
Putri alea mengucapkan terimakasih pada pemuda yang menolong barusan, ia tak berusaha mencari tau siapa pemuda itu dan meminta bunga membayar makanan mereka lalu ingin pergi dari warung itu.
Saat akan membayar pelayan warung mengatakan makanan dan minuman mereka sudah dibayarkan oleh orang yang tak ingin disebutkan namanya.
Bunga meminta ciri - ciri orang yang telah membayarkan makanan mereka, tapi pelayan itu tak ingin menjelaskannya.
Mereka bertiga lalu pergi untuk mencari penginapan, tak jauh dari warung makan ada penginapan yang hanya tinggal satu kamar saja, sebenarnya bunga sungkan satu kamar tidur dengan tuan putrinya, tapi putri alea memaksa mereka tidur satu kamar karena ada dua ranjang dipan dikamar ini.
"Tidur disatu kamar saja, lagian saat ini kota raja banyak kedatangan orang asing dari berbagai penjuru negri, lebih aman satu kamar, karena aku ingin istirahat yang cukup bila ada kalian berdua, aku bisa tidur lelap" ujar putri alea.
Kedua pengawal pribadinya ini patuh padanya dan akan bergantian tidur dan untuk berjaga - jaga karena kamar dikiri kanan mereka semua terisi orang yang tak dikenal dan berasal dari mana dan entah mereka bisa tak menahan diri bila melihat putri alea yang sangat rupawan ini.
Benar saja saat ini pukul 24 lewat terlihat asap menyembur dari lubang angin yang berada diatas pintu, segera Laras memblok dan membekukan asap tersebut ia terus membekukan semua asap yang berhembus masuk hingga tak ada lagi asap yang masuk lalu mengambil tabung bambu yang bisa ia keluar masukan didalam tas ruang demensinya dan memegangnya didepan pintu.
Putri alea dan bunga sedang tidur pulas sejak pukul 22 tadi sudah mendengkur halus Laras tak ingin mereka terbangun dan bunga akan bangun pukul 2 : 00 untuk menggantikan ia berjaga.
Sebisanya Laras akan membereskan masalah pengacau ini, tak lama seseorang yang menyemburkan asap pembuat orang tak sadarkan diri itu sudah berusaha membuka kunci pintu, Laras menyiapkan tabung bambu berisi asap yang ia bekukan tadi dan sudah menjadi asap lagi didalam tabung ini.
Laras membuka sedikit pintu lalu mengembuskan asap yang ada dalam tabung tepat kewajah orang tersebut, walau mengenakan penutup wajah ia pasti menghirup sebagian asap itu, kecuali ia sedang menahan napasnya disaat bersamaan asap tersembur kearah wajahnya dan itu tak mungkin ia lakukan karena ia tak menduga mendapat serangan mendadak dari Laras yang sama sekali tak bersuara itu.
Dan Laras juga sempat menancapkan belati baja putih yang sangat tajam itu masuk 10 cm keperut orang itu dan membuat, perut sobek selain tertusuk begitu dalam, bisa dipastikan, bila orang tersebut lambat mendapat pertolongan maka ia akan mati kehabisan darah, disamping reaksi dari asap yang digunakan orang tersebut seperti mengalami senjata makan tuan.
Secepatnya orang tersebut melarikan diri dan saat ia berada didepan dilorong darahnya sudah berjatuhan menetes disepanjang jalan yang ia lalui, Laras tak perduli itu, karena yang terpenting darahnya tidak dimulai didepan kamarnya, dan itu artinya sipengacau tidak tau terluka dari mana.
Laras menutup lalu mengunci kembali pintu dan masih tetap akan waspada dengan keadaan sekitarnya, ia memasang mata dan pendengarannya dengan baik.
__ADS_1
"Mampus kau pengacau!" bisik Laras menggertakan giginya.
Ia melihat tuan putrinya tersenyum dalam tidurnya juga bunga.
"Mimpi indah lah tuan putriku" bisiknya lagi.
Hingga pukul 2 : 00 bunga terbangun dan masuk kamar mandi lalu mencuci muka bersiap menggantikan Laras untuk berjaga.
