
Pangeran mahkota mendekati istrinya dan memeriksa keadaannya.
"Apa kau baik - baik saja sayangku?" tanya pangeran mahkota.
"Ya... aku baik - baik saja, mengapa ada pasukan seperti ninja yang ingin menculik ku?!" tanya putri alea.
"Apa?!... Hao... siapa orang - orang yang menyerang permaisuri ku, dari pengetahuan mu jangan bilang kau tak tau!" tanya pangeran Yun lie.
"Mohon ampun kakak pertama, adik benar tidak tau siapa mereka" jawab pangeran Hao merasa takut.
"Kau sudah lengah dan lambat dengan keahlianmu yang biasanya cukup bisa diandalkan dan sekarang ternyata tak bertambah baik, kau sebaiknya pergi berlatih yang keras lagi kesekte puncak salju agar berguna bagi keluargamu!".
"Baik kakak pertama, perintahmu akan adik laksanakan" jawab pangeran Hao lalu pergi dari tempat itu penuh dengan perasaan geram karena ia sudah dianggap tak berguna untuk melindungi kerabat penting istana.
Pangeran Hao tak ingin membantah karena takut kakaknya akan menyelidiki kasus ini pasti akan terungkap siapa dalangnya.
Untuk menghindari terungkapnya fakta yang ia sembunyikan maka ia secepatnya harus pergi seperti perintah kakaknya.
Ia bahkan tak berani melihat kearah kakak iparnya karena pandangan mata putri alea begitu menusuk seakan menembus dalam untuk melihat Isi hatinya.
Setelah kejadian ini, pangeran segera mengajak permaisurinya kebalai pertemuan, dan berita pernyergapan ini segera diketahui oleh para tamu undangan.
Mereka segera mempertanyakan keamanan lingkungan tempat kediaman permaisuri putra mahkota yang bisa diterobos oleh orang yang bermaksud tak baik.
"Pangeran mahkota kau tak bisa menjaga baik putri alea, ia hampir celaka bila tak ada pangeran Andromeda yang legenda itu datang tepat waktu, karena itu putri alea tak pantas tinggal disini, aku dengan hormat akan menjaganya, karena itu aku akan membawanya ke negeriku" kata raja Hayden dengan tanpa basa basi.
Tentu saja semua yang hadir menjadi gempar, termasuk putri alea ia begitu terkejut dengan pernyataan dari raja Hayden yang terlihat dingin,datar namun tampan luar biasa.
__ADS_1
"Sebaiknya putri alea tinggal di negara timur raya, disana ia akan menjadi satu - satunya putri mahkota yang agung tak kan ada wanita lain yang menggoda ku, untuk lengah menjaganya!" sindir pangeran jancent karena tadi ia melihat pangeran Yun lie bersama selir yesika.
"Ya di negara kami hanya satu wanita yang untuk meneruskan keturunan murni, tidak ada wanita istimewa yang mengganggu ketenangannya!" celetuk panglima yancent adik dari pangeran jancent.
"Pangeran tadi saat bermesraan dengan selirnya disini, hingga melupakan permaisuri alea dan mengabaikan keselamatannya, itu benar - benar tragis, putri alea adalah Dewi kejayaan yang membawa kemakmuran dan kemasyuran Manusia kalangan bangsawan tapi dia berada ditempat yang salah,dia pantas menjadi permaisuri negara Utara" ujar raja Nevren yang memiliki postur gagah dan tegas.
Atas kejadian ini negara bahari sangat dipermalukan, juga pangeran mahkotanya yang mengumbar kemesraan dengan wanita lain saat perayaan penyambutan dan pengumuman pernikahan, memang tidak pantas bagi para negara yang hanya memiliki satu permaisuri.
"Pangeran Yun lie memang tidak pantas melakukan kemesraan dengan wanita lain saat perayaan pesta penyambutan permaisurinya, didepan tamu yang hadir melayani wanita lain sungguh prilaku yang tak bermoral" ujar permaisuri tiur lan dari negara barat.
"Apakah tadi yang mulia sedang bersama selir disini?!" tanya alea pada suaminya dengan wajah yang kecewa.
Pangeran Yun lie tak bisa menjawab karena merasa bersalah tadi tidak menolak selir yesika yang menempel mesra padanya, hanya karena ayahnya yang datang untuk berbicara padanya.
Saat ini selir yesika masih berada disini dan dengan percaya diri mendekati pangeran Yun lie tanpa merasa bersalah
"Yang mulia maafkan hamba yang mengacaukan pesta pernikahanmu" ucapnya dengan lembut.
Raja dan ratu negara bahari merasa malu oleh ulah selir, putri dari perdana menteri tinggi negaranya tapi tak bisa berbuat banyak karena tak ingin menambah keributan lagi.
