
Kakek segera menarik napas panjang dan menghembuskannya berulang ulang hingga ia merasa rongga dadanya lega.
"Ini tidak nyatakan... ini pasti mimpi" kata kakek sambil memejamkan mata ia tak berani melihat sekarang,ia merasa takut jadi kenyataan,ia tak ingin cucu kesayangannya benar benar mengalami kenyataan yang sangat tak diharapkan itu.
Saat ia membuka mata,wajah alea yang begitu cantik polos itu didepan matanya sambil menatapnya cemas.
"Alea... berarti ini bukan mimpi?" kakek merasa dadanya terasa nyeri lagi.
"Kakek... jangan menakutiku, kakek apa alea sudah menyakiti perasaanmu?".
"Anak bodoh,apa yang kau katakan,kau terlalu lugu,mereka menginginkan mu, dan kau tak mengerti apa apa,oh cucu kesayangan ku semoga kau bisa melalui ini dan hidup bahagia, oh takdir baik aku memohon untuk cucuku ini".
Lalu kakek menatap tajam kearah Adrian 'Hm... sepertinya bocah ini juga bukan orang sembarangan, ia tak kalah hebat juga dari bangsawan itu,tapi dia sungguh nekad menikahi alea tanpa memberi tahuku' kata kakek dalam hati.
"Kakek... apa kabar? namaku Adrian, mohon
maafkan saya kek karena sudah berani menikahi alea tanpa meminta persetujuan kakek".
"Apa guna sekarang bicara begitu,semua telah terjadi kita menunggu,Yun lie datang dan bicara baik baik mengenai masalah ini, karena tak mungkin alea punya dua suami, itu tak boleh terjadi,walau kalian bisa menerimanya tapi bagi hukum dan masyarakat itu tak benar,akan jadi aib keluargaku" jelas kakek.
"Sekarang bagai mana kek?" tanya alea.
"Sebaiknya kau tinggal dirumah kakek saja dulu,karena Yun lie akan datang mencarimu dan kakek akan ikut bicara".
"Baiklah kek,alea akan mendengarkan kakek".
"Saya juga akan bersama alea disini ya kek" kata Adrian.
"Ya sebaiknya begitu sampai masalah ini selesai dengan baik,hmhh..." kata kakek risau.
Sementara waktu terus berlalu hari semakin sore,alea,Adrian dan kakek sedang bersantai dihalaman belakang karena memang halaman belakang ini sangat luas dan teras belakang yang nyaman teduh,kearah belakang segala jenis tanaman bunga dan obat obatan herbal ada.
Sejak siang kakek sudah bertanya tentang jati diri Adrian,mengenai keluarganya dan pekerjaannya,tenyata kakeknya dan kakek alea berteman saat masih muda,dan kedua orang tua adrian sudah meninggal saat Adrian masih kecil.
Adrian mendapat telpon,anggotanya memberitahukan kalo Devan sekarang sedang mengawasinya.
__ADS_1
Tidak lama pelayan kakek memberitahukan kedatangan pangeran Yun lie.
"Selamat datang pangeran,mari kita duduk dan bicara tentang alea" kata kakek
Sementara Adrian dihalaman samping sedang menerima telpon.
Alea sedang duduk diteras belakang,ia melihat pangeran Yun lie datang,seorang pria tegap tampan dan pembawaan yang begitu datar tanpa senyum,namun pandangannya bisa menggetarkan kalbu.
Pangeran Yun lie menatap kearah alea dengan pandangan seperti menyelidiki, kakek akhirnya memberi kesempatan untuk alea dan pangeran Yun lie bicara,ia pergi mencari Adrian mengajaknya kehalaman depan untuk bicara kemungkinan apapun yang akan terjadi harus siap menghadapinya.
Dua orang yang berbeda jenis namun sudah punya akta nikah dan tidak saling mengenal, siapa yang tak kagum saat melihat sosok pangeran ini,dinegrinya ia sangat dipuja dan diinginkan wanita wanita cantik dan jadi idaman.
Tapi dia tak percaya kalau wanita cantik dihadapannya saat ini sama sekali tak tertarik padanya bahkan terkesan mengabaikannya.
Ia merasa tak sabar melihat sikap alea ini,ia segera mendekat dan memegang dagu alea mengangkatnya dan menatap mata alea "Kau istriku,milikku!" ucap pangeran.