Laras segera merebahkan tubuhnya di pembaringan dan mulai memejamkan mata memanfaatkan beberapa jam untuk mengendurkan otot - otot dan syaraf tegangnya.
Waktu terus bergulir hingga fajar tiba, membuat semua orang yang punya tujuan dipagi hari harus bangun dan melaksanakan tujuannya.
Begitu pula ketiga wanita yang berada di penginapan kota itu segera mandi dan bersiap,mengganti penampilan kali ini mereka tidak ingin berpenampilan wanita, dengan berpakaian pria tampak ketiga orang ini seperti pria cantik, kali ini mereka tidak ingin kewarung makan lagi, bunga segera pergi membeli sarapan dan membeli teh untuk mereka bertiga.
Bunga sudah menyiapkan, untuk perbekalan selama dijalan, mereka sudah berada diluar kota dan melewati beberapa kampung saat malam mereka mencari tempat menginap dirumah warga desa yang mereka lalui.
Setiap desa yang mereka lalui selalu ada rumah panggung yang cukup luas untuk para pejalan yang kemalaman lewat bisa menginap disana, penomena ini terjadi karena ada waktunya dimana orang - orang akan berdatangan menuju gunung awan.
Beberapa hari telah berlalu, akhirnya ketiga pria cantik ini tiba dikaki gunung awan yang selalu berkabut itu, tak ada yang bisa melihat keberadaan puncak gunung awan ini dari bawah sini atau bahkan dari desa - desa yang ada disekitar gunung ini.
Banyak kendala saat mendaki gunung awan ada saja beberapa kelompok yang mencari keuntungan untuk mereka dan keluarganya bertahan hidup.
Bagi putri alea mereka bisa melalui semua rintangan dan tiba di alun - alun sekte yang termasyur ini.
Ada beberapa orang gadis yang menyambut dan mulai membawa mereka semua untuk menuju balai panjang dan sangat luas itu.
__ADS_1
Sementara putri alea yang memang sudah diketahui oleh tuan rumah kedatangannya segera disambut dengan baik, diberi tempat tinggal atau pergi dan tidak akan tau akan tidur dimana, didaerah ini.
Karena itu ketiga orang ini mengikuti jalan yang ditunjukan oleh anggota sekte gunung awan.
Mereka mengetahui identitas mereka bertiga walau berpakaian pria seperti ini, tapi hal ini hanya diketahui ketua sekte dan beberapa pengikut sekte yang sudah begitu lihat.
Saat melihat putri alea yang tampak tampan dan halus, lembut membuat orang dan anggota sekte awan berpikir mereka lebih pantas menjadi wanita cantik saja.
Setelah seharian dijamu dan di sambut oleh pemimpin sekte, ini, putri alea menyempatkan waktu terbatasnya untuk berkeliling di area kastil.
Sorang gadis muda, ingin menggoda alea, ia mengagumi sosok sang putri yang ia pikir adalah benar - benar seorang pangeran yang ikutan untuk mendapatkan senjata sakti ajaib tersebut.
"Kakak tampan, apakah ada yang bisa ku bantu untukmu?" tanya gadis muda yang sangat kagum pada putri alea.
"Tentu saja ada yang ingin kuminta bantuan darimu" ujar putri alea.
"Apakah itu, kakak tampan... aku akan berusaha membantu!" ucap gadis ini bersemangat.
"Bagaimana dengan rahasia jalan yang ada pada gunung awan ini... apa kau bisa membawaku kesana dan patuh" ujar alea tanpa ekspresi.
Wajah gadis ini tiba - tiba berubah pucat, hal yang barusan dikatakan pria imut dan tampan ini, bagaimana mungkin ia mengetahuinya, ini adalah pantangan yang sudah menjadi larangan untuk dibahas apalagi dikunjungi.
"Adik manis... apa kau bersedia membantuku seperti yang barusan kau ucapkan" ujar putri alea sambil mengangkat dagu gadis itu dengan ujung kipasnya.
"..."
__ADS_1