
Ternyata salju turun dengan lebatnya, sementara pemandu kereta salju dengan santainya menyusuri relung - relung jalan diantar pepohonan yang mulai memutih.
"Waduh apanya yang dinikmati dari perjalanan ini,duduk manis nutup mata gak ngeliat apa - apa,buka mata perih cuma liat es serut dimana mana lagi,kalo tau begini mending bawa mangkuk,sendok,bawa sirup gula dan susu kental manis,nikmati nih es salju deh" omel alea.
Suaminya coba menoleh kearahnya,hampir jatuh dari kereta karena jalan yang menikung sang pemandu kereta meminta mereka memiringkan tubuh kearah jalan yang searah.
"Yang jangan berpaling kebelakang,bahaya!" jerit alea karena melihat sang suami hampir terlempar keluar kereta.
Akhirnya mereka kembali ketempat star semula dan akan kembali kepos iglo nya, sekarang jalan kembali ini sudah tertutup salju yang tebal,saat dipijak sedalam lutut, membuat susah melangkah,belum lagi kaki yang sudah mati rasa.
Alea sudah berkali kali jatuh bangun, kedepan kebelakang,sang suami yang melihat ini sudah tak sabar ingin menggendongnya, tapi ia tak ingin membuat Jery menangkap basah gerakannya.
Akhirnya dengan susah payah mereka sampai dikamar iglo nya, alea langsung mengisi ketel dengan air dan mencolokkannya kesetrum,lalu melepas semua pakaiannya ia tak perduli lagi dengan tubuh polosnya langsung mengisi bak mandi dengan air hangat lalu berendam sebentar setelah memakai sabun ia langsung membilas diri dengan air hangat tanpa gosok gigi,menyelesaikan mandinya.
Setelah berpakaian,ia membuat dua cangkir susu coklat hangat,dan sisa air panas diketel ia buat merebus mie instan yang ia bawa dari Indonesia begitu juga dengan susu coklat sachet yang ia seduh ini.
Ia juga sudah membaginya dengan Jery tadi pagi. Ingat ya bila ingin liburan keluar negri terutama kenegara yang bersalju dimusim dingin,bawalah berapa bungkus mie instan dan kopi susu sachet.
Karena bila didaerah pegunungan bersalju apa lagi nginap dipos iglo begini saat pulang dari hiking sudah tidak sempat lagi kerestauran atau kafe yang ada disekitarnya sudah malam ingin delivery tapi tanggung ya cocoknya buat mie instan aja lagi.
Setelah makan dan minum yang hangat - hangat pastinya ya mengantuk dan ingin tidur.
Alea segera menggosok giginya,lalu melompat ketempat tidur setelahnya,ia sudah tak punya kekuatan lagi untuk menopang tubuhnya.
Suaminya hanya geleng - geleng kepala melihat tubuh kecil yang rapuh dan tak berdaya itu.
Tak lama setelah menghabiskan minumnya ia pun menyusul alea kebawah selimut, lalu memeluk agar hangat tubuh istrinya.
Sementara Jery juga membuat minuman hangat dan merebus mie instan dari alea, dan duduk dekat perapian,teringat kejadian tadi saat masuk kedalam kamarnya ia langsung keperapian menghangatkan tubuhnya sambil melepas pakaian lalu mendekatkan tanganya dan berbalik bermaksud mendekatkan punggungnya keperapian malah bokongnya yang dekat banget dengan api hingga ia melompat lompat sambil menepuk nepuk bokongnya yang hampir keserempet api.
"Sialan... hampir jadi daging panggang ni pantat heh!" ujarnya meruntuk sendiri.
Ia memeriksa kondisi kameranya sebelum pergi tidur dan melihat hasil rekamannya, lalu tertawa sendiri melihat gaya lucu alea yang jatuh bangun disalju yang tebal.
__ADS_1
Dan malampun berlalu berganti pagi,alea masih enggan meninggalkan tempat tidurnya,hari ini ia berencana mengakhiri bersenang senang dengan salju dan pegunungan ini.
Ia ingin kepusat kota untuk berbelanja oleh - oleh untuk semua teman dan kerabatnya.
