SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
105.


__ADS_3

"Mau kemana lagi kamu?" Tanya Merissa yang melihat Wilson berjalan ke depan pintu.


"Bertemu dengan wanita yang sebentar lagi akan menjadi kekasihku." Jawab Wilson secara terus terang.


"Dasar. Aku tak mengijinkan mu keluar." Ujar Merissa.


Wilson mendekati Merissa yang meneteskan air mata.


"Cup cup cup, kamu jangan menangis. Aku akan tetap keluar walau kamu sudah melarangku. Lebih baik kamu tidur dan jaga Zayn dengan baik." Ucap Wilson sembari menghapus air mata Merissa.


"Aku tidak mau, aku mau mengikutimu." Ujar Merissa.


"Jangan! Jika kamu mengikutiku, kamu akan merasa sakit hati melihat kemesraan kami berdua. Jadi jangan halangin aku lagi." Ucap Wilson sambil menekankan kalimat terakhir yang dia katakan tadi.


Wilson langsung keluar namun tak langsug masuk ke kamar Kezia.


Merissa ternyata ikut keluar dan mencari jejak Wilson.


"Benar dugaanku." Gumam Wilson.


Setelah Merissa menaiki Lift, dengan cepat Wilson berjalan menuju ke kamar hotel Kezia.


"Wilson benaran datang?"


"Tentu saja cantik." Jawab Wilson.


Kini Wilson dan Kezia sudah berada di satu kamar yang sama.


Wilson memeluk Kezia secara tiba - tiba hingga membuat Kezia bingung.


"Ada apa?"


"Tidak ada apa - apa." Jawab Wilson.


"Lalu kenapa Wilson memelukku?"


"Aku lagi pingin aja." Jawab Wilson.


"Pingin apa?"

__ADS_1


"Masa kamu tak tahu." Jawab Wilson sambil memberi kode dengan mencium pipi Kezia.


Kezia langsung melepaskan pelukan Wilson.


"Why?"


"Aku tak mengajakmu untuk kesini untuk melakukan hal itu." Ujar Kezia.


"Lalu?"


"Aku hanya minta untuk di temani." Jawab Kezia.


"Baiklah aku akan menemanimu." Ucap Wilson yang kembali memeluk tubuh Kezia.


Sebenarnya yang ada di bayangan Wilson saat ini dia sedang memeluk Sandra.


"Aku mencintaimu." Ucap Wilson.


"Sandra." Gumam Wilson dalam hati.


"Mencintaiku? Apa Wilson serius?" Pikir Kezia.


"Aku serius cantik." Ucap Wilson yang seolah olah tau apa yang sedang Kezia pikirkan.


"Malam ini aku tidur dimana?"


"Di sofa itu saja." Jawab Kezia sambil menunjuk sofa yang berada tak jauh dari posisi mereka.


"Aaa baiklah."


Malam ini Wilson amat merasa bahagia karena ia menghabiskan waktu bersama Kezia.


"Wilson jangan seperti itu." Ucap Kezia ketika Wilson mencium bibir Kezia secara tiba - tiba.


"Kenapa Cantik? Kamu tak suka?"


"Aku hanya takut kalau Wilson nanti ..."


"Aku tahu maksud kamu. Tenang saja aku tak akan melewati batas." Ujar Wilson yang mengerti dengan perkataan Kezia.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu." Ucap Kezia.


Sementara saat ini Merissa sudah kembali ke kamarnya, pikirannya kacau bercampur resah ketika memikirkan suaminya.


"Apa Wilson berselingkuh dengan wanita jepang?"


"Aku menyesal mengajaknya kesini."


Merissa mencoba menghubungin nomor Wilson namun sialnya Wilson malah meninggalkan hp nya.


"Tidak ada yang mencurigakan di hp ini." Ucap Merissa seusai mengecek hp suaminya.


Pikiran kacau yang bercampur resah itu membuat Merissa menangis sambil menatap anaknya yang tengah terlelap.


"Apa ini yang dirasakan Sandra saat dia mencurigai kalau suaminya berselingkuh?" Pikir Merissa.


Dirinya teringat Sandra yang suaminya pernah ia rebut yang saat ini menjadi suaminya.


"Pria yang pernah berselingkuh apa akan terus berselingkuh? Jika benar, lalu bagaimana dengan nasib diriku? Aku tak mau menjadi Janda." Ucap Merissa.


Sementara di kamar Kezia hanya ada suara tawa dirinya dan Wilson.


"Sudah lama aku tak merasa sebahagia ini." Gumam Wilson.


"Kezia hadir dan membuatku bahagia lagi, walau bukan Sandra tapi entah kenapa aku nyaman sekali dengan Kezia."


Sementara Kezia sama sekali tak merasa keberatan ketika Wilson terus memeluk dirinya.


"Apa dia merindukan Sandra? Wilson kan kenal dengan Sandra. Tapi Wilson ini siapa nya Sandra? Aah iya bukan hanya Sandra tapi ada Vania juga. Siapa Vania dan apa hubungannya dengan Wilson. Aku terlalu lama terkurung hingga aku tak mengetahui semua yang terjadi. Ini semua ulah Salena." Gumam batin Kezia.


"Kamu mengantuk ya Cantik." Ucap Wilson yang melihat Kezia menguap.


"Iya nih."


"Kalau begitu tidurlah." Ujar Wilson.


"Baiklah, aku ke ranjang dulu."


Sementara Wilson masih duduk di sofa sambil melihat televisi.

__ADS_1


"Sandra, sandra. Kau memang ratu dihatiku." Gumam Wilson.


Bersambung...


__ADS_2