
Adrian bersiul tanda menikmati drama pendek dari alea dan yang lainya. "Waouw cukup menghibur" katanya sendiri sambil melihat kepergian alea yang digandeng pangeran Halid.
Sementara Devan tersenyum sinis "Liat pertunjukan selanjutnya!". gumamnya.
Keesokan harinya kapal pesiar berlabuh di pulau dewa bahari wilayah benua tua negeri yang asing bagi orang yang awam atau orang biasa tapi tidak bagi orang orang bangsawan dan kelas atas tempat ini adalah sejarah langka yang tak mudah ditemui oleh dunia luar.
Kapal pesiar mewah ini akan berlabuh selama dua hari dan akan bertolak besok sore semua penumpang diberi walkie talkie atau disebut HT benda ini walau tak ada sinyal tapi bisa menghubungkan penggunanya selama memiliki antena menggunakan baterai.
Alea bersama bunga sudah bersiap siap membawa ransel dan kebutuhan selama menginap di pulau dewa bahari ini saat keluar kabin terlihat pangeran yang tampan ini menunggunya.
"Berikan tasmu biar dibawa orangku" kata pangeran tanpa basa basi.
"Terima kasih" jawab alea singkat.
Mereka sampai dibagian tengah kota wisata kota ini terlihat ramai bentuk bangunan disini lebih memberi kesan kuno dengan gaya bangunan rata rata masih seperti dizaman tempo dulu dan tak banyak kendaraan dan masih terlihat kereta kuda atau dokar saat diatas bus yang berAC dan dibuat senyaman mungkin untuk penumpangnya mereka melihat sekelompok orang menunggang kuda dan bercadar mereka sepeti sepasukan dari kelompok tertentu, melihat ini alea merasa berada seperti difilm film kolosal tempo dulu.
Belum habis keheranannya mereka melihat seperti ada upacara kematian yang sekelompok orang dengan pakaian serba putih dan memakai penutup wajah serba putih suasana sakral sangat terasa karena aroma dupa yang mereka bawa sangat menyengat hidung.
Perjalanan masih berlanjut alea yang duduk didekat jendela sangat menikmati pemandangan luar setiap tepi jalan seperti hutan bambu yang luas dan rindang tiba tiba bus berjalan sangat perlahan kali ini terlihat arak arakan orang orang berpakaian warna warni dan kelompok depan ada kereta kuda yang bertirai saat bus akan berpapasan tepatnya didepan jendela tempat duduk alea melihat tirai kereta kuda terbuka dan terlihat seorang pemuda yang sangat tampan dengan mata yang tajam seperti elang menatapnya dengan pandangan menusuk alea tergetar dengan pandangan mata tersebut,hanya beberapa detik tirai tertutup kembali dan itu cukup membuat alea gugup entah kenapa perasaannya jadi tidak enak.
Tidak ada yang membuka mulut untuk bertanya dan guide tour ini tak jua memberi penjelasan seakan hal ini tak boleh dibicarakan dan anehnya semua orang tak ingin bicara.
Alea melihat kearah pangeran yang duduk di kursi sebelahnya dan sepertinya ia melihat yang alea lihat.
Perjalanan berhenti dihalaman depan istana pualam yang bangunannya asli batu pualam yang mengunung dan dipahat menjadi istana bisa dibilang hotel berbintang lima yang tak akan tertandingi dengan hotel modern manapun.
Memasuki aula yang luas mereka seperti memasuki suasana pernikahan lengkap dengan dekorasi ala ala Tiongkok kuno abad pertengahan dan para pelayan berpakaian zaman kuno dan mereka diberi pakaian daerah khas seperti tour tour keluar negeri pada suatu tempat bersejarah kita pasti diberi pakaian daerah setempat dan disini sudah ada Devan dan Adrian yang terlebih dahulu tiba dan sudah berganti pakaian adat setempat mereka tampak begitu gagah.
"Pangeran ini suasana pernikahan atau acara pameran budaya untuk para turis atau pelancong yang sedang tour?".Tanya alea.
__ADS_1
"Dulu aku pernah sekali kemari,memang sambutan mereka seperti ini tapi tidak ada acara pernikahan,konon dalam sejarahnya dalam tiap satu abad keturunan raja adalah cicit kaisar di abad pertengahan akan ada generasi yang mencari permaisuri dari orang orang umum karena diantara orang orang umum ada yang reinkarnasi dari putri kerajaan yang hidup dibelahan dunia luar dan mereka menemukan dan akan menikahinya" jelas pangeran Halid.
"Oh begitu... bisa jadi ini pernikahan keturunan kaisar itu dan mungkin yang berpapasan dengan kita tadi".
