SICANTIK YANG JELEK

SICANTIK YANG JELEK
Akrab dengan sepi 42


__ADS_3

Kamar pengantin yang beraroma bunga mawar semerbak memberi penciuman terasa segar, pangeran segera menarik napas panjang dan menghembuskannya.


Telapak tangan alea masih diwajahnya, ia perlahan memegang dan memindahkan tangan halus itu "Kau berani meletakkan tapak tanganmu di wajahku, gadis nakal, tunggu rasakan apa yang ku perbuat padamu".


Pangeran segera membuka semua pakaian yang melekat ditubuh alea hingga tak selembar yang melekat ditubuhnya, lalu pangeran juga melepas seluruh pakaiannya dan berbaring di samping alea dengan selimut yang sama menutupi tubuh mereka.


"Aku mau melihat bagaimana reaksi mu saat terbangun nanti permaisuri ku" kata pangeran dengan senyum serigainya.


Saat pagi hari alea terbangun dan berasa ada yang berat diatas pinggangnya, saat melihat ada tangan bertengger disana dan lebih kaget lagi melihat ada pangeran didepannya padahal ia sudah mengunci kamar dan ia melihat pangeran tak berpakaian.


Alea mengangkat selimut untuk melihat lebih jelas, ternyata memang pangeran tidak berpakaian samasekali, ia langsung mendekap mulutnya sendiri.


Lalu ia merasa saat mengangkat selimut punggungnya terasa dingin, ia meraba punggungnya dan ada perasaan yang janggal ia meraba lagi kebagian lain tubuhnya memastikan apa ia tak merasa ada pakaian ditubuhnya, ia lalu melihat kedalam selimut dan terlihat tubuh polosnya.


Hampir ia menjerit karena kagetnya cepat cepat ia menutup mulutnya lagi dan memegang erat selimutnya.


"I...ini tak mungkin terjadikan tadi malam" bisiknya untuk diri sendiri, lalu berusaha mengingat ngingat apa yang terjadi semalam ia bergerak pelan pelan untuk turun dari tempat tidur, tapi tiba tiba tangan pangeran melingkar diperutnya, ia menahan napas.


Alea memalingkan wajah melihat kearah pangeran terlihat masih tidur pulas, ia berusaha melepaskan pelukan tangan itu tapi tak berhasil melepaskan tangan itu seperti menempel erat diperutnya.


Ia tetap berusaha melepaskan tangan itu dari perutnya dengan dua tangannya ia coba melepaskan sebelah mengangkat siku dan sebelah tangan memegang jari telunjuk dan jari tengah itu coba melepaskan dengan mengerahkan tenaganya, tapi tak juga terlepas, jangankan terlepas bergerak saja tidak.


Alea melihat lagi kewajah pangeran itu masih tidur pulas "Hmm..." gumamnya sambil melihat sekitarnya, ia melihat baju atasan piyamanya ada disampingnya lalu menggulung ujung baju itu dan mencucuk cucuk telinga pangeran tapi tetap tak ada reaksinya ia kembali mencucuk telinga itu kali ini dengan ujung kerah piyama yang agak keras dan pangeran membuka matanya, alea cepat menutup matanya pura pura masih tidur.


"mmh" pangeran hanya bergumam lalu menutup matanya lagi melanjutkan tidurnya, alea membuka matanya sebelah mengintip pangeran tapi ia melihatnya tidur kembali.


"errrr" alea sangat kesal, ia tak peduli lagi mengangkat kepalanya dan miring kearah pangeran lalu menggigit telinga itu, tapi ia merasa dipucuk sebelah dadanya terasa hangat lalu merasa seperti sedang dikulum, "Aaauw" jeritnya segera menarik dirinya.


Tapi kepala pangeran nempel didadanya melanjutkan apa yang terjadi tadi dan kedua tangannya sudah berada dibawah kedua tangan pangeran.


"Lepaskan!" kata alea sambil terengah engah karena merasa ada geleyar hangat disyaraf tubuhnya tapi pangeran tak berhenti ia malah melahap bibir alea yang siap meluncurkan kata kata lagi.

__ADS_1


Dan tubuhnya menempel tanpa pembatas terasa panas dan ada tekanan yang menekan disana, alea berusaha melepaskan diri tapi tak berhasil, gerakannya malah membuat pangeran semakin agresif tangannya menjelajah disetiap inci tubuh alea.


