SIMPANAN SUAMIKU

SIMPANAN SUAMIKU
93.


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


"Sandra ayo lekas kesini. Bawa barang - barangmu." Ucap Rizki.


"Iya sebentar."


Hari ini Sandra akan pergi meninggalkan indonesia bersama anaknya.


Sandra memilih pergi ke luar kota agar bisa melupakan semua yang pernah terjadi di dalam hidupnya.


Saat ini Rizki membantu Sandra untuk menaruh barang di mobil, setelah itu mereka semua berangkat menuju bandara.


...


Setelah tiba di bandara mereka semua masuk dang mengurus hal - hal yang lain.


"Jaga baik - baik Vania. Kontrol emosi mu dan jangan biarkan siapapun tahu tentang kondisimu itu." Ucap Rizki.


Sandra memeluk Rizki sebelum mereka semua berpisah. "Mungkin Salena akan merindukan mu nanti jika aku berada disana" Ujar Sandra.


"Apaan sih Sandra." Ucap Rizki dengan wajah yang sedikit tersenyum.


"Aku bercanda. Dan sekarang aku akan pergi, apa kau tak ingin berpamitan dengan keponakanmu ini?"


"Tentu saja, aku akan merindukan gadis kecilku ini. Aku akan mengunjungin kalian nanti." Ucap Rizki.


"Tolong rawat Sandra dengan baik ya Dokter Hardi." Ucap Rizki.


"Tentu saja." Ujar Dokter Hardi


Setelah itu Sandra langsung masuk ke pesawat yang akan membawa dia pergi dari indonesia.


Hardi adalah seorang dokter psikologi yang merawat Sandra selama Sandra berada di jepang.


Selama di udara, Sandra dan Hardi sama sekali tak saling bicara. Hanya ada keheningan di tempat duduk mereka.


• • •


Kini mereka telah sampai di bandara jepang.


Hardi langsung membawa Sandra pergi ke sebuah rumah yang akan jadi tempat tinggal mereka.

__ADS_1


Sesampainya di depan rumah, Sandra melihat lokasi di sekeliling rumah.


"Apa hanya ada rumah ini? Dimana yang lainnya? Kenapa kita tinggal disini? Ini sangat sepi." Tanya Sandra.


"Ini tempat tinggal kita sementara, aku akan membawa kalian kerumahku jika kondisimu sudah memungkinkan." Jawab Hardi.


"Kenapa tidak hari ini saja kamu membawa kami ke rumahmu?" Tanya Sandra lagi.


"Di rumahku ada banyak sekali pekerja, dan aku tidak ingin mereka dalam bahaya karena dirimu." Jawab Hardi.


"Bahaya. Aku tidak akan menyakiti orang lagi apa kau tak percaya padaku?"


"Aku percaya padamu, ini untuk kebaikan bersama." Jawab Hardi.


"Kebaikan apanya? Kenapa kau begitu tega pada istrimu ini, apa kau tak kasihan melihat aku dan Vania merasa kesepian?"


"Aku akan menemani kalian. Dan akan kupastikan kondisimu membaik setelah itu kita pergi ke rumahku yang akan menjadi rumahmu juga." Ujar Hardi.


"Baru dua minggu aku menikah dengannya saja aku sudah diperlakukan seperti ini, bagaimana nanti kedepannya. Bisa - bisa aku hancur." Gumam Sandra.


Hardi memang menikahi Sandra begitu kenal selama 5 hari, awalnya Sandra menolak tapi Rizki menyakinkan dia bahwa Hardi adalah pria yang baik dan setia pada pasangan.


Saat Sandra masuk ke dalam rumah itu Sandra agak sedikit merasa aneh. "Bagaimana mungkin ada rumah mewah di tempat yang sepi ini?" Pikir Sandra.


"Lalu dimana kamar anakku?" Tanya Sandra.


"Kamar Vania ada di sebelah." Jawab Hardi.


"Apa boleh Vania tidur bersama kita?" Tanya Sandra lagi.


"Untuk sementara ini tidak dulu, tapi kamu tenang Vania akan di asuh oleh Yuki pengasuh anak yang ada di rumah ini." Jawab Hardi


"*Apa kamu mau memisahkan aku dari anakk*u?"


"Tentu tidak. Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Vania, karena sekarang Vania adalah anakku juga." Jawab Hardi.


Sandra merasa kesal melihat sikap Hardi yang terlalu khawatir karena kondisi dirinya.


Hari demi hari telah di lewati oleh Hardi dan Sandra.


Dan hari ini adalah hari ke lima mereka sudah tinggal di jepang. Selama di rumah itu Sandra tidak boleh keluar dan Sandra selalu diberikan obat tepat waktu oleh Hardi.

__ADS_1


Bahkan saat Sandra ingin menemui anaknya, Sandra harus di awasi secara ketat agar Sandra tak menyakiti Vania.


(Anggap aja mereka lagi bicara pakai bahasa jepang.)


"Maaf tuan, seharusnya kita tidak boleh memisahkan ibu dari anaknya." Ujar Yuki.


"Aku tahu, aku hanya khawatir dengan Vania aku takut Sandra akan menyakitinya." Ucap Hardi.


"Sepertinya tidak mungkin Ny. Sandra akan menyakiti anaknya. Lihatlah Tuan, Ny. Sandra begitu.mencintai putrinya." Ujar Yuki lagi.


"Iya sih. Tapi aku hanya berjaga - jaga saja. Jika kondisi Sandra sudah membaik maka aku akan membiarkan Sandra bebas bertemu dengan anakknya." Ucap Hardi.


Hardi menghampiri Sandra yang sedang memberi asi pada Vania.


"Setelah Vania tidur, kamu harus kembali lagi ke kamar. Aku mau memeriksa kondisi kamu." Ucap Hardi.


Dan benar saja, Hardi langsung membawa Sandra kembali ke kamar dan membiarkan Yuki yang mengurus Vania.


Sandra hanya memperhatikan Hardi yang sedang memeriksa kondisi nya. Sandra merasa marah karena perlakuan Hardi terhadap dirinya itu.


Sementara Hardi berharap bahwa kondisi Sandra akan segera membaik.


"Jangan menatapku seperti itu jika kamu tak ingin jatuh cinta padaku." Ucap Hardi.


"Kau suami ku, aku berhak menatapmu." Ujar Sandra.


"Memang berhak, tapi aku tak suka dengan tatapanmu itu. Kamu menatapku seolah - olah kamu ingin segera menghabisiku." Ucap Hardi yang kini menatap Sandra dengan tatapan penuh cinta.


"Aku tidak gila ya. Walau aku psikopat tapi aku tak pernah ingin membunuh suamiku sendiri." Ujar Sandra.


"Bagus jika seperti itu. Berarti aku bisa menghabiskan waktu denganmu tanpa harus merasa khawatir kalau kamu akan menghabisiku." Ucap Hardi.


"Sekarang kamu tidur lah, aku akan menemanimu." Ujar Hardi.


"Tidak usah, kamu temani saja Vania." Ucap Sandra.


"Aku akan menemaninya setelah kamu tertidur nanti." Ujar Hardi.


Sandra kini telah tertidur karena pengaruh dari obat yang dia minum.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote dan Rate.


__ADS_2