
Hari pernikahan alea akhirnya dilaksanakan juga,hanya mengundang kerabat dan tetangga dihotel berbintang tempat megah yang sangat bergengsi ballroom kapasitas seribu orang ini hampir separuhnya terisi berarti yang datang sekitar lima ratus orang.
Dengan menghadirkan artis artis terkenal hiburan live band dan terlihat para pengusaha dan relasi hadir disuasana meriah pesta bergaya modern.
"Kakek kenapa pesta pernikahan ini jauh dari kesan sederhana, tenyata mama mengundang semua relasi dan seluruh jajaran pejabat instansi pemerintah dan swasta" kata alea.
"Iya mamamu ternyata mengganggap pernikahan sederhana ini harus dihadiri seluruh relasinya, kenapa tidak mengundang sekalian relasi yang diluar negri dan luar kota sekalian" ujar kakek.
Mama meminta alea mengenakan kebaya brokat putih dengan bagian depan bertabur intan permata dan disanggul modern dengan hiasan mutiara dan bunga putih, tata rias wajah minimalis yang menonjolkan keaslian wajah cantik alea bulu mata lebat hitam panjang dan lentik alami, hanya perlu diberi maskara, kening yang sejak lahir sudah tertata rapi seperti semut beriring, hidung kecil yang lancip, bibir mungil sensual, pokoknya kecantikan tak terlukis dengan kata kata.
Saat ini semua orang yang menatap alea akan terpesona,terkagum kagum,jangankan yang pria tak terpesona yang wanita saja tak berkedip terpukau menatapnya.
Prosesi ijab Qabul berlangsung dengan khidmat, alea anak terakhir dan melangkahi kedua kakak perempuannya,ia wajib memberi barang pelangkah, mamanya sudah menyiapkan dua cincin berlian masing masing seharga 1 m,itu dibayar oleh alea.
Ternyata mamanya sudah berdiskusi dengan pangeran sebelumnya hingga mahar pernikahan dengan satu peti besar perhiasan dan emas yang ditukarkan kebentuk uang mencapai 1 triliun.
Dan saat ini kedua orang tua pangeran yaitu raja dan ratu, sepuluh saudara pangeran beberapa pengawal menghadiri acara pernikahan ini,tentu saja penampilan mereka sangat berbeda dari orang orang yang hadir disini dan suasana mereka terkesan dingin dan kaku namun elengan.
Rendy mengabadikan beberapa gambar alea, ia hanya mengambil foto alea sendiri tanpa pangeran, Rendy begitu terpesona melihat alea yang begitu anggun,hatinya benar benar hancur, perasaannya tak bisa ia tutupi dengan wajah kecewanya dan alysia tau itu, dia sangat cemburu,alea bisa membuat Rendy patah hati.
Setelah prosesi ijab qobul selesai, alea dan pasangan berganti kebaya kombinasi dengan warna kuning panjang berhias permata warna warni dan bermahkota asli dari emas yang bertahta permata bentuk minimalis dengan kesan elegan.
Sosoknya sudah seperti ratu ratu difilm film kolosal itu saja,suasana yang terasa mewah dan penuh kemeriahan acara diisi dengan kata sambutan dari para sesepuh dan perwakilan keluarga kedua belah pihak.
Saat istirahat para tamu dipersilahkan mencicipi hidangan mewah super lezat yang melimpah, dan alea berganti pakaian pengantin lagi memakai gaun pengantin putih model A - line dress tidak ribet hanya menutup bagian kaki enak dipakai melangkah dibagian atasan brokat dengan punggung terbuka sedikit.
__ADS_1
Alea benar benar bersinar saat ini, aura yang terpancar dari dirinya bak seorang Dewi yang turun dari khayangan.
Acara pernikahan alea adalah putri dari pasangan pengusaha terkenal real estate dan kakek yang juga punya nama besar disektor perekonomian dalam negri walau sudah pengsiun dan ini disiarkan secara live.
Devan yang masih terbaring di ranjang rumah sakit dengan kondisi yang sudah mulai membaik tapi Masih tidak bisa berjalan melihat siaran langsung prosesi pernikahan alea,ia sangat mengutuk pangeran Yun lie.
Beberapa pria yang sangat berharap bisa hidup berdampingan dengan alea seperti dr Reno, tuan hanuel dan pangeran Halid semua hadir karena Dewi mengirim undangan kepada mereka, merasa cinta mereka kandas diperjalanan yang mereka tuju.
Saat ini satu persatu mereka memberi ucapan selamat pada alea dengan perasaan yang tak rela,alea merasa terharu dengan wajah wajah sendu yang penuh rasa kekecewaan itu.
