SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 79


__ADS_3

Pangeran mengajak mereka melanjutkan perjalanan memasuki hutan lebih dalam lagi dan jalan agak menanjak menuju bukit, semakin menapaki ketinggian, semakin berkabut.


"Lalu bagaimana dengan kehidupan selanjutnya tentang keduanya?!" tanya putri alea penasaran.


"Karena merasa dilupakan dan tanpa penjelasan dari pangeran, putri Hedis memutuskan untuk bertapa dan ia melakukan tapa tanpa batas waktu, yang artinya ia mengambil tapa yang bisa menghambat penuaan pisiknya, hingga setelah sepuluh tahun bertapa ia masih tampak sama tak ada perubahan pisik tubuhnya masih seperti remaja enam belasan tahun, itu usia dimana ia dan pangeran bersama menjalin cinta, bukan hanya pisiknya tak mengalami perubahan pisik kedewasaan, tapi ilmu bela dirinya begitu hebat ia hanya memiliki kekuatan tenaga dalam, dalam pertapaan tanpa batas ia menjelajahi tempat - tempat yang memiliki senjata dikdaya dan benda pusaka juga tanaman langka yang ia bawa dan simpan serta tanam, hingga menumpuk harta benda pusaka dan tanaman langka, ia bisa memerintahkan pasukan dari bangsa lelembut, singkat kata ia menjadi Dewi dan ratu yang punya kekuasaan dialam gaib dan alam nyata, hingga suatu hari ia bertemu dengan pangeran yang pulang dari bepergian, mereka berpapasan saat kereta kuda mewah putri Hedis yang serba dari emas permata, kereta yang begitu mewah namun cukup terbuka karena memang untuk berdiri memantau keadaan sekeliling saat perjalan patroli, saat berjalan ada dua kereta yang megah milik putri Hedis yaitu kereta tempat istirahat sepanjang perjalan jauh yang tak kalah megahnya dari kereta patroli emasnya, kereta yang lain juga dari emas murni yang bertahtakan batu mulia yang aneka warna".


"Wah dia pasti glamour dan begitu hebat".

__ADS_1


"Ya... dia masih muda dan cantik, serta penampilan yang sangat elegan, anggun dan begitu dingin, pandangannya yang mampu membuat orang biasa yang memandangnya merasa kedinginan, dan saat pangeran melihatnya ia langsung mengenali itu adalah Hedis, wanita yang sangat ia cintai, ia dambakan dan masih berharap bisa membawanya keistana sebagai ratunya, dan saat ia akan menyapanya, putri Hedis hanya menatapnya sinis penuh kebencian, karena putri Hedis bukan lagi, gadis polos biasa pandangan sadisnya bisa menoreh luka yang teramat perih bagi pria pendambanya, ia berlalu dengan kaku tanpa rasa hormat dan sungkan, melihat hal ini para pengawal dan para menteri bangsawan lainnya merasa marah dan menahan kereta patroli emas mewah itu, putri Hedis tidak suka bertele - tele, ia bertanya apa yang terjadi dan mengapa ia dihentikan, para bangsawan dan pengawal merasa tinggi hati dan sombong untuk diabaikannya dan memarahinya, bahkan akan menyita kereta mewah itu sebagai persembahan atas permintaan maaf dari nya".


"Apa tanggapan putri Hedis?!".


