SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
24. DIBALIK SEMUA KEJADIAN


__ADS_3

**Pagi hari pun tiba


Sandra menyiapkan semua keperluan suaminya.


" Badan aku gak enak, kamu bisa antar aku ke rumah sakit? " Tanya Sandra


" Tentu bisa, kita akan kesana sebentar lagi. " Jawab Wilson


Sandra pun membawa pisau lipatnya dan menaruhnya di saku celananya


Wilson dan Sandra pun ke rumah sakit dimana ada pria yang mengikuti mereka.


Jarak dari hotel dan rumah sakit itu tidak terlalu jauh hingga tak butuh waktu lama untuk menuju kesana.


sesampainya dirumah sakit


" Aku daftar dulu ya sayang. " Kata Wilson


" Iya. "


Saat Wilson mendaftar, Sandra mencari dimana ruang pria tersebut.


Namun gagal karena Wilson kembali.


" Kita harus menunggu panggilan dari dokter, kita tunggu disini dulu ya. " Kata Wilson


" Iya, tapi aku ke toilet sebentar ya. "


" Iya kamu bisa sendiri kan? " Tanya Wilson


" Bisa kok. "


Sandra pun pergi dan mencari dimana ruangan pria yang mengikutinya.


Sandra bertanya pada suster dengan menggunakan bahasa inggris. Suster itu memberitahu Sandra.


Dengan cepat Sandra pergi menuju tempat yang dibilang suster itu.


" Itu pria nya, gue harus hati - hati. "


Sandra pun menghampirinya.


Pria itu terkejut.


" Katakan siapa yang menyuruhmu untuk mengikutiku sampai sini? " Tanya Sandra

__ADS_1


" Aku tidak akan memberitahumu. " Jawab pria itu


" Apa kamu mau mati? Kasih tau aku maka kau akan selamat. " Kata Sandra


" Tidak akan pernah ku beri tau. " Ucap pria itu


" Dasar, kenapa kamu rela mati untuk orang yang menyuruhmu? Di bayar berapa kamu oleh orang yang menyuruhmu? " Tanya Sandra dengan marah


" Gak ada gunanya aku memberitahu dirimu. " Kata Pria itu


" Dasar. Aku akan membunuhmu. "


Sandra mengeluarkan pisau lipatnya saat sandra ingin menusuk dadanya, pria itu memohon pada Sandra.


" Jangan bunuh aku, ku mohon. " Ucap pria itu


" Aku tidak akan membunuhmu jika kau memberitahu siapa yang menyuruhmu untuk mengikutiku. " Kata Sandra


Pria itu terdiam.


" Cepat katakan, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. " Kata Sandra


" Baiklah, aku akan memberitahu kamu. Yang menyuruh aku adalah Rania, dia memerintah kami untuk membunuhmu. " Ucap Pria itu


" Rania. Ingin membunuhku. " Kata Sandra


" Apa kamu mau bekerja denganku untuk menyelidiki Rania, aku akan membayarmu 2 kali lipat dari bayaran yang diberikan Rania padamu. " Kata Sandra


" Baiklah aku mau. " Ucap Pria itu


Sandra mengeluarkan uangnya.


" Ini uang 300 juta, kamu bisa gunakan untuk membayar rumah sakit kamu dan rahasiakan semua ini dari Rania. " Kata Sandra


" Baiklah. "


Wilson menelpon Sandra, namun Sandra tidak mengangkatnya.


" Jika kamu berkhianat maka aku akan menyiksamu hingga mati. " Ancam Sandra


Sandra pun meninggalkan pria itu dan menghampiri Wilson.


" Kamu dari mana saja? " Tanya Wilson


" Aku nyasar tadi. " Jawab Sandra

__ADS_1


" Ya sudah kamu jangan kemana - mana lagi, setelah ini kamu akan di periksa dokter. " Ucap Wilson


Sandra pun menunggu panggilan dari dokter.


" Ternyata Rania sudah memulai untuk menyerang Aku. " Ucap Batin Sandra


" Aku harus lebih hati - hati lagi. "


Akhirnya nama Sandra dipanggil dokter untuk diperiksa.


7 menit kemudian mereka selesai dan langsung menebus obat.


" Kamu hanya kelelahan saja ternyata. " Kata Wilson


" Iya nih. "


" Setelah ngambil obat kita langsung ke hotel saja. " Ucap Wilson


" iya. "


Mereka pun mengambil obat dan langsung kembali ke hotel.


" Setelah makan kamu harus minum obat dan istirahat ya. " Kata Wilson


" Iya. " Jawab Sandra singkat.


Di dalam hotel.


" Kamu makan dulu, ini udah aku siapkan. " Kata Wilson


" Makasih. "


" Sebaiknya aku harus mengabari Vito dan bilang dia harus berhati - hati. " Gumam batin Sandra


Sandra mengabari Vito melalui Chat.


" Vito lo harus hati - hati, anak buah Rania sudah mulai menyerang. " Isi pesan sandra


" Baiklah. " Balas Vito


Sandra pun meminum obatnya lalu beristirahat di temani oleh Suaminya.


NANTIKAN CERITA SELANJUTNYA


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT

__ADS_1


TERIMA KASIH**...


__ADS_2