SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 67


__ADS_3

Setelah membereskan ketiga orang pada kereta ini, Putri alea beserta kedua pengikutnya melepaskan kuda kereta dan membiarkan kuda tersebut lari kearah hutan dan kereta itu, meminta orang setempat membuangnya kejurang.


Uang yang mereka peroleh lumayan banyak dari ketiga orang yang sudah mereka lempar ditepi sungai yang sangat jauh dari permukiman, entah mereka bisa beruntung untuk hidup kembali kekota.


Diantara mereka bertiga Laras lebih bisa menguasai ilmu roh dan jasad bersatu seperti keruang demensi untuk mengambil jasadnya dan mengembalikannya sesuai keinginannya.


Ia juga bisa merubah wujud seperti apapun yang ia inginkan, sementara ilmu ruh tidak kasat mata, lalu bagaimana bisa menyentuh atau menghajar orang, tentu bisa ruh mengeluarkan energi yang bisa menyentuh apa yang diinginkan, bahkan mengambil dengan ilmu tenaga dalam.


Saat mereka berjalan melihat kearah iringan kereta kuda dan banyak orang menunggangi kuda dari luar kota, ini adalah daerah sepi yang mereka lalui, ternyata adalah rombongan pedagang dari luar negara yang berbisnis dengan warga negara ini.


Sepertinya mereka baru tiba, tapi ada yang menghadang jalan mereka, jumlah mereka begitu banyak, kalau dilihat mereka bukan para bandit atau perampok, tapi seperti suatu perkumpulan yang memalak orang.


Melihat situasinya yang sepertinya berat sebelah dari pihak saudagar ternyata tak banyak yang bisa ilmu bela diri jadi sepertinya mereka akan menjadi makanan empuk para pembegal elite ini.


Mereka mulai mengepung dan meminta barang berharga yang mereka bawa untuk diperjual belikan bahkan untuk barter, ketua rombongan mencoba untuk negosiasi agar tercapai kesepakatan, tapi sepertinya pihak begal ingin lebih banyak keuntungan dan membuat para pedagang keberatan.


Para pembegal sudah tak ingin berlama - lama lagi mereka memukuli para pedagang yang tak ingin keretanya digeledah dan mereka melawan ternyata kereta yang terlihat paling bagus adalah adalah kereta pangeran yang sedang sakit untuk berobat dinegara ini konon ada tabib yang sangat hebat untuk menyembuhkan penyakitnya.


Para pembegal sungguh tak punya rasa empati terhadap sesamanya, hanya menginginkan keuntungan pribadi.


Pihak saudagar kewalahan bahkan pengawal pangeran dari negara luar itu sudah tak bisa mengimbangi kekuatan para pembegal.


Saat kritis itu, putri memerintahkan kedua anggotanya untuk memberi bantuan, maka terjadilah pertarungan seru, Laras dengan jasad yang ia yang ia pakai kembali memang lebih unggul tapi kedua orang tak kasat mata ini langsung menyerbu kekereta yang sedang memalak itu.


Disana ada pimpinan mereka yang merampok para pedagang, ia seorang wanita yang cantik, tapi sungguh tak punya perasaan.


Putri alea yang sudah tak bisa menahan kesabarannya mulai mengerjai wanita yang tamak ini, ia menarik kalung permata yang dipakai oleh wanita itu dan sekejap sudah berpindah ketangannya.


"Ada apa ini, mengapa ada orang yang bisa menguasai ilmu tanpa raga untuk menakuti kita" ujar wanita itu.

__ADS_1


Putri segera menjerat leher wanita itu dengan tali yang dipersiapkan didalam kereta itu untuk para korbannya, tapi ia malah yang dijerat lehernya oleh para calon korbannya.


Setelah wanita itu hampir kehilangan napas baru putri melepaskan jeratannya dileher wanita itu, lalu mengikat seluruh tubuhnya dan menjadikannya sandera.


Begitu melihat pimpinan mereka sudah dilumpuhkan para anggotanya tak bisa berbuat apa - apa lagi hanya melihat kearah pimpinannya yang setengah mati menahan rasa sakit dan sesak napas.


Laras menyerahkan Sanderanya pada para pengawal pangeran, putri alea melihat kedalam kereta, disana ada pria tampan yang duduk semedi, sepertinya ia terkena racun yang membuat kedua kakinya tak bisa bergerak, tapi tubuh dari pinggangnya keatas dalam keadaan baik - baik saja.


karena tubuh putri alea yang tak terlihat oleh mata secara kasar, ia seenaknya masuk kereta dan melihat pangeran itu dengan seksama, dia bahkan duduk didepan pangeran yang sedang menutup matanya itu.


