SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 75


__ADS_3

Mereka tiba dirumah penginapan saat hari sudah begitu gelap, bunga segera memesan dua kamar untuk kedua junjungannya juga untuknya sama Laras.


Saat berada dikamar, putri alea segera pergi kekamar mandi, begitu melihat istrinya masuk kamar mandi ia segera menyusul.


Baru saja melepaskan seluruh pakaiannya dan akan masuk kebak mandi, ia melihat pangeran Yun lie muncul sambil bergegas melepas pakaiannya juga lalu bergabung masuk bak mandinya.


"Apa tidak bisa gantian mandinya!" ujar alea sambil merendam seluruh tubuhnya, hanya tersisa kepalanya.


"Tentu saja tidak bisa menunggu lagi, aku akan memandikanmu seperti biasa" kata pangeran Yun lie langsung mengangkat sebelah kaki alea dan mulai menyabuninya lalu ganti kaki yang sebelah lagi.


Ia lalu menarik tubuh alea dari dalam air memberi sabun sambil menggosok, seluruh tubuh alea tak ada yang terlewati.


"Lama tak memandikanmu membuatku selalu kwatir apa kau masih ingat punya suami yang selalu menghawatirkan dirimu".


Saat ia mengelus ngelus tubuh alea ia mulai mencium dahinya, pipinya, bibirnya lalu turun keleher dada dan berlama disana.


Ia sudah merasa tak sabar untuk bersatu dengan istrinya, alea membesarkan bola matanya.


"Jangan disini, kita bisa kena flu karena lama berendam setelah seharian terkena panas dijalan... auwww!" tiba - tiba saja tubuh alea sudah terangkat dan dibungkus handuk lalu dibawa ketempat tidur.


Ia meletakkan tubuh alea dipembaringan lalu mengeringkan tubuhnya sebentar tanpa berpakaian segera naik ketempat tidur dan masuk kedalam selimut.


"Sayangku, aku begitu rindu padamu".


"HM... apa yayank tidak lelah setelah perjalanan yang jauh ini?" tanya alea sambil memejamkan matanya.


"Tidak... bila bersamamu aku serasa bersemangat".


"..."


Lalu pangeran menjelajahi seluruh permukaan tubuh indah itu, suasana kamar begitu terasa hangat dan syahdu.


Satu jam kemudian suasana kamar begitu sepi, saat akan tertidur, alea mengingat pandangan pemain kecapi yang di restoran tadi.

__ADS_1


"Siapa gadis cantik pemain kecapi itu, dia menatap yayang dengan intens?!" ujar alea sebentar merem sebentar membuka mata.


"Aku sungguh tidak mengenalnya".


"Benarkah?!...".


"Kalaupun dulu pernah kenal, aku tak akan mengingatnya lagi".


"Siapa dia?!...".


"Sayangku... aku benar - benar tak tau siapa dia!".


"HM..." berbalik badan memunggungi dan menarik selimut dengan kasar.


"Sayangku... aku tidak kan pernah mendustaimu" sambil mendekat memeluk dari belakang menciumi kepala alea dengan penuh kasih sayang.


Karena tak begitu memperhatikan yang ada didalam restoran tadi, pangeran jadi tak tau apa - apa.


Malam berlalu dengan perlahan tapi pasti, hingga fajar menyingsing, alea merasa ada pergerakan didepannya dan tubuhnya merasa ada beban dipinggangnya, ia membuka matanya dan melihat wajah tampan yang sedang menatapnya.


"Liat apa?!..." ujar alea sambil mengusap sudut bibirnya takut ada liur yang mengalir karena tidur miring.


Wajah tampan itu malah tertawa karena melihat istri imutnya bangun tidur mengusap sudut bibirnya yang mungil itu, wajah khas bangun tidur tampak menggemaskan.


Tapi wajah itu langsung cemberut karena ditertawakan, hatinya masih kesal karena tidak tau siapa gadis cantik yang mahir memainkan kecapi itu dan tampak begitu perhatiannya tertuju pada sang pangerannya.


"Sayang... masih begitu pagi, diluar begitu dingin tidurlah sebentar lagi" ujar pangeran dengan lembut lalu memeluk tubuh yang masih polos itu.


Karena tak ada pembatas sehelai benangpun diantara pelukan keduannya, tubuh alea terasa panas dan ia merasa ada yang keras dan mengganjal dibawah sana.


