
Setelah keluar dari seputaran hutan, mereka bertemu kembali dengan bunga dan Laras, lalu melanjutkan perjalanan mencari istana pualam salju.
Melalui berbagai rintangan dan banyak bahaya tiba dilembah lumut hijau yang tebal dengan lumut yang subur lembab basah dan licin, dan ada mahluk hijau yang sangat besar menghalangi.
Itu adalah lelembut lumut yang bisa membuat orang terperangkap dilembah ini hingga binasa, tapi bagi keempat orang ini adalah hal yang bisa dilewati.
Mereka hanya perlu sesekali pijakan untuk melambung melayang melewati lembah, walau lelembut lumut menyemburkan cairan hijau berlendir licin itu tak bisa mengenai mereka.
Tiba di ngarai berkabut tebal tapi beraroma bunga ngarai yang menenangkan dan kabut tebal memenuhi seluruh permukaan sejauh mata memandang.
"Yayank mulia, apa kita berada diarea istana pualam salju?" tanya putri alea.
"Iya kita sudah berada disekitar istana ratu Hedis, bila ia berkenan kita memasuki istananya maka istana pualam salju akan terlihat dan terbuka gerbangnya" jawab pangeran.
Setelah mengamati beberapa saat perlahan tapi pasti kabut yang tebal menipis dan akhirnya menghilang samasekali.
Yang terlihat kini adalah lembah yang begitu berwarna dengan hijau dan aneka warna bunga ngarai yang beraroma lembut, membuat pemandangan luar biasa indah.
Dan ditengah lembah ada danau yang sangat luas dengan air yang bewarna kehijauan.
Putri alea,bunga dan Laras sangat terpesona dengan pemandangan indah didepan mereka.
Air di danau tiba - tiba ada pusaran yang bergemuruh dan timbul perlahan sebuah istana yang putih berkilau memenuhi permukaan danau.
Istana tampak megah dan begitu indah berada ditengah tengah permukaan danau yang dikelilingi tebing yang tinggi.
"Wah... istana pualam yang legenda, bisa nampak oleh kita sungguh suatu keberuntungan" ujar putri alea gembira sekali.
Tidak lama terlihat sekawanan burung bangau putih terbang dan mampir ditempat mereka lalu berubah menjadi gadis - gadis cantik dan memberi hormat pada pangeran dan putri alea
"Selamat datang di istana pualam salju, silahkan masuk yang mulia pangeran dan putri, kami akan melayani kedatangan anda dan putri" ujar salah seorang gadis yang asalnya adalah burung bangau putih.
Putri alea begitu takjub dengan penglihatannya ini, ia merasa bak di negeri dongeng.
__ADS_1
Lalu terlihat kereta kuda dengan penuh buah - buahan dan bahan makanan yang dibawa memasuki istana.
Rombongan kecil putri alea pun berjalan memasuki istana yang terlihat selalu mengkilat dibawah pantulan cahaya mentari.
Didalam istana mereka dijamu dan dilayani seperti tamu kerajaan hanya tidak bertemu dengan pemilik istana yang konon sekarang masih hidup tapi sudah berada dialam dewi khayangan.
Mereka dipersilahkan melihat - lihat sekeliling istana dan melihat semua barang - barang milik ratu Hedis yang sangat langka.
Putri alea diperkenankan mengambil benda yang ia inginkan yang berada dikamar koleksi benda pusaka dan berharga yang ada.
Ia sangat kagum melihat aneka jenis perhiasan, tanaman langka dan barang pusaka lainnya.
Tapi ia tak mengambil satu benda pun untuk ia bawa pulang karena merasa ia tak berhak mengambil sesuatu, walau para gadis jelmaan burung bangau putih sudah mempersilahkannya karena sudah peraturan siapapun yang berhasil bertamu diistana pualam maka diperkenankan untuk membawa hadiah yang dipilihnya sendiri.
Putri alea hanya berkata ingin menginap di istana ini beberapa hari ini, apakah boleh.
Gadis yang menjadi kepala pelayan itu mengatakan apapun yang menjadi keinginan putri alea, bahkan bila ingin menjadi pemilik istana pualam salju ini, ia diperkenankan.
Putri alea sangat terkejut dengan pernyataan gadis itu, dan tak menganggap nya serius.
