
Alea tak mengerti dengan perasaannya sekarang, melihat Adrian tak lagi berwajah lembut dan senyum saat menatapnya, ia merasa kecewa, padahal ketika bersama ia selalu jutek pada Adrian.
"Simpanlah barang yang kuberi,kalau tak suka jangan dilihat lagi".kata Adrian dingin.
"Baiklah... aku sudah melihat kau baik baik saja, karena itu aku lega, kita akan berpisah mungkin selamanya tak akan berjumpa lagi, jaga diri dan jaga kesehatanmu baik baik, seberapa banyak harta yang dicari, seberapa lama hidup didunia, waktu terus berjalan sampai dipenghujung hidup ini".
"Iya kau benar aku akan menjalani hidupku dengan baik" jawab Adrian tanpa ekspresi apapun, alea hampir tak bisa menahan air matanya, ia mengutuk perasaan melankolisnya ini.
"Jadi status sebagai istrimu tak akan berlaku lagi,kau ingatkan kalau kita pernah menikah?".pancing alea masih penasaran dengan sikap Adrian.
"Ya kita bukan suami istri lagi" kata Adrian datar,bagai disiram air es perasaan alea beku,dia percaya sekarang dengan ucapan pangeran Yun lie, kalau Adrian benar benar telah melupakannya, melupakan perasaan cintanya.
Ternyata setelah berakhir seperti ini alea baru merasa kalau hatinya sudah ada Adrian disana, dia rindu ingin diperhatikan, dimanja, dirayu dan dipanggil sayang, semua sikap yang pernah diberikan Adrian padanya itu sangatlah menyenangkan baginya yang tak pernah ia dapat dari keluarganya kecuali kakeknya,tak terasa air matanya bergulir dengan cepat ia usap, dan Adrian melihat itu dengan kaku.
"Aku pergi dulu" kata alea, kepala pelayan memberi tahu kalau Dewi dan bunga sudah menunggunya dihalaman depan.
Setelah kepergian alea,Adrian hanya memandang punggung yang sudah tak terlihat lagi,tak ada reaksi dari dirinya tapi hatinya seperti merasa hampa, kosong "Alea..." ucap bibirnya tanpa sadar.
Diperjalanan pulang Dewi dan bunga ikut merasakan rasa kehilangan orang yang berarti bagi alea.
"Al... apa kau baik baik saja?" tanya Dewi.
"Aku baik aja kok, tak ada yang perlu dikuatirkan, setelah ini aku akan menikah dengan pangeran dan pergi ke tempatnya yang misterius itu".
"Kadang saya pikir pangeran itu bukanlah bangsa manusia biasa, negri asalnya saja tak bisa sembarang dimasuki orang" kata bunga.
"Aku pikir juga begitu, sepertinya dia bangsa lelembut yang menampakkan dirinya dialam manusia seperti kita ini" kata alea.
"Nona Dewi benar,pangeran bukanlah dari golongan manusia, dia sangat sakti, bisa menghilang dan datang tiba tiba, tidak hanya itu dia bisa buat orang melupakan ingatan untuk hal tertentu dan bisa menembakkan peluru tanpa senjata, dia bisa saja menerbangkan semua pisau yang ada di toko atau dimanapun" ujar bunga takjub sekaligus agak takut.
"Apa alea akan baik baik saja kelak bersama pangeran siluman itu?" tanya Dewi.
"Kalian ini bicara apa sih?... wi, mulai sekarang uruslah perusahan kita aku akan merepotkanmu, kau kalau cari jodoh pria yang baik,dapat kau percaya dan menyayangmu dengan tulus, karena cinta saja tak ada gunanya bila tanpa ketulusan, dan bunga akan ikut bersamaku disana" kata alea membuat Dewi sesak napas karena tak rela alea meninggalkan semua jerih payahnya.
"Al... apa kau sudah berpikir dengan baik" tanya Dewi
"Tak perlu dipikirkan lagi, kata pangeran, bila ia tak segera menikahiku, maka akan ada orang yang jahat datang melenyapkanku, agar pangeran tidak bisa punya penerus yang akan naik tahta kelak".
"Apa?!... mengapa kau harus mengalami ini!?" kata Dewi cemas.
__ADS_1
"Sudahlah yang akan terjadi maka terjadilah" kata alea.
"Apa kau akan hidup diistana yang penuh dengan intrik kotor dan kemunafikan itu?!" ujar Dewi.
"Kita lihat saja drama yang akan kuperankan, aku sudah mengalami masa masa penindasan yang memprihatinkan maka bukan masalah bermain trik dengan para wanita kuno itu".kata alea.
Begitu sampai dikediaman kakek, pelayan segera memberitahunya kalau ada seseorang yang menunggunya.
"Kak Rendy... apa sudah lama datang?".
"Baru saja... kau dari mana?... mengapa pergi keluar rumah, kau perlu istirahat yang cukup". kata Rendy.
"Kondisiku sudah membaik, tak perlu kuatirkan aku".
"Al... kata alysia kau akan meresmikan pernikahan dalam beberapa hari kedepan ini, apa itu benar?" tanya Rendy.
"iya kak Rendy, itu benar".
