
Pertandingan masih berlanjut hingga sore dan malamnya perayaan untuk penyerahan hadiah.
Malam telah tiba, saat pesta penyerahan hadiah berlangsung, para bangsawan dan pejabat tinggi hadir.
Putri alea belum tiba kebalai pertemuan karena ada selir yang berkunjung untuk berbasa basi padanya, dia selir yesika, sepertinya ia begitu dekat dengan selir Riana.
Dan saat bersamaan diruang perayaan, perdana menteri utama menemui pangeran mahkota untuk berbincang - bincang dan putrinya selir Riana mengambil kesempatan ini untuk mendekati pangeran mahkota dan duduk disisinya.
Dia menuangkan arak kegelas pangeran sambil menempelkan dirinya dengan mesra, ayahnya perdana menteri tinggi long Ting meminta pada pangeran agar memperlakukan putrinya dengan baik dan memberinya cucu, sebagai balasan ia akan memberi semua kekuatan yang dimiliki keluargannya untuk mendukung kekuasaan pangeran mahkota.
Pernyataan itu adalah bentuk intimidasi secara tak langsung, karena perdana menteri tinggi long Ting menunjukkan kekuasaannya dia adalah sepupu ibu suri.
Pangeran mahkota hanya diam dan meminum arak yang diberikan oleh selirnya itu, dia belum melihat kehadiran permaisurinya.
Pangeran Yun lie memanggil pelayannya untuk mendekat, saat ini selir Riana terus menempelnya dengan bersikap mesra padanya.
"Segera jemput permaisuri ku" titah pangeran Yun lie.
"Baik yang mulia pangeran mahkota" jawab pelayan, ia segera pergi diikuti pengawal pangeran.
"Yang mulia pangeran mahkota... mungkin kakak agak lelah, biar dia beristirahat sebentar" ucap selir Riana yang merasa tak cemburu saat pangeran menyuruh pengawalnya menjemput, putri alea.
Selir Riana sudah berusaha membuat putri alea sibuk dan ia menyibukkan pangeran, melayaninya dengan mesra.
Rencananya ingin menjebak putri alea dengan, pangeran kesebelas, pangeran yang sangat playboy dia pangeran Yun Hao.
Di istana rembulan, saat putri alea akan pergi menuju balai perayaan, tiba - tiba saja pangeran kesebelas datang menjemputnya.
"Putri alea... aku akan membawamu ke balai perayaan, mari silakan ikut denganku" kata pangeran kesebelas dengan hormat.
"Terimakasih untuk pangeran Hao, tapi aku akan pergi bersama pengawal dan para dayangku" ujar putri alea.
__ADS_1
"Baiklah... karena aku sudah disini, kita akan pergi bersama" kata pangeran Hao.
Putri alea diam saja, bunga dan Laras sudah waspada, bunga masuk kedalam tandu untuk menemani majikannya ini, sementara larasakti yang ilmunya lebih tinggi dari bunga tetap berjalan diluar mengiringi tandu putri alea.
Pangeran Hao memperhatikan jalan disekelilingnya, mereka keluar dari area istana pangeran mahkota, yang jarak tempuhnya lumayan agak jauh dari balai perayaan.
Saat pangeran Hao memberi isyarat yang tak terlihat oleh siapapun, tiba - tiba entah dari mana datang beberapa orang berpakaian serba hitam seperti ninja yang menutup wajahnya, mereka langsung melumpuhkan pengawal putri alea, dan ingin menerobos kereta untuk mendapatkan putri alea.
Mereka sangat hebat dan gesit, tapi Laras dan bunga juga begitu tangguh, melawan mereka, pada kesempatan ini pangeran mengajak, putri alea keluar dan melarikan diri, tapi putri alea tak menuruti rencananya.
Kelompok penyerang begitu ganas dan ingin bergerak cepat, tapi tetap tak bisa mengalahkan, Laras dan bunga, sementara para pemikul tandu dan para dayang sudah berjatuhan tak sadarkan diri dan terluka.
Bahkan saat ini, datang seorang pria tampan yang sangat misterius, ia langsung menyerang para pasukan penyergap ini, hingga sekarang para penyergap ini terluka dan mengeluarkan asap beracun.
