SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 18


__ADS_3

Dewi dan bunga sudah sepakat apapun alasannya alea lebih baik pulang kerumah dari pada disembunyikan oleh Devan.


"Tuan Devan yang terhormat kami mohon dengan sangat biarkan alea pulang" kata Dewi tegas.


"Tidak bisa,alea akan pulang setelah aku pergi kepulau dewa bahari untuk mengurus perceraiannya" kata Devan sombong.


"Biarkan alea pulang,biar dia yang memutuskan apa yang menurutnya yang terbaik" kata bunga.


"Kalian tidak tau apa yang sedang terjadi" kata Devan tak memberi kesempatan pada Dewi dan bunga lagi.


Sementara itu dikediaman kakeknya alea kedatangan seorang yang tidak biasa,kakek merasakan orang ini adalah seorang bangsawan yang tidak biasa.


"Ada apa mencariku anak muda?" tanya kakeknya alea.


"Maafkan kami sebelumnya,maaf karena sudah berani menikahi alea cucu kakek" kata pemuda ini dengan mantap.


Kakek hampir tersedak liurnya karena kaget mendengarnya mengatakan berani menikahi alea, 'Apa maksud orang ini'pikir kakek alea masih bingung "Apa maksudmu berkata begitu dan siapa kamu berasal dari mana?".


"Kakek saya adalah Yun lie putra dari raja Yun yuhan dari pulau dewa bahari,dalam satu abad diwaktu tertentu akan ada calon permaisuri dari kalangan masyarakat awam yang harus dinikahi menurut kepercayaan kakek buyut turun temurun dan dalam ramalan itu sudah tertulis dan terlukis dengan jelas sosoknya sicantik yang jelek,seperti ciri ciri alea dan kami sudah dari ia kecil sudah mengamatinya" jelas pemuda ini pada sang kakek.


"Sepertinya kakek ingat pada seorang peramal dari klenteng yang pernah kakek datangi saat masih muda,ia memberi tahukan bahwa cucu ketiga kakek adalah seorang yang lahir pada saat pertemuan bulan dan mata hari disaat penanggalan kuno untuk jiwa suci yang terberkahi dan akan melahirkan seorang yang berfamor sempurna untuk kepemimpinan yang handal" kata kakeknya alea.


"Benar kek jadi saya mohon maaf pada kakek dan keluarganya alea, karena sudah menikahi alea saat sedang tiba dipulau dewa,tapi saat ini alea dibawa pergi oleh seorang pria yang juga menginginkan alea untuk menjadi istrinya dan saat ini ia berencana mengurus perceraian kami untuk status alea yang sudah sah menjadi istri saya". kata Yun lie.


"Kakek serahkan kepadamu sebagai suami alea untuk mengurusnya dengan baik karena kakek yakin kau bukan orang biasa yang tak mampu menangani ini masalah,dan setelah semua tertangani kau bisa mengadakan pesta pernikahan untuk alea dikediamanku" kata kakek.


Yun lie sangat bersemangat setelah mendengar perkataan kakek dan kakek akan memberitahukan kepada kedua orang tua alea.


Sementara itu Devan sudah terbang kepulau dewa untuk mengurus pembatalan legalitas status pernikahan alea,ia membawa tim pengacara yang handal untuk menangani permasalahan ini,tapi dari pihak pangeran Yun lie juga menentang keras Keikut sertaan Devan yang tak ada hubungan kaitannya dengan alea untuk membatalkan pernikahan pangeran Yun lie dan sekarang pangeran Yun lie mengancam akan menuntut balik kepada Devan sebagai kasus penculikan dan pangeran Yun lie akan bersatu dengan keluarga alea untuk memperkarakannya.


Merasa pihaknya kurang kuat degan gugatannya Devan segera meninggalkan pulau dewa dan kembali ke vila karang ombak ia merasa rindu ingin melihat wajah cantik alea,walau ia tak bisa membuat alea bercerai dengan pangeran Yun lie tapi ia bertekad akan memiliki alea.

__ADS_1


Saat tiba di vila ia segera menuju ke kamarnya, mandi dan setelah berpakaian ia masuk kekamar alea dari pintu rahasia yang ada di kamarnya untuk kekamar sebelah yang ditempati alea,saat ini sudah larut malam dan alea sudah tertidur.


Devan melihat sosok yang begitu mempesona sedang tidur dengan posisi telentang ia memakai daster tidur berbahan sutra berwarna hitam dengan lampu tidur yang remang masih memberi cahaya yang menjelaskan tubuh putih mulus yang terbalut daster sutra hitam sangat menyolok pemandangan **** yang membuat jakunnya turun naik,ia sudah sering melihat wanita cantik ditempat tidur dengan berbagai baju yang mereka pakai tapi yang dilihatnya pada alea adalah suatu pemandangan yang berbeda,alea seperti mengeluarkan aura yang begitu kuat membuat orang yang memandang merasa kagum hingga tak ingin melakukan apapun kecuali memandangnya terkagum kagum.


Devan mendekatinya,menyibakkan perlahan rambut yang sebagian bertebaran di pipinya,ia memandang wajah yang seperti bersinar ditemaramnya cahaya lampu tidur ini,ia membungkukkan badannya dan mendekatkan wajahnya kewajah cantik alea mencium dahinya lalu ingin mencium bibirnya tapi alea menggerakkan wajahnya kesamping hingga Devan hanya mencium rambut dibelakang kuping alea.


