SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
84.


__ADS_3

Pagi hari.


Rizki terbangun dari tidurnya dan kini dirinya begitu kaget melihat tubuh sandra yang tidur di pelukannya.


" Astaga gadis ini. Bisa hancur lama - lama jika gadis ini terus menguasai tubuh adikku. " Gumam Rizki.


Rizki bangun dengan pelan agar tak membangunkan Salena yang tengah terlelap. Tak lama setelah itu Salena pun akhirnya bangun.


" Kemana perginya pria tampan itu. " Ucap Salena yang kini sudah bangun.


Salena keluar dari kamar Rizki dan ia pergi menuju ke kamar Sandra.


" Ini kamar apa kapal pecah? Berantakan sekali. "


Dirinya mengabaikan kamar yang berantakan itu, saat ini dia mau mandi saja untuk menyegarkan tubuhnya.


Sementara Rizki baru saja membawa para art untuk membersihkan kamar sandra, dan kini dia melihat apa saja yang rusak di kamar itu.


Setelah cukup lama berendam, kini Salena keluar dari dalam kamar mandinya.


" Ada apa ini? " Tanya Salena heran


" Maaf bu kami sedang membersihkan kamar ibu. " ucap art


" Ya sudah kalian keluar saja dulu, saya mau ganti baju. " ujar Salena


" Baik. "


Rizki dan para art itu pun keluar meninggalkan Salena di dalam kamar, setelah selesai Salena membiarkan art itu masuk untuk membersihkan kamar itu lagi.


Kini Salena berjalan menuju ke arah dapur.


" Bu sandra. " Panggil pengasuh Vania


" Iya ada apa? " Tanya Salena menoleh kesamping


" Vania menangis terus bu. " Jawab Pengasuh vania


" Sini berikan anak itu padaku. "


Kini Salena menggendong Vania dan berusaha untuk mendiamkan Vania. Setelah itu datang Rizki yang menghampiri Salena.


" Sini biar Vania aku yang urus. " Ujar Rizki


" Enak saja, biar aku saja, lagian aku gak akan membiarkan orang asing yang mengurus anaknya sandra. " Ujar Salena


" Orang asing? Aku bukan orang asing, aku Abang nya Sandra. " Ucap Rizki.


" Jadi dia abangnya Sandra. Ganteng juga, kira - kira dia sudah menikah belum ya? " Gumam Salena dalam hati.


" Sini biar aku saja yang menjaga Vania. "


" Biar aku saja, lagian Vania nya udah gak nangis kok." Ujar Salena


Rizki melangkahkan kaki nya untuk pergi keluar rumah.


" Kau mau kemana? " Tanya Salena

__ADS_1


" Keluar sebentar. " Jawab Rizki singkat


" Aku ikut ya? "


" Ya udah. " Rizki membiarkan Salena untuk ikut pergi bersamanya.


Sebenarnya Rizki itu hanya ingin melihat - lihat sekitar halaman depan rumah Sandra.


" *Siapa namamu? Dan sejak kapan kau sudah berada di dalam tubuh adikku? " Tanya Rizki pada Salena


" Aku Salena. Aku sendiri tidak tahu kapan mula nya aku bisa berada di dalam tubuh Sandra. " Jawab Salena


" Apa yang telah kau lakukan selama ini jika kau mengambil alih tubuh adikku? " Tanya Rizki lagi


" Aku bersenang - senang, dan asal kau tahu saja, akulah yang menyelesaikan semua masalah yang diperbuat oleh Sandra. Aku heran melihat Sandra, dia itu kan psikopat tapi kenapa dia sendiri tak pernah bisa menyelesaikan semua masalah yang pernah ia lakukan. " Ujar Salena yang sedikit merasa kesal


" Kini giliran aku yang akan bertanya padamu. Apakah kau sudah menikah? " Tanya Salena langsung


" Sudah. " Jawab rizki secara datar*


Seketika Salena langsung merasa kecewa karena mengetahui bahwa kini Rizki itu sudah menikah, harapannya untuk mendapatkan hati Rizki kini telah hancur seketika.


" *Gagal deh. " Keluh Salena dalam hati.


" Pasti Salena merasa sangat kecewa. " Gumam Rizki dalam hati*.


Salena langsung masuk meninggalkan Rizki. Saat itu dia bertanya pada art yang bekerja di rumah Sandra.


