
Dua hari kemudian.
Seluruh keluarga Hardi kini masih mencari dimana keberadaan Sandra.
"Ini semua gara - gara kak Hardi. Coba saja kalau kakak waktu itu tak jahat kepada Kak Sandra, pasti kakak gak akan kabur." Ujar Akari.
"Sandra kamu dimana? Apa kamu tak ingat Vania? Vania terus menangis." gumam Rizki dalam hati.
"Wanita itu pergi dengan sendiri nya. Baguslah setidaknya aku bisa tenang sekarang." Gumam Ibu dalam hati.
"Aku akan mencarinya lagi. Juna kamu ikut aku, kita berpencar nanti."
"Baik kak Hardi."
Akhirnya Hardi pergi mencari Sandra lagi dengan bantuan Juna.
• • • •
Tokya Jepang.
Kezia masih berada di jepang dan masih terus menghindar dari Hardi.
Kezia adalah wanita mandiri yang sangat pemberani.
"Kezia lo mau kemana lagi, mana uang ku udah habis lagi."
• • • •
Keluarga Wilson kini berada di kota Tokyo.
Awalnya Wilson masih fokus melihat istrinya yang sedang memilih beberapa pakaian, namun pandangannya teralihkan ketika dia melihat sosok wanita yang sangat mirip dengan Sandra.
__ADS_1
"Sandra." Gumam Wilson.
"Sayang kamu disini aja dulu ya, jangan kemana - mana."
"Iya sayang."
Dengan cepat Wilson langsung menghampiri wanita itu dan benar wanita yang dilihatnya adalah Sandra.
"Sandra."
Kezia menoleh ke arah pria yang memanggil nama Sandra.
"Kau mengenalku?" Tanya Kezia.
"Tentu saja." Jawab Wilson sembari memeluk tubuh Sandra yang di kuasai oleh Kezia.
"Dimana anak kita Sandra?" Bisik Wilson sambil masih memeluk Kezia.
"Aku bukan Sandra, aku Kezia. Tadi kamu bilang anak? Aku belum pernah menikah." Jelas Kezia.
"Kezia? Apa dia merupakan salah satu kepribadian Sandra? Kalau benar ada baiknya gue manfaatin saja." Gumam Wilson dalam hati.
"Kenapa kamu diam?" Tanya Kezia ketika melihat Wilson terdiam.
"Ehmm kamu mau kemana Kezia?" Tanya Wilson langsung.
Kezia menceritakan semua nya pada Wilson dan dari cerita itu Wilson mengambil kesempatan untuk kembali mendekatkan dirinya pada Sandra.
Kini Wilson membawa Kezia ke hotel yang keluarga Wilson tempati, tentunya Kezia di pesankan kamar yang lain agar Merissa tak mengetahui hal ini.
"Kezia, kamu disini saja. Kamu lihat itu kamar aku, kalau kau butuh sesuatu kamu bisa datang ke kamar aku saja." Ujar Wilson.
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih. Nanti gitu aku sudah kembali ke jakarta aku akan membalas semua kebaikanmu." Ucap Kezia.
"Akhirnya aku bisa tidur di ranjang yang empuk ini." Ucap Kezia ketika merebahkan badannya ke ranjang.
"Benar wanita ini bukan Sandra." Gumam Wilson sambil terus memandang Kezia
Tiba - tiba Wilson teringat Merissa yang masih berada di Mall. Dengan cepat Wilson langsung pergi meninggalkan Kezia.
"Pria yang tampan. Apa Sandra memiliki anak dari pria itu? Berarti mereka pernah menikah." Gumam Kezia.
Kini kebutuhan Kezia sudah di penuhi oleh Wilson termasuk pakaian dan makanan. Kezia beruntung bukan? Bukan hanya Kezia yang beruntung, Wilson juga sangat beruntung karena pertemuannya dengan Kezia.
• • • •
Di kediaman Hardi.
Mereka belum menemukan keberadaan Sandra yang kini telah menghilang.
"Kamu dimana sayang. Maafkan aku, aku menyesal karena memaksa mu untuk di rawat di rumah sakit." Gumam Hardi.
"Apa mungkin kak Sandra kembali ke Indonesia?" ucap Juna.
"Itu gak mungkin, paspor nya aku yang simpan." Ujar Hardi.
"Aku yakin Sandra masih di jepang, dia gak mungkin meninggalkan anaknya dalam jangka waktu yang lama. Kecuali tubuhnya di kuasai oleh kepribadiannya yang lain." Ujar Rizki.
"Ahh iya, aku baru teringat akan hal itu." Ucap Hardi.
Kini Hardi meminta bantuan rekannya yang bekerja di kantor polisi.
Bersambung
__ADS_1