
Alea sebenarnya tidak tau siapa Adrian sebenar,orang dari mana,dan siapa keluarganya dan ia terlihat tidak biasa, pertama kali melihat Adrian kesannya sangat dingin dan tak perduli juga auranya yang terlihat kejam tak kompromi tapi saat bersama alea ia terlihat hangat dan berwajah ramah,dan sangat berbeda didepan para anak buahnya ia berwajah dingin dan berwibawa.
"Sayangku kita makan dulu,setelah itu aku akan menunjukan hal lain yang ada dikediam kita ini".
"Hm... " alea hanya bergumam sambil mengikuti Adrian yang berjalan menuju pintu karena alea jalan sambil melihat kebawah ia menabrak adrian yang tiba tiba berhenti dan berbalik melihatnya.
"E... eh mengapa tiba tiba berhenti jalannya?" tanya alea sambil memegang hidungnya yang terasa sakit karena menabrak punggung Adrian.
"Aku juga ingin hadiah darimu".
"Hadiah?... tapi aku tidak punya apa apa sekarang disini,ponsel saja tidak bersamaku huh..."
Tiba tiba Adrian memeluk dan mencium bibirnya yang tak sempat ia hindari,alea mendorong dada Adrian tapi tidak bergerak sama sekali,ia sudah hampir kehabisan napas saat Adrian melepaskan pagutan dibibirnya.
"Kau... dasar orang mhh..." Adrian membungkam kembali mulutnya menciumnya dengan bergairah,alea merasakan pria ini bergairah.
"Aku tak melepaskanmu bila tak memberi ku hadiah".
"Tapi aku tak punya sesuatu yang bisa ku beri sebagai hadiah untukmu".
"Itu ada".
"Apa?!".
"Cium aku".
"..."
"Ayolah atau aku akan cium kamu terus, sampai dimeja makan"
Alea bingung tapi pria ini tak main main dengan keinginannya.
'Phew... sudahlah kucium saja dia sebagai hadiah yang dia inginkan' pikir alea dalam hatinya,lalu alea mencium pipi Adrian.
"Sudah..." kata alea.
"Aku bukan anak kecil dicium seperti itu!".
"Apa maumu?!".
"Hadiahku...".
Akhirnya alea menuruti maunya, "Hm... cium orang dewasa ya, ya cium saja apa reportnya" gumam alea sudah tak punya pilihan.
Alea lalu mendekati wajah Adrian dan mulai melekatkan bibirnya ragu ragu dan adrian hanya diam menutup matanya,alea melihat wajah itu begitu dekat Wajah yang tampan mengesankan,putih bersih dan halus hidung mancung bibir yang bila diperhatikan membuat jantungnya berdegup.
Alea mengangkat kedua tangannya dipunggug Adrian memeluknya mencium lembut bibir Adrian ia mengisapnya membayangkan sedang mengisap permen manis alea benar benar menganggap bibir Adrian permen dia menjilatinya dengan menjulurkan lidah dan mengisap ngisap bibir dan lidah Adrian sampai ia ingin mengunyahnya "Auww..." jerit Adrian "Kau ingin memakan bibirku ya tanya Adrian
"Tidak kok... aku hanya membayangkan masmallow lembut manis nyam..." kata alea tak merasa salah.
"Kalau begitu lakukan dengan benar" pinta Adrian menyodorkan wajahnya sambil memejam mata.
Alea mencium pipi kiri kanan dahi dan mengecup lembut bibir Adrian dan berakhir menggigit hidung Adrian entah kenapa ia bisa gemas melihat hidung pria itu.
"Aduh... hancur perasaan romantisku" kata Adrian sambil mengusap ngusap ujung hidungnya yang digigit alea.
Adrian memandang alea dengan intens tapi alea bersiul siul kecil sambil melipat kedua tangannya didada dan memandang kearah lain.
__ADS_1
"Gadis ini... ya... benar benar, ah sudahlah, mari kita makan dulu,nanti aku akan mengajarimu caranya".
"Jadi sudah berapa banyak wanita yang kau ajari memberi hadiah padamu?!".
"Eit... tidak pernah ada".
"Tidak percaya!!!".
"Sumpah!".
"Siapa yang tau!".
"Sungguh mati".
"Tidak perduli".
"Kamu cemburu ya?".
"Tidak...".
"Iya".
Alea tiba tiba mengambil tangan Adrian dan Adrian tersenyum senang,lalu alea menggigit tangan Adrian "Wadaow..." apa kamu ini rubah kecil?".
Para pelayan yang ada diruang ini jadi kaget melihat alea menggigit tangan tuan mereka dan terlihat Adrian tidak kesal sedikitpun malah mengusap kepala alea dengan lembut hal yang selama ini tidak pernah mereka lihat,biasanya wajah tuan Adrian terlihat datar dan menimbulkan rasa segan yang kuat,tapi sejak ada alea wajah itu terlihat ceria dan melihat senyuman tuan Adrian seperti hanya mimpi.
"Sayangku makan yang banyak biar kuat".
"Kurang kuat gigitannya?!".
Para pelayan yang mendengar percakapan majikannya jadi tersenyum senyum terasa kaku lama tak pernah tersenyum.
Setelah tuan mereka mengajak alea keluar dari ruang makan ini para pelayan mulai bicara.
