
Rangga adalah pria tampan yang berusia 20 tahun yang sudah memiliki perusahaan sendiri.
Rangga juga pernah berpacaran dengan Sandra pada saat dahulu, namun kisah cinta mereka harus berhenti karena Sandra mengalami hilang ingatan dan sama sekali tidak mengingat Rangga.
Saat itu Sandra yang masih dirawat oleh dokter pribadi keluarganya mengalami kecelakaan yang membuat ingatan Sandra hilang.
Pada saat itu Rangga masih menemani Sandra, namun Rangga putus asa karena Sandra yang tak mengenalnya dan yang membuat Rangga lebih putus asa adalah, pernyataan dokter yang bilang kalau Ingatan Sandra akan butuh waktu yang lama untuk pulih.
Disaat itu Rangga juga harus ke luar kota untuk melanjutkan pendidikannya.
Karena Sandra tak mengingat Rangga yang saat itu masih jadi kekasihnya, Rangga memutuskan untuk pergi meninggalkan Sandra.
Sekarang Rangga begitu menyesal karena sudah meninggalkan Sandra saat sedang sakit, bahkan Rangga sangat sedih saat mengetahui bahwa Sandra akan menikah dengan pria pilihan keluarga Sandra.
Saat ini Rangga hanya bisa menyesali segala perbuatan dirinya dulu terhadap Sandra.
" Harusnya dulu aku tak pergi meninggalkan Sandra, harusnya aku yakin kalau Sandra bisa sembuh. " Gumam Rangga
" Sekarang Sandra sudah dimiliki oleh pria lain dan aku sudah tidak bisa lagi untuk memilikinya seperti dahulu. "
Rangga terus berpikir di lantai 3 rumahnya.
"ini gak bisa aku biarin, aku harus mencari tau alamat rumah Sandra dari Kenzo. " Ucap Rangga.
Rangga pun turun ke bawah lalu pergi menaiki mobil menuju rumah Kenzo.
Saat di mobil, Rangga terus memikirkan Sandra yang kini sudah mempunyai suami.
Ditengah jalan Rangga langsung menghentikan mobilnya karena dirinya kurang fokus menyetir.
" Aku terus kepikiran sandra, apa mungkin kalau aku masih sangat mencintainya? "
" Yaudahlah aku lanjut lagi pergi menuju rumah Kenzo. "
Rangga langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat, dan akhirnya tibalah Rangga dirumah Kenzo.
Rangga langsung turun dari mobil dan langsung memanggil Kenzo.
Kenzo keluar dari rumahnya dan mempersilahkan Rangga untuk masuk.
" Tumben lo ke sini. " Ucap Kenzo
" Ada yang mau gue tanya nih. "
" Tanya apa? "
" Lo tau alamat rumah Sandra? " Tanya Rangga
" Tau lah. " Jawab Kenzo
" Ya udah gue minta alamatnya. "
" Mau ngapain lo nyari alamat Sandra? " Tanya Kenzo
" Ada urusan penting. " Jawab Rangga
" Yakin lo? Jangan - jangan nanti lo mau ngajak Sandra balikan lagi. " ucap Kenzo
" Dia aja udah gak kenal sama gue, mana mungkin gue ngajak dia balikan apalagi sekarang dia udah punya suami. " Jelas Rangga
Kenzo pun menulis alamat rumah sandra agar Rangga bisa kesana.
__ADS_1
" Ini alamatnya. " Ucap Kenzo
" Thanks. "
Rangga sangat senang karena sudah mendapatkan alamat rumah Sandra, bahkan Rangga akan mendatangi sandra saat ini juga.
Rangga pamit pulang pada Kenzo dan langsung melaju kan mobil mewahnya ke alamat yang sudah diberikan Kenzo.
Singkat cerita Rangga sampai di alamat rumah itu dan menanyakannya pada orang sekitar, dan ternyata benar bahwa itu adalah rumah Sandra dan suaminya.
Saat Rangga berdiri di depan rumah Sandra datanglah satu anggot mafia yang menanyainya.
" Maaf anda cari siapa ya? "
" Cari Sandra. Apa dia ada dirumah? "
" Nyonya Sandra sudah tidak tinggal disini lagi. "
" Lalu dimana sekarang dia tinggal? "
" Maaf kami belum bisa memberitahu kan alamatnya yang sekarang. "
Rangga merasa kecewa karena Sandra sudah pindah dari rumah itu.
