SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 54


__ADS_3

Ibu suri memintanya duduk dikursi sebelah kirinya, dan kursi disebelah kanan masih kosong, semua selir juga sudah pada hadir dan mereka semua melihat apa yang diberikan ibu suri pada alea, sementara mereka yang sudah dua tahun ini menjadi selir belum pernah diberi hadiah atau diangkat menjadi pengantin putra mahkota jadi status mereka masih belum ditentukan.


Saat alea duduk dikursi sebelah kiri ibu suri, pangeran mahkota datang langsung bersimpuh dihadapan ibu suri lalu memeluknya, "cucuku yang berharga bangunlah, kau begitu lama pergi bersenang - senang, tapi ku harap kau segera memberiku cicit secepatnya" ujar ibu suri dengan wajah serius.


"Baiklah neneknda tersayang, akan secepatnya mendapat cicit" kata pangeran.


"Cucu menantu, apa kau dengar janji manis suamimu itu padaku?" tanya ibu suri pada alea.


"Ya yang mulia ibu suri" jawab alea.


"Haiyah...panggil aku nenek seperti suamimu memanggilku nenek, dan ingat beri aku cicit secepatnya".


"Iya nenek kami akan berusaha"ujar alea tersenyum manis dan malu.


Sejak datang pangeran tidak menjumpai alea, karena ia langsung menghadap Raja dan menemui beberapa pejabat untuk pekerjaan yang ia tinggalkan selama beberapa waktu untuk mengejar dan mendapatkan alea.


Dan pagi ini ia datang menemui ibu suri dan melihat alea yang hanya sehari semalam tak berjumpa membuatnya rindu sudah ingin memeluknya.


Pangeran mahkota tak sedetikpun melihat para selir yang menatapnya penuh hasrat cinta untuknya, dipikirannya hanya ada alea ia juga tak tau perasaannya untuk alea tak bisa ia kendalikan, ia cuma mau alea seorang.


Dayang ibu suri memberi tahu bahwa makanan sudah siap dan mempersilahkan ibu suri, pangeran dan istrinya untuk segera sarapan.


Sementara para selir bergabung dimeja panjang ini dan dilayani oleh masing - masing pelayan.


Ada sepuluh orang selir dan ibu suri sama sekali tak menyapa mereka, walau mereka sudah berusaha menarik perhatian ibu suri atau pangeran.


Bahkan selir ria yang anak seorang perdana Mentri tinggi, mengeluh tidak enak badan agar putra mahkota melihat dan akan mengunjunginya juga ibu suri agar memberinya hadiah tidak sedikitpun mereka berdua perhatikan.


Hanya alea yang menanyakan keadaannya dan meminta tabib memeriksanya setelah selesai sarapan.


"Adik bagaimana keadaanmu, apa kau merasa tak sehat, sebaiknya makanlah dulu lalu beristirahat, nanti tabib akan memeriksa kondisimu" kata alea perhatian padanya.


"Terimakasih kakak putri mahkota, aku akan menuruti nasehatmu" jawab selir ini sambil mengumpat dalam hati 'Cih kenapa kau yang datang pura - pura baik dan perhatian, yang kuinginkan adalah pangeran mahkota, semoga kau celaka'.


"Oh iya... siapa namamu dik?" tanya alea.

__ADS_1


"Aku putri perdana Mentri tinggi bong Feng, namaku riana" jawabnya.


"Adik Riana... baiklah, semoga cepat sehat kembali" kata alea.


"Terimakasih kakak" ujarnya dengan tersenyum yang terpaksa.


"Cucu menantu, nanti datang lagi padaku, aku ingin mendengar cerita kisahmu dan tentang tanah kelahiranmu" kata ibu suri.


"Baiklah nenek, nanti alea akan datang untuk berkunjung lagi".


"Anak baik" kata ibu suri puas.


Saat ibu suri meninggalkan ruang perjamuan, pangeran datang menghampiri alea.


"Sayang sepertinya, nenek sangat menyukaimu, dan kau begitu dingin melihatku, sementara aku sangat merindukanmu" ujar suaminya cemberut.


"Suamiku sayang, apa kau ingin semua mata selirmu melotot keluar saat aku menyapamu dengan mesra memelukmu dan menciumu, pasti hidupku tak akan panjang" kata alea dengan wajah sedih.


