SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 38


__ADS_3

Alea sudah pulih seutuhnya tak merasa sakit lagi dibahunya bahkan bekas lukapun tak terlihat,sungguh tak dapat dipercaya seperti oplas saja.


Rendy datang kekediaman kakek karena ketika ia kerumah sakit,alea sudah dibawa pulang, dan ia dapat kabar kalau alea pulang kerumah kakek.


"Alea bagaimana keadaanmu" tanya Rendy cemas.


"Tenang kak Rendy,aku sudah pulih sepenuhnya".


"Bagaimana mungkin?... lukamu masih butuh perawatan yang begitu intensive" kata Rendy.


Alea menyingsingkan kan lengan bajunya dan menunjukkan dimana luka itu kemaren berada,dan sekarang bekasnya pun tak tampak, Rendy merasa tak percaya seandainya tak melihat sendiri.


"Sudah tidak ada luka dan aku merasa seperti tak pernah ada luka dibahuku, oh iya bunga bagaimana kabar Devan dan Adrian?".


"Devan masih terbaring dirumah sakit sedangkan Adrian sudah keluar dari rumah sakit karena ia sudah mendapatkan kembali darahnya yang banyak keluar saat kejadian tersebut, para anggotanya pendonor darahnya" jawab bunga.


"Alea kau tak usah merisaukan mereka" kata Rendy.


"Iya kak Rendy".


Setelah lama berbincang bincang dengan alea, Rendy pamit pergi,karena sekarang ia merasa lega alea sudah pulih kembali walau ia merasa heran dengan cara kerja obat mujarab yang diberikan pangeran misterius itu, dan ia masih merasa kalau alea belum aman dengan statusnya sekarang.


Saat ini hanya ada alea dan bunga,alea menelpon Dewi, menanyakan tentang pekerjaan,karena selama ini Dewi yang mengurus semuanya.


"Alea... kau istirahat saja yang baik, untuk urusan perusahaan semua dalam situasi yang terkendali,siapa dulu yang mengurusnya, Dewi gitu loh".


"Widih... Dewi memang okelah yauu" kata alea memuji dengan cara yang biasa mereka dulu lakukan sambil bercanda.


"Al... aku sudah menambah orang orang yang bisa kita andalkan,dan aku sudah mengirim orang untuk mengetahui tentang Adrian,dia benar benar sudah tidak mengingatmu lagi Al" kata Dewi dengan perasaan yang tak bisa ia artikan.


"Terimakasih untuk infonya wi, mungkin memang begitu lebih baik" jawab alea merasa sedikit ada perasaan yang menggelayut direlung terdalam hatinya, walau bagaimanapun Adrian pernah begitu dekat dengannya bahkan tidur bersama beberapa waktu memberi rasa yang tak pernah alea rasakan sebelumnya.


Setelah menutup telponnya alea menyuruh bunga istirahat saja,karena beberapa hari ini ia tau bunga sudah kurang istirahat karena menjaganya


Alea masuk kekamarnya dan membuka barang yang diberikan Adrian, ia telah melepas permata air mata duyung itu dan sekarang memegang dan melihatnya dengan cermat,tanpa sadar ia memakainya lagi,lalu melihat mutiara Neptunus yang bisa membuat kebal tubuh.

__ADS_1


"Seharusnya kau tak memberiku benda ini, kaulah yang seharusnya memakainya" kata alea sambil menggenggam mutiara sakti itu.


Saat itu ia tak ingin memegang barang berharga ini sehingga ia mengalami musibah yang juga menyebabkan Adrian terluka.


"Ah... untuk apa memiliki barang ini kalau tidak dipergunakan,apa benar sekarang Adrian sudah tak ingat padaku lagi karena pangeran Yun lie dengan kekuatan magic nya bisa membuatnya seperti itu".


Alea terdiam dalam lamunannya,ia coba mengingat wajah Adrian yang selalu bersikap manis padanya walau sebenarnya pribadi Adrian begitu kaku.


Alea sudah berkali kali menarik dan menghembuskan napas beratnya.


Saat malam tiba ia masih mengingat pembicaraan sore tadi sama kakek,kalau ia ingin pergi ke apartemennya untuk melihatnya setelah lama tak pernah ia diami dan ingin kembali kesitu.


Tapi kakek belum mengijinkannya untuk kembali dulu,saat ia masih tenggelam dalam lamunannya,seseorang sedang menatapnya dengan pandangan penuh selidik,sepertinya melihat kalung yang dipakai alea.


