SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
98.


__ADS_3

Pagi hari.


Sandra sudah menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan orang - orang yang lain.


"Wahh masakan kakak ini enak sekali." Puji Akari ketika dia memakan sarapan pagi yang dibuat oleh Sandra.


"Makasih ya Akari."


"Enak apanya sih, ini rasanya biasa aja kali." Ucap Ibu.


"Biasa darimana nya Bu? Ini benar - benar enak." Ujar Akari.


"Bagi ibu masakan ini biasa saja, masih enakan masakan para pelayan kita." Cibir Ibu lagi.


Sandra tak mengubris ucapan dari Ibu mertuanya itu, Sandra mencoba untuk sabar dalam menghadapi cibiran yang di lontarkan oleh mertua nya itu.


Sementara Hardi baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Ibu nya sedang memarahi Sandra. Awalnya Hardi hanya memperhatikan Ibu nya itu, namun Hardi tak menyangka bahwa kini Ibu nya tega menampar pipi Sandra sebanyak dua kali.


"Ibu." Teriak Akari yang melihat itu semua.


"Sudah kamu diam saja, wanita sialan ini harus di beri pelajaran." Ucap Ibu pada Akari.


"Sialan? Jaga ucapan Ibu!" Ucap Hardi.


"Istrimu ini sudah berani melawan Ibu." Ucap Ibu.


"Tidak Kak, Ibu berbohong." Ucap Akari.


"Ibu kenapa sih? Sandra ini menantu Ibu."


"Ibu tak sudi mempunyai menantu seorang psikopat." Ujar Ibu.


"Jadi Ibu tahu kalau aku seorang psikopat, Jika Ibu tahu seharusnya Ibu berhati - hati." Ucap Sandra sembari menatap sinis Ibu mertuanya.


"Berhati - hati, apa maksudmu?" Tanya Ibu sambil menatap heran menantunya itu.


Sandra mendekati Ibu mertuanya sembari berbisik "Aku pernah membunuh kedua mertua ku dulu sebelum aku menikah dengan anakmu."


Mendengar itu Ibu merasa sangat kaget dan sedikit ketakutan, namun Ibu mengontrol semuanya agar tak kelihatan oleh Sandra.


"Aku bisa saja membunuh Ibu dengan alasan Ibu terlalu banyak bicara. Jika Ibu masih ingin hidup, lebih baik Ibu diam saja dan jangan banyak mencibir diriku." Bisik Sandra lagi.


Sandra langsung menjauhi Ibu mertua nya dan duduk di sebelah suaminya.


"Maafkan Ibu ku ya sayang."

__ADS_1


"Iya gak apa - apa sayang." Ujar Sandra sambil tersenyum sinis melihat Ibu mertua nya.


Pagi hari ini diawali dengan keributan yang di mulai karena Ibu Hardi.


Setelah selesai sarapan kini Sandra mengantarkan suaminya ke depan untuk berangkat kerja.


Setelah suaminya pergi kini Sandra kembali masuk ke dalam rumah dan melihat mertua nya menggendong Vania.


"Cucu ku sayang, kamu begitu cantik seperti oma." Ucap Ibu yang saat itu sedang menimang Vania.


Sandra hanya melewati Mertua nya itu tanpa sedikit pun menoleh ke arah mertua nya.


"Vania, nanti kalau kamu sudah besar kamu jangan menjadi seorang psikopat ya nak. Oma akan selalu mendoakan kamu agar kamu tak bernasib sama seperti ibumu itu. Ujar Ibu.


"Aamiin." Ucap Sandra berharap doa mertuanya itu akan terkabul.


Setelah itu Sandra kembali masuk ke kamarnya.


"Dulu dapat mertua yang berkhianat, sekarang dapat mertua yang jahat dan suka mencibir. Sepertinya aku harus tahan emosiku." Gumam Sandra.


Hp Sandra berdering.


"Halo."


...


...


"Baguslah kalau begitu, aku akan menunggu mu besok."


...


"Iya baiklah bawel."


...


"Iya tenang saja."


...


"Ya sudah hati - hati ya."


...


"Kalau begitu aku tutup dulu telpon nya."

__ADS_1


...


"Iya, besok kabarin aku lagi."


...


"Bye."


Sandra mendengar suara mertua nya yang sepertinya sedang berdebat dengan seseorang. Sandra langsung melihatnya di ruang tamu.


Betapa terkejutnya Sandra ketika melihat Juna sudah kembali pulang. Juna mengedipkan matanya ketika ia melihat Sandra.


Namun Sandra tak memperdulikan hal itu, Sandra hanya memperhatikan Juna yang kena omelin oleh Ibu mertuanya.


"Aku kira dia hanya mencibir diriku, ternyata dengan anak kandungnya juga dia seperti itu. Tapi Juna memang pantas di omelin."


"Permisi Ny."


"Iya ada apa?"


"Tuan meminta Ny. untuk segera datang ke rumah sakit."


"Ya sudah. Nanti saya akan kesana."


"Baiklah Ny. saya permisi dulu."


Sandra kembali ke kamar untuk segera bersiap - siap.


"Mau kemana kamu?" tanya Ibu.


"Mau kerumah sakit." Jawab Sandra.


"Baguslah, kamu harus berobat biar psikopat kamu itu hilang." Ucap Ibu sambil menatap sinis Sandra.


Sandra juga menatap sinis Mertua nya itu "Bukan nya baru tadi pagi aku bilang, lebih baik Ibu diam saja dan jangan menggangguku."


"Aku mertua mu dan aku berhak melakukan itu."


"Sudah jangan banyak bicara lagi, lebih baik Ibu jaga saja Vania dengan baik." Ucap Sandra.


"Tentu saja, dia cucuku. Aku akan mengurusnya."


"Baguslah."


Setelah itu Sandra pergi meninggalkan mertua nya.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa Like, Vote dan Rate.


__ADS_2