SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 34


__ADS_3

Sementara itu kakek hanya bisa terdiam melihat kenyataan ini seperti sinetron begitu pula dengan pelayannya sudah datang kemari karena mendengar suara ribut ribut dihalaman belakang.


"Sudah setua ini aku tidak ingin menonton drama anak muda yang memenuhi tiap saluran televisi,eh tetap saja dikenyataan ada juga drama yang terjadi dan malangnya cucu kesayanganku pemeran utamanya hufssss" desah kakek menghebuskan napas berat.


"Kakek seperti inikah cara cucumu memperlakukan suaminya,yang begitu berharap dengannya?". tanya pangeran Yun lie.


"Maafkan saya pangeran,semua yang terjadi diluar kendali saya,sekarang terserah kepada cucuku saja yang memutuskan pilihan hidupnya,saya tidak akan ikut mencampuri urusan pribadinya,sudah cukup bagi saya memberinya petuah bijak untuknya".


"Kakek maafkan alea"kata alea sambil memegang tangan kakeknya dengan perasaan sedih.


"Sudahlah semua ini harus kau hadapi dengan tabah,kakek percaya kau bisa melaluinya dengan baik".


"Pangeran Yun lie, maaf aku tidak akan mematuhi mu, kalau kita punya surat nikah maka aku akan pergi mengurus surat cerai segera atau pembatalan pernikahan yang tidak sesuai dengan hukum norma yang berlaku dimasyarakat".


Alea segera berpamitan dengan kakek dan pergi meninggalkan kediaman kakeknya,diikuti Adrian,pangeran Yun lie juga sudah tak ingin basa basi dengan kakek lagi ia juga pergi.


Alea menelpon bunga setelah dapat nomer ponselnya dari Dewi,sementara alea akan kevila puncak untuk melihat situasi yang dihadapinya saat ini,vila ini lokasinya cukup menyendiri,vila yang ia beli atas rekomendasi dari seorang pelanggan dari pengusaha real estate beberapa bulan yang lalu.


Saat sampai disana ada penjaga vila yang ditugaskan alea untuk mengurus dan menjaga,pria paruh baya itu tampak sudah menunggu kedatangan tuan pemilik vila.


"Selamat datang nona alea,vila sudah siap,saya juga membawa seorang pelayan untuk melayani nona selama berada disini".


"Terima kasih pak Amin,apa kabar?".


"Baik nona,setelah beberapa waktu disini saya memanfaatkan pekarangan halaman belakang untuk ditanami pohon buah dan bagian samping sampingnya juga".


"Kerja bagus pak Amin".


Tak lama berada divila bunga datang bersama dewi.


"Nona alea apa kabar,saya tak berguna menjaga nona hingga terpisah" kata bunga merasa bersalah.


"Sudahlah bunga,aku tidak apa apa"kata alea.


"Al... bagaimana dengan pangeran Yun lie apa dia bisa terima dengan penolakan lu?" tanya Dewi.


"Tadi sudah aku putuskan akan menyelesaikan masalah kami" kata alea.

__ADS_1


"Dan Adrian bagaimana?" tanya Dewi lagi.


"Adrian saat ini tidak mengacaukan,tunggu hingga masalah pangeran Yun lie selesai maka aku akan bicara baik baik dengannya".


"Maksud lu... Al?" Dewi tidak paham jalan pikiran alea.


Tiba tiba bunga datang memberitahukan kalau Devan datang,sementara Adrian setelah makan siang,katanya ingin istirahat dikamar nya,sebenarnya ia sibuk sendiri menerima laporan anggotanya yang sedang bertugas diam diam.


Alea segera menyuruh bunga menjemput Devan untuk kehalaman belakang karena dibagian belakang ini juga ada teras yang luas dan lengkap dengan kursi tamu.


"Alea cintaku kita akhirnya bertemu kembali,ini ponselmu dan aku ingin kita bersama kembali"kata Devan meraih tangan alea dan menciumnya.


"Terimakasih sudah datang mengembalikan ponselku,silahkan duduk".


Dewi dan bunga pergi tak jauh dari tempat alea dan Devan duduk,mereka berdua sambil mengawasi alea dan Devan.


"Alea terus terang,aku tidak suka kau pergi diam diam tanpa kabar dari kediamanku" kata Devan tanpa sungkan.


"Tuan Devan kau sungguh aneh,membawa paksa aku tinggal dikediamanku tanpa mengabari keluargaku,dan tak suka kepergian ku,seharusnya kau tau itu tidak benar".


"Alea cintaku... kau telah diculik orang dan aku akan membuat perhitungan dengan orang itu" kata Devan dengan wajah tanpa dosa,wajah tampannya yang selalu terlihat menarik untuk dilihat itu terlihat dingin dan sinis,saat menyebut orang itu.


"Alea... perkataanmu ini membuatku menangis dalam hati,tega kau tidak menganggapku samasekali".


"Tidak usah so melankolis begitu,baiklah aku ingin tanya,mengapa kau menginginkan aku".


"Alea cintaku...saat pertama melihatmu aku langsung jatuh hati padamu,dan aku bertekad untuk mengejarmu dan aku tak ingin berhenti sampai aku mendapatkan hatimu,pikiranmu dan dirimu, siapapun yang bersaing denganku akan ku kalahkan!".


