
Setelah mandi dan istirahat sebentar alea melihat lihat keluar dari kamarnya yang ada balkonya dari sini pemandangan alamnya sangat indah ada dua pemandangan yang terlihat dari ketinggian sini didepan terlihat hutan belantara yang sangat masih perawan tak terjamah oleh manusia dan pemandangan laut yang biru membentang sampai dihujung langit biru
Tok... tok... "Maaf nona alea... tuan Adrian sudah menunggu anda" terdengar suara pelayan memanggilnya.
Alea segera membuka pintu kamarnya "Mari nona saya antar" kata pelayan itu dengan sopan,alea mengikuti pelayan tersebut menuju kelantai bawah lalu menuju halaman samping berjalan terus keluar menuju jalan keteluk yang berada ditempat itu ada bangunan yang tak seberapa besar sepertinya tempat bersantai untuk melihat pemandangan laut.
Dan disana ada semeja hidangan makanan laut yang terlihat segar mengguggah selera dan Adrian sudah duduk disana dengan santainya "Alea selamat datang dan silahkan menikmati hidangan yang telah disiapkan untukmu".
Alea melihat hidangan serba makanan laut dari lobster,kerang,kepiting,ikan,cumi dan siput laut yang mahal gonggong,ia merasa takjub penyajian yang sangat bercita rasa tinggi,tapi ia lebih tertarik melihat pemandangan dari tempat ini terlihat laut yang tak berujung hingga terlihat dibatas kaki langit dan sayup sayup suara deru ombak terdengar jelas walau begitu jauh.
"Sungguh pemandangan yang menakjubkan" gumam alea takjub.
"Kau sungguh senang dengan suasana pemandangannya" tanya Adrian.
"Sesenang apa seorang tawanan hanyalah menikmati sebelum kesenangan tak berakhir bahagia".
"Apa yang membuatmu risau alea?!"
"Tentu saja kebebasanku yang kau ambil".
"Makanlah dulu baru kita bahas lagi tentang kebebasanku" kata Adrian
"Begitu banyak pilihan seafood,hanya kita berdua apa tidak mubajir?!" tanya alea.
"Pilihlah sesukamu,semua untukmu" ujar Adrian,alea memulai kulinernya dari gonggong dan itu rasa sangat istimewa segar dan manis alami siput laut segar lalu menikmati kepiting rajungan yang besar dengan rasa yang sangat orisinil karena rajungan yang baru ditangkap dan langsung dimasak dan kerang tiram yang nikmat sungguh makanan laut yang istimewa.
Setelah makan mereka masih duduk disana menikmati suasana pulau yang damai tapi membuat alea gelisah melihat Adrian yang terkesan acuh dan santai.
******
Sementara divila Devan telah terjadi kekacauan luar biasa karena alea tiba tiba menghilang bagai ditelan bumi,ia bagai kebakaran jenggot merasa kecolongan diarea wilayahnya.
"Bagai mana bisa alea tiba tiba menghilang,segera cari tahu siapa yang telah memasuki daerah kekuasaanku!" ujar Devan hampir meledak.
Segera tim pemantau berkerja keras mencari tau informasi kehilangan alea, tapi mereka hanya dapat jejak kalau alea sudah dibawa pergi,terakhir dengan helikopter yang menjadi transportasinya,Devan segera mengirim orangnya kerumah kediaman alea dan tempat tempat lokasi tempat usaha alea rumah kakek dan orang tuanya tak luput dari pantauan ya,sudah tiga hari pemantau nya dikerahkan tapi alea tidak pulang.
"Sial... siapa yang sudah berani merampas alea dariku... tak mungkin siyun lie itukan?!"
Devan masih terus melakukan penyelidikannya.
Sementara dipulau pribadi Adrian.
__ADS_1
"Sampai kapan kau ingin aku disini dan apa yang kau inginkan?!" tanya alea kesal.
"Sabarlah dulu,Devan terus mencari mu bahkan ia sudah bekerja sama dengan para detektif dan orang orang bayaran dari organisasi terlarang,bila kau pulang sekarang ia akan membawamu kembali ketempat dimana orang takkan bisa menemui mu lagi" jelas adrian
"Tapi sampai kapan ini?" tanya alea.
"Sampai situasinya akan lebih aman,aku akan coba sebarkan berita kalau terakhir kali terlihat kau bersama Devan hingga akhirnya kehilanganmu dan tak tau keberadaanmu, dan pernikahanmu dengan bangsawan itu harus dipublikasikan agar Devan lebih berpikir lagi bila ingin menahanmu" kata Adrian.
"Cih mengapa aku bisa terlibat dengan orang orang seperti kalian" kata alea kesal.
"Sebenarnya juga mudah bagimu untuk terbebas dari Devan".
"Bagai mana caranya" tanya alea serius.
