
Saat semua orang sudah beristirahat, pangeran segera masuk kekamar alea, disana ada bunga yang terus mengawasi "Maaf pangeran,saya akan menjaga nona alea dan saya disini selama sebelum nona pulih kembali".
Pangeran Yun lie tidak menjawab bunga ia terus mendekati alea yang masih tidur nyenyak, ternyata dokter telah menambah dosis obat tidurnya hingga alea tak terusik dengan kondisi berisik sekalipun, itu dokter lakukan agar alea tak banyak pergerakan agar lukanya tak terbuka lagi.
Setelah melihat keadaan alea yang tenang, dia segera menggulung lengan baju Alea yang hanya berlengan pendek sampai disiku itu, bunga ingin protes, tapi begitu melihat tatapan mata pangeran yang seolah memakunya ditempat tak bisa melakukan hal apapun kecuali mematung ditempatnya.
Pangeran segera mengeluarkan botol kecil dari saku dibalik pakaiannya ia lalu membuka perban luka alea dan menaburkan bubuk dari dalam botol itu, lalu membiarkan luka itu tidak diperban kembali, semula luka itu terlihat masih basah dan memerah tapi setelah beberapa saat luka itu terlihat mengering.
Pangeran itu masih duduk ditepi pembaringan alea, sambil memperhatikan luka itu mengalami perubahan, dan memandangi wajah alea yang pucat tapi terlihat begitu cantik, "Kau memang pantas jadi permaisuri ku" gumamnya.
Kemudian beranjak dari duduknya tanpa berkata kata apapun pangeran ini berjalan keluar dari kamar, bunga yang sejak tadi hanya terpaku ditempat, sekarang mendekati alea dan melihat luka itu terlihat sudah hampir pulih, seperti luka yang sudah lama akan sembuh.
"Waow...hebat sekali pangeran itu, dan obat yang diberikan bisa menyembuhkan luka dengan cepat,sungguh suatu keajaiban yang misterius dengan diri pangeran itu" kata alea merasa takjub.
Bunga lalu membuka gulungan lengan baju Alea dan menyelimutinya, lalu menungguinya, ia takut bila alea bangun tiba tiba dan menginginkan sesuatu.
Saat pagi,alea terbangun dan mendapati dirinya ditempat tidur yang berbeda tapi ia merasa familiar dengan suasana ruangan kamar ini, ia melihat bunga yang tertidur disofa, ia mengeliatkan tubuhnya merasa segar Bagun pagi hari.
Bunga sangat peka,begitu merasa ada pergerakan ia langsung terbangun dan waspada,padahal ia baru tertidur dua jam yang lalu.
"Nona alea anda sudah bangun,apa ingin kekamar kecil?" ujar bunga buru buru memapah alea yang ia lihat telah berdiri dan akan berjalan.
"Bunga, biar aku berjalan sendiri,aku merasa sehat kok".
Bunga juga melihat kalau alea jalan tidak sambil meringis seperti kemaren dan wajah pucatnya sudah tak terlihat pias lagi.
Setelah keluar kamar mandi, bunga mendekati alea untuk membantunya ketempat tidur lagi.
"Bunga... aku tidak ingin berbaring lagi loh".
"Tapi nona alea harus masih istirahat,karena kita sekarang tidak dirumah sakit lagi,dokter bilang jangan sampai lukanya terbuka dan akan berpengaruh dengan kodisi kesehatan anda".
__ADS_1
"Oh iya kapan kita keluar dari rumah sakit, kok aku tidak tau sudah berada disini,bukannya ini rumah kakekku?".
"Iya non kita dirumah kakek sekarang, karena pangeran memaksa membawa anda pulang kemaren, dan nona Dewi meminta anda dibawa kemari".
"Aku ingin bertemu kakek".
"Tapi non, anda belum pulih, biar saya panggilkan kakek kemari".
"Tidak usah, aku merasa baik baik saja sekarang".
"Nona alea... coba saya lihat luka anda dulu".
"Silahkan".
"Maaf non, saya akan menggulung lengan baju anda,permisi, loh... dimana lukanya, perasaan dibahu kanan inikan?!" kata bunga keheranan tak mendapati luka itu lagi, ia sudah memeriksa kedua bahu alea.
"Ada apa pagi pagi sudah bangun dan terlihat pada bingung" tanya kakek yang tau tau sudah masuk kekamar ini.