Sang suami mulai melakukan ciuman liarnya di sekujur tubuh alea, walaupun ia masih merasa kesal tapi tak ingin membuat suaminya merasa ditolak.


Ia malah terhanyut dengan perlakuan sang pangeran tampannya dan membalas setiap sentuhan pria yang sangat menyayanginya ini.

__ADS_1


Setelah nya alea tertidur lagi dan saat terbangun ia melihat sang suami sedang duduk memegang secangkir teh dan dimeja kamar terhidang pangsit kuah yang masih mengepulkan uap panasnya.


Juga ada dimsum dalam klakat yang terlihat masih mengeluarkan uap panas, dan aroma wangi rempah pada uap yang kemelus memenuhi ruang kamar ini.


Begitu bangun alea melihat itu semua, ia lalu duduk dari pembaringannya, ia tak sadar tidak mengenakan apapun ia membiarkan selimut yang menutupi tubuh bagian atasnya melorot kebawah saat dia bangun untuk duduk sambil mengusap matanya dan masih menguap, lalu mengangkat tangan keatas dan menggeliatkan tubuhnya.


Sang suami yang melihat pemandangan indah ini langsung merasa semua urat syaraf tubuhnya menegang dan jantungnya menjadi berdebar - debar terlihat jakunnya turun naik dan ia meneguk liur sambil tak berkedip menatap dada yang membusung menantang indah padat montok, putih mulus, keindahan ini luar biasa membuat matanya begitu nyaman memandang.


Alea yang melihat wajah suaminya yang terlihat memerah sangat familiar dengan wajah seperti itu bila sedang memandikannya.


Akhirnya alea tersadar dan mengerti mengapa tatapan sang suami seperti itu, ia malah tak perduli karena ia sudah terbiasa beberapa bulan ini saat bersama sang suami ditempat tidur atau saat mandi bersama.


Ia merapikan rambutnya menggelungnya tinggi hingga tampak leher jenjang yang putih bersih, tanpa menutupi tubuh bagian atasnya, disana banyak sekali tanda merah bekas ****** sang suami.


Sangat kontras warna merah ditubuh putih mulus bak porselen mengkilap dengan cap cinta yang menempel disana, alea malah berdiri dengan tak menutupi tubuhnya, berjalan mengambil handuk untuk pergi kekamar mandi, saat berbalik dipunggung yang putih mulus itu juga banyak jejak ****** yang terlihat jelas


"Uhhuk.. uhuuk..." pangeran Yun lie sampai tersedak melihat istrinya bagai menganggap hanya dirinya sendiri yang berada dikamar itu.


Dan ia merasa dirinya sangat liar dengan melihat jejak ciumannya ditubuh yang membuatnya candu itu, entah ia merasa bangga atau malu tapi sungguh puas melihat itu semua.


Pikir alea 'Hm... sudah punya wanita sempurna dengan tubuh yang begitu menggiurkan, kalau sampai masih terpikat dengan wanita lain, awas aja akan kuberi pelajaran yang akan membuatnya pusing tujuh keliling'.


Melihat istrinya masuk kamar mandi, pangeran Yun lie segera meletakkan cangkir tehnya dan segera menyusulnya.


"Mau apa ikutan masuk kamar mandi lagi?".


"Sayang... aku belum mandi karena menunggumu untuk mandi bersama, bak air mandi sudah diisi dengan air hangat, kalau terlalu agak panas bisa tambahkan air dinginnya, tadi sudah disiapkan pelayan, hanya lebih panas karena selama menunggu sayangku bangun, agar tak jadi dingin".


"Biarkan aku mandi sendiri saja".


"Itu bila sayangku sendiri tak ada aku yang menemani, tapi bila aku berada di depanmu maka tetap akan kulayani untuk acara mandimu".


"Apa yayank suka sekali melihat melayaniku mandi, apa masih suka juga melihat wanita cantik lainnya?!".

__ADS_1


"Itu mana ada, seperti itu, aku hanya suka melihat tubuh sayangku satu - satunya, bila aku masih menyukai wanita lain, biar aku celaka ditimpa bencana dimasa mendatang dan a..." belum kalimatnya selesai, tangan alea sudah menutup mulutnya hingga suaranya tak keluar.


__ADS_2