
Saat pagi divila pulau,udara terasa begitu dingin hingga ketulang sum sum,tapi dikamar mewah diranjang ini terasa begitu hangat tidur dalam pelukan Adrian membuat alea bermimpi dipeluk mamanya yang sedari kecilnya tak pernah merasakan pelukan kehangatan seorang ibu,ia merasa nyaman dan tak ingin melepaskan pelukan ini "Mama..." gumam alea.
Samar samar antara Sadar dan setengah tidur Adrian mendengar alea mengigau memanggil mama,tapi ia melanjutkan tidurnya lagi sampai ia merasa didorong keras dengan kaki dan tangan hingga ia terjatuh dari tempat tidur kelantai yang terasa dingin hingga membuat ia seketika tersadar.
"E... eh apa yang terjadi?".
"Kau... apa tidur bersamaku sepanjang malam?!" tanya alea duduk sambil memegang selimut didadanya dan melotot kearah Adrian yang segera duduk dilantai yang dingin sambil mengusap ngusap pinggul sampingnya yang terasa sakit karena terjatuh kebawah dari ranjang.
"Nyonya Adrian... tentu saja kita tidur bersama,kita sudah menikah sah di agama kita dan kau begitu bahagia dalam pelukanku itu terbukti dari dalam tidurmu kau panggil aku mama,sebegitu nyamannya kau merasa aku mama yang memberimu kehangatan".
"Apa katamu?!" alea sambil mengintip kedalam selimut melihat tubuhnya yang polos tapi masih mengenakan CD.
"Tenang kau masih memakai ****** ***** mu sama sepertiku kita hanya tak pakai baju,karena semalam mati lampu,mati AC jadi terasa gerah" kata Adrian sambil nyengir kuda.
"..." wajah alea merah padam.
"Ini masih begitu pagi dan cuaca begitu dingin sangat berkabut tebal,mari lanjutkan tidur sebentar lagi"kata Adrian dengan gerak cepat kembali ketempat tidur dan menarik alea kedalam selimut.
"Uwwaaa..." jerit alea hilang dibalik selimut karena Adrian sudah membungkam mulutnya dengan bibirnya.
Sementara cuaca disekitar vila terlihat berkabut tebal,sepanjang mata melihat hanya kabut menutupi seluruh permukaan tanah dan pepohonan.
Dan setelah sarapan pagi Adrian mengajak alea duduk diteras lantai atas yang luas dan lengkap dengan meja kursi dan beberapa tanaman hias yang langka membuat suasana terasa nyaman untuk bersantai.
"Lihat kabut tebal menutupi pemandangan sepanjang mata memandang hanya kabut yang terlihat,ini masih begitu pagi,seharusnya kita masih tidur".
"Cih... dasar pemalas mesum".
__ADS_1
"Ada apa denganmu?... ini adalah bulan madu kita".
"Kenapa kalian tidak membuatku punya hak kepada diriku sendiri,kalian seenaknya menikahi tanpa memberi pertimbangan padaku,atau membawaku dan menahanku seperti hewan peliharaan!".
"Mengapa kau menyamakan dirimu seperti hewan peliharaan,kau begitu berharga dan berkilau hingga banyak pria hebat ingin bersamamu,apa kau tau sangat berbahaya pria yang sudah berani bersamamu,akan ada yang akan menyingkirkan ku".
"Sebenarnya kalian ini kenapa?!... apa kalian tidak tahu kalau aku tidak menanggapi dan tak ingin bersama kalian,aku masih ingin tidak terikat pernikahan,siapa yang membuat kalian memutuskan seenaknya membawaku kabur dan menikah heh!".
"Ya karena aku pasti mendapatkan apa yang kuinginkan dan aku melakukannya".
"Memang susah berdebat dengan orang yang suka seenaknya sendiri!" dengus alea kesal,ia merasa tak tau harus bagai mana dengan situasi yang ia hadapi sekarang.
"Sudahlah tak usah risaukan apa yang akan terjadi,serahkan semua padaku biar aku yang akan mengurus semua kedepannya".
"Bicara sih enak,kenyataan selanjutnya tak semudah bicara".
"Kau lepaskan aku!" tolak alea,tapi Adrian mendekapnya dengan kuat hingga tak bisa terlepas,merasa sia sia melawan tenaga Adrian akhirnya alea hanya rebah dan bersandar didada Adrian.