Didalam kereta yang lumayan luas dengan tempat tidur untuk satu orang dan lantai dialasi permadani tebal buatan tangan yang lembut berbulu panjang hingga menenggelamkan telapak kaki hingga batas mata buku kaki.


Putri alea sambil menatap wajah pangeran itu tangannya mengelus elus permadani lembut itu, sambil bergumam entah memuji atau kasihan melihat kondisi pangeran tersebut.


Aroma wangi bunga mawar putih memberi kesan lembut ruangan ini, tiba - tiba mata pangeran tampan itu terbuka, tapi putri alea santai saja karena ia pikir pangeran itu pasti tidak bisa melihat wujudnya dalam bentuk ruh itu.


Bahkan ia menatap dengan senyum - senyum sendiri sambil menopang dagunya dengan tangannya diatas lututnya yang sedang duduk bersila tepat didepan pangeran itu.


"Sudah puas menatapku dengan keadaanku yang begini?" tanya pangeran itu sambil menatap wajah cantik Putri alea.


Putri alea melihat kewajah pangeran itu lalu melihat kekiri dan kekanan, seolah memastikan apakah ada orang lain disekitar mereka berdua dan pangeran ini bicara dengan siapa pikirnya.


"Apakah dirimu seorang bidadari... mengapa meninggalkan ragamu, dan bermain - main dijalan, apa tidak ada yang mencarimu?" tanya pangeran itu lagi.


"A..pa kau bisa melihatku?!" tanya putri alea balik, sambil mundur kedekat pintu kereta.


"Ia... aku bisa melihatmu, seorang gadis yang sangat rupawan, dan begitu lihai untuk menaklukan orang dan hati seseorang" ujar pangeran itu lagi.


"Oh maaf... aku sudah mengganggumu!" kata putri buru - buru melayang keluar.

__ADS_1


Dan pangeran tersebut juga sudah melayang mengikuti putri alea dan melayang sejajar dengannya yang merasa panik karena telah usil mengganggu ketenangan sang pangeran yang entah berasal dari negri mana.


"Siapa namamu wahai bidadari rupawan?" tanya pangeran tak perduli dengan keretannya yang sudah mulai bergerak kearah yang berlawanan dengan ia dan putri alea berjalan.


"Lihat keretamu sudah berjalan, kembalilah kesana, atau kau akan tertinggal" ujar putri alea.


"Saat ini aku hanya ingin berjalan denganmu dan mengetahui namamu, kau pasti meninggalkan ragamu pada suatu tempat kan?" kata pangeran ini dengan senyum manisnya.


" Dengar ya... saat ini kondisi ragamu sedang dalam masalah, sebaiknya kau kembali kekeretamu untuk istirahat!" pinta putri alea, merasa kwatir dengan pangeran yang mengikutinya ini.


"Tapi aku ingin menemanimu berjalan bersama, dengan begini aku merasa bebas dan tak terasa sakit pada kakiku" ujar pangeran ini beralasan.


"Waduh... bagaimana ini... aku sudah mengacaukan semuanya" kata putri dengan bingung.


"Putri... kita tak bisa berjalan dengan orang ini, jika pangeran mahkota menemukan kita dan melihat pemuda ini bisa celaka" bisik bunga pada putri alea.


"Lalu kita harus bagaimana?!" tanya putri alea sambil melirik pria yang terlihat suka padanya itu.


Bunga berbisik memberinya ide.


"Maafkan aku... tidak bisa berjalan denganmu lagi, karena suamiku akan segera datang, aku tak ingin ia salah paham denganku, jadi segeralah pergi dari sisiku!" ujar putri alea.


Terlihat wajah pangeran itu kaget dengan ucapan putri alea, tentang statusnya sebagai istri.


"Aku tak percaya kau ada suami!" kata pangeran ini kecewa walau ia berkata demikian.


"Aku berkata yang sebenarnya, aku akan pergi, selamat tinggal" ujar putri alea sambil melayang cepat melesat ketengah keramaian, berbaur dengan orang - orang yang berada di keramaian kota.


Ia melihat ada guci didalam kios yang menjual barang pecah belah, ia lalu masuk dan bersembunyi didalam guci itu, demikian juga dengan bunga, sementara Laras hanya melihat dari jarak yang tak jauh.

__ADS_1


Pangeran itu berusaha mengejar dan mencarinya, tapi ia kehilangan jejak putri alea.


__ADS_2