" Sepertinya Kenzo tidak mengetahui kalau Sandra sudah pindah rumah. " gumam Rangga.
Rangga langsung menaiki mobilnya lagi dan berencana untuk pulang, namun dirinya sempat berhenti di taman.
" Tempat ini adalah tempat yang dulu sering aku kunjungi saat masih bersama Sandra. "
Rangga jalan - jalan di sekitar taman sambil mengingat semua kenangan tentang Sandra.
Rangga duduk di kursi yang tersedia di taman itu sambil melihat - lihat sekitar.
Pandangan Rangga teralihkan oleh seorang gadis yang sangat mirip dengan Sandra.
Rangga mengejar gadis itu lalu mendatangi gadis itu.
" Sandra. "
Gadis itu menoleh ke arah Rangga.
" Maaf Saya salah orang, tadi saya kira anda adalah teman saya. " Ucap Rangga.
" Iya gak apa - apa. "
Gadis itu pun pergi meninggalkan Rangga.
" Gue kira tadi itu Sandra. " Gumam Rangga
Rangga pun kembali menuju mobil dan memutuskan untuk pergi dari taman ini.
Rangga pergi menuju ke kantornya.
Sesampainya dikantor, Rangga masuk ke ruang pribadinya dan melihat berkas - berkas yang harus di tanda tangan.
Saat sedang membaca berkas, ada satu berkas yang atas nama Wilson.
" Bukannya ini nama Suami Sandra. "
" Berarti suaminya juga mengajak perusahaanku untuk bekerja sama, sebaiknya aku terima saja agar aku bisa bertemu dengan Sandra. "
__ADS_1
Rangga menyetujui kontrak kerja yang diajukan oleh perusahaan Wilson untuk bekerja sama, dan Rangga juga memerintahkan sekertarisnya untuk langsung mengabari berita ini di perusahaan Wilson.
Rangga membuka galeri hpnya dan melihat poto Sandra yang masih tersimpan di hp nya.
Saat memandang poto Sandra yang ada di hp, Rangga tersenyum terus dan tidak menyadari bahwa sekertarisnya datang.
" Permisi pak. "
" Pak? "
Rangga langsung melihat ke arah sekertarisnya.
" Iya ada apa. "
" Ini saya membawa kabar bahwa Pak Wilson sudah saya kabari dan Pak Wilson berkata akan berkunjung ke perusahaan kita. "
" Baguslah kalau seperti itu. "
" Iya Pak saya permisi dulu. "
Rangga kembali melihat poto Sandra.
" Kami berpacaran selama 6 bulan dan berakhir tanpa kata putus, bahkan dalam 6 bulan itu pun aku jarang bertemu dirinya. "
Karena sudah tidak ada urusan lagi di kantor, Rangga memutuskan untuk pulang kerumah.
Singkat cerita Rangga sudah sampai dirumah dan sudah mandi.
Rangga pun duduk di kamarnya.
" Berarti sebentar lagi Aku bisa bertemu dengan Sandra. "
Rangga terus melamunkan Sandra sambil senyum - senyum sendiri karena terlalu senang.
Rangga pun mendapat telpon dari sekertarisnya yang mengatakan bahwa Wilson akan datang ke perusahaan mereka besok jam 09:00 pagi.
Mendengar perkataan sekertarisnya itu Rangga semakin senang karena ada kemungkinan Wilson membawa istrinya.
" Semoga saja besok Wilson membawa istrinya juga ke perusahaanku. " Gumam Rangga
Rangga Senyum - senyum sendiri karena memikirkan Sandra yang akan datang jika Wilson berkunjung ke perusahaan Ranga.
" Aku udah gak sabar sekali. "
Malam hari pun tiba, Rangga menyuruh asistennya untuk mempersiapkan baju yang akan di pakai besok.
Asistennya pun mencari baju Kesukaan Rangga, namun Rangga menolak untuk memakai pakaian itu. Asistennya pun mencari pakaian yang lain namun Rangga juga tak ingin memakai pakaian itu.
Setelah lama memilih pakaian akhirnya Rangga mendapatkan pakaian yang sesuai.
" Saya mau pakai yang itu saja. "
" Baik pak. Pakaian ini akan saya taruh disini agar besok bisa anda pakai langsung. "
Setelah Asistennya keluar dari kamar, Rangga memutuskan untuk tidur.
TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN FAVORIT
__ADS_1
TERIMA KASIH...