SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
100


__ADS_3

Denpasar Bali.


Jam 00:45


Merissa terbangun dari tidurnya karena mendengar Zayn menangis, dengan cepat Merissa langsung menghampiri Zayn.


Sementara Wilson masih berada di ruang pribadi nya.


"Bagaimana caranya agar aku bisa mengetahui dimana lokasi tempat tinggal Sandra dan anakku? Aku sudah menyuruh anak buahku untuk keliling indonesia tapi tetap tak ada satu pun yang menemukan Sandra. Apa Sandra tinggal di luar negara?"


Wilson selalu memikirkan gimana keberadaan Sandra dan Vania saat ini, dia benar - benar merindukan anaknya itu.


"Dimana Suamiku? Apa dia belum pulang?"


Merissa berjalan keluar dari kamar menuju ke ruang pribadi Wilson.


"Sayang disini? Kenapa gak ke kamar?"


"Aku gak bisa tidur." Jawab Wilson.


"Ada apa sayang?"


Wilson sama sekali tak memberitahu bahwa kini ia sedang memikirkan Sandra.


• • •


Pagi hari.


"Sayang aku bosan sekali di rumah terus, bagaimana kalau kita berlibur."


"Boleh juga, Kamu mau kemana?" Tanya Wilson sembari mengoleskan selai di rotinya.


"Jepang, kayak nya asyik deh sayang." Jawab Merissa.


"Boleh juga tuh, 2 hari lagi kita kesana." Ucap Wilson.


"Akhrinya aku bisa ke luar negara juga." Gumam Merissa.


Semenjak mereka tinggal di Bali, baru kali ini mereka akan pergi ke luar negara. Hal ini di karena kan Wilson yang memilili jadwal pekerjaan yang padat.


• • • •


Osaka Jepang.


Hardi menjemput Rizki yang sudah tiba di Bandara Jepang.


Setelah itu Hardi langsung membawa Rizki kembali ke rumah nya.


"Gimana keadaan Sandra? Apa dia baik?" Tanya Rizki.


"Belum ada perubahan, kemarin itu dia sempat terguncang karena kejadian yang terjadi di rumah, dan kemarin aku periksa dia masih dalam keadaan Depresi." Jelas Hardi.


"Aku kira dia sudah sepenuhnya bahagia."

__ADS_1


"Aku sendiri tidak begitu yakin, pasti ada hal yang ia pikirkan tanpa sepengetahuan kita. Tapi apa mungkin dia masih memikirkan mantan suaminya itu?" Hardi menduga - duga.


"Mungkin saja dugaanmu itu benar."


Sesampainya di rumah.


Semua keluarga menyambut kedatangan Rizki di rumah mereka.


"Widihhhh Ganteng banget." Gumam Akari kagum ketika melihat Rizki.


"Lah bahaya ini, semoga saja kak Sandra tak mengadu pada Abangnya itu." Gumam Juna dalam hati.


Sandra memperkenalkan Rizki kepada keluarga suaminya itu, dan untungnya mereka semua senang ketika melihat Rizki.


"Semoga saja Abangnya Sandra ini tidak psikopat. Aku bisa hancur di rumah ini jika ada dua psikopat." Gumam Ibu Hardi.


Malam hari.


Malam hari di rumah Hardi dan Sandra di warnai dengan keributan yang di mulai lagi oleh Ibu nya Hardi.


Semuanya berawal ketika Sandra tak sengaja menumpahkan air panas hingga mengenai kaki Ibu nya Hardi.


Sebenarnya Ibu nya Hardi sama sekali tak terluka, namun Ibu nya sengaja membesarkan masalah ini agar Sandra nampak buruk di mata Hardi.


"Maafkan Sandra Bu, Sandra tak sengaja." Ucap Sandra seketika meliha kaki mertuanya terkena tumpahan air panas yang sebenarnya tak terlalu panas ( Hangat )


"Dasar menantu pembawa sial, kamu ini memang gak berguna jadi menantu." Bentak Ibu Hardi.