"Sekarang kita tidak bisa meninggalkan pulau ini,karena cuaca buruk,dan akan ada badai angin ****** beliung beberapa hari kedepannya,ini sudah biasa terjadi disaat musim angin kencang daerah luar pantai berpotensi terjadinya badai ini dan itu bisa berhari hari,gelombang bisa mencapai empat meter menerjang permukaan laut".
"Sebegitu mengerikannya tinggal di samudra ini,ada badai tornado dan badai lanina?!".
Alea tak berani membayangkan berjalan dalam cuaca yang sudah dapat diperkirakan ini,dan itu artinya ia akan terjebak dipulau ini hingga beberapa waktu lagi,sementara ia sudah tak sabar untuk pulang mengetahui situasi bisnisnya dan Dewi,kakek dan Rendy pasti sekarang kuatir dan sangat mencemaskannya, ia takut kakek akan kepikiran dirinya dan akan sakit,dan Dewi pasti begitu bingung dan urusan bisnis yang begitu merepotkannya pasti membuatnya cemas dan tak punya waktu untuk ketenangan.
Alea terlihat murung dan tak berdaya "Sayangku kau kenapa?... apa kau sakit,mungkin cuaca ektrem ini membuatmu tak enak badan" tanya Adrian merasa cemas.
"Aku baik baik saja,percayalah,aku hanya menghawatirkan keadaan kakek juga Dewi".
__ADS_1
"Sayang... mereka pasti baik baik saja,yakinlah tidak ada yang akan terjadi dengan mereka".
"Jadi maksudmu mereka tidak perduli padaku yang raib bagai ditelan badai ini?!... asal kau tau saja kakek dan Dewi tidak sama dengan kedua orang tuaku dan kedua kakakku mereka tak perduli dengan hidup matiku,tapi kakek sudah pasti menghawatirkan ku dan kakek sudah tua kondisi pisiknya pasti tak sekuat dulu saat masih muda".
"Maksudku kakek pasti mencemaskanmu tapi dia cukup tegar dan percaya kalau kau akan baik baik saja,dan Dewi pasti masih positif thinking".
"Hmmhhhh..." mendesah galau.
Dalam benak Adrian "Phew... sungguh gadis yang baik hanya situasinya memang agak ribet,Devan pasti membunuhku bila tau aku yang membawa alea dan malah sudah menikahinya,aku selangkah lebih didepannya dan melakukan perbuatan yang nekad ia pasti murka puihh sangat seru pertemuan dengannya nanti dan kerja sama yang dirundingkan sudah berjalan hmmh".
Hari semakin siang tapi cuaca tetap mendung hanya kabutnya yang menipis menampakan pemandangan samar samar tak ada yang dapat dilihat dengan jelas dan kedua orang ini masih menyatu dikursi santai teras vila ini.
"Apa kau tidak capek sekian lama kududuki begini?" tanya alea merasa konyol.
"Tidak... aku tidak merasa capek dengan tubuh ringanmu serasa memeluk serigala kecil".
"Jangan sembarangan menganggapku siluman rubah ya?!" kata alea lalu duduk masih dipangkuan Adrian yang terlihat santai bersandar disandarkan kursi santai sambil menatapnya tajam
"Hehehe... kau terlihat manis saat berkata galak begitu,siapa yang mengganggap mu siluman rubah,aku hanya bilang kau terasa ringan dan lembut".
"huhh..."
"Ayo kemari bersandarlah lagi,tidak ada yang bisa kita lakukan saat seperti ini".
"Itukan alasanmu saja".
"Apa yang harus kulakukan kerja,tidak ada jaringan,jalan kelokasi tidak jelas dijalan bisa bertemu b hewan yang tak terduga" jelas Adrian.
__ADS_1
Alea jadi teringat ular besar yang ada dijalan dan ada beberapa yang pernah ia lihat dan itu sangat besar dan menakutkan,dan sepertinya binatang itu memang sengaja dipelihara dan dilepas disekitar tempat yang penting,dan masih ada lagi saat ia berjalan didalam hutan seperti ada banyak orang hanya mereka tak terlihat saja 'Mungkin ada camp pelatihan rahasia disini?' pikir alea.