
Alea merasa dirinya sekarang seutuhnya milik pangeran,ia tak mungkin menghindar lagi, mungkin ini memang yang seharusnya ia lalui karena itu,saat pangeran menciumnya ia membalasnya.
"Emh... ah... emh ... chuph... ahh".
"Kau ini tidak sedang mengisap permen" kata pangeran memandangi alea dengan lucu.
"Siapa yang mengisap permen?".
"Tapi aku suka kau membalas ciumanku".
"Ya sudahlah... aku memang tidak pandai berciuman haish" kata alea sambil mendorong tubuh suaminya dan memunggunginya.
"Aku bilang aku suka" kata pangeran sambil memeluk dari belakang menciumi tengkuknya dan tangannya meraba kedepan membuat alea merasa sensasi yang lain.
Pangeran melepaskan satu persatu pakaian nya dan melucuti yang dipakai alea, ia mencium lembut seluruh tubuh alea berasa geleyar geleyar yang menggairahkan.
Tubuh indahnya membuat sang suami tak mampu menahan hasratnya yang meledak ledak, ia menjelajahi setiap inci tubuh indah itu hingga menyatukan diri dalam irama yang terasa nikmat.
"Ah... sakit, oh".
"Aku perlahan saja sayang...emmh... ah".
"Kau pria yang sadis... ah".
"Aku mencintaimu,aku pertama kali ini bersamamu,jangan tinggalkan aku apapun yang terjadi kesayanganku ah... ahh".
"Kau lah yang berpotensi bisa meninggalkanku ah... oh.. emh".
"Tidak akan, bila aku meninggalkanmu itu karena aku sudah tidak bernapas lagi ah... ahh".
Alea memeluk tubuh suaminya dengan erat mencapai puncak nikmat bersama,lalu melepaskan diri,dan baring di samping alea, ia memeluk tubuh yang ia nikmati barusan sungguh luar biasa.
"Terima kasih sayang sudah menerima diriku seutuhnya" ia mencium kening alea yang sudah tertidur lebih dahulu.
Mereka tertidur pulas dimalam kedua pengantin mereka.
Saat pagi, alea terbangun karena ingin buang air kecil ia bergerak dan merasa tubuhnya tak bisa bergerak karena dalam pelukan suaminya,ia melepaskan tangan itu perlahan lalu bangun berjalan.
"Aduh..." keluhnya merasa nyeri sambil menggigit bibirnya, suaranya membangunkan suaminya.
"Sayang... apa kau kesakitan?".
"Ya... aku ingin kekamar mandi".
Pangeran bangun lalu menggendong alea.
"Biar kubawa kekamar mandi,tidak usah jalan".
"Pakai pakaianmu dulu".
"Tidak usah,kau juga tidak pakai apa - apa kita akan mandi bersama".
Alea memang belum memakai pakaiannya yang berserakan disebelah ranjang tidak sempat ia ambil tadi, ia lalu menutup dadanya.
"Lain kali jangan melempar pakaianku kesebelas sana,jauh sekali huh".
"Hehehe aku tak sabaran semalam".
"..."
Pangeran membuka tutup kloset duduk lalu mendudukkan alea diatasnya, ia mengisi bathup dengan air hangat untuk berendam dan mandi.
"Aduh... auww sakit - sakit,sakitnya".kata alea saat buang air kecil.
__ADS_1
"Sayang coba sambil disiram air hangat" kata pangeran sambil memegang shower yang memancarkan air hangat dan mengarahkan kealea.
"Sakit gemana membasuhnya?" tanya alea sambil meringis.
"Biar aku yang basuhnya,coba renggangkan sedikit paha".
"Enggak ah" kata alea merapatkan pahanya.
"Nanti tambah sakit perih kena air kencing lagian air seni ada bakterinya,kalau lecet bisa tambah ruam".
Alea patuh saat pangeran menyiramkan air hangat dari selang shower ia membasuhnya dengan mengusap lembut dengan jari - jari tangannya.
"Masih sakit ya?".
"Emh... sudah agak tidak terasa perih tapi jangan masukan jarinya agak kedalam auw... geli".
"Dibersihkan biar sehat".
"Uhh ... modus!".
"Iya juga ya... kalau begini jadi ingin lagi hehehe".
"Enggak ah,ini masih lecet".