"Baru pernah liat tuan Adrian tersenyum" kata Tuti pelayan yang biasa mengurus melayani Andrian.
"Kau tak lihat saat tangannya digigit tuan Adrian tak marah sama sekali" kata Wina pelayan yang biasa membersihkan ruang kamar Adrian.
"Tapi sama nona Frisca tuan Adrian tidak pernah begitu perduli" kata Manda, dia pelayan yang sudah lama mengikuti Adrian dulu melayani dikediaman kakek Adrian dikota.
"Sudah... sudah tidak usah bergosip bila tuan mendengarnya kalian tau akibatnya" kata Minah kepala pelayan divila ini.
Segera mereka tak ada yang bicara lagi dan kembali bekerja seperti biasa.
Sementara cuaca diluar masih tidak bersahabat,kegiatan dipulau ini tetap berjalan seperti biasa.
Selesai makan Adrian duduk diruang tengah ada tv yang dinyalakan dan melihat berita yang disiarkan, Adrian duduk disebelah alea yang sedang mengupas buah pir yang disediakan pelayan dan beberapa pelayan tak jauh dari sini karena siap menerima perintah kalau diperlukan.
"Kupas jeruknya dan suapi aku" kata Adrian kepada alea.
'Mulai deh' pikir alea, "Bentar ya,aku masih ngupas buah pir".
Setelah alea makan sepotong pir ia mengupas jeruk sunkist dan mulai menyuapi dengan tangannya kemulut Adrian "No..." Adrian memalingkan wajahnya kesamping.
"Loh katanya minta disuapi?".
"Iya tapi nyuapinya bukan begitu,caranya letakan jeruk dimulut baru suapi aku".
__ADS_1
"Uhukk hukk... hampir saja pir yang masih dimulut alea tersembur keluar,dan ia melihat sekelilingnya,para pelayan pura pura tak dengar tak lihat.
"Jangan pedulikan siapapun kau nyonya rumah ini".
"Dasar diktator!". gumam alea tidak jelas.
Tapi tetap melakukan yang diinginkan Adrian ia tak ingin membuat Adrian kesal atau malu karena bila Adrian tak perduli lagi padanya maka ia akan kesulitan sendiri.
Alea membersihkan serat serat yang ada dijeruk lalu menaruh dimulutnya dan mendekati mulut Adrian lalu menempelkan jeruk itu kemulut Adrian membuka mulutnya dan memakan jeruk itu bibir mereka bersentuhan,sekali lagi alea melihat kearah pelayan.
"Teruskan sampai jeruknya habis".
Alea memonyongkan bibinya sambil menghitung berapa helai isi buah jeruk itu masih banyak.
Saat alea kembali menyuapi Adrian tiba tiba saja ada yang datang.
"Tuan Adrian, Frisca ingin melapor!" seru seorang gadis yang berpakaian seperti pasukan wanita dan ia terlihat cantik dan ****.
Alea segera menjauhkan wajahnya dan sepotong jeruk dimulutnya masih belum habis diterima Adrian dan masih digigitnya wajah alea menjadi merah, "Berikan potongan jerukku!" kata Adrian tak menoleh sedikitpun pada gadis yang barusan menegurnya.
Alea segera memakan potongan jeruk itu karena tak ingin gadis itu melihat caranya menyuapi Adrian.
"Kau memakan potongan jerukku?!".
"Ini masih banyak!!!".
"Kalau begitu suapi sampai habis".
"Adrian... ada yang ingin bicara denganmu!"
"Aku masih ingin makan jerukku!".
"Kau sudah makan begitu kenyang, dan aku ingin istirahat dikamar dulu". kata alea sambil berdiri,Adrian menarik tangannya dan menarik pinggangnya dan mendudukkannya dipangkuannya.
"Mau lapor apa?!" tanya Adrian dingin pada gadis yang tadi bicara.
"Tuan aku ingin bicara sesuatu yang penting denganmu" kata gadis itu sambil melihat tak senang kealea.
"Katakan saja sekarang!".
"Tapi jika nona ini disini aku tidak leluasa".
"Panggil dia nyonya,dia istriku apapun yang ingin kau bicarakan,bicara saja!".
Alea pun bersikap tidak perduli wajahnya terlihat lebih dingin dari Adrian dan ia melihat kearah tv,seolah hanya ada dia dan Adrian,melihat sikap alea ini,Frisca jadi semakin tak senang.
"Sebenarnya aku ingin melaporkan tentang keadaan dikamp" ucapnya terlihat ragu.
"Sayangku... habiskan pir yang sudah kau kupas".
"Iya" 'Apa orang ini tidak merasa gadis itu kesal denganku,dia malah bersikap seenaknya' pikir alea,tapi tak ingin berbuat sesuatu karena adrian memeluk erat pinggangnya pasti tujuannya tidak ingin alea pergi dari sini.
"Segera beri tahu apa yang ingin kau bicarakan,jangan mengganggu kami,waktuku dengan istriku begitu berharga!".
Dan gadis itu melapor semua kegiatan mereka dan memberi tahu ada badai tidak bisa berlatih menembak ditebing yang akan digunakan sebagai lokasi latihan.
Dan alea merasa gadis ini pemimpin regu wanita yang lumayan hebat.
__ADS_1