"Kau gugat cerai bangsawan itu,lalu menikah denganku maka Devan tidak akan berurusan denganmu lagi begitu juga dengan pangeran Halid" jelas Adrian dengan santainya.
"Oh... begitu saja?!" tanya alea.
"Ya begitu saja dan serahkan semua urusannya kepadaku buat surat pernyataan dan surat kuasa serta video pernyataanmu maka diwakilkan kepada pengacara dan urusan gugatan cerai beres".
"Lalu menikah denganmu?" tanya alea lagi.
"Iya menikah denganku"
"Ya... tidak ada cara lain" kata Adrian terlihat senang.
"Aku ingin bertanya padamu" kata alea.
"Oh silahkan".
"Kenapa tuan Adrian punya pemikiran seperti itu" tanya alea.
"Apa itu penting".
"Tentu masalah ini menyangkut hidupku kedepannya".
"Ya karena aku ingin membantumu,agar tak berlama lama bersembunyi disini,kecuali kau memang senang dikediamanku ini,akupun takkan keberatan" kata Adrian dengan nada puas.
"Jangan konyol tuan Adrian yang budiman,atas nama membantu cih... apa tujuanmu sebenarnya?!" tanya alea.
"Aku sudah menjelaskannya kan".
__ADS_1
"Tuan Adrian ingin menikah denganku,asal tuan tau saja aku hanya akan menikah dengan orang yang mencintaiku,bukan asal menikah demi alasan yang tak masuk akal dan aku sudah menikah" kata alea.
"Tapi pernikahanmu itu tidak jelas dan kau tau bangsawan itu menikahimu karena ramalan yang mereka percayai dan tidak mencintaimu lagian selirnya ada sepuluh masih muda dan cantik cantik". ejek Adrian.
"Lalu kenapa,begitu juga sudah menikah,jadi biarkan aku pulang,pasti bangsawan itu sudah menungguku,dari pada disini,aku bukanlah siapa siapa bagimu kenal tidak, kekasih bukan,rekan kerja juga tidak,pulang ya pulang saja" dengus alea kesal.
"Yang jelas aku takkan mengantarkanmu pulang" kata Adrian.
Alea merasa jengkel ia berdiri dan berjalan kearah Adrian yang duduk manis dengan santainya.
"Dengar ya tuan Adrian... apa kau mencintaiku hingga ingin menikah denganku?... kalau kau memang mencintaiku aku mungkin mempertimbangkan lagi untuk menikah denganmu tapi bila karena ingin menolongku dari incaran Devan sebaiknya tuan Adrian tak berpikir untuk menikah deeengan ku!!!" saat berkata begitu alea membungkuk dan bicara dikuping Adrian, Adrian merasa geli dan merasa ada perasaan gairah yang begitu kuat menghentak kejantanannya tapi langsung menarik kepalanya saat mendengar kata terakhir yang alea ucapkan begitu keras didepan kupingnya.
Adrian langsung menarik tangan alea dengan cepat hingga alea terjatuh duduk di pangkuannya.
"Apa yang ingin kau lakukan?!... lepaskan aku cih!".
"Oh jadi nona alea ingin dicintai olehku ya... baiklah kalau itu yang nona alea inginkan maka aku sekarang mencintaimu dan akan menikahimu". kata Adrian
"Hahaha.... apa tuan Adrian terpaksa bilang cinta padaku demi untuk bisa menikahiku?!... mimpi saja!!!" kata alea sambil mencoba berdiri.
"Jangan banyak bergerak diatas pangkuanku,apa nona alea ingin membangkitkan kejantananku?!" gumam Adrian dengan acuh.
Kontan saja alea tak bergerak lagi karena ia merasa duduk diatas pangkuan Adrian dan ada yang mengganjalnya,ia merasa bergidik memejamkan mata "pria ini mesum" gumamnya tak berkutik.
"Gadis pintar... patuh beginikan santai" kata Adrian tersenyum licik.
"Sialan... biarkan aku duduk disana saja" pinta alea.
"Mengapa?... duduk di pangkuanku akan membuatku mencintaimu" bisik Adrian ditelinga alea.
"..."
*
*
*
Mohon maaf sudah lama up karena author sakit selama setengah bulan,sakit sulit bernapas dan lemes penciuman hilang katanya sih terpapar,Alhamdulillah sekarang sudah agak baikan walaupun masih belum pulih sepenuhnya,semoga para pembaca terhindar dari covid ini karena sangat memprihatinkan,ada baiknya waspada dan menjaga imun tubuh serta pikiran selalu happy dan prokes,semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan ALLAH SWT aamiin.
Karena tiap hari korban covid selalu ada disekitar kita.
__ADS_1
Tetap dirumah baca novel,dimangatoon bila keluar rumah lakukan protokol kesehatan,tetap semangat dan jaga kesehatan 💪🙏