"Tentu saja ia, mengabaikan mereka dan berlalu dari sana, ia bahkan tak memandang pangeran, dan bersikap tak mengenalnya, para perdana Mentri dan pengawal kerajaan tidak terima disepelekan mereka yang berilmu tinggi langsung menyerbu ingin memberi putri Hedis pelajaran, tapi alangkah kagetnya mereka hanya dengan mengibaskan tangannya, mereka seperti diserbu angin ****** beliung yang memorak porandakan barisan mereka, sang pangeran bergegas berpindah kepunggung kuda dan mengejar putri hedis yang memicu lari kuda keretannya bagaikan terbang dengan kecepatan luar biasa, dengan ketangkasan dan kuda Sembrani pangeran bukanlah kuda biasa akhirnya bisa menyusul Hedis dan memintanya berhenti untuk berbicara, begitu gembiranya pangeran melihat Hedis langsung menerjang untuk merangkulnya seperti biasanya setiap pertemuan mereka, tapi alangkah kagetnya pangeran merasakan seperti ada tembok tak kasat mata yang menahannya dan ia bertanya. "Hedis apa kabarmu, dua belas tahun tak berjumpa ternyata kau masih tetap sama dirimu tetap muda dan sangat cantik, aku sangat merindukanmu, tapi kau berubah dengan penampilanmu, apa yang terjadi padamu Hedis?!". Begitu pertanyaan pangeran pada Hedis. "Tak perlu bertanya padaku, dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk membuat seseorang tidak berubah, tak perlu mencari tau tentang ku, pergilah, tidak ada yang perlu kita bahas lagi,pergilah!" ujar Hedis dengan dingin. "Pangeran sangat sedih dengan sikap Hedis, tapi dia tau itu semua karena ulahnya yang tak menyempatkan waktu sesekali menemuinya, dan malah menikah dengan wanita lain tanpa memberi penjelasan pada Hedis, tapi ia berharap masih bisa bersama dihidup ini mendatangnya".


"Cih bila aku jadi Hedis, tiada yang bisa mengulang waktu dan menerima suami orang untuk menjadi suami, apa lagi hanya jadi selir, perjuangan cinta yang sia - sia dan tak patuh pada ayah!".

__ADS_1


"Lalu bagaimana kisah selanjutnya?...".


"Putri Hedis tak menghiraukannya lagi berlalu pergi dengan hati yang telah membeku, sejak saat itu hati pangeran bahari berantakan, tak bisa fokus pada pekerjaannya, selalu terbayang wajah cantik yang begitu dingin menatapnya, sangat berbeda dengan 12 tahun silam, wajah cantik itu selalu penuh kasih sayang dan senantiasa tersenyum dengan tulus, akhirnya ia memutuskan untuk mendatangi lembah putus cinta yang biasa ia datangi untuk berjumpa memadu kasih dengan Hedis, saat tiba disana betapa terkejutnya ia melihat lembah putus cinta telah dipenuhi bunga putus cinta yang beracun dengan uap kabut yang keluar dari bunga yang pohonnya ada ratusan mengelilingi lembah, saat seseorang terkena racun bunga cinta hanya akan sembuh oleh darah cinta sejati, tapi bila hati sudah mendua maka darah kekasih tak lagi berfungsi sebagai penawar, lalu pangeran bahari mendatangi kediaman pertapa agung, tempat ini sangat sederhana tempat tinggal yang berupa gua batu yang luas dengan suasana yang adem tenang, disini pangeran tak menemukan siapapun, dia tetap mencari keberadaan Hedis, sayup - sayup ia mendengar seekor burung beo bersiul - siul merdu tak jauh dari tempatnya berdiri, setelah mendekat burung beo bersuara dengan kata - kata yang dipahami,ia memberitahu istana megah Hedis dibangun oleh para jin yang menjadi prajuritnya, istana berada di kedalaman hutan dan dikelilingi jurang yang tak berdasar alias terlalu dalam hingga hanya kegelapan yang terlihat dan dibelakang Puri ada air terjun yang sangat tinggi, istana terbuat dari batu pualam super berwarna putih bening namun tak tembus pandang".


"Wauww terdengar sangat menakjubkan, pasti begitu indah dan megah,apa kita akan kesana yayank mulia?...".


"Ya bila beruntung kita bisa memasuki istana pualam salju, bila tidak kita sudah beruntung bisa menyaksikan istana pualam salju saja itu lebih dari cukup, selama ini istana pualam salju hanya bak dongeng yang melegenda, keberadaannya tak banyak orang yang tau pastinya, namun semua masyarakat disini mempercayai keberadaannya".

__ADS_1


"Begitu susahnyakah mencapai tempat itu?...".


"Ya sudah berapa abad sejak keberadaannya terekspos tapi belum ada yang bisa melihatnya langsung, karena selain binatang buas juga mahluk bangsa lelembut yang berada disekitarnya membuat tak ada manusia yang mampu menemukannya".


__ADS_2