SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 32


__ADS_3

Mobil Adrian keluar dari halaman mansion sedang menuju ketempat kerja Dewi,tujuan alea yang pertama adalah bertemu dengan dewi,kantor yang didirikan alea berada di ruko lantai dua kawasan restauran dan mall jantung kota.


Suasana hiruk pikuk kota sudah jadi pemandangan utama sehari harinya,alea membuang napas beratnya.


"Santai saja,aku akan mendukung mu selalu, ingat apapun yang terjadi kau adalah istriku bahkan saat aku kehilangan ingatan,kau harus tetap mengingatkanku" kata Adrian dengan serius.


"Ngomong apaan sih... kalo hilang ingatan harus tetap mengingatkan,emang semudah itu melalui anggotamu terutama si Frisca itu bukannya dia sudah ngebet banget mau jadi wanitaku?!".


"Jangan cemburu sama dia,dihatiku cuma ada kamu".


"Dihatimu cuma ada aku,tapi disini ada berapa wanita yang suka padamu,suka bukan berati selingkuh,begitu menurutmu kan?!... cih".


"Hahaha... sayangku selalu mendengarkan ku ternyata".


"Hemghhh" alea mendengus buang muka.


"Ya sudah aku serius,jangan tinggalkan aku nanti kedepannya,apapun yang terjadi aku milikmu selamanya".


"Mengapa bicaramu sudah seperti orang yang akan berangkat kemedan perang dan akan mengalami hal buruk saja sih?!... sudah kacau begini juga".


Akhinya mereka sampai ketujuan,alea meminta Adrian membawa masuk kendaraannya kehalaman samping ruko, dan ia segera menaiki tangga menuju lantai dua, mencari keberadaan Dewi.


"Maaf nona ini area terlarang bagi yang tak berkepentingan"seorang security coba menahan alea.


"Hei kamu orang baru ya?... dimana Sujarwo dan Saiful?!" tanya alea.


Security itu agak ragu " Mereka shift malam".


"Saya ingin masuk menemui Dewi,minggir".


"Tapi saya harus..." belum selesai kalimatnya,Adrian sudah meninju wajah security ini,beruntung Adrian hanya mengerahkan sedikit tenaga hanya membuat hidungnya berdarah.


Alea langsung masuk dan menuju ruangan Dewi, seorang resepsionis yang melihat alea coba memanggilnya "Berhenti nona" tapi alea sudah keburu masuk keruang manager dan adrian berdiri menatap dingin resepsionis itu menjadi kaget dengan tatapan Adrian yang serasa menonjok wajahnya.


Sementara diruang Dewi "Alea... ini sungguh kau sudah kembali aleaaa" Dewi berlari kearah alea sambil menangis memeluk alea.


"Iya wi... ini aku"


"Alea kemana saja kamu,ninggalin aku, kalau tidak ingat jerih payahmu ini akan hancur aku sudah akan gila mencarimu!".


"Sekarang aku sudah pulang" lalu mereka cerita panjang lebar masalah pencarian dan orang orang yang datang mencari alea,tentang kakek,tentang mama,papa alea yang ikutan mencari alea dan kedua kakak yang kepo sepertinya lebih tertarik dengan bisnis dan kekayaan alea saja ketimbang mencari alea.


"Ehem... ehem sayangku aku haus dari tadi hanya duduk disofa ini tanpa minum" celetuk Adrian.


"Dia siapa memanggilmu sayangku?!". tanya Dewi baru sadar ada seseorang lagi diruang ini.


"Eh... iya wi kenalkan dia..." belum selesai kalimat alea Adrian menyahut.


"Suami alea... aku Adrian suami dari alea!".


"Apa... Al kenapa sekarang ada dua orang yang mengaku suamimu?" tanya Dewi melihat alea.


"Beri minum dulu" kata alea.


Dewi segera memanggil orang dan menyuruh antar minuman,mineral dan kopi keriangannya,sebenarnya resepsionis dan berapa karyawan sudah akan masuk keruang ini untuk mencegah alea masuk,tapi begitu mendengar suara Dewi memanggil nama alea dan menangis,mereka jadi tak berani mengganggu.

__ADS_1


Alea menjelaskan semua yang terjadi sejak dia dibawa Devan lalu ganti Adrian yang membawanya pergi hingga menikahinya.


Dewi menatap takjub dengan ketampanan Adrian dan ia teringat pria lain yang juga mengaku suami alea Yun lie dia juga tampan sekali tapi sayang mereka sama sama begitu dingin dan terlihat berbahaya.


"Alea... jangan Maruk lu, dua suami, ngira ngira juga lu tau!".


"Ssstth... pelankan suaramu". alea meletakan jari telunjuk kebibirnya sambil melirik keasrian.


"Lha suamimu ini tidak kamu beri tahu ya kalo kamu sudah diperistri siyun lie itu?!".


"Hei dia dengar gak masalah,kalo karyawan yang diluar dengar bisa gawat tau!" kata alea .


"Lagian gak habis pikir gue,kalo tau begini gak gue rubah penampilan jelek lu,nyesel gue!". gumam Dewi.


"Aku mendengarmu!" kata alea.


"Alea bisa ribet urusan poliandri tau gak sih mfhh..."alea langsung menutup mulut Dewi.


" Ni anak sudah dibilangi masih aja ngomel". keluh alea.


"Jadi gemana dong... lu nakutin gue lu Al".


"Tenang... kita bicarakan lagi nanti oke, sekarang aku ketempat kakek dulu" kata alea.


"Hati hati ngomong kekakek nanti kena serangan jantung lagi". ujar Dewi.


"Hush... ngomong apa sih lu" dengus alea.