Tak lama datang petugas untuk layanan kamar,untung alea dan suami sudah mandi dan siap - siap pergi,ia datang untuk membantu setiap wisatawan yang menginap disini untuk bantu mengambilkan foto atau rekaman video sesuai permintaan.
Setelah sarapan dan kembali kehotel yang tempat mereka menginap pertama untuk mengambil tas,koper mereka,lalu pergi kepusat kota.
Setelah menemukan hotel dan cek in, mereka lalu menuju pasar carouge jenewa, berbelanja hingga saatnya makan siang pergi kerestauran untuk bersantap siang.
Lalu balik kehotel istirahat sebentar dan keluar lagi berjalan jalan kekota tua Jenewa dengan bangunan yang berasa kota kuno berabat abat yang lalu,Ville dengan labirin yang menyerupai jalan - jalan kecil dengan kafe - kafe disepanjang jalan.
Hingga waktu sore berganti malam,setelah puas memanjakan mata, berfoto ria dengan momen - momen indah yang tak terlupakan
lanjut makan malam dan kembali kehotel.
Saatnya kembali kehotel,karena dari lewat siang berkeliling keliling kota,dan saat pulang baru mandi.
"Sayang kita mandi bersama ya".
"Kenapa gak barengan aja".
"Kita sudah besar bisa mandi sendiri - sendiri ajakan".
"Sudah besar?!... sudah suami istri maksudnya tidak ada alasan nolak".
"Haishh... jangan mulai lagi deh" gumam alea.
"Tenang... sayangku tak perlu repot atau capek - capek,mandi biar aku mandikan, semua gerakan aku yang gerakan,jadi tinggal rileks aja semua suamimu yang tangani" kata sang suami semangat.
Dejavu dengan ungkapan ini pikir alea.
"Apa aku ini terlihat seperti bayi yang butuh perawatan ya"tanya alea.
__ADS_1
"Bukan begitu,karena kau putri mahkota, permaisuri yang mulia yang agung perlu dilayani dengan baik".
"Yang mulia... mulutmu manis sekali,semoga juga diistana nanti kau tetap seperti ini,jangan alasan banyak pelayan yang akan melayaniku sehingga kau sudah tak akan berkata manis lagi padaku dan bicara manis pada wanita cantik yang lainya, maka aku akan menarik bibirmu hingga panjang setengah meter".
"Gawat,tidak bisa dijanjikan lagi".
"Apa katamu?!".
"Tidak... tidak ada,ayo segera mandi".
"Hmm..." alea benar - benar pasrah diperlakukan seperti putri yang dilayani dengan istimewa.
Hal yang paling disenangi suaminya mengurus mandinya,bagai mana tidak ini adalah bagian favoritnya kalau menggosok, mengusap seluruh tubuh polos alea tanpa sehelai benangpun melindunginya.
Sang suami sangat betah bahkan seperti candu baginya,dan membuatnya tak bisa mengendalikan diri juga.
Saat rasa yang tak lagi tertahankan karena melihat alea memejamkan mata menikmati pijatan - pijatan lembut dan remasan nakal dibagian - bagian tertentu,membuat alea berdesah atau mengerang manja.
Sementara alea,mengerang karena malas mengomeli perlakuan suaminya,malah mengebu gebu menginginkan alea,itu terasa dari jamur oyster sang suami yang sudah tumbuh tegak subur.
"Stop... jangan mengacau perlayanan mandiku!" kata alea tiba - tiba.
"Tapi aku tidak kuat lagi".
"Tanggung sendiri akibat ulah yang mulia,ini juga merupakan ujian saat yang mulia kembali ketengah tengah para selir yang cantik,seksi dan menggoda itu harus kuat godaan".
"Tentu saja kuat menahan godaan mereka, tapi tak sanggup bertahan denganmu,kalau tak ingin disini ya diperaduan saja,mandi juga sudah selesai" ujar suami sambil menggendong alea ketempat tidur.
"Aish... bulan madu itu apa memang harus begini selalu" pasrah alea.
"Apa lagi yang harus dilakukan pasangan pengantin baru,ya beginilah setiap waktu".
"..."
__ADS_1
Dan alunan tempat tidurpun terdengar sangat berirama mengebu gebu dengan hasrat yang tersalurkan dengan sempurna.
Malam semakin membuai indah.