"Kemungkinan karena aku tadi melihat mempelai pria membuka tirai dan menatapmu Al... oh jangan bilang kau akan jadi mempelai wanita yang akan jadi permaisurinya,bila itu terjadi aku akan perang dengan raja di negri ini" kata pangeran Halid serius.
"Sudah cukup bercandanya" dengus alea.
Karena Devan dan Adrian juga disana mendengar pembicaraan pangeran dan alea, tak lama beberapa pelayan minta mereka yang baru datang segera berganti pakaian.
Pangeran dan bunga juga peserta lainnya sudah kembali hanya alea yang belum kembali bunga coba kembali kemana mereka dibawa untuk berganti pakaian tadi tapi tak menjumpai alea.
Sementara alea dibawa ketempat ruangan terdapat kolam pemandian air hangat yang penuh kelopak bunga dan beraroma wangi bunga yang menyegarkan.
Pertama mereka melepaskan pakaian alea dan menggantinya dengan kain lalu melakukan luluran dan massage setelah setengah jam lalu menyuruh alea berendam bak susu seukuran tubuhnya juga setengah jam lalu berpindah kekolam bunga yang wangi rambut alea pun di Meratus dan dikeramas dengan air rempah dan air sari bunga setelah proses tiga jam selesai, alea merasa tubuhnya segar nyaman rilek dan kulitnya yang memang sudah putih mulus sekarang seperti selembut kulit bayi dan seputih susu dan berpakaian seperti pengantin ratu dizaman kuno.
"Cantiknya"
"Waoww..." dan alea tak kalah kagum melihat dirinya dicermin yang ada di ruangan ini.
"Tapi tunggu dulu kenapa aku didandani seperti pengantin zaman kuno,apa ini bagian dari penyambutan aku kebagian kostum pengantin?!". tanyanya tak ada yang menjawab.
Alea kemudian dibawa keruang lain.
Bunga dan pangeran sudah sibuk dengan tidak kembalinya alea,Devan dan Adrian juga sudah tau dan ikut mencari karena mereka terlihat sibuk dan cemas, datang seorang yang mengaku kepala pengurus atau manager dihotel istana pualam ini memberi tahu kalau alea melakukan ritual perawatan khusus dan sudah ada di istana inti untuk upacara dan semua tamu yang hadir disana diminta untuk ikut keistana utama.
Saat rombongan bunga dan semua tiba diistana utama yang ada didalam perut gunung pualam ini begitu indah megah dengan taman yang mereka lewati juga kolam teratai yang luas tak menyangka ada tempat seindah ini dikedalaman istana yang berasal dari batu gunung pualam ini.
Dan betul saja diistana ada sepasang pengantin dan saat mereka tiba langsung upacara pernikahan dimulai semua berjalan dengan khidmat dan sakral semua bagai tersihir mengikuti ritual ini dengan diam, setelah selesai mereka kembali ingat dengan alea.
__ADS_1
Dan saat pengumuman sepasang pengantin sudah resmi jadi pasangan suami istri.
"Kini pasangan yang mulia pangeran mahkota Yun lie dan putri alea sudah resmi menjadi suami istri yang diberkahi sekarang menyapa raja dan ratu juga ibu suri".
"A...pa?!"
""Apaaa?"
"Alea... menikah tidak mungkin!!!". pangeran berteriak keras.
Itu juga terjadi dengan Devan,Adrian dan bunga.
"Kembalikan alea padaku!" perintah pangeran Halid.
"Alea..." Devan sudah menerjang kearah pasangan alea tapi saat ia ingin menarik tangan alea tubuhnya seperti tertahan dan terdorong oleh tenaga yang kuat dan tak terlihat.
Ternyata pria tampan yang ada disamping alea yang melakukannya"Jangan sentuh permaisuri ku!!!" tegasnya.
Devan meradang,pangeran Halid juga tak tinggal diam langsung maju ingin menyambar alea tapi lagi lagi tubuhnya terpental.
"Sial tidak bisa dibiarkan" katanya murka.
Sementara Adrian hanya terbengong masih tak percaya kalau sekarang alea sudah jadi pengantin dari pulau misterius ini
Dan alea masih terdiam seakan tak mempercayai penglihatan dan pendengarannya hingga ia merasa tubuhnya lemas dan ambruk.
"Nona alea"bunga yang sedari tadi terdiam karena masih tak menyadari apa yang sebenar berlangsung dan terjadi pada majikannya akhirnya sadar dan mulai menerjang akan membantu dan menahan tubuh alea tapi ia masih kalah cepat den pangeran Yun lie.
_____________
__ADS_1
Mohon dukungannya pembaca like,vote,favorit dan komennya, terima kasih dan salam kenal.