
Pangeran Yun lie menemui kakek untuk menyiapkan pernikahannya dengan alea sesegera mungkin.
"Apa alea akan setuju secepat ini melakukan pernikahan?" tanya kakek.
"Ya alea akan setuju" ujar pangeran.
"Baiklah kita akan bicarakan dengan alea" kata kakek.
"Kek saya akan panggil alea untuk bicarakan prihal ini".
"Iya panggil alea,kita akan bicara diteras belakang saja,kakek akan kekamar dulu,tunggu disana".
Pangeran segera menemui alea dan memberi tahunya kalau ia sudah bicara dengan kakek untuk menyiapkan pernikahan secepat mungkin dan kakek ingin bicara sekarang dengan mereka berdua.
"Apa?!... ingin melakukan pernikahan secepatnya... hei kita barusan membahas itu tidak akan terjadikan,kenapa sekarang memaksa kakek untuk menyiapkannya?".
"Alea ada yang perlu kau ketahui,bila aku tidak segera menikahimu, maka akan ada orang orang yang dikirim oleh pihak yang tak ingin aku mendapat pewaris untuk menculik dan melenyapkanmu, karena kau adalah yang terpilih maka kau menjadi target mereka".
"Ini tidak benar, kenapa aku terlibat dengan perebutan kekuasaan yang terjadi digolongkan kalian, apa kalian ini begitu sewenang wenang bisa melakukan ini?!".
"Ini sudah tak bisa dihindari, kau akan mereka lenyapkan".
"Aku akan pergi keluar negri, dan tak akan pernah bertemu denganmu lagi".
"Mereka akan mengancam kakek, bahkan setelah mereka membereskan kakek mereka akan membuat kedua orang tuamu tak berdaya untuk mendapatkanmu mereka akan melakukan segala cara dan mereka tidak menyisakan keluargamu termasuk Dewi dan bunga, mereka menghabisi orang yang mereka anggap penghalang hanya seperti membunuh binatang buruan".
"Lalu aku tetap jadi target mereka diistanamu, ini namanya pergi mengantar nyawa".
"Selama kau berada di dekatku mereka tak akan berani bergerak, karena itu akan membongkar kedok mereka".
"Apa kau yakin aku akan tetap hidup sampai tercapai tujuanmu, melihat begitu banyak selir yang menginginkanmu mereka akan memuluskan rencana mereka untuk menghabisi ku, cih para wanita itu begitu cemburu denganku, mereka akan senang bila aku disingkirkan, aku tidak mau pergi mati konyol keistanamu!".
"Percayalah padaku aku akan melindungi mu dengan taruhan jiwaku".
__ADS_1
"Tapi aku tak ingin bersama para selir yang merasa terganggu dengan keberadaanku, intinya aku tak akan mau masuk kesarang harimau".
"Kau tak punya pilihan, mereka akan menemukanmu" cepat atau lambat.
"Aku akan menikah dengan pria yang mencintaiku dan tak akan berbagi dirinya dengan wanita lain, dan saat aku memiliki anak dengan pria itu, tentu mereka tak akan melenyapkan orang yang tak ada hubungannya denganmu kan?".
"Kau tak bisa bersama pria manapun didunia ini karena aku yang akan melenyapkan mereka!".
"Kau... dasar orang bar bar zaman kuno, yang merusak kedamaian hidupku" teriak alea kesal.
"Jadi sekarang temui kakek dan patuh lah padaku maka kau akan hidup bahagia bersama orang yang mencintaimu dan orang orang yang menyayangimu semua akan hidup dalam kedamaiannya".
"..."
Alea berjalan dengan perasaan yang bercampur aduk dihatinya,ia ingat Adrian yang begitu menyukainya, ia berpikir kalau saja saat itu ia menerima pernikahannya dengan Adrian dan tinggal disana sampai punya anak akan lebih baik.
Saat ini sudah tak bisa kembali kemasa itu Adrian juga sudah lupa ingatan tentang dirinya, itu karena pangeran ini yang bisa melakukannya entah bagaimana cara memulihkan ingatan Adrian.
"Baiklah... aku akan menikah denganmu, hanya ada syaratnya, yang harus kau sanggupi atau aku akan mati secara tak terduga olehmu".
"Aku hanya ingin melihat keadaan Adrian untuk yang terakhir kali".
"Jadi kau suka dengan laki laki itu?!" tanya pangeran cemburu.
"Mengapa kau bertanya begitu?... ku mohon bisa jelaskan makna dibalik kata katamu?"
"Tidak penting, orang yang tak mungkin bisa mengingatmu, bagaimana bisa aku tak membolehkan mu menemuinya".