"Kan... alea terluka tembak dibahu karena mencoba menghalangi Devan menembak Adrian" ujar kakek mengingatkan.
"Tapi dibahu alea tidak ada lukanya, bahkan bekasnya".
"Ah bagaimana mungkin,coba periksa dengan benar".
"Oh saya ingat semalam pangeran Yun lie, masuk kesini dan membuka perban dan menaburi luka dengan obat yang ia keluarkan dari saku bajunya, karena dia juga yang memaksa membawa nona keluar rumah sakit"jelas bunga.
"Apa benar begitu alea?" tanya kakek.
"Alea tidak ingat apa apa kek".
"Kemaren dari rumah sakit hingga pagi ini nona alea tidur terus,tentu tidak tau apa apa, tapi saya yang menemani tanpa sekalipun meninggalkan nona, dan melihat apa yang dilakukan pangeran pada luka anda, awalnya saya melarang pangeran mendekati nona, tapi pangeran tidak perduli dan membuka perban lalu memberi obat,saat itu ia menunggui sebentar, lalu pergi,nah saat itulah saya mendekati nona, ingin menyelimuti dan melihat luka itu sudah mengering dan hampir sembuh,saya sangat kagum saat itu, lalu pagi ini luka itu sudah tak ada bahkan bekasnya,sungguh luar biasa ajaib obat yang diberikan pangeran itu".
__ADS_1
"Apa benar begitu?!" tanya alea tak percaya.
Kakek hanya diam sambil mengelus ngelus jenggot putihnya yang sedikit itu dan terlihat berpikir "Baguslah bila memang kejadiannya begitu, sekarang alea sudah tidak usah kwatir lagi, mari kita kebelakang dan sarapan, kakek sudah menyuruh buat bubur sehat buat alea".
Mereka bertiga lalu pergi keruang makan dibagian belakang ruangan ini.
"Sekarang pangeran dimana?" tanya alea.
"Dia pergi tadi malam" jawab kakek.
"Eh biar saja, moga tidak akan datang kembali" kata alea pelan.
"Alea... dengarkan kakek, pangeran Yun lie ingin membawamu ketempat asalnya, kakek menyerahkan semuanya kepadamu, bila kamu bersedia mengikutinya, maka kakek sarankan menikah secara agama kita dulu dengannya".
"Alea tidak ingin menikah dan mengikutinya kek, alea mohon kek, jangan biarkan alea pergi ketempat itu lagi, cukup sekali itu, alea tidak bisa tinggal disana dan takkan pernah mau,apapun yang terjadi, percayalah kek, tempat mereka tak cocok denganku, karena aku dan bunga pernah kesana".
"Benar kek,itu tempat seperti bukan zaman kita saat ini, dan mereka seperti berada di zaman dahulu sekali, sangat tidak sepaham dengan keadaan kita yang modern" kata bunga.
"Apa ada tentang hal seperti itu, apa kalian sudah memasuki alam terdahulu yang bergabung pada abad sekarang?" kata kakek tidak yakin.
"Kakek tolonglah, bagaimana menghindari kenyataan ini, alea tidak ingin pergi kesana, alea tak ingin menggalakan kakek, alea ingin masih menuntut ilmu, dan banyak kerja alea yang. harus alea urusi, Dewi takkan membiarkan alea pergi meninggalkannya".
"Tapi non... pangeran itu bukan orang biasa ia sungguh luar biasa, waktu kejadian saat empat peluru melesat dari pistol Devan untuknya, ia bisa membloknya dan mengembalikannya, hal seperti itu hanya dikuasai oleh orang orang tertentu, dimana saat ini hal itu sudah langka dan hampir tak pernah dijumpai dan ia juga membuat Adrian melupakan nona alea, ia benar benar tak bisa diabaikan, bahkan ia hanya dengan bicara bisa membuat ku kaku tidak bisa bergerak saat akan menghentikannya memberikan obat diluka nona" kata bunga serius.
"Bunga kau jangan menakutiku" kata alea.
"Maafkan saya nona alea".
"Kek... kenapa kakek diam saja?" desak alea.
"Alea... nanti kita bicarakan lagi dengan pangeran Yun lie, moga ia bisa diajak diskusi" kata kakek.
__ADS_1
"..."