"Ya sudah, hati hati dijalan" kata Dewi sambil melirik keadrian yang menghampiri alea dan bertanya lembut.


"Busyet nih orang kalo dilihat mah seperti manusia es,kenapa terhadap alea dia bisa seperti bucin begitu ya?!" Dewi bicara sendiri.


"Aku mendengarmu!" tiba tiba Adrian bicara persis seperti ucapan alea yang tadi.


"Ai'..." Dewi kaget.


Tapi Dewi sangat senang melihat alea baik baik saja tak kurang satu apapun,ia sangat bersyukur sekali.


Sementara dalam perjalanan alea hanya diam memikirkan bagaimana cara memberi tahukan kakek,kalau ia menghilang beberapa Minggu ini dan pulang pulang sudah menikah dua kali "Weww" tanpa sadar alea bergumam.


"Kenapa sayangku... ada sesuatukah?" tanya Adrian yang mendengar kata wew dari alea.


"Panggi alea saja!".


"Aku sudah terbiasa panggil sayangku begitu" jawab Adrian tanpa beban.


"Mulai sekarang panggil alea".


"Tidak bisa" kata Adrian.


"Argh...".


"Sayangku kenapa?".


"Huhh...".

__ADS_1


"Kita masih jalan teruskah".


"Iyalah... nanti kalo belok aku beritahu arahnya".


"Oke".


Akhirnya sampai kerumah kakek,alea segera mengajak Adrian masuk, lagi lagi ia mengingatkan jangan panggil sayangku,karena alea takut kakek benar benar kena serangan jantung.


Setelah dipersilahkan pelayan kakek masuk alea melihat kakek dihalaman belakang mengurus kebunnya sama persis ketika ia dan Rendy kesini untuk pamitan berlibur dan sekarang datang dengan orang berbeda, bukan Rendy.


"Kakekku sayang... apa kabar,alea kangen" alea langsung memeluk sang kakek.


"Anak nakal... tau pulang juga mencari kakekmu" ucap pria itu sambil mengacak rambut alea dengan rasa sayang.


"Kakek alea tidak sengaja pergi lama, maafkan alea sudah membuat kakek cemas".


"Baiklah... baiklah asal kau tak kenapa kenapa saja,kakek takkan risau,karena kau anak perempuan yang menarik kakek rasa risau kalau kau pergi tidak mengabari kakek".


"Kakek memang yang terbaik dan kesayanganku".


"Waktu itu juga,siamiaw kau bilang kesayanganmu,apa karena kami sama putihnya?!" gurau kakek.


"Hehehe kakekku pasti yang nomer satu" kata alea manja.


'Hm... siapa amiaw kesayangan, sayangku ini,kalau dia pria tampan,aku akan buat dia pergi tak kembali lagi,cih nama macam apa itu,amiaw... seperti nama kucing saja, kampungan' omel Adrian cemburu,tapi cuma didalam hatinya.


"Nah itu amiaw datang,amiaw kesayanganku,kau kemana saja tidak menjaga kakek" kata alea mengangkat kucing berbulu lebat panjang berwarna putih bersih itu.


"Miauw... miauw" kucing itu mengeong seolah bicara (Cih pas mau pergi saja nona alea tidak mencariku pamitan).


"..." Adrian salfok,ada yang salah sangka. Hihihi.


Alea akhirnya sadar ada Adrian yang dengan sabarnya menungu.


"Oh ya kek... alea mau kasih tau kakek, kalau alea sudah nikah".


"Iya kakek tau kok,suami datang kemari memberitahukan kakek,dia ingin membuat resepsi pernikahan denganmu secepatnya, kakek tidak percaya padanya tapi dia menunjukan buku nikah kalian,kau ini gadis macam apa,pergi menikah tanpa mengabari kakekmu ini!".


'Kalo begini ceritanya aku yang bakal jantungan itu' kata alea dalam hatinya.


"Kek jadi kakek sudah tau ya?".


"Ya iyalah,dan kakek senang kalau kau bahagia,kakek tidak akan kepikiran lagi bila sewaktu waktu kakek pergi meninggalkanmu didunia ini,kau tak sendirian lagi,sudah ada orang yang menyayangimu,pengganti kakek" kata kakek dengan wajah yang begitu senang.


"Tapi kek... ada yang ingin alea beritahukan pada kakek" kata alea ragu ragu.


"Katakan saja apa yang kau inginkan semua harta kakek adalah milikmu".


"Bukan itu kek, sebenarnya waktu menikah itu,alea tidak sadar pernikahan dengan pangeran Yun lie itu tiba tiba sekali ketika alea baru sampai dipulau wisata bahari itu dan masuk hotel pernikahan berlangsung tanpa memberi tahu,tanpa bertanya,tanpa diskusi,alea pikir itu acara penyambutan tamu dengan tradisi yang aneh,jadi kek alea pikir tidak serius".


"Begitu ya... jodoh memang tak diketahui sebelumnya akan bertemu seperti bagaimana?"kata kakek bijaksana.


"Kakek alea hilang diminggu kedua dibawa paksa Devan tinggal divilanya yang sepi disuatu tempat, kemudian diminggu ketiga alea dibawa pergi lagi dari vila devan, kesebuah pulau dilepas pantai yang jauh berada dilautan lepas,disana alea dinikahi secara agama dengan sah,pria itu bernama Adrian dan ini orangnya kek,dia bilang dia suami alea yang sah secara agama kita".


"Apa?!..." tiba tiba kakek memegang dadanya yang berdenyut kencang dan terasa sesak sambil melihat Adrian yang mendekatinya ingin memberi salam dan menyapanya.

__ADS_1


"Kakek... kakek kenapa?" alea cemas melihat kondisi kakek.


__ADS_2