
Salena merasa kesal karena dirinya tak kunjung menemukan baju yang pas dengan gayanya.
" Jika aku memakai yang ini maka aku akan terlihat sangat jelek. Jika memakainya yang ini aku malah terlihat aneh dan cupu. " Ucap Salena yang sedang memilih - milih baju.
Wilson mendengar ucapan Yang keluar dari mulut Salena itu.
" Pakai saja baju yang ada dulu, nanti sayang akan aku temani ke Mall untuk beli baju baru. " Ucap Wilson yang melihat Sandra.
" Sepertinya pria ini tidak menyadari bahwa aku itu bukan Sandra. " Gumam Salena dalam hati.
Wilson menghampiri istrinya yang masih berdiri di samping lemari yang terbuka.
" Sayang pakai yang ini aja dulu. " Ujar Wilson sambil memberikan baju pilihannya.
" Cepat kamu pakai, aku mau mandi dulu. " ucap Wilson
Salena pun memakai baju pilihan Wilson, setelah siap, Salena meluruskan rambutnya yang sedikit keriting itu.
" Ini baru gaya rambutku yang sesuai dengan diriku sendiri. " Gumam Salena sambil tersenyum
" Sekarang aku tinggal memakai lipstik saja. " Ujar Salena sambil mencari Lipstik yang berwarna agak gelap.
Namun di meja rias itu sama sekali tidak ada lipstik yang berwarna gelap.
" Sayang cari apa? " Tanya Suaminya yang sudah selesai mandi
" Lipstik. " Jawab Salena singkat.
Wilson menghampirin istrinya dan membuka laci yang terletak dibawah meja rias Sandra.
" Ini kan Lipstik kamu semua. " Ujar Wilson
" Aku tak suka dengan warnanya. " Ucap Salena datar
" Gak suka? Kemarin itu sayang kan selalu pakai Lipstik yang ini. " Kata Wilson
" Itu kemarin. " Ucap Salena
" Ya udah nanti kita beli. " Ujar Wilson
" Ini akan terlihat buruk. " Gumam Salena dalam hati.
Setelah selesai bersiap - siap, Wilson mengajak istrinya itu untuk sarapan, di meja makan sudah ada Arjun.
" Hah dia udah pulang? Kapan? " Gumam Arjun dalam hatinya.
__ADS_1
" Gimana urusan tadi malam? Lancar? " Tanya Wilson
" Lancar. " Jawab Arjun
" Kau ke kantor hari ini? " Tanya Arjun
" Tidak, hari ini aku mau menemani istriku shoping. " Jawab Wilson.
Bik sri pun datang dengan membawa sarapan nasi goreng.
" Ayo makan sayang. " Ucap Wilson
" Gak lah, aku mau ke depan aja. " Ujar Salena
Salena meninggalkan mereka berdua di meja makan itu.
" Apa kalian bertengkar? " Tanya Arjun
" Tidak. " Jawab Wilson
" Lalu mengapa dirinya seperti itu? " Tanya Arjun lagi
" Aku sendiri tidak tau. Tadi pagi saja dia mengeluhkan baju dan Lipstiknya. " Jawab Wilson
" Apa mungkin itu bawaan orang yang lagi hamil. "
Sementara Salena sedang duduk di kursi depan rumahnya.
" Aku benci suasana dirumah ini. " Ucap Salena
Salena hanya duduk diam sambil menendang - nendang pot bunga yang ada didepan kakinya.
Sudah 4 pot bunga yang diserakan oleh Salena.
Melihat kejadian itu, Wilson langsung datang menghampiri dirinya.
" Sayang kenapa? Kok pot nya di gituin? " Tanya Wilson pada istrinya.
Salena sama sekali tidak menanggapi perkataan Wilson.
" Kamu kenapa lagi? " Tanya Wilson sambil menatap wajah istrinya.
Tiba - tiba Wilson mengingat ucapan dokter yang merawat Istrinya.
" Jangan buat dirinya merasa resah, merasa marah dan kamu juga harus menjaga mood istri kamu agar tetap merasa bahagia. Jika dia mulai merasa kesal, maka segera tanya apa yang dia inginkan. " Begitulah ucapan Dokter yang merawat Sandra.
__ADS_1
" Tadi kan dia mengeluhkan tentang pakaian dan lipstiknya. Apa mungkin Sandra merasa kesal karena itu. " Gumam Wilson dalam hati.
Setelah itu Wilson membawa istrinya masuk ke dalam mobil.
" kenapa kamu membawaku ke mobil? " tanya Salena
" Kita mau shoping sayang. " Jawab Wilson
Wilson pun melajukan mobilnya.
" Aneh sekali. " Ucap Arjun yang sedang memperhatikan tingkah Sandra
" Apa nya yang aneh Tuan Arjun? " Tanya Alex yang sedari tadi melihat dirinya.
" Nyonya kamu itu. " jawab Arjun datar, setelah itu Arjun masuk ke dalam rumah.
" Aneh? Aneh darimana nya? " Gumam Alex
Sementara itu Wilson membelikan roti untuk istrinya.
" Ini makan dulu. Tadi pagi kan sayang gak sarapan. " Ucap Wilson
Tak lama kemudian mereka sampai di Mall.
" Pak Wilson. " Panggil seorang wanita dari kejauhan.
Wilson dan Salena menoleh ke arah tersebut, Wanita itu pun datang dan ternyata itu adalah Merissa.
" Kalian disini juga ternyata. " Ucap Merissa
" Hmm iya. " kata Wilson
" Hai Sandra. " sapa Merissa sambil tersenyum
Salena hanya tersenyum kecil melihat Merissa.
" Kami akan melihat baju. Apa kamu mau ikut Merissa. " Ajak Wilson
" Iya aku mau ikut kalian aja, sekalian aku juga mau mencari baju. " Ucap Merissa yang merasa senang karena diajak oleh Wilson.
Mereka bertiga pun pergi ke lantai atas.
" Kita kesini aja. " Ajak Salena yang menggandeng tangan Wilson.
Melihat kejadian itu, Merissa merasa kesal.
__ADS_1
TUNGU KELANJUTANNYA.