"lalu kau ingin apa?" tanya alea dingin.
"Sudah sepantasnya bersikap selayaknya seorang istri,ikut denganku pulang keistana dan menjadi ibu dari anak anakku".
"Kau wanita istimewa yang terpilih untuk penerus tahtaku,jadi kuharap kau patuh dengan kehendak leluhur ini".
"Tidak usah mencari wanita luar sepertiku karena diistanamu sudah begitu banyak wanita wanita hebat yang siap melayani sesuai keinginanmu".
"Jangan membuatku memaksamu".
"Apa tujuanmu!... kita berbeda pandangan, kau hidup untuk meneruskan budaya dan keyakinan mu,sementara aku hidup dengan realistis dan ambisi karierku,jadi jalani masing masing hak hidup tak perlu menyatukan yang tak bisa dipaksakan".
"Kau sudah jadi istriku jadi tak ada penolakan lagi" pangeran Yun lie semakin erat memegang dagu alea.
"Aku sudah memiliki segalanya dalam hidupku,kecuali cinta dari pria,kau tak punya cinta untukku jadi jangan harap bisa hidup bersamaku,kalau kau hanya ingin aku menjadi wanita yang memberimu penerus, mimpi saja!".
"Kau ingin cinta,aku akan memberimu cinta itu".
"hehehe... kau jangan konyol,cinta itu murni tumbuh dari rasa kebahagiaan saat bersama memberi dan menerima, berbagi dan melengkapi,bukan seperti tuan dan majikan menjadi hamba mu".
__ADS_1
"Kau menarik untuk dipahami".
"Dan kau tak bisa memahami ku,karena kau dari lahir sudah didisiplinkan untuk mencapai tujuan bangsamu bukan pribadimu,apa yang menjadi hakku tak berlaku dihidupmu,pola hidup yang berbeda dari dua orang yang tak sepaham Takan menghasilkan keharmonisan,jadi sekarang batalkan pernikahan,lupakan aku".
"Tidak semudah itu lepas dariku yang sudah mengikatmu".
"Hei aku tidak terima kau jadikan targetmu".
"Apapun yang kunginkan akan kudapatkan".
"Kau diktator, dan aku tak ingin mejalani hidup seperti itu,sudah cukup dimasa silam ku takkan terulang lagi dihidupmu yang sekarang dan kedepannya!".
"Kau memang pantas jadi permaisuri ku".
"Dan kau tak pantas bersanding denganku, aku menolakmu,aku tak menerimamu".
"Menarik sekali,semakin kau menolakku, semakin aku mengejarmu dan aku sudah mendapatkanmu".
"Jangan mimpi".
"Aku tak melihat kekuatan yang bisa membuatmu menolakku".
"Oh... kau tidak berpikir kalau aku akan membuat masalah dikehidupanmu selanjutnya ya,kau tak tau apa yang terjadi bila aku tak suka saat berada dilingkungan mu".
"Kau bisa mencobanya nanti".
"Tidak akan ada nanti,se..ka..rang berhenti mempengaruhiku,aku sudah memutuskan tak Sudi bersamamu,camkan itu".
"Seperti yang sudah kukatakan apa yang kuinginkan pasti akan kudapatkan dan takkan kulepaskan".
"Hei lepaskan istriku!" tiba tiba Adrian sudah menarik alea menjauh dari pangeran Yun lie.
"Istrimu?!... jadi kau orangnya yang berusaha merampasnya dariku!".kata pangeran Yun lie dingin.
" Merampasnya darimu?!... kau salah,dia sudah bersamaku sebelum bertemu denganmu,bahkan sekarang dia tak mengenal dirimu siapa,kau hanya inginkan dia jadi orang yang melahirkan penerusmu, apa kau pikir ini zaman kuno yang tiran, memperlakukan wanita seperti pelayanmu, sekarang wanita berhak memilih suami yang dia inginkan" kata Adrian sambil merangkul bahu alea lalu mencium kepala alea dengan lembutnya.
__ADS_1
Pemandangan ini membuat perasaan pangeran Yun lie sakit hati dan merasa cemburu,ia sangat tersinggung,tak pernah terbayang olehnya wanita yang ia inginkan didepan matanya dirangkul dan dicium lelaki lain.