Dilain tempat dikamar hotel ada sepasang mata tak berkedip menatap wajah cantik alea dari balik kaca televisi yang menyiarkan acara pernikahan alea, tak puas melihat dilayar kaca, ia melihat live di YouTube akun Dewi sengaja meliput proses dari awal hingga selesai, dia adalah Adrian sang mantan suami.
Diakhir acara setelah sesi foto foto keluarga kakak Almira memberi kado seperangkat perhiasan mahal pada alea, sementara alysia memberi beberapa gaun tidur yang mahal dan mama papa memberi mobil dan sebidang tanah didaerah puncak,sang kakek memberi sebagian warisannya sebagai kado pernikahan dan yang terpenting doa restunya.
Rendy memberi satu set perhiasan berlian khusus ia pesan untuk alea, sebenarnya ia ingin mempersembahkan disaat ia melamar alea tapi tak disangka jadi kado pernikahan alea dengan pria lain.
Sementara hanuel juga memberi kado jam tangan bertahta berlian, dan dr Reno memberi kamera Canon EOS 5DSR seri terbaik.
Setelah semua selesai alea beserta rombongan dari pihak pangeran akan menginap di hotel karena rencana keesokan harinya raja dan ratu beserta rombongan pulang kembali dengan kapal pesiar pribadi.
Dewi dan bunga juga memberi kado dan doa untuk alea, seminggu sebelum pernikahan alea,Dewi,bunga dan alea telah memilih dua orang pengacara untuk mengurus kepentingan penanggung jawab masalah hukum keluarga.
Alea berencana untuk membuka cabang perusahaan dipulau wisata bahari dengan mempekerjakan orang orang berkemampuan handal disegala aspek kehidupan sehari hari yang nantinya ia bisa koneksi saat berada dipulau itu.
Rencananya agar tak terputus hubungannya dengan dunia luar,ia juga berencana membuka wadah orang orang yang mempunyai jaringan spesial dalam organisasi berkemampuan khusus bela diri.
__ADS_1
Persiapan sudah diserahkan keahliannya orang kepercayaan alea,ia membeli kapal pesiar hanya sebagai formalitas untuk kelancaran kepentingannya, helikopter pribadi yang siap setiap saat untuk digunakan dan standby.
Beberapa kendaraan yang dijadikan sarana transportasi dan angkutan seperti dump truck, dipulau itu alea benar benar sudah menyiapkan armadanya, ia harus menguasai lintas perekonomian disana demi menunjang kekuatan posisinya.
Karena pulau itu adalah tempat misterius dari kaum bangsa pangeran yang jadi suaminya itu, dan pintu masuk kedalam istana atau alam itu satu satunya hanya hotel istana pualam dan tak sembarang orang yang bisa masuk kesana.
Konon seperti hari hari biasa itu hanyalah hotel untuk para turis dan para pesiar memang lokasinya ada museum untuk berwisata budaya yang dipandu masyarakat sekitar.
Saat malam tiba,alea sudah merasa lelah karena acara pernikahan yang tak sederhana itu, ia masih menyempatkan untuk ke spa massage dan refleksi serta berendam air bunga, dihotel yang menyediakan paket pelayanan ini.
Setelah merasa tubuhnya nyaman ia kembali kekamar pengantin yang berada dikamar hotel bintang lima ini.
Saat berada dikamar ia tak melihat pangeran, " Syukurlah orang itu tak berada dikamar ini, semoga ia tak masuk kesini, huh... lelah sekali rasanya ingin tidur segera tanpa ada gangguan" ujar alea segera berganti baju tidur yang tersedia dilemari yang ada dikamar ini merupakan pelayanan kamar VVIP untuk pasangan pengantin yang memakai jasa hotel ini.
"Wew... semua pakaian tidur ini **** **** walau ada yang piyama tapi bahannya dari kain halus lembut ini,sama dengan memetakan lekuk tubuh, ya sudahlah pakai saja toh disini cuma aku sendiri, pintunya biar aku kunci saja" kata alea.
Karena dari beberapa hari ini alea selalu sibuk dengan urusannya maka sekarang ia ingin tidur dengan tenang.
Tengah ia tertidur pangeran masuk dengan meminta resepsionis membuka pintu kamar dengan kunci serap yang lain.
"Hm... ingin mengunci pintu dariku ya, coba kita liat apa reaksimu putri tidur" kata pangeran sambil tersenyum sinis memandangi sekujur tubuh indah itu yang selimutnya terjatuh.
Pangeran melepaskan pakaiannya lalu mengambil selimut dan menutupi tubuh mereka berdua.
Wajahnya begitu dekat dengan alea hingga napasnya menyapu wajah alea, yang merasa ada udara tak segar didepannya segera mengangkat telapak tangannya sudah menempel didepan wajah pangeran.
__ADS_1
"eh ... hemghh argh..." dengus pangeran.