"Oke... oke kita mandi sekarang" kata pangeran sambil mengangkat alea dan memasukannya ke bak mandi yang sudah terisi penuh air hangat, ia menggosok seluruh tubuh alea dengan spon mandi yang diberi sabun cair essence yang aroma bunga eksotik,gantian menggosok punggung.
"Disana pangeran mandinya dilayani dan digosok tubuhnya dengan wanita cantik kan?!".
"Eh... enggaklah aku bisa mandi sendiri".
"Hmm... yang bener?!".
"Ia benar...".
"Pangeran... boleh tanya kah?.
"Harus panggil apa?"
"Terserah saja asal jangan panggil pangeran".
"Yang mulia".
"Tidak usah ... panggil begitu saat diistana didepan ayah dan bunda atau ibu suri saja".
"Akang".
"Tidak cocok".
"Kangmas".
"Terlalu formal".
"Mas".
"Tidak mesra".
"Papa".
"Belum punya anak".
"Papi"
"Terkesan berlebihan".
__ADS_1
"Kakak".
"Seperti saudara saja".
"Yun liiiiiiie!!!".
"Hehehe... kau lebih muda panggil yang sopan".
"Ya sudah... nanti saja ku panggil sesukaku".
"Tadi mau bertanya apa?".
"Sudah lupa!".
"Jangan kesal begitu, sudah mandinya bilas dengan air bersih" kata pangeran sambil membuka tutup saluran pembuangan air bak mandi dan mengambil selang shower air hangat lalu menyirami tubuh alea.
Air di bathup terkuras habis,alea segera menekuk tubuhnya,tapi pangeran tak perduli ia sendiri pede dengan menampakan tubuhnya yang tegap perkasa dengan kotak kotak diperutnya, alea melihatnya dengan kagum meneguk liur dan memeletkan lidahnya.
"Hahaha... tubuhku menggiurkan ya?"
"ish... memangnya makanan, jadi lapar, aku mau buat sarapan untuk kita".
Pangeran segera mengambil handuk mengelap tubuhnya lalu melilitkan handuk dipinggangnya dan mengambil handuk lain untuk alea lalu menggendongnya keluar kamar mandi.
"Sudah tidak sakit lagikan?"
"Kalau begini tidak sakit,entah kalau nanti buang air kecil lagi".
"Coba aku liat yang luka lecet?" kata pangeran karena ia lihat ditempat tidur ada bercak merah.
"Eh tidak usah - tidak usah!".
Pangeran segera membaringkan alea lalu memeriksanya .
"Hm... tidak ada yang luka" katanya tak berkedip mengagumi dan membuatnya kembali tegang.
"Ya sudah nanti juga hilang sendiri lecetnya".
"Aku mau lagi, sekalian coba tes rasa perih pasti sudah tidak lagi".
"Hah... aku lapar mau makan dulu,biar gak gampang sakit".
"Apa hubungan makan dengan gampang sakit rasa?" gumam pangeran dengan perasaan yang cenat cenut karena alea sudah melarikan diri keluar kamar sambil memakai pakaiannya.
"Aku buat sarapan dulu".
"Hei berpakaian dulu yang benar".
Alea memakai hot pans hitam dan baju tanpa lengan warna marun yang ada kancing hias bagian samping terlihat imut rambutnya setelah keramas ia keringkan dengan hair dryer dan ia ikat model gelung membuatnya terlihat begitu seksi dan menggemaskan.
Saat ia membuat sarapan pangeran tak berhenti menatapnya,ia terpesona melihat alea dengan pakaian seperti itu.
"Kenapa liat liat" tanya alea sambil membuat teh, ia telah selesai membuat nasi goreng dan omelet.
"Aku terpesona olehmu" kata pangeran sambil berdiri berjalan kearah alea.
"Eits... duduk!... silahkan duduk manis saja ditempat,sarapan sudah siap" ujar alea sambil mendorong suaminya kembali ketempat duduknya.
"Tapi aku ingin sarapan kamu".
"Jangan manja kau playboy!".
"Baiklah... aku makan".
__ADS_1
"Anak pintar" kata alea sambil menghampiri suaminya mengusap - ngusap rambutnya lalu mencium kepalanya,dengan cepat pria itu memeluknya dan mendudukkan alea di pangkuannya dengan posisi berhadapan ia langsung mencium alea.
Mereka berciuman dengan mesranya,tangan suaminya sudah menyusup dalam baju Alea,sementara alea menciumi kepala suaminya sudah menempel di dadanya yang lembut, suasana benar - benar terasa romantis full.