Saat alea melihat pangeran mengangkat pinggulnya dan bertopang dengan lututnya ia juga secepatnya menekuk kakinya dan lututnya, Duk... menghantam selangkang pangeran "Aduh... apa kau ingin menghancurkan alat pembuat keturunanku!".


Pangeran langsung bersimpuh memegang burung kesayangannya sambil meringis, sementara alea bergerak duduk sambil mundur lalu kabur kekamar mandi menenangkan debaran jantungnya yang terasa berdetak entah karena gugup atau entah karena perasaan yang lain yang ia rasa saat bergesekan dengan tubuh pangeran.


"Hm... dia tak mungkin akan cacatkan" ujar alea sambil menekap mulutnya, ia tak tau harus berbuat apa, karena ia merasa tak sadar dengan perbuatannya.


Sementara pangeran itu mulai menguasai dirinya dan menghela napas "Kau gadis nakal yang telah berani membuatku kesakitan,aku bukanlah sielang perkasa bila tak membuatmu bertekuk lutut".


Alea keluar dari kamar mandi setelah mandi dan memakai piyamanya yang ia pungut saat kabur kekamar mandi tadi.


"Mengapa tak berganti baju?" tanya pangeran.


"Iya aku segera berganti pakaian" jawab alea gugup karena dipandangi oleh pangeran.


"Aku mandi dulu setelah itu menemui ayah bunda untuk mengantar mereka kepelabuhan".


Pintu terdengar diketuk, "Ya sebentar" kata alea sambil membuka pintu kamar.


"Baik, terimakasih". kata alea.


Pelayan itu segera meninggalkan kamar.


"Siapa yang datang?" tanya pangeran yang baru keluar kamar mandi.


"Itu perlayanan kamar,antar sarapan".


Setelah memakai pakaian pangeran mengajak alea sarapan,mereka sarapan dengan saling diam,alea melirik kearah pangeran yang terlihat dengan tenang menghabiskan roti isinya.


Menu sarapan tidak hanya roti, juga ada nasi kuning tergantung pilihan.

__ADS_1


"Habiskan sarapannya,kau harus banyak makan biar tidak kurus begitu, bagai mana kelak melayaniku, aku ingin secepatnya punya keturunan yang hebat".


"ffrrrh" alea tersedak saat minum, mendengar apa yang barusan diucapkan pangeran.


"Minum yang benar, biar tak tersedak begitu, kau gadis yang sudah pantas untuk melahirkan keturunan yang terbaik, biar kau berusaha menghancurkan milikku satu satunya yang berharga, aku akan mencobanya nanti apa masih berfungsi dengan baik".


"pfrrh uhuk uhuk" alea kembali tersedak menyemburkan minumannya.


"Apa kau tak bisa berhati hati, nanti saat diistana jagalah sikapmu, kau harus terlihat anggun, apapun perkataan yang kau dengar harus menjaga sikap, tenang dan berwibawa, jangan sekali kali menyemburkan minuman dari mulutmu itu didepan ayahnda raja atau bunda ratu".


"Aku tak terbiasa dengan segala tata Krama yang terlalu kaku".


"Itu bukanlah hal yang menyusahkan, kau seorang gadis yang terpelajar dan sopan maka dengan mudah menyesuaikan diri".


"Aku sudah terbiasa hidup sendiri dan bebas dari dengan gaya hidupku".


"Itu bukan alasan, saat kau bergaul didalam suatu acara formal kau akan menjaga sikapmu jugakan?".


"..."


Sudahlah kau wanita pilihan, karena kau adalah yang terbaik,yang tersayang dan tercinta, kau tak bisa dibandingkan dengan yang lain".


'Huh... apa maksud simahluk alam misteri ini, untung saja dia tak mencekik ku karena hampir membuatnya cacat' kata alea dalam hati.


"Tidak usah mengomel dalam hati, sekarang kita temui ayah,bunda" kata pangeran mendekatinya dan mengusap kepalanya.


Alea tak berani berkata kata dalam hati lagi dan hanya patuh dengan ajakan suaminya itu.


Setelah mengantar keberangkatan orang tua pangeran, alea ingin keapartemennya dulu karena sudah lama ia tinggalkan sejak ia berlibur hingga sekarang.


"Sekarang mau kemana dulu?" tanya pangeran.

__ADS_1


"Keapartemenku saja dulu".


Pangeran memberi waktu pada alea untuk mengurus segala sesuatu yang bersangkutan dengan semua usaha dan kepentingan asetnya, sebelum akan ditinggal alea pergi.


__ADS_2