" Apa bu Sandra lupa ya? " Tanya Art


" Istrinya tuan Rizki itu sudah meninggal. " Ujar Art


" Apa kalian serius? " Tanya Salena


" iya serius bu Sandra. " Jawab art


" Ya sudah kalian kembali bekerja lagi sana. "


" Baik. "


Para pekerja yang ada dirumah itu merasa heran karena melihat bos nya seperti orang yang amnesia.


" Sepertinya bu Sandra sudah mulai pikun. " Ujar art


" Husst jaga omonganmu. Jika tuan Rizki dengar maka kita akan dipecat. "


Sementara kini Salena menjadi lebih bersemangat lagi karena mengetahui kini Rizki itu adalah seorang duda.


" *Akhirnya aku masih punya kesempatan untuk mendekati abangnya sandra. '" Ucap Salena


" Mendekati diriku. Untuk apa? " Tanya Rizki yang tiba - tiba muncul dan mendengar semua ucapan Salena


Sambil tersenyum. " Kamu itu seorang duda kan? " Tanya Salena


" Iya. " Jawab Rizki singkat


" Berarti aku bisa mendekati kamu. " Ujar Salena

__ADS_1


" Jangan aneh - aneh, kamu itu memakai tubuh Sandra jadi aku mungkin tak akan terlalu merespon dirimu. " Ucap Rizki


" Kenapa? " Tanya nya heran


" Karena wujud kamu itu adalah wujud Adikku dan aku gak mungkin menyentuh tubuh adikku. Ya walau kau bukan Sandra tapi tetap saja tubuh yang saat ini kau pakai itu adalah tubuh adikku. " Jawab Rizki sambil menjelaskan kepada salena


" Ya sudah aku ke kamar dulu. " Ucap Rizki


" Bodo amat lah, yang penting aku bisa dekat denganmu. " Gumam Salena dalam hati*


Kini Salena menaruh Vania di ranjang kamar Sandra.


Di kontrakan Wilson dan Merissa.


Pagi ini Wilson berangkat kerja tanpa pamit kepada Merissa, hal ini di sebabkan oleh kejadian tadi malam dan saat ini Merissa juga belum mau keluar dari kamar.


Saat Wilson sudah berangkat kerja, kini Merissa membuka pintu kamarnya untuk keluar. Mata Merissa sembab karena semalaman terus menangis.


Pagi ini Merissa mengurus Zayn tanpa bantuan dari suaminya. Hati Merissa masih begitu kecewa karena ulah Wilson yang memeluk Sandra.


" Aku akan membalasmu Sandra, lihat saja nanti. " Ucap Merissa


Di kantor Almero


" *Ingat ya Wilson kau harus bekerja dengan sungguh - sungguh. " Ucap Almero


" Baiklah, kau tenang saja. " Ujar Wilson*


Kini Wilson telah berada di dalam kantor Almero.


Saat ini dia akan memulai semuanya dari awal lagi.


" Kira - kira sekarang Sandra sedang apa ya? "


" Biasanya dulu sebelum aku berangkat kerja, Sandra selalu menyiapkan perlengkapanku dan menyiapkan sarapan ku juga. Dulu aku juga selalu mencium keningnya saat aku akan berangkat kerja. " Gumam Wilson dalam hati.


Hasil kerja Wilson sangat bagus dan bahkan Almero mengakui bahwa Wilson adalah orang yang cukup handal.


Sementara Wilson merasa semangat kerja karena memikirkan Sandra sedari tadi, bahkan dari awal masuk hingga kini sudah siang hari Wilson sama sekali tak pernah memikirkan Merissa. Saat ini di pikiran Wilson hanya ada Sandra dan Vania saja.


Sementara Merissa hampir stres karena terlalu memikirkan kejadian yang tadi malam.


Saat ini Merissa merasa dendam sama Sandra, dirinya mengira bahwa Sandra akan merebut Wilson lagi.


Di rumah Sandra


Lalu saat ini Salena masih terus menemani Vania yang kini berada di kamar Sandra.


Sementara itu Rizki sedang berpikir keras bagaimana cara agar Sandra bisa kembali lagi ke tubuh yang saat ini sedang diambil alih oleh Salena.


" Ini semua gara - gara Wilson. Pasti tadi malam Sandra bertemu denga pria itu makanya dia menangis terus. " Ujar Rizki


" Apa yang harus aku lakukan sekarang? "


Jangan lupa like, vote, dan favorit


Nantikan kelanjutannya...

__ADS_1


__ADS_2