Segera Laras menyambar putri alea untuk menjauhi tempat yang berasap racun.
Pria tampan misterius itu, memblok udara sekitar agar tidak menyebar dengan cepat lalu menyerang dengan cepat, hingga melukai hampir menewaskan dua penyerang yang memang sudah terluka karenanya tadi.
Saat yang masih menegangkan ini, tiba - tiba pengawal pangeran mahkota datang dan langsung ikut menyerang para penyergap yang berpakaian serba hitam.
"Apa putri mahkota, baik - baik saja?" tanya pengawal pangeran Yun lie.
"Maaf kami terlambat datang" ujar pengawal yang satunya lagi.
Pangeran Hao segera menghampiri dan merasa sangat cemas, dan melihat kearah pria tampan misterius itu dengan gusar.
"Hei... siapa kau yang berani masuk wilayah ini, sepertinya kau bukanlah tamu dari undangan yang hadir" kata pangeran Hao.
Pria tampan yang bermata tanjam dengan sorot matanya ini tak memperdulikan perkataan pangeran Hao, ia mendekati putri alea.
"Putri alea... apa anda merasa kurang nyaman?" tanya pria misterius yang hebat ini.
__ADS_1
"Aku hanya merasa kaget saja, terimakasih sudah membantu" ujar putri alea.
"Aku senang bisa melihatmu dari dekat saat ini, jaga diri baik - baik, kita akan bertemu lagi nanti" ujar pria ini dengan senyum yang sangat mempesona".
"Tidak ada lagi pertemuan nanti dengan permaisuri ku" ujar pangeran mahkota yang sudah berada disini dan langsung memeluk putri alea.
Sejenak pria misterius ini berbalik dan menatap pangeran Yun lie lalu berkata.
"Bila kau tak bisa menjaganya dengan baik, dan mengecewakannya maka dia akan pergi darimu dan takkan pernah kembali padamu lagi, ingatlah baik - baik itu!".
Pangeran Yun lie langsung menyerang pria tampan ini dengan cepat tanpa memberi kesempatan, dan serangannya benar - benar sangat berbahaya.
Tapi pria misterius ini adalah lawan yang tangguh dan bisa mengimbangi serangan berbahaya dari pangeran Yun lie.
Dan ia sudah merasa cukup bertamu dikerajaan bahari ini, ia pun tau dari serangan pangeran ini benar - benar lawan yang seimbang, ia lalu memblok serangan pangeran yun lie dengan hawa dingin yang membekukan udara didepannya seperti dinding es tipis yang tembus pandang namun sangat kokoh seperti besi baja yang sangat kuat.
Ia melihat kearah alea dan tersenyum manis menganggukkan kepalan pelan dan pergi secepat kilat.
"Kakak pertama... apa aku harus mengejarnya?" tanya pangeran Hao.
"Kau bukanlah tandingannya" jelas pangeran mahkota
"Kakak pertama, kau tau siapa dia?!" tanya pangeran Hao lagi.
"Dia pangeran mahkota Andromeda negri dingin misterius" jawab pangeran Yun lie.
"Hah... bukannya dia tak mudah ditemui dan takkan sembarang orang bisa berjumpa dengannya, dikatakan dia adalah anak dari peri bunga dan raja setengah dewa... mengapa dia bisa sampai disini?!" tanya pangeran Hao masih tidak percaya dengan kenyataan yang baru ia lihat.
"Hm... mungkinkah dia datang untuk..." pangeran Yun lie menatap istrinya yang tampak bercahaya dalam keremangan malam, alea seperti Dewi yang begitu anggun berkharisma.
Semua yang datang sangat terkejut dengan penjelasan pangeran Yun lie, tentang identitas pria misterius yang tampan dan berambut perak itu, dia sosok yang luar biasa.
__ADS_1
"Kakak pertama, apa menurutmu dia datang hanya untuk melihat kakak ipar?!" tanya pangeran Hao sambil melihat kearah alea yang bercahaya didalam keremangan malam ini.
Dia dan semua yang berada disini saat ini akhirnya mengerti mengapa pangeran mahkota negri misterius itu datang kemari, ternyata demi melihat putri alea yang seperti Dewi bulan bercahaya yang turun kebumi ini.