumah kakek karena ingin tidur di apartemennya dulu.
"Pangeran malam ini kita tidak kembali dulu kerumah kakek karena aku akan mengemasi pakaianku untuk dibawa ketempat asalmu".
" Tidak usah membawa pakaianmu, semua yang kau butuhkan ada disana semua telah dipersiapkan" jelas pangeran.
"Hmm... disana itu sepertinya tempat kuno apa ada pembalut dan skincare juga lotion yang biasa kupakai" gumam alea.
"Semua kebutuhan wanita ada disana, jadi tak perlu repot - repot bawa barang mu".
"Apa disana ada pembalut wanita yang praktis?" tanya alea tanpa ragu, karena ia pernah baca dikomik, kalau pembalut wanita di zaman kuno sangat tak praktis kesannya ribet dan bra nya juga seperti celemek bayi.
"Apa itu pembalut wanita?" tanya pangeran.
"Hadeh... bagaimana menjelaskannya ya, oh itu semacam bantalan yang mencegah darah menstruasi tembus keluar pakaian, ya begitulah" jelas alea tak ingin basa basi lagi.
"Oh begitu ya... tapi aku belum pernah dengar wanita menstruasi dan cara memakai bantalan seperti apa".
"..." gubrak.
Saat menjelang malam alea memasak untuk makan malam, tadi saat pulang dijalan alea mampir membeli bahan makanan dulu.
__ADS_1
"Pangeran suka makan apa?" tanya alea.
"Aku tidak pernah memilih - milih makanan".
"Baguslah, aku akan membuat capcay, udang goreng, dan tim ayam kampung muda juga acar timun nanas cincang dengan cabe utuh".
"Sepertinya makanan cukup enak".
"Ya kalau suka pasti terasa enak, kalau tidak doyan ya pasti bilang tidak enak".
"Ternyata banyak hal yang kau ketahui".
"Aish... hal begini saja, pasti semua orang pun tau".
"Tapi aku baru tau".
"Ya... ya... orang zaman dulu terlalu banyak tata Krama yang tak boleh dibahas, sekarang mari makan".
Setelah makan alea mengajak pangeran suami duduk diruang keluarga dan menyalakan tv lalu ia mengambil jeruk manis ia kupas dan diberikan pada pangeran.
"Suka buah apa biasanya?" tanya alea sambil memberi jeruk mandarin yang sudah dikupas dan dibersihkan dari serabutnya.
"Suka jeruk".
"Jeruk besar,jeruk sedang, jeruk kecil yang penting bukan jeruk nipis,karena terlalu asam saat dimakan begini juga repot mengupasnya".
Alea "..."
Setelah duduk bersantai didepan tv kurang lebih tiga jam akhirnya alea menyiapkan kamar untuk pangeran.
"Pangeran ini kamar untukmu bila ingin istirahat silahkan, didalam aku sudah menyiapkan piyama tidur dan perlengkapan mandi ada dikamar mandi" jelas alea, tadi juga sempat membelikan beberapa potong pakaian dan piyama lengkap dengan pakaian dalam pria yang langsung ia suruh laundry, dan diantar ke apartemennya setelah siap.
"Lalu kau tidur dimana?".
"Itu kamarku yang dibelakang".
"Kenapa kita tidak tidur bersama satu kamar?".
"Karena nanti di istanamu juga tinggal terpisah kan?... jadi mulai sekarang kita biasakan, atau selama ini pangeran tinggal satu kamar dengan para selir... oh iya aku lupa, selir begitu banyak pasti mereka bergiliran masuk kamar dengan pangeran, mereka antri ya, hmm... bagaimana dengan raja dengan tiga ratus selir atau tiga ribu selir, wah satu kota wanitanya banyak sekali, bisa jadi kumpulan prajurit, ckckck sungguh adil dan bijaksana kah itu?".
"Alea aku hanya menginginkanmu".
__ADS_1
"Tapi kenapa ada banyak wanita untuk raja dan para pangeran".
"Itu sudah peraturan tradisi yang berlaku sejak dahulu kala".
"Tapi pangeran lihat sendiri disini di kotaku sudah tidak ada budaya seperti itu, kalau ada pria beristri lebih dari satu, maka tidak ada wanita yang jadi istri sah pertama yang Sudi, pasti mereka memilih berpisah dari suaminya, ada juga yang mau dimadu, itu pasti perempuan pelakor".
"Alea aku tak ingin wanita lain,hanya ingin dirimu".
"Sekarang bicara begitu, coba setelah punya anak lalu wanita lain menggoda,sudah tak ingat rayuannya sekarang, sudahlah... memang sudah nasibku harus berbagi suami dengan banyak wanita yang cantik - cantik itu,semoga kelak mereka bisa berdamai dengan satu sama lainnya".
"Alea... aku mencintaimu".
"Sejak kapan?".
"Sejak pertama kali melihatmu".
"Ceh... jangan membual, bagimu melihat wanita sepertiku tak bisa dibandingkan dengan para wanita mu di istana".
"Tapi aku tak pernah menyentuh mereka".
"Aku merasa kau menutupinya kenyataannya".
"Alea jangan berdebat lagi aku tau perasaanmu yang tak bisa terima dengan pria yang punya banyak wanita yang legal untuk tidur bersama suamimu, tapi taukah kau,saat pernikahan kita di istana saat itu, aku sangat senang dan sangat terluka istriku dibawa pria lain kabur dan aku kecewa saat tau ada pria ketiga yang lainnya membawamu pergi dan menikahimu, sebenarnya aku bisa melenyapkan mereka tapi aku tak ingin membuatmu bersedih dan takut padaku".
"Oh karena itu kau biarkan aku dengannya dahulu, lalu akan membalas ku nanti".
"Tidak begitu, yang ku maksud adalah aku memahami rasa sakit karena ada yang lain diantara kita".
"Jujur saat itu, aku tak percaya pada pernikahan kita saat itu adalah sebenarnya, karena kupikir itu adalah acara yang dibuat panitia untuk menghibur para turis".
"Sekarang kita tidur bersama".
"Masuk kekamarmu pangeran, karena besok kita akan kembali ketempat kakek untuk berbakti padanya beberapa hari lalu meninggalkannya, entah kapan berjumpa dengannya yang sudah sepuh itu".
"Aku akan menunggumu sampai kau siap pergi".
"Hmm... katamu makin cepat lebih baik, apa itu berubah lagi?".
"Waktunya tidur" tanpa menunggu alea bicara lagi pangeran segera menggendong nya kekamar alea.
"Turunkan aku".
__ADS_1
Mereka sudah di pembaringan kamar alea yang luas tempat tidur yang nyaman suasana kamar hangat.
Pangeran segera membaringkan alea ingin berbicara tapi bibirnya sudah dilumat dan tubuhnya dihimpit lembut.