Putri alea segera masuki kamar dan melihat seisi kamar adalah tempat yang mewah dengan tempat tidur yang begitu nyaman dan bagus, tersedia pakaian yang bagus - bagus juga ada untuk sang pangeran.
Disisi ruang kamar ada kamar mandi yang ada kolam mandinya yang berbau wangi dan perlengkapan mandi dalam kamar mandi terasa hangat.
"Yayank mulia tempat mandinya bagus banget, ada kolam mandinya juga, aku ingin mandi sekarang".
"Ayo mandi bersama".
"Hmmm...".
"Kenapa?... kan biasanya mandi selalu besama".
"Mandi ya mandi aja siapa takut".
__ADS_1
Putri alea mencari selembar kain untuk menjadi telasan mandinya,lalu menceburkan tubuhnya kedalam kolam pemandian, kain telasan itu begitu memetakan tubuhnya saat basah, melihat itu pangeran tidak tahan lagi, ia melepas seluruh pakaiannya dan menyusul istrinya memasuki kolam pemandian juga.
"Yayank mulia... tidak sopan mandi ditempat orang tidak mengenakan apapun".
"Orang mandi ya begini tanpa harus mengenakan apapun, biar bersih" kata pangeran sambil memeluk dan melepaskan kain yang melekat ditubuh istrinya.
Ia mengangkat tubuh istrinya ketempat pemijatan mandi dan mulai meluluri sekujur tubuh istrinya dengan lulur mandi yang tersedia disana.
Mulanya putri alea ingin protes karena malu dengan keadaan polos, tapi begitu merasakan sensasi pijatan yang lembut dan terasa nyaman untuk tubuhnya ia hanya bisa diam dan menikmati, sambil mendesah sesekali saat pangeran memijat lembut kaki dan punggungnya.
Mengeramasi rambut hitamnya yang lebat dengan larutan pencuci rambut yang begitu wangi dan memijat - mijat kepalanya sungguh terasa begitu memanjakan dirinya.
Setelahnya pangeran membawanya kembali kekolam air bunga untuk bebilas mandi bersih.
"Mari gantian, sekarang biar aku membantu yayank mulia memakai pembersih dan pewangi mandi".
Pangeran segera duduk dibagian kolam yang dangkal dengan air sepinggangnya, putri alea mulai membaluri sekujur tubuhnya dengan sabun cair dari bunga yang aromanya membius penciuman yang begitu melenakan.
Pangeran sangat tergoda dengan belaian lembut istrinya ia tak bisa menahan diri, dibawah sana sudah tegak menantang, ia segera menarik tubuh istrinya dan mendudukkannya di atas pangkuannya dengan posisi menghadap dirinya.
"Ah..." Putri alea mendesah saat terkontak dengan pangeran, tubuhnya mengambang turun naik diatas air yang meringankan bebannya.
Dan suasana pun terasa indah,nyaman bergelora membuat keduanya menikmati setiap gerakan mereka yang berirama.
Tubuh istrinya terlihat begitu indah putih, mulus,padat, menggairahkan dan tak bosan - bosan untuk dilihat.
Mereka sampai dua ronde melakukan olah raga intim yang begitu terasa memberi kebahagiaan yang sangat meninggalkan rasa yang benar - benar sungguh tak bisa dilukiskan.
Setelah selesai mereka mandi bersih dan berpakaian yang tersedia disana lalu istirahat, pangeran memeluk lembut tubuh istrinya seolah memeluk barang berharga yang sangat langka yang ia jaga dengan sepenuh hati.
Sementara sang istri sudah terbuai dalam mimpi indahnya dengan senyuman manis tersungging dibibir mungilnya.
"Selamat bermimpi indah sayangku" gumam pangeran sambil mencium lembut bibir istrinya.
__ADS_1
Saat pertengahan malam putri alea terbangun, ia melihat sang suami yang tertidur pulas,entah mengapa ia merasa ingin berjalan keluar dari kamar tidurnya.
Ia melangkah seperti dituntun menuju taman yang berada dihalaman istana, sinar bulan yang begitu terang menyebar ditaman, disana terlihat sosok putih yang menyebarkan aroma wangi sedang menatap rembulan yang sedang bulat sempurna.