"Cam kan kata kataku ini, pasti perasaanmu tidak bahagia saat aku ingin bertemu dengan Adrian pria yang menyukaiku, yang menyayangiku, yang merelakan jiwanya dan keselamatannya untukku kan... maka seperti itu pula perasaan wanita yang akan hidup bersamamu,baik itu aku kelak atau para wanita yang ada diharemmu itu, saat ini wanita dan pria sudah setara kedudukkan untuk hidup harmonis bersama pasangannya, bila tak Ingin dipoligami atau dimadu, maka takkan ada paksaan, karena kota ini punya sistem seperti itu sekarang.
Pangeran tidak bisa berkata kata lagi, ia tinggal dikota ini dan melihat pemimpin negara ini tidak punya selir dan hanya satu orang istri yang mendampingi.
Saat bertemu kakek alea menyetujui pernikahan dilakukan hanya dengan cara sederhana yang akan mengundang kerabat dekat, tetangga dan para karyawan yang bekerja pada perusahaan alea.
__ADS_1
Maka kakek menghubungi kedua orang tua alea dan pada pada akhirnya mereka menyetujui pernikahan sederhana dilakukan tapi mama alea yang menginginkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Keesokan harinya alea mengajak bunga dan Dewi untuk mendatangi kediaman Adrian dimansionnya, karena alea sudah dikenal oleh penjaga mansion dan para pelayan disana maka alea dipersilahkan masuk.
Tak lama Adrian terlihat datang menemui mereka bertiga,Adrian terlihat baik baik saja degan penampilannya yang dingin tanpa senyum,Adrian ingat dengan bunga dan Dewi juga pada alea.
Hanya saja ingatan pada Dewi dan bunga tidak ada kesan apapun hanya pernah bertemu tapi pada alea ia tau alea pernah bersama dengannya,hanya saja yang ia rasakan saat melihat alea tak punya rasa suka,sayang atau cinta yang memang ia punya untuk alea tapi saat ini ia tak merasakan hal itu.
Tapi pandangannya tak bisa beralih dari wajah alea yang tersenyum manis untuknya, hanya dilubuk terdalam hatinya ada perasaan sakit,sedih yang tak bisa ia lukiskan dengan kata katanya.
"Adrian kau terluka,apa kau sudah pulih?" tanya alea lembut.
"Iya lukaku sudah membaik, dan kau pun terluka karena menghalangi tembakan itu, bagaimana dengan lukamu, apa kau tak apa apa datang kemari dengan lukamu?".
"Aku sudah pulih dan tak ada bekas luka itu".
"Iya bekas luka bisa tidak ada dengan oplas tapi lumayan cepat pulihnya" kata Adrian tak tau karena obat mujarab dari pangeran untuk alea.
Dewi dan bunga juga mengucapkan syukur untuk Adrian yang bisa pulih dengan cepat lalu mereka berdua meminta untuk pergi melihat lihat sekitar mansion, karena ingin memberi waktu pada alea dan Adrian untuk yang terakhir kalinya bertemu.
"Apa kau akan terus disini?" tanya alea.
"Besok aku kembali kepulau, karena banyak yang harus aku kerjakan dan akan pergi ke beberapa negara bagian untuk bisnis".
"Kau hati hatilah saat diperjalanan, dan aku ingin mengembalikan kartu ATM mu ini dan mutiara Neptunus ini lebih cocok untukmu yang sering melakukan perjalanan bisnis" kata alea sambil menyerahkan kedua benda itu pada Adrian.
"Itu kuberikan padamu, jadi milikmu aku tak membutuhkannya".
"Mengapa dulu kau memberikannya padaku?" pancing alea ingin tau kebenaranya tentang hilangnya ingatan rasa cinta Adrian padanya.
"Karena waktu itu aku ingin kau memilikinya".
"Apa hanya karena itu?' selidik alea.
__ADS_1
Adrian sudah diberitahu asistennya kalau ia sudah menikah dengan alea dan penyebab lukanya itu dan Adrian juga sudah melihat foto foto pernikahannya dengan alea tapi ia tak ada rasa cinta dan tak ada keinginan untuk bersama alea.
Asistennya dan kepala pelayan serta penjaga mansion awalnya tak percaya kalau Adrian bisa melupakan rasa cintanya pada alea,tapi saat Adrian tak pernah menanyakan istrinya itu, membuat mereka yakin apa yang dikatakan asistennya kalau pangeran itu yang membuatnya melupakan ingantan tentang rasa suka,sayang dan cintanya pada alea.