"Tidak usah ribut diacara perayaan pernikahanku, permaisuri ku tak tertandingi oleh wanita mana pun yang ada di sekitarku bagiku hanya ada dia satu - satunya di hatiku perasaanku tidak untuk wanita lain bahkan saat wanita lain itu menempel diriku" kata pangeran Yun lie.
"Cih bahkan wanita itu sudah menempeli dirimu dengan mesra didepan umum kau hanya diam tak mengingatkannya ini adalah hari perayaan pernikahanmu dan wanita lain yang menempel denganmu sangat menyolok Dimata para tamu" cela permaisuri negara barat itu lagi.
"Benar... kau sudah mempermalukan putri alea, lalu mengumumkan perasaan palsumu dasar pria tak setia, bermain wanita disaat hari bahagia permaisurimu, aku yakin walau putri alea diam, tapi perasaannya terluka saat ini ia menutupinya, kau memang pria bejad" kata pangeran kedua yang berpeluang untuk menggantikan kedudukannya bila terjadi sesuatu padanya.
"Aku raja Nevren akan memulihkan rasa kecewamu, putri alea kau begitu berharga dan sangat mulia, hidup lah bersamaku untuk menghabiskan hari kita bersama" ujar raja Nevren dengan lembut pada alea.
__ADS_1
"Cukup, siapa pun tak berhak berkata lancang pada putri alea, silakan menjaga kesopanan demi nama baik negara masing - masing!" akhirnya raja hyoga dari barat menegaskan, dia adalah raja yang bijaksana dan begitu sakti, disegani setiap teman maupun lawan.
"Cih aku tidak Sudi lagi menghadiri perayaan pernikahan bahagia yang palsu ini, yang mulia raja bahari dan ratu, aku kecewa dengan putramu yang tak bemartabat, karena itu, aku berpamitan untuk kembali segera kenegara kami besok pagi!" setelah berkata itu, permaisuri barat menyapa putri alea lalu pergi.
Raja Hyoga juga berpamitan pada raja dan ratu bahari dan diikuti raja Hayden, pangeran jancent dan adiknya panglima yancent, bahkan para tamu yang lain ikut bubar merasa muak dengan kehadiran selir yesika yang tak tau diri tersebut.
"Yang mulia ayahnda dan bunda ratu, aku juga memohon ijin untuk segera kembali, karena merasa tak enak badan setelah terkejut dengan penyergapan dan prihal yang tak terduga barusan, hamba mohon pamit" ujar putri alea tanpa berpamitan pada pangeran mahkota.
Pangeran Yun lie ingin mengejar istrinya, tapi sang raja mengeluarkan suara menggelegar yang menghentikan langkahnya.
"Berhenti,disana!!!" kata raja.
"Ayahnya raja, mohon ampunan mu atas ketidak nyamanan ini" kata pangeran yu lie.
"Apa kau tak sabar menunggu selesai acara ini untuk bermesraan dengan selirmu, hingga kau bemesraan didepan para tamu?!" teriak sang raja murka.
"Ayahnda raja ampuni hamba yang bersalah bukan pangeran salah pangeran mahkota" ujar selir yesika dengan bersujud didepan raja dengan percaya diri atas kekuatan ayahnya.
"Beraninya kau mengacaukan perayaan ini, apa yang membuatmu begitu berani hah" ujar raja dengan nada tinggi.
"Ampuni hamba, ampuni putri hamba, yang mulia raja mohon ampuni kami" ujar perdana menteri tinggi.
Ini adalah kesempatan raja untuk menjatuhkan kekuasaan perdana menteri yang sombong dan korup serta menyusun kekuatan yang setara dengan panglima perang negara.
"Kau terlalu percaya diri perdana Mentri long Ting, kau telah melakukan banyak kesalahan yang melanggar hukum negara, kau bahkan menyusun kekuatan militer, pengaruhmu mengungguli kekuasaanku, karena itu kau aku dan keluargamu aku akan asingkan kepulau hitam, hidup sederhana lah disana sampai akhir hidupmu!" titah raja.
"Apa?!... tidak... tidak kau tidak bisa melakukan ini padaku yang mulia raja!" teriak Mentri long Ting dikuti jerit tangis selir yesika.
__ADS_1
"Kenapa, apa kau pikir dengan kekuatanmu kau bisa membantahku" ujar raja.
"Hahaha... bila raja menahanku atau mengasingkanku maka seluruh pasukan khusus dan prajurit bayaranku akan bertidak, maka seluruh istana dalam genggamanku, saat prajurit negara datang sudah terlambat untuk menolong" ujar Mentri long Ting percaya diri.