"Barang yang sangat bagus, memang pantas kau kenakan"kata pangeran Yun lie dengan nada sedikit sarkastik karena ia tau barang itu berasal dari mana.


Dan ia tau alea pernah berada dipulau yang berada dilepas pantai,pulau yang menyimpan banyak kekayaan alam lautnya dan menyimpan misteri rahasia dalam pulau itu.


"Eh... sejak kapan kau disini?" tanya alea tanpa sungkan dengan status kebangsawanan orang itu.


Alea tak ingin bicara apapun.


"Aku akan segera membawamu pergi dari sini,karena tak ada lagi urusan yang penting bagimu berdiam dikota ini".


"Kau ini bicara apa?... aku tidak akan pernah meninggalkan kota kelahiranku ini, apa lagi dikota ini ada keluargaku dan usahaku yang membutuhkan kehadiranku disini, bagaimana bisa kau ingin kupergi dari sini" kata alea agak emosi.


"Semua pekerjaanmu tak perlu kau kuatirkan dan keluargamu tak ada yang perduli padamu kecuali kakekmu".


"Apa masalahnya denganmu?... aku akan melanjutkan kuliahku diluar negri, dan hidupku untuk karierku aku yang tentukan sendiri".


"Sekarang kau sudah terikat padaku jadi semua aktivitas mu hanya untukku saja".


"Jangan seenak mu mengendalikan hidupku aku tak bersedia ikut denganmu meninggalkan kota ini!".


"Alea kau tak punya pilihan,ikutlah baik baik denganku atau kau akan tetap ikut dengan cara apapun yang kuinginkan".

__ADS_1


"Kumohon lepaskan aku,tak bisa kuturuti kemauanmu,aku wanita yang berpikiran sempit tak bisa hidup bersama pria hebat yang banyak disukai wanita lain".


"Kau terlalu banyak alasan,tak perlu pikirkan orang lain dihidupmu yang sekarang".


"Justru aku memikirkan diriku sendiri aku egois tak ingin,ikut denganmu,pergilah dan jangan pernah mendekatiku lagi".


Pangeran Yun lie mendekatinya dan memegang dagu alea matanya menatap bola mata indah alea dan itu membuat pangeran berdebar,hal yang selama ini tak pernah ia rasakan.


Sementara alea merasa risih dan kesal dengan kekerasan sikap bangsawan yang mendominan ini.


"Alea... hal yang tak pernah kulakukan dalam hidupku dan takkan pernah ku bayangkan akan kulakukan terhadapmu aku memohon padamu, ikutlah denganku pergi".


"Kenapa harus pergi!... tak bisakah tinggal disini bila memang kau menginginkanku!".


"Tidak bisa, bila aku tinggal disini akan ada yang datang memaksaku untuk kembali".


"Nah karena itu, jangan berusaha membawaku, kita tak mungkin bersama, aku tak ingin bersamamu dan tak ingin pergi denganmu".


"Alea mengertilah dengan semua ini, kau sudah ditakdirkan menjadi pasanganku dan ikut bersamaku dimana keberadaan ku".


"Kumohon jangan memaksaku, karena apa yang menjadi keyakinanmu itu tidak berarti bisa meyakinkanku untuk menurutinya".


"Alea... sekarang bukan hanya karena keyakinan ku yang inginkanmu tapi aku sudah jatuh hati padamu". kata pangeran sambil mendekatkan wajahnya dan mencium lembut kening alea.


"Ya... ya silahkan saja jatuh hati atau jatuh bangun menginginkanku,karena aku takkan bergeming".


"Tak kusangka kau lebih sulit diperjuangkan dari sebuah kota yang ditargetkan".


"Huh... dasar orang yang merasa hebat bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan dan berbuat sekehendak hatinya, mimpi kali ya".


"Alea... aku sungguh tak bisa merayu wanita karena aku tak pernah berpikir rayuan akan berguna bagiku,karena itu kukatakan padamu secepatnya kita urus pernikahan kita disini lalu pergi dari sini.


Setelah berkata ini pangeran langsung memeluk tubuh alea,entah mengapa ia merasa nyaman dan menyenangkan hal yang selama ini tak pernah ia lakukan walau begitu banyak selir yang diperuntukkan padanya diistananya.


Tapi tidak bagi alea ia merasa kesal karena pria yang mengenalnya sekarang semua menginginkannya.

__ADS_1


'Huh... dengan penampilan yang sekarang setiap lelaki yang melihatku jadi suka padaku,aku ingin penampilanku yang dulu saja lebih membuat ku tenang' omel alea dalam hatinya.


__ADS_2