"Kau sakit jiwa" gumam alea mulai kesal.


"Kau akan membuatku sakit jiwa beneran bila mengabaikan ku, dan kau tau kan orang yang sakit jiwa akan seperti apa,bila berprilaku agresif"


"Devan... please,jangan buang buang waktumu untuk orang sepertiku,saat ini aku takkan ada waktu untuk meladeni perhatianmu padaku".


"Alea kau ingin menghancurkan impianku, tidak aku tak akan terima,bagaimana mungkin aku yang sangat bertekad ingin bersamamu,kenapa malah si Yun lie dan Adrian yang malah mendahuluiku menikahimu,mengapa... mengapa mereka bisa memaksamu dan kenapa aku tak ada kesempatan,apa karena aku terlalu sabar padamu saat kau berada dikediamanku, ternyata aku begitu tidak tegas saat itu?".


"Devan... kau jangan seperti itu membuatku terlihat seperti wanita tak bermoral,kalau kau perduli padaku biar kita berteman saja".

__ADS_1


"Alea cintaku kau tega padaku, mengapa tak membiarkanku menikahimu,aku akan memberi pernikahan yang megah yang istimewa untukmu,mari kita menikah dulu lalu membuat resepsi pernikahan termewah".


"Kau gila,aku ingin membatalkan pernikahan ini malah Ingin membuatku bersuami tiga!".


"Oh kau ingin bercerai dengan mereka, aku sungguh senang alea,aku akan mendukungmu,mari tinggal bersamaku dan mengurus perceraian dicatatan sipil untuk pangeran Yun lie dan Adrian apa bila sudah tiga bulan tak bertemu dengannya maka dengan sendirinya akan jatuh talak dan bercerai secara agama, bagaimana aku membantumu mendapatkan solusi dari masalah ini kan?".


"Devan apa kabar?" sapa Adrian yang tau tau sudah berdiri didekat mereka berdua.


"Adrian... kau tau aku menginginkan alea saat kita bertemu tapi kau malah menculiknya dariku dan menikahinya,kau memang pantas dijuluki raja bisnis dunia gelap,dan kau tau pasti ada harga mati untuk itu!" kata Devan sinis.


"Maaf Devan,itu adalah pembawaan ku, sekiranya menguntungkan ku dan menyenangkanku mengapa tidak, aku berbisnis dengan caraku dan mendapat jodoh itu sudah takdir dan keberuntunganku


dan kau tau bisnis dan jodoh itu beda,aku tidak mempertaruhkan jodohku!".


"Kau sudah mencurangi ku,aku tak suka itu dan aku akan menyingkirkan mu apapun resikonya"kata Devan tanpa menunggu jawaban Adrian ia sudah menerjang melayangkan tinjunya.


"Alea menjauh dari sini" kata Adrian sambil mengelak serangan Devan.


Bunga dan Dewi segera menarik alea menjauh,dan kedua orang gagah ini sudah gelud aja,Devan tak main main ia ingin mematahkan kaki Adrian dan Adrian tak memberinya kesempatan.


"Kalian berdua berhentilah baku hantamnya!!!" teriak alea yang ngeri melihat perkelahian keduanya sudah masing masing mengeluarkan darah disudut bibir.


Disaat keduanya terus saling serang alea melihat pangeran Yun lie datang,dan asisten Devan juga asisten Adrian sudah berada disini juga,sementara alea tidak tau harus berbuat apa.


"Dewi,bunga bagaimana ini apa kita harus telpon polisi?!" tanya alea bingung.


"Sebaiknya jangan dulu ,karena itu akan membuatmu terlibat berurusan dengan pihak yang berwajib"jawab Dewi.


"Nona apa yang terjadi,apa kita menunggu hingga keduanya lemas kelelahan?" tanya pak amin yang sudah mendengar kata kata Dewi yang melarang alea memberitahu polisi.


"Saya juga tak punya ide pak,kita tak berdaya" kata alea.


Sementara pangeran Yun lie hanya diam melihat kearah kedua orang yang sedang berduel itu sepertinya tidak ada tanda tanda akan berhenti,Adrian terlihat lebih unggul dari Devan ia sudah beberapa kali membuat Devan tepukul jatuh,dan sekarang Adrian berhasil memukul dadanya dan sepertinya mematahkan tulang rusuknya hingga ia muntah darah dan asistennya sudah saling ingin saling hantam karena melihat Devan kewalahan,tapi asisten Adrian tak membiarkannya menerjang kearah Adrian.


Tiba tiba saat roboh Devan mengeluarkan pistolnya yang sudah dipasang alat peredam suara dan ia menembaki Adrian dengan cepat menghindar tapi tembakan kedua ini peluru lebih cepat dari gerakan Adrian hingga mengenai dadanya,dan Adrian roboh seketika,tapi Devan menembak lagi alea yang melihat segera menghadang dan tak bisa dihindari lagi peluru menembus bahu alea seketika terjatuh,semua orang terkejut.


"Alea...!" Dewi,bunga,Adrian,pangeran Yun lie bahkan Devan berseru kaget begitu juga pelayan dan pak amin.

__ADS_1


Devan mengarahkan pestol dan menembak lagi.


__ADS_2