"Maaf kamu bilang, gara gara kamu kaki saya jadi melepuh begini." Ujar Ibu Hardi yang meninggi kan suara nya.


"Ada keributan apa ini?" Tanya Juna.


Hardi, Rizki dan Akari langsung keluar karena mendengar keributan di dapur.


"Ini kakak Ipar kamu menyiram kaki Ibu dengan Air panas." Jawab Ibu.


"Aku gak sengaja. Maaf Bu." Sandra tak henti - henti nya meminta pada Ibu mertua nya itu.


Plakk


Sandra di tampar oleh mertua nya.


"Ibu cukup Ibu." Ucap Hardi yang langsung menolong Sandra.


"Kamu tau Hardi, Istri kamu ini menyiram kaki Ibu dengan air panas." Ucap Ibu.


Seketika Rizki langsung mendekati Sandra dengan tatapan yang penuh makna.


"Benar itu Sandra?" Tanya Rizki.


"Aku tak sengaja." Jawab Sandra.


"Adikmu itu berbohong. Jelas - jelas tadi ketika saya datang dia malah menyiram saya dengan air yang mendidih itu." Ujar Ibu berbohong.

__ADS_1


Rizki tak menyangka kalau adiknya itu bisa menyakiti mertua nya sendiri.


"Hardi kamu ceraikan saja dia." Ucap Ibu.


"Akari kamu bawa Kakak kamu ke kamar." Perintan Hardi kepada Akari.


Setelah Akari membawa Sandra ke kamar, kini Ibu dan Hardi bicara berdua di kamar Ibu nya.


"Ibu kasar sekali sama Istri ku, bukannya tadi Sandra bilang kalau dia tak sengaja."


"Kamu lebih percaya sama Istri kamu itu? Ingat Hardi istrimu itu seorang psikopat, dan seorang psikopat itu selalu berkata bohong." Ujar Ibu Hardi.


Seketika Hardi terdiam mendengar ucapan Ibu nya yang menurutnya ada benar nya juga.


"Maafkan aku Ibu." Ucap Hardi seolah dia menyesal karena telah berdebat dengan Ibunya.


"Ibu baru memaafkan kamu ketika kamu sudah bercerai dengan wanita itu."


"Maaf Bu, aku mencintai Sandra. Aku gak mau kehilangan dia." Ucap Hardi.


"Jadi kamu lebih memilih wanita itu daripada Ibu."


"Cukup Bu, aku sudah tak mau berdebat lagi."


Hardi langsung meninggalkan Ibu nya sendirian di kamar itu.


Di dalam kamarnya Hardi melihat Sandra yang tengah duduk di tepi ranjang.


"Mana yang harus aku percaya, Ibu atau Istriku." Gumam batin Hardi.


"Kenapa Ibu tega memfitnah diriku? Aku tadi gak sengaja." Ucap Sandra.


"Kenapa dari dulu hidupku yang selalu susah? Seharusnya yang susah itu hidupnya Wilson dan Merissa."


"Dia masih dendam dengan mantan suaminya. Apa ini yang membuat dia Depresi?" Batin Hardi bertanya - tanya.


Hardi langsung masuk dan menghampiri Sandra.


"Aku minta maaf karena udah membuat Ibu mu terluka. Maafkan aku." Ucap Sandra ketika melihat Hardi masuk.


"Mulai besok kamu aku rawat di rumah sakit." Ujar Hardi.


"Aku gak mau, aku gak bisa jauh dari anakku. Aku mohon jangan lakukan itu." Pinta Sandra.


"Aku gak bisa membiarkan mu untuk tinggal disini lagi, Kemarin Juna, malam ini Ibu, besok entah siapa lagi yang akan kamu celakai." Ujar Hardi.


Sebelum membawa Sandra ke rumah sakit, Hardi sempat meminta pendapat dulu dari Rizki. Dan Rizki setuju dengan keputusan yang telah di buat Hardi.


"Bagaimana ini, kenapa Hardi tega sekali? Dia tak percaya padaku." Gumam Sandra dalam hati nya.


Bersambung.


Jangan Lupa Like, Vote dan Rate

__ADS_1


__ADS_2