"Siapa yang berani bersikap tak hormat padamu, aku akan melemparnya keluar istanaku ini" tegas pangeran.


"Aku tak perduli".


"Sayang jaga sikapmu".


"Berani kau mengajariku".


"Apa yayang akan menghukum ku".


"Iya nanti malam aku akan menghukum mu, kau tunggulah aku disana, sekarang aku ada pertemuan dulu" lalu pangeran mencium kepala alea dan pergi.


Semua selir masih belum pergi karena pangeran belum meninggalkan tempat ini, dan mereka semua melihat betapa mesranya pangeran mencium alea dan mereka merasa tak senang.


Sikap mereka ini adalah wajar bagi wanita muda yang menginginkan kasih sayang dari orang yang mereka damba, bagi wanita kuno ini, hidup mereka hanya untuk mengabdi ke pria yang mereka inginkan dan mereka akan melakukan berbagai trik untuk berhasil mendapat perhatian lalu akan merayu atau melemparkan diri mereka ke pria impiannya.


Sepulang dari menghadap ibu suri alea lanjut menghadap ke ibu ratu dan raja yang sudah berada istana kejayaan diruang pertemuan.

__ADS_1


Pengawal mengumumkan kedatangan alea, ia langsung menghadap raja dan ratu, memberi hormat.


Raja dan ratu melihat aura yang berpendar disekitar alea itu menunjukan dia memang wanita terpilih untuk memberi keturunan yang hebat dan Itu tidaklah terjadi disetiap pemerintahan raja - raja, hanya seratus kekuasaan raja yang bergantian baru terjadi lagi, tapi tujuh keturunan dari raja yang akan lahir dari wanita ini masih tetap mendapat berkah yang setara.


Raja dan ratu pernah bertemu sebelumnya, saat pernikahan alea, dan itu adalah pertama dan mungkin terakhir untuk mereka keluar dari alam mereka ini.


"Alea menghadap raja dan ratu untuk memberi hormat" ujar alea.sambil bersimpuh memberi penghormatan.


"Anaknda menantu tidak perlu sungkan, panggil ayahnda saja padaku" kata raja.


"Baik ayahnda raja, terimakasih".


"Kau juga harus memanggilku ibunda saja" ujar ratu.


Lalu setelah berbincang dan meminum teh raja memerintah kan pada ratu untuk mengadakan perjamuan penyambutan putri mahkota.


Dan akan mengundang para raja dan pangeran dari negara lain yang ada disekitar mereka untuk perayaan pesta penyambutan atas pernikahan putra mahkota negara bahari.


Alea kembali ke istana rembulan, ia berencana mengadakan jamuan makan untuk mengenal kesepuluh selir yang ada di istana suaminya ini.


Ia sudah memberi undangan melalui dayang nya untuk makan siang bersama di istananya yang megah.


Saat perjamuan makan siang pun tiba, dan kesepuluh selir hadir, alea menyalami mereka dan meminta mereka memberi tahukan nama masing - masing.


Setelah mendengar nama mereka satu persatu, alea juga menanyakan tempat asal mereka, ternyata kebanyakan mereka adalah anak pejabat kota raja, hanya ada tiga orang yang berasal dari daerah perbatasan dan kota sebelah.


Para selir ini semua berparas cantik, sikap mereka rata - rata angkuh dan manja, sikap bermusuhan sangat kentara diantara mereka.


Sudah sering terjadi pertengkaran antara mereka bahkan saling serang, hanya berebut sesuatu yang tak bisa mereka miliki.


Alea mulai mempelajari sikap mereka satu sama lainya, ia ingin menciptakan rasa solidaritas dan adanya rasa persaudaraan bukan persaingan diantara mereka, karena hal itu tak penting untuk diperdebatkan.


Dan sepertinya sejak memasuki istana putra mahkota ini, mereka satupun tak ada yang bisa menarik perhatian pangeran.


Alea pun tak tau harus senang atau sedih atas nasib yang mereka alami, ia tak bisa membayangkan kehidupan zaman mereka ini harus berbagi suami dan seperti janda sebelum pernikahan sah.

__ADS_1


__ADS_2