Devan terdiam sesaat memandang alea yang masih pulas tidur,tatapannya menyapu seluruh tubuh alea "Tubuh yang sempurna" gumamnya lalu mengusap kepalanya "Tidurlah sayang,mimpi indah lah" sambil menarik selimut dan menyelimuti tubuh alea yang terasa dingin karena AC dikamar ini sedang on.


Setelah kembali ke kamarnya ia lalu keluar turun kelantai bawah dan terus menuju bar pribadinya yang dipenuhi berbagai minuman whine ia mengambil sebotol lalu membukanya dan mengambil gelas yang tergantung di lemari atas meja,menuangkan lalu meminumnya langsung menghabiskan setengah gelasnya.


Pintu bar terbuka dan Devan mendengar langkah yang ringan ia tau siapa yang datang,tapi ia tidak berpaling lalu sepasang tangan melingkar di pinggangnya lalu tangan itu meraba raba perut Devan yang berotot dan dipunggungnya ia mencium tengkuk Devan karena ia memakai heels jadi bisa mencapai tengkuk Devan yang tinggi lalu tangannya meraba lagi kewajah tampan Devan dan membelai lembut "Hmmhh" desis Devan sambil meminum habis minumannya ia merasa bergairah dengan ada tekanan lembut dipunggungnya dari dada kenyal cristalia.


Pintu bar terbuka lebar dan ruang ini begitu terang,dan cristalia terus mengusap dan meraba dada Devan sambil menciumi tengkuk Devan dengan nafsu menggelora dan Devan terangsang menikmatinya lalu Devan berbalik dan mencium kasar bibir Cristal tangan Devan yang sudah meletakkan gelasnya memegang kepala belakang Cristal dengan satu tangan dan tangan satunya lagi memeluk pinggangnya,Cristal menggesek gesekan dadanya dan tubuh bawahnya bergerak gerak kearah bawah perut Devan yang sudah merasa berhasrat,mereka lagi asyik Masyuk lalu terdengar suara asistenya "Nona alea... mengapa anda berada disini?".


"Alea..." Devan langsung mendorong Cristal dan melihat alea yang menatapnya dengan jijik dan berbalik pergi dengan cepat dari tempat itu,Devan cepat cepat memburunya tapi alea lebih cepat begitu masuk kamar langsung menutup pintu dan menguncinya tepat saat Devan sudah berada didepan daun pintu, "Sial" desah Devan galau ia merasa tertangkap basah saat berciuman panas dengan Cristal ia pasti sudah membuat alea merasa jijik dengan perbuatannya barusan dan tak tau apa yang gadis itu pikirkan tentangnya.


Setelah alea menutup pintu ia masih tak percaya melihat adengan antara Devan dan cristalia yang ia tau cristalia adalah salah satu asistenya juga tapi merangkap jadi kekasihnya atau pelayan *** nya "hiihh" alea bergidik jijik.


Pagi sekali alea sudah bangun segera mandi lalu memilih baju yang ada di lemari pakaian alea memilih celana kulot dan baju atasan model lubang dikedua bahunya lalu mengikat ekor kuda rambut panjangnya dan merias tipis wajahnya,ia terlihat begitu cantik bahkan ia mengagumi wajahnya itu.


Devan baru saja medudukan pantatnya disofa ruang tengah dan melihat alea menuruni tangga dengan pesonanya yang mendebarkan jantung Devan,ia terlihat tenang seolah tadi malam tak melihat apa apa tentang Devan dan cristalia,dan itu membuat Devan merasa tak enak.


"Kau sudah bangun" tanya Devan sambil menatap wajah alea yang berekspresi datar buat orang grogi.


"Aku selalu bangun pagi untuk beraktifitas dan satu Minggu ini waktuku telah terbuang sia sia ditempat ini,aku tak mengerti mengapa kau menahanku disini" kata alea to the point.


"Itu demi keselamatanmu" kata Devan santai.


"Siapa yang ingin mencelakai aku" tanya alea.


""Disini kau lebih aman" jawab Devan gak nyambung.

__ADS_1


"Aku ingin pulang sekarang!" kata alea.


"Tidak bisa" kata Devan.


"Kembalikan ponselku,aku ingin menelpon bunga untuk menjemputmu" kata alea tak sabar.


"Sabarlah" kata Devan.


"Mana ponselku,cepat berikan!" kata alea lagi.


"Akan aku berikan"ujar Devan sambil menyeruput kopinya.


Melihat gelagat Devan yang tak berniat memberi ponselnya alea,alea cemberut,Devan tersenyum senang.


"Hei... berikan ponselku sekarang!" kata alea mulai tak sabar.


"Kita sarapan dulu ya" ajak Devan.


"Tidak mau sarapan,cepat berikan ponselku" kekeh alea.


"Kita sarapan sekarang" Devan segera berdiri menarik tangan alea,tapi alea menepis tangan Devan.


"Aku ingin pulang,berikan ponselku,aku tidak mengenalmu aku merasa tak nyaman ditempat ini please... kembalikan ponselku" kata alea.


Devan sudah kehabisan kata kata untuk membujuk alea.


"Alea kumohon..."


"Jangan coba menahanku lagi,aku pergi sekarang"kata alea berbalik menuju pintu depan.


Devan segera menarik tangan alea dan memeluknya,alea segera mendorong Devan.

__ADS_1


"Jangan menyentuhku dengan tanganmu yang menj..." alea tak meneruskan kalimatnya karena Devan langsung mencium bibirnya yang sedang bicara,ia segera berpaling dan melayangkan tangannya kepipi Devan plakk....


"..."


__ADS_2