"Al... jangan menikah dengannya,dia bukan pria yang tepat untukmu dia tak mengenal baik dirimu, aku meragukan dia".
"Dengar kak Rendy, ini tak bisa dihindari lagi".
"Kak apa yang kau katakan, kau adalah calon kakak iparku, alysia mencintaimu, dia akan marah pada kita".
"Aku tidak pernah mencintai alysia".
"Tapi kau tak pernah menolaknya kak,jadi alysia tak pernah berpikir kau akan tidak mencintainya".
"Alea... mari kita pergi ketempat yang jauh" kata Rendy sambil memeluk alea erat, alea hanya diam membiarkan Rendy menumpahkan semua perasaannya.
Rendy merasa semua hasrat cintanya pada alea tersalurkan, ia merasa tubuh alea tidak menolaknya, ia berharap ini tak akan berakhir bila ia bisa menghentikan waktu maka ia ingin memeluk alea begitu lama.
"Kak apa perasaanmu sudah membaik?".
"Mengapa kau bertanya begitu, aku selalu merasa tak baik bila tak melihatmu".
"Kak Rendy kau begitu baik padaku, aku ingin kau menjadi kakakku, seperti kakek yang begitu berarti buatku, kalian dua pria yang menempati posisi istimewa dihatiku".
"Alea aku ingin menjadi bagian dari perasaanmu yang terindah dalam hidupmu selamanya jadi ibu dari keturunanku, ayo pergi bersamaku". kata Rendy semangat.
__ADS_1
"Kak Rendy bagaimana mungkin kita bisa membuat masalah pada keluarga kita, kak kau adalah harapan keluargamu, buatlah mereka bangga memilikimu".
"Aku tak perduli lagi dengan semua sandiwara kehormatan keluarga,aku tak bisa bersandiwara untuk menyenangkan orang lain, aku juga ingin bahagia".
"..."
"Ehem..." terdengar suara kakek, yang mendekat, dan mengajak seseorang duduk bersama,dia adalah tamu kakek yang datang dari jauh karena mendapat kabar dari kakek akan menikahkan cucu kesayangannya.
"Kakek... ada tamu kami akan pergi, kak Rendy aku ingin istirahat dulu".
"Baiklah aku juga ingin pamit dulu,kek" kata Rendy.
Setelah Rendy pergi, kakek memanggil alea untuk berbicara bersama tamu kakek, ternyata tamu kakek adalah orang yang pandai dengan melihat garis tangan untuk masa depan orang.
"Alea kakek ingin kau disini untuk mendengar nasehat kakek guru besar arwen beliau adalah tetua yang bisa memberimu nasehat untuk kehidupan dalam rumah tanggamu nanti".
"Iya kek alea mendengarkan".
"Alea... kakek guru arwen, belum pernah melihat langsung calon suamimu ini, tapi kakek guru, berdasarkan penglihatan bathin aura yang ada disekitarmu yang dominan, ini menunjukkan bahwa dia bukanlah bangsa manusia biasa".
"Maksud kakek dia semacam bangsa siluman".
"Oh... alea didunia ini ada beberapa golongan bangsa manusia dibedakan dari alam yang mereka diami dan ada diantaranya yang bisa hidup bersama bangsa manusia fana seperti kita, dan ada bahkan dari perwujudan seperti hewan tapi sebangsa manusia juga".
"Alea masih kurang paham kakek guru, apa maksudnya, kalau pangeran Yun lie, apa dia bangsa dari golongan apa?".
"Kalau kakek mengatakan dia bangsa yang berasal dari alam yang berbeda dengan kita tapi ia bisa datang dan pergi dengan kekuatan alam roh yang halus maupun kasar, mereka bangsa yang masih punya kekuatan Supranatural yang didapat dari pelatihan yang lama".
"Kakek guru apa itu melanggar kodrat alam?".
"Tidak tentu saja tidak,manusia bisa menikah dengan bangsa jin, lelembut atau siluman dari zaman dahulu hingga kini, memang sudah langka, bukan berarti tidak ada hal semacam itu".
"Jadi apa dalam kehidupannya nanti cucuku akan banyak mengalami masalah yang besar?" tanya kakek.
"Iya alea akan banyak mengalami masalah, itu sama saja dengan kehidupan kita didunia ini pasti selalu ada masalah, begitu juga dengan kehidupan alea, tapi jangan kuatir alea akan bisa melaluinya, karena alea juga punya kekuatan yang tersembunyi dan ada beberapa benda pusaka yang alea miliki itu sangat membantumu, tapi berhati hatilah setelah sepuluh tahun mendatang akan ada kejadian yang sangat menentukan jalan hidupmu akan berhenti disana atau akan bebas hanya kau yang bisa mengatasinya selalu waspadai kejadian kejadian dan tanda tanda tak baik yang akan terjadi disekitarmu".
"Terimakasih atas nasehat guru besar pada cucu kesayanganku".
"Iya sama sama kita adalah saudara lama, cucumu juga kuanggap cucuku sendiri, aku akan mentransfer tenaga dan hawa murni kepada alea sebagai perisai diri dan meningkatkan kepekaan membaca situasi dan pemikiran lawan atau teman".
__ADS_1